Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 49 Kemarahan Wisnu


__ADS_3

cerita hanya hasil rekaan semata, tidak ada hubungan dengan nama seseorang.


***


Ditangan Wisnu tergenggam gambar Aisha, tangannya meremas gambar tersebut. Sehingga gambar itu remuk didalam genggaman tangannya.


"Apa maunya orang itu, apa segitu benci dia dengan Aisha?" suara Wisnu terdengar penuh kemarahan.


"Menurut Alana, dia curiga. Ini semua perbuatan teman kuliahnya ," kata Richard.


"Siapa ?" tanya Wisnu dan Nenek secara bersamaan.


"Gaby Wiguna, dia selama ini sering menganggu Aisha," Richard menceritakan apa yang diceritakan Alana kepadanya.


"Gila itu orang, kita laporkan saja !" seru Wisnu, saking emosi Wisnu hampir melampiaskannya dengan menendang meja kecil yang ada didekatnya.


"Tenang Wisnu, jangan marah-marah. Ingat, Aisha belum sembuh benar," ucap nenek dan melihat kearah Aisha yang.


"Maaf nek ." Wisnu kembali duduk tetapi emosinya belum mereda.


"Kalau kita tidak melakukan apapun juga, dia akan tetap akan menganggu Aisha nek. Apalagi mereka satu kampus, apa Aisha akan putus kuliah. Dia sebentar lagi akan tamat nek ," kata Wisnu.


"Kita akan pikirkan tentang kuliah Aisha nanti, sekarang ini Aisha masih stabil. Lihat cara berpakaiannya, dia menutupi badannya dengan baju seperti itu ," kata nenek, mereka bertiga melihat kearah Aisha yang masih menunduk, walaupun penutup jaket hodienya sudah tidak menutupi kepalanya lagi.


"Dulu, Aisha kita sangat suka menggunakan dress. Lihat sekarang ." menitik air mata nenek, membayangkan Aisha dulu sangat ceria. Walaupun sebenarnya Aisha seorang yang pemalu.


"Ais, apa kau tidak merindukan aku ?" tanya Alana sambil memeluk temannya tersebut.


Aisha hanya mengangkat sedikit wajahnya untuk melihat Alana, dan kemudian kembali menundukkan kepalanya.


"Aku rindu denganmu Ais..!" kata Mayang yang masih duduk dilantai didepan Aisha.


"Ais juga rindu dengan teman-teman kan ?" tanya ibunya, dan Aisha hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana kalau Ais bawa teman-teman kedalam kamar saja ," kata ibunya.


Aisha berdiri dan masuk kedalam kamarnya, Alana dan Mayang mengikuti dari belakangnya. Dan Dokter Yuni juga ikut mengawasi.


Setelah Aisha dan teman-temannya masuk kedalam kamar, Larasita ikut duduk bergabung dengan nenek .


"Wisnu, bagaimana pendapatmu. Apa yang harus kita lakukan ?"


"Kalau Wisnu tadi, mau Wisnu ajar saja orang itu. Tidak perduli dia wanita ," kata Wisnu.


"Kalau itu ibu tidak setuju, bagaimana jika mereka nanti menuntutmu Wisnu ," kata Larasati.


David dan Dony yang tadi keluar, karena tidak tahan melihat Aisha. kembali masuk dan duduk didekat Richard dan Wisnu.

__ADS_1


"Kalian kenal dengan orang itu ?" tanya ibu Alana kepada David dan Dony.


"Kenal Bu, dia selama ini sangat suka menganggu Aisha dan Alana ," kata Dony.


"Besok aku akan mencarinya!" kata Wisnu.


"Wisnu, kau harus tahan emosi mu ," kata nenek.


"Nek, kalau boleh. Saya ingin menikahi Aisha ," kata Richard dengan tiba-tiba, membuat semua orang yang berada didekatnya menjadi kaget. Terlebih lagi David, dia terlonjak dari duduknya. Dan kemudian dia berdiri.


"Tidak bisa Om, aku menyukai Aisha dari dulu. Om jangan menikung ya !" seru David dengan cepat, sambil menatap wajah Richard dengan tatapan mata yang tajam. Begitu juga sebaliknya, Richard tidak mau mengalah. Dia menetap David dengan intens.


Nenek, Wisnu dan Larasati saling pandang. Mereka bingung mendapatkan lamaran dari Richard Secara mendadak, terlebih lagi. David mengakui dirinya juga menyukai Aisha.


"Nek, Tante. Saya juga ingin melamar Aisha, saya sudah lama mencintai Aisha ," ucap David dengan tegas.


"David, kau jangan main lamar anak orang saja. Kau belum bilang dengan orang tua mu ," kata Dony kepada David.


"Mereka pasti akan setuju ," kata David yang merasa yakin, bahwa keinginannya untuk melamar Aisha akan diberikan lampu hijau oleh papa dan mamanya.


"Bagaimana dengan Gaby, apa dia tidak akan semakin membenci Aisha. Jika kau menikahinya?" tanya Richard, yang mengetahui dari cerita Alana. Bahwa salah satu penyebab Gaby membenci Aisha adalah karena David menyukai Aisha.


"Apa hubungan kau dengan gadis itu ?" tanya Wisnu.


"Tidak ada, sumpah ! aku tidak pernah menanggapinya," kata David.


"Nek, saya serius. Saya akan menjaga Aisha ," kata Richard dengan ucapan dan wajah yang tegas.


"Saya juga akan menjaga Aisha nek ," kata David tidak mau kalah.


"Saya akan berbicara dengan kalian berdua, tetapi secara sendiri-sendiri. Ayo kau anak muda ikut aku dulu ." nenek bangkit dan membawa David kesatu ruangan.


"Duduklah ." nenek membawa David keruang keluarga.


"Anak muda ," kata nenek.


"David nek ." David menyebutkan namanya.


"David, saat Aisha diculik dia dilecehkan. Bagaimana perasaanmu, istrimu sudah tidak suci lagi ?" tanya nenek sambil meneliti raut wajah David, saat nenek melontarkan pertanyaannya kepada David.


"Saya...saya..!" David kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu secara tiba-tiba.


"Sudah, kau pikirkan itu. Sekarang suruh Richard untuk masuk ," kata nenek.


David berjalan keluar dari ruang keluarga.


"Om, disuruh masuk nenek ," kata David.

__ADS_1


Richard berdiri dan berjalan menuju darimana tadi David keluar.


"Apa yang dikatakan nenek ?" tanya Dony, David hanya menggelengkan kepalanya.


Richard masuk dan dilihatnya nenek sedang duduk menghadap jendela.


"Nek ."


"Duduklah ," ucap nenek kepada Richard.


"Aku akan tanyakan seperti David tadi ," kata nenek.


"Silahkan nenek," kata Richard.


"Aisha pernah diculik, dan dia di lecehkan. Dia tidak suci lagi," kata nenek, seperti dengan David tadi. Nenek menatap wajah Richard saat dia mengeluarkan pertanyaannya.


"Nek, itu semua bukan keinginan Aisha nek. Apa kita harus marah kepadanya, dengan kejadian yang menimpanya itu. Apa kita juga harus menjauhinya ?"


"Kau tidak jijik dengan keadaannya sekarang ?" tanya nenek lagi.


"Tidak nek, saya akan menerima Aisha. Walaupun dia sudah ternoda ," ucap Richard dengan tegas.


"Terimakasih."


****


"Dad, bagaimana kita mencarinya. Apa Daddy ada petunjuk ?" tanya Edward sambil mengemudi setelah selesai mengurus dokumen untuk melakukan perjalanan ke Indonesia.


"Daddy punya teman kuliah dulu, tapi Daddy tidak tahu. Apakah dia sudah kembali, dulu Daddy sempat secara diam-diam kembali ke Indonesia. Tetapi rumah yang kami tinggalin dulu sudah rata dengan tanah, terjadi kebakaran dan semua sudah habis. Tidak ada yang bisa ditanyakan." cerita Josh.


"Apa dia tidak punya orang tua ?" tanya Edward.


"Mereka tidak setuju, jadinya Daddy tidak mengetahui tentang keluarga Laras ," kata Josh.


"Laras namanya, nama yang bagus ," kata Edward.


"Larasati, Larasati namanya. Dia sangat cantik, dia pandai menari dan menyanyi. Itu yang membuat Daddy jatuh cinta ." Josh tersenyum, mengingat tentang Larasati.


"Pasti cantik, kalau tidak cantik tidak mungkin Daddy tergila-gila sampai hampir dua puluh tahun. Tidak pernah melupakan dirinya," kata Edward.


"He..he..! kalau kau jatuh cinta nanti, bisa-bisa kau lebih gila dari Daddy ."


"Sepertinya aku juga ingin mencari gadis Indonesia ," kata Edward.


"Bilang mommy, Daddy tidak mau Mommy menyalahkan Daddy." Josh menepuk-nepuk lengan putranya.


Bersambung....

__ADS_1


Please like like like like like like like like like 🙏


__ADS_2