
**Bawa santai bacanya, cerita ini hanya untuk hiburan semata.
Happy reading guys ❤️😘**
***
Papa dan mama Richard datang kerumah sakit untuk menjemput Aisha pulang.
"Bagaimana, apa Aisha tinggal bersama kami ?" tanya mama Richard.
"Maksudnya ?" Richard bingung mendengar ucapan mamanya.
"Daripada nanti muntah-muntah mendengar nama itu, Aish tinggal dirumah saja " kata papa Richard.
"Kami tinggal terpisah ?" tanya Richard.
"iya ," jawab mama Richard.
"Mas !" Aisha tidak ingin pisah dengan Richard.
"Tidak boleh maa, biar Richard muntah-muntah. Asal jangan pisah rumah dengan Aish !" Richard menggenggam tangan Aisha.
"Hanya sementara ," kata mamanya .
"Tidak !" tolak Richard dengan tegas.
"Sudahlah maa, jangan dipaksakan. Lihat wajah menantu kita sudah mau nangis ," ujar papa Richard.
Aisha menundukkan kepalanya.
"Ya sudah, semoga ngidam itu. Jangan lama-lama ," kata mama.
"Sudah bisa kita keluar dari rumah sakit, bill sudah diselesaikan ?" tanya Papa.
"Sudah, Tony yang selesaikan ," kata Richard.
"Dari sini kita ke dokter kandungan ya, mama sudah buat janji dengan Dokter Herman. Dia tugas dirumah sakit ini juga ," kata mama kepada Aisha.
"Dokter Herman ? apa ia seorang dokter laki-laki maa ?" tanya Richard.
"Nama saja sudah menunjukkan dokter itu laki-laki boy !" ujar Papa.
"Richard tidak ingin dokter laki-laki untuk memeriksa istri Rich maa, harus dokter wanita ," kata Richard.
"Dokter Herman, adalah dokter obgyn yang senior ," kata mama Richard.
"Sudah senior, sudah sepuh maa. Oh tidak ! Rich tidak ingin yang memeriksa kondisi kandungan Aisha dokter yang sudah mau pikun. Richard akan mencari dokter wanita !" Richard tetap keukeh tidak ingin dokter laki-laki yang memeriksa Aisha.
***
Alana dan mamanya sudah menunggu kedatangan Richard dan Aisha dirumah.
"Al, coba cicipi ikan pepesnya. Apa tidak terlalu pedas ," kata Larasati kepada Alana yang terus berada didapur untuk belajar memasak.
"Hemh...! enak Tante !" Alana membuat tanda jempol.
"Tidak pedas kan, Aisha tidak boleh makan terlalu pedas ," kata ibu Aisha.
"Sudah pas Tante ," ujar Alana.
"Alana mau belajar masak ?" tanya ibu Aisha.
"Iya Tante, Al sebenarnya sudah daftar bersama dengan mama ," kata Alana.
"Ada apa, kenapa mama disebut-sebut ?" tanya mama Alana yang baru masuk kedapur.
"Alana bilang ke Tante Laras, bahwa kita sudah daftar belajar masak kan maa !"
__ADS_1
"Hih..ini anak buat malu saja " batin mama Alana.
"Iya " jawab Chintya.
Chintya mencomot pepes ikan patin yang di coba oleh Alana tadi.
"Enak Bu !" ujar Chintya.
"Tante, bagi resepnya ya. Biar Alana bisa masakkan untuk Dony " kata Alana.
"Idih.. yang sudah mau punya suami !" goda mama Alana.
"Apaan mama ini !"
***
Setelah kedatangan Aisha dan Richard, keadaan rumah semakin ramai .
"Mas besan, Doa kan saya. Semoga ada kita berjodoh ." David Kembali menganggu Richard.
"Semoga anak kita sama-sama laki-laki, atau sama-sama perempuan ." balas Richard.
"Kalau begitu, kita harus mencetak terus mas besan ," ujar David sembari tertawa.
Mayang yang mendengar perkataan David, mencubit pinggang David dengan gemas.
"Kau yang hamil !" ketus Mayang, kemudian meninggalkan David.
****
Pagi-pagi sekali Aisha sudah bangun, sedangkan Richard masih bergulung dibawah selimutnya.
Pagi ini, Aisha sudah berjalan keluar dari dalam rumah. Dia berjalan keluar komplek perumahan dengan ditemani oleh Bu Yanti, setelah tidak berhasil membuat Richard bangun pagi. Karena tengah malam, Aisha tiba-tiba ingin makan buah pepaya. Karena persediaan buah pepaya dirumahnya tidak ada, terpaksa Richard mencari penjual buah. Setelah berkeliling, akhirnya Richard berhasil menemukan buah pepaya.
"Anak Daddy sangat baik, hanya ingin makan buah pepaya. Yang tidak sulit dicari ." Richard mengusap-usap perut Aisha, dan Aisha terus memakan pepayanya.
"Ah.. tinggal sepotong, baru ingat suami ," batin Richard.
"Mau mas ." kembali Aisha menawarkan kepada Richard.
"Tidak usah, biar anak Daddy saja yang makan ," kata Richard, menolak tawaran dari Aisha.
Aisha langsung memasukkan potongan pepaya tersebut kedalam mulutnya.
"Kenyang !" Aisha mengusap perutnya.
Richard meletakkan piring tempat buah keatas nakas.
Ketika Aisha ingin merebahkan tubuhnya, Richard mencegahnya.
"Jangan langsung tidur Asay, sikat dulu giginya ," kata Richard.
"Tadi kan sudah mas !" Aisha menolak untuk membersihkan giginya, karena tadi telah membersihkannya.
"Ini baru makan lagi, ayo " Richard menarik tangan Aisha.
Dengan ogah-ogahan Aisha turun dari ranjang, mengikuti Richard masuk kedalam kamar mandi.
***
"Bu, itu tukang bubur jagung ya ?" Aisha menunjuk kearah gerobak tukang bubur.
"Iya Nak Aish, kalau ingin bubur jagung. Biar ibu masakkan dirumah saja, lebih terjamin kebersihannya ," kata Bu Yanti.
"Tapi Aisha ingin bubur itu Bu ." Aisha mendekati tukang bubur jagung yang ramai pembeli.
"Ya sudah, Nak Aish tunggu sini. Biar ibu yang membelinya," kata Bu Yanti, dan meninggalkan Aisha dikursi dekat tukang bubur jagung.
__ADS_1
Setelah dapat bubur jagungnya, Aisha dan Bu Yanti kembali kerumah. Karena hari Senin Richard akan pergi kekantor dan mencari dokter kandungan yang wanita.
Aisha dan Bu Yanti masuk kedalam rumah, bertepatan Richard turun dan sudah berpakaian rapi. Tapi cara berpakaian Richard membuat Aisha heran, tidak seperti biasanya. Biasanya Richard kekantor dengan memakai jas, tetapi kali ini Richard memakai kemeja dan celana jeans.
"Mas say tidak kekantor tanya Aisha ?" dengan tatapan mata yang menyelidiki.
"Kerja, ini mas mau berangkat," jawab Richard.
"Kenapa pakaiannya Seperti ini mas say ?" tanya Aisha sambil menatap kearah Richard dari atas sampai bawah.
"Kenapa ? mas ingin memakai baju seperti ini kekantor" kata Richard.
" Asay kemana tadi ?" tanya Richard.
"Aish kedepan, cari bubur " Aisha mengandeng tangan Richard menuju ke meja makan.
Sampai ke meja makan, bubur jagung sudah ditata oleh Bu Yanti diatas meja.
"Anak Daddy ingin bubur jagung ya ? anak Daddy kenapa suka buah-buahan, sekarang ini ingin makan buah apa ? biar Daddy beli. Jangan minta malam-malam ya ." Richard mendaratkan usapan tangannya keperut Aisha yang duduk didekatnya.
"Sekarang ini tidak ingin makan apa pun juga Daddy ." balas Aisha dengan menirukan suara anak kecil.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Richard berangkat kekantor.
"Daddy berangkat ya, jangan nakal didalam sini ya " Richard mengecup perut Aisha yang masih datar.
"Nanti sore kita kedokter ya, Tony sudah menemukan dokter kandungan yang wanita ," kata Richard.
"Ya mas " Aisha meraih tangan Richard untuk Salim.
"Hati-hati mas ," ucap Aisha kepada Richard, yang hari ini membawa mobilnya sendiri.
*****
Jam makan siang, sudah hampir berakhir. Tetapi Richard masih memeriksa file-file yang harus ditandatanganinya.
Karena saat Aisha masuk kedalam rumah sakit, Richard tidak konsentrasi untuk menangani urusan kantor.
Tok..tok..
Pintu terbuka, Tony masuk kedalam. Dengan ragu-ragu Tony berkata.
"Pak boss, ada yang ingin bertemu ," kata Tony.
"Siapa ? apa sudah buat janji ?" kata Richard.
"Apa aku harus buat janji untuk bertemu ?" terdengar suara dengan kemunculan seorang gadis didepan pintu ruang kerja Richard.
"Jeslyn !" Richard cukup kaget mendapatkan kunjungan dari Jeslyn yang selama ini dikira Richard masih berada diluar negeri.
Hai Rich ." sapa Jeslyn sambil berjalan masuk kedalam ruang kerja Richard.
Richard bangkit dari duduknya dan berjalan menyambut kedatangan Jeslyn.
Saat Jeslyn ingin memberikan pelukan kepada Richard, Richard berhenti. Dan menunjukkan cincin kawin dijarinya.
"No ! Jeslyn, kita hanya bisa begini !" Richard mengulurkan tangannya dan disambut oleh Jeslyn.
"OMG!! Rich, kau sudah menikah ?" tanya Jeslyn, setelah melihat cincin dijari Richard.
"Ya, dan sebentar lagi aku punya baby ," ucap Richard dengan perasaan yang bangga.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung 😘😘