Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 132 Perpisahan


__ADS_3

**Cerita hanyalah untuk hiburan semata, saat bacanya bawa santai saja kakak-kakak reader.


Happy reading guys ❤️**


***


Karena hari semakin sore, dan Aisha sudah merasakan sakit dipingangnya. Richard mengajak Aisha untuk pulang.


"Al, balik dulu ya. Pinggang mau copot ," kata Aisha kepada Alana dan Dony.


"Iya, kasihan sepupuku. Dibawa duduk terus ," kata Alana sembari mengusap-usap perut Aisha.


"Om balik ya, jangan nakal lagi. Sekarang sudah ada suami yang harus diurus ," kata Richard kepada Alana.


"Om, kado ?" Alana menjulurkan tangannya kearah Richard.


"Nanti Tony yang kasih ," kata Richard.


"Apa Om, penasaran Al ini ," kata Alana


"Sabar ," jawab Richard.


"Jaga keponakan Om ini, jangan buat dia menangis. Kalau sampai Alana mengeluarkan air mata ," kata Richard kepada Dony sembari menepuk-nepuk pundak Dony.


"Baik Om," jawab Dony.


"Selamat ya ," kata Aisha kepada Dony.


"Terima kasih Tante kecil ," jawab Dony, dengan memanggil Aisha dengan panggilan Tante kecil. Seperti Alana selalu memanggil Aisha.


Ketika Richard ingin pergi, Alana memeluknya dengan erat.


"Om, jika Alana bermanja-manja dengan Om masih bisa kan ?" tanya Alana dengan suara yang sedih.


"Jelas bisa lah, Om tidak menjual mu ." gurau Richard.


" Al sayang Om, dan Tante kecil ." balas Alana.


"Sudah, kami pulang dulu ya ." Richard mengandeng Aisha keluar dari dalam hotel.


****


Dalam perjalanan pulang, Aisha sibuk bermain game di ponselnya. Dulu Aisha sangat anti dengan yang namanya game, sekarang semakin candu.


"Jangan main terus, nanti rusak matanya ." Richard mengambil ponsel Aisha dan menyimpannya.


"Mas, apa Aish aneh ya ?" tanya Aisha dengan bersandar di dada Richard.


"Kenapa tanya begitu ?" Richard melihat kearah Aisha.


"Kenapa Aish melihat ikan, ayam dimasak serasa kasihan. Aish ingin muntah ," kata Aisha.


"Mungkin penciuman Asay tidak menerima bau dari daging itu, mas nggak menganggapnya suatu yang aneh ," kata Richard.


"Maaf ya boss, ikut nimbrung. Kalau tidak mau makan hewan hidup itu tidak aneh, saya pernah baca. Ada wanita ngidam aneh yang hanya ingin makan keju saja tanpa roti, apa tidak aneh ," kata Tony yang membawa mobil.


"Seperti tikus saja ." sambung Tony.


"Keju kan enak Pak Tony, Aish suka. Tapi sekarang ini, Aisha belum ngidam makan keju ," kata Aisha sembari tertawa.


" Jangan terus tidak ingin makan daging ya, nggak bagus juga ," kata Richard.


"Nggak tahu nih baby, kenapa malah sedih lihat daging ayam ," ucap Aisha dengan mengelus perutnya.


"Mas, kenapa perut Aisha masih kecil ya ? Apa betul hamil mas ?"


"Kalau nggak hamil apa namanya, busung lapar ?" tanya Richard.


"Hih..! Aisha memukul dada Richard dengan lembut.


"Mas, kado untuk Alana apa ?" tanya Aisha penasaran.

__ADS_1


"Tanya Tony," kata Richard.


"Apa Pak Ton ?"


"Paket honeymoon ," jawab Tony.


"Honeymoon! Alana pasti senang mas say ," ucap Aisha.


****


Malam di hotel Hutama.


Alana tepar diranjang, dengan masih memakai baju Pengantinnya. Sedangkan Dony tadi turun kebawah untuk mengambil koper baju mereka yang ketinggalan didalam mobil.


Tet...tet...


"Hih.. siapa sih ? ganggu saja, apa mereka nggak tahu badanku dan kakiku mau copot semua. Kalau tahu begini, lebih baik nikah terciduk seperti Mayang ." gerutu Alana sambil berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang membunyikan bel.


Begitu pintu terbuka, wajah David dan Mayang yang berdiri didepan pintu.


"Ah..kalian !" Alana kembali keranjang dan langsung menjatuhkan tubuhnya.


"Hei kenapa? belum diterkam sudah layu duluan ?" Mayang menggoyang-goyangkan badan Alana yang kembali terbaring.


"Badan mau copot semua,. nih kaki kram. Mungkin aku besok tidak akan keluar untuk melihat matahari, aku mau tidur seharian," kata Alana.


Sedangkan David celingukan mencari Dony.


"Laki barumu mana Al ?" tanya David, setelah tidak melihat keberadaan Dony dalam kamar.


"Jangan bilang, kalau laki mu kabur ?"


"Bushet..! mas Don say kebawah !" Alana terus telungkup.


"Mas Don say? panggilan apa itu ?" tanya Mayang.


"Mas Dony sayang ," jawab Alana.


"Kalian mau apa ?" tanya Alana.


"Tuh ngantar koper dan makanan," kata Mayang.


"Koper, terus suami baru ku ngambil apa kebawah ?" tanya Alana.


"Mungkin kabur !" ledek David.


"May, kalau kau sudah bosan dengan lakimu itu. Bilang ya ! biar ku buang ke kolam buaya ."


Pintu terbuka, dengan kemunculan Dony.


"Tuh koper ." tunjuk David.


"Thanks ya ," jawab Dony.


"Kapan kalian honeymoon, kami ikut ya ?" tanya David.


"Pergi sendiri, jangan ikuti kami ," kata Dony.


"Kami pergi sendiri, tapi tujuannya sama ." David tertawa.


"Ogah..! lihat wajahmu terus, dah sana kalian keluar. Kami mau istirahat ." Dony menarik tangan David untuk keluar.


"Hih..sadis !"


"Al..! hati-hati dengan Dony, nafsunya kuat !" seru David dari depan pintu.


"Al, kami balik ya," kata Mayang kepada Alana yang masih posisi telungkup.


"Ok, thanks ya ."


"Al, mandi dulu," ujar Dony.

__ADS_1


"Boleh nggak kalau nggak usah mandi, tadi Al sudah mandi ," kata Alana.


"Oh..kalau begitu tidak usah makan ya, tadi siang sudah makan ," kata Dony.


"Makan tidak boleh terlewatkan ." Alana langsung bangkit dan duduk.


"Mandi dulu ." Dony menarik tangan Alana dan mendorongnya untuk masuk kedalam kamar mandi.


"Mas Don ." panggil Alana, Dony yang menjauh dari dalam kamar mandi kembali mendekati kamar mandi.


"Ada apa ? apa mau kita mandi bersama ." goda Dony.


"Ambilkan tas Alana yang diatas sofa ," kata Alana.


Dony mengambilnya, dan memberikan kepada Alana.


"Ini Al ." Dony menunggu Alana membuka pintu, berharap Alana hanya menggunakan handuk. Ternyata Alana masih memakai baju Pengantinnya.


"Al, perlu bantuan untuk buka bajunya ?" tanya Dony.


"Tidak, Alana sudah geladi resik untuk membuka baju ." Alana menutup kembali pintu kamar mandi.


"Sial..!" Dony mengaruk-garuk rambutnya.


****


Wajah Aisha terlihat mendung, karena selesai acara. Nenek, ibunya dan juga Wisnu langsung kembali ke kampung.


"Sudah jangan sedih, nggak baik ibu hamil bersedih," kata nenek dan mengelus perut Aisha.


"Ingat jangan nakal, turuti apa kata suami." nasehat nenek.


"Nanti kalau dokter sudah mengizinkan untuk melakukan perjalanan jauh, baru balik kampung ya ," kata ibu Aisha.


"Mas Rich, balik dulu ya ," kata Wisnu.


"Hati-hati ya, jangan ngebut. Kalau ngantuk istirahat, waktu kesini ada Om Sony. Sekarang balik bawa sendiri ," kata Richard.


"Iya ."


"Bu ini tolong kasih ke mbak Janah ya ." Aisha memberikan paper bag kepada ibunya.


"Iya, sudah ibu balik dulu. Bulan depan ibu balik lagi ," kata ibunya.


Richard berbicara cukup serius dengan Wisnu, agak menjauh dari tempat Aisha.


"Aish, mas balik ya. jangan cengeng ya ."


"Hih.. siapa yang cengeng !"


"Mas Rich, waktu kecil itu. Aisha itu di juluki anak-anak bule cengeng mas ," kata Wisnu dari dalam mobilnya.


"Oh ya, baru tahu. Mas kira dulu kecilnya pemberani ," kata Richard.


"Awas ya !" ancam Aisha.


"Kami balik ya, jangan nakal ," ujar nenek.


"Ya nek, bye..bye .!" Aisha melambaikan tangannya.


Aisha memandang mobil Wisnu yang makin menjauh meninggalkan mereka.


"Jangan sedih, nanti kalau kandungnya sudah mengijinkan. Kita bisa pulang ." Richard memeluk pinggang Aisha dan membawanya masuk kedalam.


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung guys ❤️


__ADS_2