Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 200 Damai


__ADS_3

Tetap semangat guys, semoga virus ini segera berlalu. Dan kita bisa beraktivitas lagi dengan lancar, dan tidak ada lagi penyekatan.


Happy reading guys ❤️.


***


Apa yang dipikirkan oleh Richard dan David, terjadi. Pihak polisi mendatangi kediaman David, untuk membawa Dama kekantor polisi malam itu juga.


Dengan didampingi oleh David, Richard dan Dony. Mereka membawa Dama kekantor polisi.


Disana, kedatangan mereka sudah ditunggu oleh Tony dan seorang pengacara yang akan mendampingi Dama.


Dama dibawa dalam satu ruangan dan disana sudah ada Roy bersama dengan kedua orangtuanya.


"Dia orangnya Paa, yang telah menghancurkan mobilku !" tuduh Roy, begitu Dama masuk kedalam ruangan tersebut. Bersama dengan polisi dan seorang pengacara yang mendampingi Dama.


Dama tidak merasa gentar menghadapi Roy yang menuduhnya.


Roy mendekati Dama dan ingin melayangkan pukulan tangannya.


"Ingat! jangan melakukan kekerasan !" tegur polisi kepada Roy.


Roy menarik kembali tangannya, sedangkan Dama menegakkan tubuhnya. Menantang Roy.


Richard dan David masuk kedalam ruangan juga, setelah berbicara sebentar dengan Tony. Richard melirik kearah Roy dan orang tuanya.


"Tahan orang ini Pak, dia telah menghancurkan mobil saya ," ujar Roy dengan menunjuk Dama.


"Saudara Roy, kami itu harus menyelidiki dulu. Bukan main tahan-tahan saja ." ingatkan polisi kepada Roy, yang terus ngotot. Agar Dama ditahan.


"Pak, kami sebagai pihak yang diadukan oleh saudara Roy. Mengadukan keluhan juga, karena saudara Roy telah menarik paksa seorang gadis untuk masuk kedalam mobilnya. Kami ada bukti-buktinya ," ucap pengacara kepada polisi.


Pengacara memberikan bukti rekaman yang diambil dari cctv mobil Dama.


Roy sudah keringat dingin, dia tidak mengetahui bahwa mobil Dama mempunyai cctv. Sehingga apa yang dilakukannya terhadap Vely terekam.


"Tidak ada Pak, saya tidak memaksa gadis itu. Gadis itu juga mau saja saya bawa, gadis murahan !" Roy menghina Vely.


Richard yang mendengar perkataan hinaan terhadap putrinya, naik darah. Dan langsung melayangkan tamparan ke wajah Roy, tanpa Roy sadari tangan Richard melayang kepipinya.


Plak...


"Mas besan!" kaget David.


Sontak David menarik Richard, karena Richard ingin melayangkan tangannya kembali.


"Apa kau bilang? anakku gadis murahan !" sergang Richard dengan emosi.


"Kenapa bapak memukul putra saya, mungkin apa yang dikatakan anak saya benar. Anak bapak suka dengan anak saya, melihat mobil baru anak saya. Anak gadis mana yang menolak untuk naik kedalam mobil anak saya," ucap Sadikin, papa Roy.


"Hahaha..! mobil seperti mobil putra anda itu, bisa saya miliki sepuluh. Jika saya mau ." balas Richard.


"Dasar sombong." batin Richard.


"Tenang bapak-bapak, apa mau bapak-bapak saya masukkan kedalam sel." ancam polisi.

__ADS_1


"Dia yang harus dipenjarakan, dia telah menganiaya putra saya !" seru Papa Roy.


"Saya tidak takut, Pak. Saya ingin melaporkan, pencemaran nama baik. Saya tidak terima, putri saya dikatakan oleh mereka. Sebagai gadis murahan!" ucap Richard dengan suara yang dingin.


"Gadis yang kau bilang murahan itu adalah calon istriku, gadis itu permata keluarga Hutama. sekali lagi kau menghinanya, jangan salahkan aku jika membuat mulutmu tidak bisa bicara seumur hidup." ancam Dama.


Dama tidak gentar, dihadapan polisi dia mengeluarkan ancaman.


"Sudah bapak-bapak jangan saling mengeluarkan ancaman, kita lihat dulu. Apa isi rekaman ini," ujar polisi.


Polisi memutar rekaman yang diberikan oleh pengacara Dama.


Terlihat dari rekaman cctv dari jarak jauh dan kemudian dekat, Roy memaksa Vely untuk masuk kedalam mobilnya. Dan Vely melawan dengan mengigit tangan Roy, dan kemudian mobil Dama menghantam mobil Roy.


"Kami juga telah melakukan visum Pak, ini hasilnya. Dan jika pihak polisi ingin melakukan visum lagi, karena tidak percaya dengan hasil yang kami berikan ini. Silakan pak," kata pengacara Dama.


Polisi membuka hasil visum Vely, dan disitu tertulis. Pergelangan tangan Vely memar.


Roy menundukkan kepalanya, dia tidak bisa berkata apapun lagi.


"Pak, catat laporan saya selaku orang tua gadis yang telah dilecehkan oleh orang ini. Saya tidak terima, anak saya dihina. Dikatakan anak gadis murahan," ucap Richard.


Melihat bukti-bukti yang memberatkan putranya, Papa Roy langsung meminta maaf kepada Richard.


"Pak, tolong. Jangan perpanjang lagi, kalau anak saya masuk kedalam penjara. Masa depan anak saya akan suram Pak ." mohon papa Roy.


"Bapak tadi juga menghina putri saya, asal bapak tahu. Putri saya itu baru masuk universitas, dia tidak kenal dengan putra bapak ," ucap Richard.


"Untuk apa calon mantu saya suka dengan putra bapak, anak saya itu Lebih mapan dari putra bapak itu," ujar David.


"Papa!" Roy kaget, kepalanya dipukul papanya.


"Cepat ! kau buat malu saja ." geram Papa, begitu melihat rekaman cctv. Tadinya Roy mengatakan bahwa Vely yang telah menggodanya, ternyata apa yang dikatakan Roy bohong semua.


"Maaf Om, saya salah. Saya khilaf," ujar Roy sembari menundukkan kepalanya.


"Pak, tolong lepaskan putra saya. Saya janji, putra saya tidak akan menampakkan wajahnya didepan putri bapak lagi," ujar Papa Roy dengan bersungguh-sungguh.


"Tolong Pak ." Papa Roy mengatupkan kedua tangannya didadanya.


"Bagaimana Pak, apa diteruskan kasus ini. Atau diselesaikan secara kekeluargaan saja ," ujar polisi.


Richard berbincang dengan David dan pengacaranya.


"Bagaimana mas besan?" tanya David.


"Kalau kita teruskan, Dama juga akan masuk kedalam sel," ujar Richard.


"Saya tidak apa-apa Om, saya tidak takut masuk kedalam juga," sahut Dama.


"Kau betul-betul anak hebat boy ." David menepuk pundak Dama.


"Damai saja, aku tidak ingin melihat Dama masuk kedalam penjara," kata Richard.


"Tapi Om.."

__ADS_1


"Dam, kau masih muda. Aku tidak ingin melihat mu didalam penjara, pasti Vely akan sedih. Gara-gara membelanya, kau masuk penjara" kata Richard.


Setelah berunding dengan pengacara, akhirnya Richard mengambil keputusan untuk menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan.


"Terima kasih Pak, saya janji. Anak saya tidak akan berani menganggu gadis-gadis lagi, bukan hanya putri bapak. Tetapi semua gadis, saya akan mengawasinya dengan ketat ," ucap Papa Roy.


"Saya pegang kata-kata bapak, kalau putra bapak masih menganggu putri saya. Saya akan laporkan!" tegaskan Richard.


**


Pulang dari kantor polisi, waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Semua belum berada di peraduan, mereka menunggu kedatangan Richard dan rombongannya.


Begitu mobil tiba, Aisha terus berlari keluar. Dibelakangnya, Mayang dan Vely mengikutinya.


"Bagaimana mas ?" tanya Aisha, matanya mencari-cari keberadaan Dama.


"Dama dimana mas Rich ?" tanya Mayang.


"Sini mam, jangan khawatir. Dama pulang ," sahut Dama dari depan pagar rumah Richard.


"Syukurlah! mama kira kau di tahan ," ujar Mayang.


"Siapa yang berani menahan anakku !" seru David.


Melihat Dama, Vely berlari dan memeluknya sembari menangis.


"Kak Dam, kakak kembali," ujar Vely.


"Kalau tidak kembali, untuk apa kakak tinggal dikantor polisi. Apa mau jadi polisi." gurau Dama.


"Ih..kak Dama." Vely melerai pelukannya.


"Ayo." Richard memberikan tanda, agar masuk kedalam rumah. Meninggalkan Dama dan Vely.


Semua masuk kedalam rumah, Rodrick dan Keane ingin tinggal. Tetapi Richard menarik keduanya.


"Mana kak Dama?" tanya Mada sambil memberikan minuman hangat kepada Papanya.


"Jangan ganggu" kata David.


Dama dan Vely yang masih diluar, baru menyadari bahwa mereka tinggal sendiri.


"Kemana semua ?" tanya Vely.


"Biar saja, kenapa sembab mata ini ?" tanya Dama, melihat lingkar mata Vely merah dan sembab.


"Vely ngantuk," sahut .


"Ngantuk atau nangisi kakak ?"


*


*


Bersambung 😘

__ADS_1


__ADS_2