Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 271 Isolasi mandiri


__ADS_3

Jumpa lagi dengan keluarga asburd ya kakak-kakak semua, semoga semua masih bisa tertawa dan tersenyum bersama keluarga.


Happy reading guys ❀️.


🌟🌟🌟


Semua sudah berkumpul di meja makan, tetapi belum ada yang menyentuh apa yang ada di atas meja makan. Tersangka utama yang membuat orang belum menyentuh apa yang tersaji diatas meja makan, masih asik berkutat dengan satu jenis masakan lagi yaitu telur orak-arik.


Begitu bangun tidur, Vely selesai mandi kembali beraksi didapur. Sejak pintar masak, Vely suka berada di dapur. Sampai-sampai para maid bingung, lahan mereka diserobot Vely.


"Apa kita harus makan ini semua?" tanya Rodrick.


Tidak ada yang menjawab, mereka berpikir. Apa yang harus mereka lakukan agar terhindar dari siksaan sarapan nasi goreng dengan serba jengkol.


"Lebih bagus hamil Aisha dulu, tempe terus. Apa ini yang harus dihadapi selama sembilan bulan?" pertanyaan dalam benaknya Richard.


"Kenapa belum sarapan?" tanya Aisha yang baru keluar dari kamar.


"Mom, kenapa Vely diizinkan masuk kedalam dapur? lihatlah!" seru Kenway.


"Vely yang masak? mommy tidak tahu" sahut Aisha dan mengamati hidangan yang disajikan.


"Jengkol semua? kenapa semua menu serba jengkol?" gumam Aisha.


"Enak koq, cobalah" kata Jessie.


"No Jess! nanti baby kita bau jengkol!" Rodrick menarik rendang jengkol dari hadapan Jessie.


"Hih..!" bibir Jessie manyun.


"Bagaimana aku bisa makan itu, hari ini aku mau bertemu dengan klien. Napas ku pasti bau jengkol" ujar Keane.


"Untung, aku tidak ada jadwal terbang" kata Kenway.


Vely keluar datang dari dapur dengan membawa satu menu andalannya lagi, yaitu telur orak-arik.


"Ayo makan, Vely sudah capek masak ini semua" kata Vely seraya meletakkan sepiring telur orak-arik.


"Telur? aku makan telur orak-arik saja" kata Keane.


"Ini kak" Vely menyodorkan telur orak-arik kepada Keane.


Keane mengambil telur orak-arik dan meletakkannya Keatas nasi goreng.


Keane menyuapkan sesendok nasi goreng bersama dengan telur orak-arik.


Deg..


"Ini!" sendok makan Keane menunjuk kearah telur orak-arik.


"Oh...ini, jengkol telur orak-arik" kata Vely dengan bangga.


"Jengkol?" Keane mengambil gelas minum dan meneguknya sekali teguk.


"Dek, kenapa semua menu ada jengkolnya? apalagi ini sarapan pagi? mana ada orang makan berat dipagi hari?" tanya Keane.


Wajah Vely sudah terlihat ditekuk, matanya sudah berkaca-kaca.


"Sudah! kalau nggak mau makan!" seru Vely sembari bangkit dari duduknya dan pergi naik kelantai atas dan masuk kedalam kamar.


"Lah.. ngambek" ujar Rodrick.


"Dek!" Keane bangkit dan ingin mengejar Vely, tetapi dicegah oleh Dama.


"Sudahlah, Vely ngambek hanya sebentar. Biar aku yang susul, lanjutkan makannya " kata Dama.

__ADS_1


"Cepat bujuk, jangan nanti tambah ngambeknya" kata Richard.


"Makan saja, hari ini kita isolasi mandiri dirumah " titah Richard, dan kemudian menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.


"Tidak buruk, cocok nasi goreng ditemani sambel jengkol" kata Aisha.


"Tidak buruk mommy, tapi napas bau nanti" kata Keane.


"Vely menyuruh kita untuk beristirahat dirumah hari ini" kata Richard.


Seperti kata Dama, Vely sudah turun. Tetapi kemunculannya membuat semua memandang heran, karena Vely memakai baju kaos hitam dan celana hitam dan topi diatas kepalanya.


"Sayang, kenapa memakai baju seperti.." Aisha tidak melanjutkan ucapannya.


"Seperti group metal saja" Rodrick yang menyambung ucapan Aisha.


Mata Dama sudah memberi tanda, tetapi Rodrick tidak ngeh tanda dari tatapan Dama.


"Vely mau ikut kak Dama" kata Vely.


"Untuk apa ikut, rumah saja. Lihat, perut sudah besar begitu" Richard melarang Vely untuk ikut.


"Nggak, Vely ingin masak. Disini nggak ada yang mau makan hasil masakan Vely" ujar Vely.


"Kami makan Dek, lihatlah. Sudah tinggal sedikit " ucap Kenway.


Vely melihat kearah meja, dan terlihat menu serba jengkol tinggal sedikit.


"Enakkan?" senyum sumringah Vely terlihat.


"Enak Dek, tapi jangan sering-sering ya. Sekarang ini kami terpaksa isolasi mandiri" ujar Rodrick.


"Isolasi mandiri? apa kak Rodrick terkena..?" Vely tidak melanjutkan pertanyaannya.


"Bukan karena virus itu, tapi karena virus jengkol" sahut Keane.


🌟🌟🌟


Kehamilan ini membuat Kenway pusing, karena pekerjaan dia. Membuat dia tidak akan bisa mendampingi Vania.


Walaupun usia kehamilan Vania baru empat setengah Minggu, tetapi masa ngidam Vania sudah membuat Vania dan Kenway kelabakan.


Bukan hanya Vania, Kenway juga terkena efek kehamilan Vania. Saat masih diatas udara, tiba-tiba Kenway ingin sekali makan sop buah. Sehingga begitu pesawat mendarat, Kenway langsung ngacir mencari orang yang menjual sop buah.


"Van..!" panggil Kenway dari dalam walk in closed.


"Ya" sahut Vania.


"Sepertinya coklat masih ada, tapi kenapa tidak ada lagi?" Kenway mengobrak-abrik lemari kecil, tempat biasanya Kenway dan Vania menyimpan makanan kecil.


"Sudah habis kak, tadi malam itu yang terakhir" ingatkan Vania, bahwa tadi malam. Kenway makan coklat yang terakhir.


"Habis, bagaimana ini. Kakak ingin makan coklat" ujar Kenway.


Kenway keluar dari dalam walk in closed, kemudian mengambil kunci mobil.


"Mau kemana?" tanya Vania.


"Beli coklat" sahut Kenway.


"Sudah malam kak, sudah jam 10" kata Vania.


"Kalau tidak makan coklat, nanti kakak tidak bisa tidur" Kenway tetap keukeh ingin keluar untuk membeli coklat.


Akhirnya, Kenway dan Vania keluar untuk membeli coklat yang diinginkan Kenway.

__ADS_1


***


Keane saja yang tidak terlalu direpotkan dengan kehamilan Mada, karena ngidam Mada tidak terlalu ekstrim. Hanya tiba-tiba tengah malam, Mada sering minta makan, dan hanya mau makan lontong yang dibungkus daun pisang dan pakai kuah pecal yang super manis.


"Kak" Mada menggoyang-goyangkan lengan Keane.


"Hemm, mau makan?" Keane langsung bangun.


"Hehehe!" Mada hanya tertawa kecil.


"Seperti biasa?" tanya Keane.


"Iya, tapi lontongnya diletakkan piring warna pink ya kak" kata Mada.


"Piring warna pink?" tanya Keane.


"Iya, tadi Mada suruh mama belikan piring warna pink" kata Mada.


"Apa beda makan di piring pink dan piring warna lain?" tanya Keane.


"Ada, di piring warna pink itu. Kita bisa makan dengan suasana gembira, karena warna pink membuat kita semangat" kata Mada.


"Aneh-aneh saja" ujar Keane sembari keluar dari dalam kamar, untuk mengambil makanan yang diinginkan Mada.


Berbeda dengan Mada dan Keane, Rodrick yang lebih sering mengalami ngidam. Dan yang terkena pusing menghadapi Rodrick adalah Umar, karena Rodrick hampir seharian berada di klinik.


"Umar!" panggil Rodrick.


Sekali panggil, Umar tidak mendengar suara Rodrick.


"Umar bin Amir!" panggilan kedua, Rodrick memanggil dengan menyebut nama bapak Umar.


"Iya Pak dokter! sabar !" sahut Umar dari bagian belakang.


Tak begitu lama, Umar datang dengan badan yang basah.


"Kenapa kau basah?" tanya Rodrick.


"Gara-gara Pak dokter, aku kecebur kedalam kolam. Kenapa Pak dokter manggil nama bapakku" kata Umar.


"Kalau tidak pakai bin, kau tidak dengar" kata Rodrick.


"Ada perlu apa pak Dokter?"


"Belikan aku mie Aceh ya" titah Rodrick kepada Umar.


"Mie Aceh? apa aku harus ke Aceh Pak dokter?" tanya Umar.


"Di setia Budi juga ada, tidak perlu kau harus pulang kampung ke Aceh" kata Rodrick kepada Umar.


"Hehehe.. mungkin saja Bapak ingin mie Aceh dari asalnya, mungkin saja aku bisa pulang kampung sekalian. Untuk membeli mie Aceh yang Pak dokter inginkan" kata Umar yang berharap, Rodrick ngidam mie Aceh dari kota asalnya.


"Tidak perlu, beli saja yang dekat sini. Tadi aku lihat di televisi, ada mie Aceh yang enak didekat sini. Cepat belikan" Rodrick memberikan dua lembar uang kepada Umar.


"Cepat! tidak pakai lama" titah Rodrick.


"Pak Dokter, aku mandi dulu. Basah ini" kata Umar, menunjukkan bajunya yang basah.


"Sudah sana mandi" ujar Rodrick.


"Huh..! sudah minta beli, nggak sabaran lagi. Apa yang dilihat di televisi semua mau" gerutu Umar.


🌟🌟🌟


**Bersambung 😘..

__ADS_1


🌟🌟Menuju episode akhir..🌟🌟**


__ADS_2