Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 100 Restu Aisha


__ADS_3

**Cerita hanyalah untuk hiburan semata guys, bawa fun saja bacanya.


Happy reading guys ❤️


****


Laras menatap wajah ibunya.


"Bu, Laras sudah melupakan dirinya. Sejak lama, walaupun masih ada sedikit, Tetapi. sewaktu Dia muncul kehadapan Laras membawa keluarganya. Perasaan yang sedikit itu hilang Bu, yang ada rasa kecewa terhadap laki-laki itu. Sepertinya Laras tidak mau lagi terlibat dengan kaum pria Bu ." selesai berkata, Laras kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Tidak semua pria seperti orang itu, mungkin saja. Jodoh yang sebenarnya belum didekatkan Allah, kau masih harus menunggu jodoh yang sebenarnya datang ."


"Apa benar Bu, bukan orang itu jodoh yang digariskan untuk Laras ?"


"Mungkin ."


"Lihat saja Janah, bagaimana ia dulu ngotot ingin menikah dengan mantan suaminya yang membuat ia hampir kehilangan nyawa. Orangtuanya dan ibu sendiri sudah menasehati, Dia tetap ngotot. Malah nikah diam-diam, apa jadinya sekarang. Makanya, apa yang orang tua larang didengarkan. Walaupun ada juga larangan orangtua yang tidak logis ."


"Maafkan Laras Bu, dulu tidak mendengarkan ucapan ibu ." ucap Laras, karena cinta Laras nekat menikah dengan Josh. Walaupun bapak dan ibunya melarangnya.


"Sudah... sudah tidak usah diingat lagi, ibu juga kenapa ngomong jadi ngelantur kemana-mana.


"Tolong pikirkan, apa yang ibu katakan tadi. Ibu sudah tua, ibu tidak akan selamanya berada disisimu. Wisnu juga akan ada kehidupannya sendiri, Aisha juga sudah ada yang menjaganya. Tinggal kamu, yang akan ibu pikirkan ."


"Iya Bu, kalau memang Laras ada jodoh lagi. Laras akan terima."


****


Saat malam tiba, Aisha sibuk dengan laptopnya. Karena besok ia akan mulai kekampus untuk mengajukan judul skripsinya.


Setelah selesai bergosip dengan Alana diponsel mengenai Mayang yang tidak diketahui rimbanya.


Aisha melirik kebalkon dan melihat Richard hampir setengah jam duduk disana, dengan ponsel berada didekat telinga.


"Bicara dengan siapa mas, serius sekali ?"


Aisha meletakkan ponsel dan laptopnya keatas nakas disamping tempat tidurnya.


Aisha membetulkan posisi bantalnya, dan kemudian merebahkan tubuhnya.


Ketika mata Aisha sudah meredup, Aisha merasakan ada pergerakan diranjang. Dan ada tangan yang menowel-nowel pipinya, dan bibir yang dilekatkan di ceruk lehernya.


Aisha membuka matanya, dan melihat kepala Richard tepat didepan wajahnya dengan menatap Aisha dengan pandangan matanya yang penuh dengan maksud tersembunyi.


"Hemhh..apa mas say, bobok gih..!" Aisha menepuk-nepuk pipi Richard.


"Awww..! mas say, kenapa tangan Aish di gigit !" mata Aisha terbuka sempurna, akibat gigitan Richard.


"Kenapa tidur, tadi sudah janji mau mencetak penerus Hutama ?" bibir Richard kembali beraksi di ceruk leher Aisha, membuat Aisha ngelinjak kegelian.


"Ahhh..! mas say !" tangan Aisha mendorong wajah Richard, untuk menjauh dari lehernya.

__ADS_1


"Janji harus ditepati !" kerlingan mata Richard membuat Aisha malu, walaupun sudah sering mendapatkan perlakuan Richard yang mesra. Tetapi Aisha masih malu-malu.


"Siapa suruh berdiri di balkon lama-lama, nelpon siapa ?" manyun bibir Aisha.


"Hahaha..! cemburu ya ? " goda Richard.


"Hih..siapa cemburu !" cebik bibir Aisha.


"Senangnya ada yang cemburu !"


"Siapa yang cemburu, nggak ada !"


"Cemburu juga nggak apa-apa, senang rasanya ada yang cemburu ." Richard mencubit pipi Aisha.


"Nggak cemburu !" ketus Aisha.


"Itu tadi telepon dari Om Sony, ingatkan sepupu papa ," kata Richard.


"Dokter Sony ?"


"Om Sony ." Richard membetulkan panggilan Aisha terhadap Sony.


"Ya Om Sony ."


"Om Sony, tadi sedikit cerita ." Richard menghentikan ceritanya, dan menatap wajah Aisha.


"Asay, hemhh.. bagaimana jika ada pria yang mendekati ibu ?" tanya Richard.


"Mendekati ibu, maksudnya suka dengan ibu ?" tanya Aisha kepada Richard.


"Aish harus lihat dulu orangnya, kalau orang itu laki-laki yang baik. Dan bisa menjaga ibu, Aish setuju saja. Apalagi, sekarang ini Aish tidak berada disisi ibu. Pasti ibu kesepian ," kata Aisha.


"Jadi Asay setuju ibu menikah ?"


"Mas say, apa ada yang ingin mas say katakan tentang ibu ?" Aisha menatap wajah Richard, menunggu jawaban dari dalam mulut Richard.


"Sepertinya Om Sony suka dengan ibu ," kata Richard.


"Om Sony ?" Aisha bangkit dari berbaring dan duduk.


"Ya, tadi Om Sony curhat. sudah beberapa hari ini Om Sony berusaha mendekati ibu, tapi sepertinya ibu belum menanggapi ," kata Richard.


"Mungkin ibu masih belum bisa membuka pintu hatinya mas say ," kata Aisha.


"Sebenarnya, Om Sony itu sudah lama suka dengan ibu ," kata Richard.


"Oh ya...! apa selama kami tinggal di rumah nenek ?" tanya Aisha.


"Tidak, jauh dari itu. Om Sony sudah suka dengan ibu. Saat jaman kuliah, ketika ibu didengar Om Sony menikah. Om Sony patah hati, dan pindah kuliah keluar negeri."


"Seperti mas say juga ya ?" tertawa Aisha.

__ADS_1


"Hei.. siapa yang membocorkan masa kelam mas ? pasti keponakan nakal itu !"


"Siapa lagi mas, Alana dulu gencar sekali menjodohkan kita !"


"Siapa tuh..dulu mau Vidio call kabur !"


Aisha tertawa, Diavingat saat Alana Vidio call dengan Richard. Dan Aisha kabur tidak ingin berkenalan dengan Richard.


"Sudah ahh..! jangan diingat-ingat lagi " Aisha menarik selimut menutupi wajahnya.


"Terus.. bagaimana dengan ibu mas say, apa betul Om Sony suka dengan ibu ?"


"Sepertinya cinta lama akan bersemi kembali ," kata Richard.


"Cinta lama Om Sony, sedangkan ibu tidak mas say !" Aisha merebahkan tubuhnya kembali.


"Aisha setuju kan jika ibu menikah lagi ?" tanya Richard.


"Tadi Om Sony menghubungi mas, untuk membicarakan hal itu. Pasti Aisha mengira mas say berbicara dengan seseorang wanita kan ?"


"Nggak tuh..."


"Aish setuju jika ibu mau menerima Om Sony, tapi bagaimana dengan nenek. Apakah nenek setuju ibu menikah lagi ?"


"Bagaimana, Minggu depan kita pulang kampung ?" tanya Richard.


"Betul mas say, kita pulang kampung. Aish sudah rindu kampung mas say !" Aisha langsung menubruk Richard dan nemplok diatas badan Richard.


"Iya kita pulang kampung, tapi sekarang mas mau pulang dulu ya !"


"Mas mau pulang kemana, mau ketempat mama ?"


"No ! tapi ini mau pulang kandang ." mulut Richard menunjuk area bawahnya yang ditekan badan Aisha.


"Aaaa...!" Aisha sadar dan langsung bergegas dari atas badan Richard, tapi yang empunya badan sudah mencekram badan Aisha.


"Tanggung jawab, jangan berani menghidupkan. Langsung kabur ."


Richard memutar badan, dan Aisha berada dalam Kungkungan badannya.


"Mas say..!" mata Aisha menatap wajah Richard.


"Kita cetak mata Aisha kecil atau Richard kecil ya ?"


Aisha hanya menganggukkan kepalanya, mendapatkan sinyal persetujuan. Richard langsung lepas landas menuju surgawi duniawi.


Akhirnya, terjadilah perang desihan dan erangan didalam kamar yang masih dapat dikatakan pengantin baru.


****


David baru saja tiba di rumahnya, setelah terjadi drama panjang didalam mobil. Karena Mayang menolak untuk tinggal bersama, setelah David menakut-nakuti Mayang akan musibah yang akan dialami Desa Telaga. Jika mereka tidak melaksanakan pernikahan yang sebenarnya. Akhirnya Mayang mau tinggal dengan David dirumah keluarga David.

__ADS_1


Disinilah Mayang akhirnya, duduk didepan kedua orangtuanya David.


Bersambung..


__ADS_2