
Happy reading ❤️
***
Hari sudah mulai gelap, lampu-lampu jalan sudah mulai menerangi disepanjang jalan.
Ketika mendekati rumah, lampu diluar dan dalam rumah terlihat gelap gulita. Membuat Aisha sedikit takut.
" Mas, kenapa rumah kita gelap? rumah David terang menderang. Apa kita belum bayar listrik mas ?" tanya Aisha kepada Richard.
"Mungkin ," jawab Richard, dan terlihat senyum disudut bibirnya.
"Apa mas say tidak ada uang lagi, kalau tidak ada uang. Kenapa tadi kita beli bunga sebanyak itu ?" terdengar dari nada suaranya, Aisha yang khawatir.
"Ais, bunga yang kita beli itu hanya bunga murah. Yang paling mahal hanya bunga rose," kata Richard dan menghentikan mobilnya.
Aisha menghidupkan lampu ponselnya, untuk menerangi jalannya.
"Tunggu Aish, jangan Keluar dulu ." Richard dengan cepat memutar menuju pintu bagian Aisha.
"Kenapa sepi sekali, kemana Bu Yanti dan Neneng. Pak Mun juga tidak ada di post, mas say ! jangan-jangan rumah kita di rampok ." Aisha menarik tangan Richard, untuk berhenti berjalan.
"Tidak mungkin ada perampok ," kata Richard.
"Mungkin saja mas, Bu Yanti. Neneng dan Pak Mun, bisa saja sudah mereka ikat. Ayo mas kita pergi lapor ." Aisha menarik tangan Richard untuk keluar dari halaman rumah mereka.
"Ayo tidak ada yang namanya perampok, semua diikat ." Richard menuntun Aisha untuk masuk kedalam rumah dengan diterangi cahaya ponsel.
"Pintu rumah terbuka mas, pasti ada perampok !" begitu melihat pintu rumah terbuka lebar.
Tiba-tiba lampu hidup dan terdengar suara orang-orang menyanyikan lagu ulang tahun.
"Ibu..!"
"Nenek !"
Aisha kaget melihat Nenek, ibunya dan Wisnu berada dirumah.
"Happy birthday wife ." bisik Richard ketelinga Aisha.
"Mas..!" Aisha tidak bisa berkata-kata, bibirnya kelu untuk berucap. Dia tak mengira bahwa hari ini ulang tahun nya.
"Hari ini Aish ulang tahun ?" tanya Aisha kepada Richard.
"Bumil tiup lilin ini, tanganku sudah kebas ," kata Alana yang membawa kue untuk ditiup oleh Aisha.
"Alana ! kau ingat ulang tahun ku? aku sendiri saja lupa ," kata Aisha.
Ayo kita masuk kedalam ," kata ibunya.
"Ibu dan nenek datang lagi, kenapa tidak bilang-bilang ?" tanya Aisha.
"Namanya kejutan, kalau bilang bukan kejutan namanya.
Aisha meniup lilin yang menyala diatas kue tart.
"Terima kasih !" Aisha memeluk nenek dan ibunya.
"Selamat sayang, semoga diusia ke 21 tahun ini. Dimudahkan semua, babynya baik-baik saja ," ucap ibu mertua Aisha.
"Papa mana Ma ?" tanya Aisha, karena tidak melihat keberadaan Papa Richard.
"Papa ada pertemuan dengan investor ," kata Mama Richard.
Aisha senang, melihat orang-orang yang disayanginya berkumpul merayakan ulang tahunnya.
"Ayo.. semua, mari kita makan ," ujar Chintya .
__ADS_1
Selesai makan mereka saling berkumpul.
Aisha, Mayang dan Alana berkumpul didalam kamar Aisha. Karena Aisha merasa sedikit lelah, karena baru keliling mengitari pameran bunga.
"Al, kalian sudah pindah ke apartemen Dony ?" tanya Mayang.
"Iya, tapi aku tidak begitu suka dengan tinggal di apartemen. Apalagi apartemen Dony berada ditingkat 30, bayangkan ! jika ada gempa. Dari tingkat 30 kita turun melalui tangga darurat ," kata Alana.
"Kenapa kau tidak membeli rumah saja ," kata Aisha kepada Alana.
"Usul yang bagus ," kata Alana.
"Al, bagaimana jika kita bertetanggaan. Pasti asik, kita bisa saling menjaga ," kata Mayang.
"Betul juga ya, apalagi Dony sekarang ini lagi buka cabang biro perjalanannya ," kata Alana.
"Samping rumah Om mu ada kosong Al, dan sebelah rumah kami juga ada kosong ," kata Mayang.
"Nanti aku bicarakan dengan penyandang dana untuk membeli rumah ," kata Alana.
"Al, kapan kalian honeymoon ?" tanya Aisha.
"Untung kau ingatkan Tante kecil, Om tersayang ku itu sangat menjengkelkan. Kau honeymoon ke Inggris, masa Om Richard memberikan aku keponakannya ini kado pernikahan. Honeymoon jalan-jalan ke pulau komodo !" Alana berdiri dan berkacak pinggang menatap Aisha dan Mayang.
Aisha dan Mayang tertawa geli.
"Kenapa kalian tertawa ? aku sangat marah !" mata Alana bulat sempurna menatap Aisha dan Mayang.
"Sorry... sorry..!" ucap Aisha, begitu juga dengan Mayang.
"Jalan-jalan ke pulau komodo sangat mengasikkan Al, menurut orang-orang yang pernah mengunjungi pulau komodo. Tempatnya sangat bagus dan indah
"Turis dari luar banyak mengunjungi pulau itu," kata Mayang.
"Untuk liburan biasa, sangat menarik. Ini Honeymoon Friends !" ucap Alana dan merentangkan kedua tangannya keatas.
"Aku akan protes ke Om Richard !" kata Alana.
Alana celingukan mencari keberadaan Om Richard nya.
"Itu dia ." Alana melihat Om Richard nya sedang berbicara dengan Wisnu, David dan Dony.
"Om ! Alana mau marah !" kata Alana.
"Marah ! kenapa ? apa salah Om Al ?" tanya Richard.
"Kenapa kado pernikahan yang Om berikan itu, jalan-jalan ke pulau komodo. Apa Om mau lihat Alana di makan oleh komodo ?" tanya Alana.
"Bukan kah mengasikan Al pergi berduaan dengan Dony, kalian nanti terus berpelukan. Karena takut akan dimakan oleh hewan itu !" gurau David.
"Hih..!" Alana mencebikkan bibirnya.
"Al, bukannya Alana sendiri dulu yang bilang suatu saat ingin kesana ?" kata Richard kepada Alana yang bete.
"Itu dulu Om ! sekarang Alana lagi nggak ingin kesana ," kata Alana.
"Al, pulau komodo salah satu destinasi wisata yang sangat disukai wisatawan lokal dan luar ," kata Dony.
"Biar orang suka, tapi Al tidak suka. Masa honeymoon lihat mahluk purba !" seru Alana.
"Terus Al mau minta ganti ?" tanya Richard.
"Tidak usah Om, itu sudah bagus ," kata Dony kepada Richard.
"Al nggak mau pergi, dari pada jauh-jauh. Cuma lihat hewan purba, lebih bagus ke taman safari saja !"
Alana mendudukkan bokongnya disamping Dony.
__ADS_1
"Mas Don, Al nggak mau pergi ke pulau komodo. Bagaimana kalau komodo itu naksir dengan tubuh Alana ini ? hih....!" bergidik Alana membayangkannya.
Walaupun orang-orang mengatakan tempat wisata yang digandrungi oleh wisatawan, Alana menolak untuk honeymoon kesana.
"Ok Om ganti ya, bagaimana kalau honeymoon ke taman mini saja ." tertawa Richard mengatakannya.
"Terima kasih ya Om, kalau kesitu. Nanti jika triplets H sudah lahir ," kata Alana .
"Om Serius ini, Al mau kemana. Apa ke Inggris ?" tanya Richard.
"Tidak bisa Om, Akhir tahun ini. Kantor tidak bisa ditinggalkan terlalu lama," kata Dony.
"Bagaimana kalau ke Raja Ampat ?" tanya Richard.
"Boleh Om !" wajah Alana terlihat cerah.
"Kalau tadi Tante kecil tidak hamil, kita bisa pergi bersama ," kata Alana.
"Honeymoon ramai-ramai ," kata Mayang.
"Bagaimana kalau kau ikut May, pasti mengasikan," kata Alana.
"Bagaimana dengan pasien ku ?"
"Liburan seminggu May, biar rileks," kata Aisha.
Mayang melihat David, David tahu apa yang ingin dikatakan oleh Mayang.
"Besok, urus cuti Yang. Biar kita honeymoon juga ," kata David.
"Hore...!" Alana bertepuk tangan, karena Mayang dan David memutuskan untuk pergi juga.
"Maaf Tante kecil, nanti jika kurcaci-kurcaci yang didalam itu sudah lahir. Kita pergi bersama, biar Om Richard yang menangani si triple" kata Alana.
***
Tak terasa kehamilan Aisha sudah memasuki bulan ke tujuh, Aisha sudah merasa letih jika berdiri dan berjalan lama.
Saat ibunya menikah dengan Om Sony, Aisha tidak bisa menghadiri. Dan nenek mengambil keputusan, pernikahan ibu Aisha dengan Om Sony diadakan di rumah Richard. Agar Aisha dapat menghadirinya.
Pernikahan ibu Aisha dan Om Sony dilakukan secara sederhana, karena ibu Aisha merasa bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk mengadakan pesta pernikahan yang mewah.
Hari ini ibu dan nenek datang mengunjungi Aisha, untuk mengadakan syukuran nujuh bulanan .
"Aish, sudah bisa mulai untuk mencari barang-barang keperluan baby ," kata ibu kepada Aisha.
"Tapi kami belum tahu jenis kelaminnya Bu, waktu USG. Mereka bertiga saling menutupi ," kata Aisha.
"Beli yang netral saja ," kata ibunya.
"Aish tidak mungkin bisa pergi lagi Bu, lihat ! perut Aish Seperti sudah hamil 9 bulan ," kata Aisha sembari mengelus-elus perutnya.
"Biar ibu dan ayah yang pergi nanti ," kata ibunya Aisha.
"Ayah kemana Bu ?" karena dari semalam, Aisha tidak melihat keberadaan Sony dirumah.
"Ada seminar ," jawab Laras.
*
*
*
*
**Bersambung 😘
__ADS_1
Sudah mendekati ending guys..
Jangan lupa kasih like ya kak 🙏**