Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 94 Nikah free


__ADS_3

**Jumpa lagi guys, dengan author recehan rengginang 🤭❤️.


****


Hari sudah mulai gelap, tidak ada seorangpun yang melintas. Mayang terus mengeluarkan Omelanya, kalau dicatatkan di dalam buku . Mungkin saja Omelanya Mayang sudah menghasilkan satu buku cerita.( lebay author nih. Omelan Mayang terhadap author 😀)


"Kita pasti salah jalan, masa tidak ada manusia yang lewat. Jangankan manusia, hewan juga tidak ada !"


"Sabar, pasti ada yang lewat ." kalimat yang terus keluar dari dalam mulutnya David.


"Sabar-sabar! setok sabarku sudah menipis, jika kita tidak keluar dari daerah antah berantah ini. Kesabaran ku benar-benar habis !" omel Mayang panjang lebar.


David hanya memandang wajah Mayang dengan raut yang gembira, karena baru kali ini Dia bersama Mayang dalam waktu yang lama.


Karena terlalu letih menggomel, akhirnya mata Mayang dan mulutnya tidak bisa di ajak bekerja sama. Mayang tertidur, begitu juga dengan David. Ikut masuk kedalam mimpi.


Hingga....


Tok...


Tok...


Suara ketukan di kaca jendela mobil, membuat David dan Mayang terbangun dari tidurnya.


"Hemmh.wow..jangan berisik ! masih ngantuk !" seru Mayang, yang lupa dimana Dia tidur saat ini.


David terbangun, begitu mendengar ucapan Mayang yang keras.


"May..Mayang !" David menggoyang-goyangkan lengan Mayang, untuk membangunkan Mayang.


"Apaan sih ! berisik !"


"Hei bangun, ada orang !" ujar David.


"Kenapa mendengar suara cowok tengil !" mata Mayang terbuka sempurna dan ngamuk melihat David.


"Apa yang kau lakukan didalam kamarku !" Mayang mengira Dia tidur didalam kamarnya.


"Sadar May, kita didalam mobil ," ucap David.


"Dalam mobil ?" Mayang mengitari pandangannya kesekitar, dan melihat ada beberapa orang yang berdiri didekat mobil.


"Kita selamat !" seru Mayang dengan gembira, Mayang membuka mobilnya dan turun.


"May...!" David berniat untuk melarang Mayang untuk turun, karena takut orang yang mengelilingi mobil mereka berniat jahat.


Tetapi Mayang sudah main keluar saja, terpaksa David ikut turun dan berlari memutar menuju kesisi Mayang.


"Terimakasih pak, telah menyelamatkan kami," ujar Mayang.


"Apa yang kalian lakukan, berduaan ditempat ini ?" tanya bapak yang membawa obor ditangannya.


" Mobil kami bocor ban nya pak ." David yang menjawab pertanyaan bapak tersebut, dan menggeser Mayang kebelakang badannya.


" Dav !" protes Mayang.


"Diam dibelakang ku." bisik David.


Mayang terdiam, dan melihat orang-orang yang mengerumuni mereka.

__ADS_1


"Apa kami dalam bahaya ?" pertanyaan yang ada dalam pikiran Mayang.


Mayang memegang belakang baju David, dan badannya mendekati badan David. Ada perasaan takut menyerang dirinya, saat melihat mata orang-orang yang mengelilingi mereka.


"Kenapa kalian berdua-duaan ditempat ini, kalian telah mencemari hutan larangan. Kalian harus terima akibatnya !" ucap bapak yang membawa obor tadi.


"Hutan larangan ?" guman Mayang.


"Maafkan kami pak, mobil kami rusak. Makanya kami berada ditempat ini ," kata David.


"Kami tidak mau tahu, kalian harus ikut ke desa. Untuk menerima hukuman ."


"Pak ! kami tidak bersalah !" teriak Mayang.


"Para tetua adat yang menentukan hukuman kalian, ayo ikut !"


Dengan terpaksa David dan Mayang mengikuti kemana mereka akan dibawa .


"Dav, apa kita akan dimakan oleh mereka. Seperti yang ada dalam film ?" tanya Mayang.


"Huss..! tidak mungkin, tenang saja. Tidak akan ada yang menyakiti mu May ." tepukan dibahunya, yang dilakukan David. Membuat perasaan khawatir Mayang sedikit berkurang.


Setelah tiba di perkampungan, David dan Mayang dibawa kedepan pemuka agama dan adat di desa tersebut.


David dan Mayang duduk dalam diam, mereka tidak mendengar apa yang diucapkan oleh pemuka agama dan adat.


Mereka hanya melihat, orang-orang memandangi mereka. Seperti mereka artis ibukota masuk desa.


"Dav, apa yang mereka katakan ?" tanya Mayang.


"Aku tidak tahu, aku tidak bisa membaca gerak bibir ," jawab David.


"Apa mereka membicarakan cara memasak badan kita ?" pertanyaan nyeleneh Mayang.


"Kau ini, masih sempat-sempatnya bercanda !" gerutu Mayang.


"Biar tidak tegang ," jawab David.


Setelah para tetua selesai rembuk, mereka menghampiri David dan Mayang.


David dan Mayang sontak berdiri. Mayang langsung memeluk lengan David.


"Tenang !" David mengelus-elus tangan Mayang.


"Duduk !" titah pemuka adat.


David dan Mayang langsung duduk kembali.


"Kalian berdua sudah menikah anak muda ?" tanya pemuka adat.


"Belum pak !" jawab Mayang dan David serentak.


"Bagus ! kalian harus menikah !" ucap bapak pemuka adat dengan tegas.


"Baik pak !" jawab Mayang dan David serentak.


"Apa!!" teriak Mayang, begitu tersadar dengan ucapan yang keluar dari mulut pemuka adat.


"Menikah ?" tanya Mayang, yang tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.

__ADS_1


"Iya menikah ," jawab bapak pemuka adat.


Wajah Mayang bingung, sedangkan wajah David terlihat gembira. Bibirnya menampilkan senyum lebar .


"Kapan kami menikah pak ?" tanya David.


"Sekarang juga."


"Tidak bisa pak, saya tidak ingin menikah dengan orang ini !" tolak Mayang.


"Kalian berdua, telah mencemari kesucian hutan larangan. Dengan berduaan diwaktu malam, kalau kalian tidak menikah. Maka akan ada bencana menimpa desa kami ," kata pemuka adat.


"kami terpaksa pak !" kata Mayang.


"Sudah May, kita menikah saja. Kasihan penduduk desa ini, jika menerima akibat dari perbuatan kita," kata David.


"Kita tidak berbuat apapun juga !" seru Mayang yang tetap kekeuh tidak ingin menikah.


"Kami tidak bisa menerima penolakan, besok pagi akan ada yang datang untuk menikahkan kalian. Bawa mereka !" kemudian para tetua pergi.


"Aku tidak ingin menikah, aku akan lari !" seru Mayang.


"Kau ingin lari kemana, ini ditengah hutan. Apa kau tidak takut dengan hewan buas !"


"Ayo, kalian harus beristirahat ." beberapa ibu-ibu menghampiri Mayang dan membawanya kedalam kamar, begitu juga dengan David. Dibawa kedalam satu ruangan yang hanya ada tikar.


"Jangan kemana-mana, jika masih ingin hidup ."


Blammm


Pintu tertutup dengan keras.


"Duh..buat kaget saja." David mengelus-elus dadanya.


"Kenapa aku tidak tahu, masih ada desa yang seperti desa ini ya. Kalau tahu tadi, bisa ku bawa Aisha kesini dan kami bisa di nikahkan." pikiran nyeleneh David.


"Ah..tidur dulu, besok aku akan menikah ." David membaringkan tubuhnya ketikar yang berada didalam ruangan tersebut.


****


Pagi-pagi sekali, Richard dan Aisha sudah berada di bandara.


"Asay, kenapa ?" Richard melihat Aisha yang terlihat tidak bersemangat.


"Ngantuk mas say !" Aisha menguap, karena ngantuk yang tidak bisa ditahannya.


"Nanti di pesawat bisa tidur ," kata Richard.


Richard juga merasa bersalah, karena malam terakhir di Inggris. Richard meminta Aisha melayani dirinya, sampai pukul dua pagi. Sedangkan jam empat mereka harus berangkat ke bandara.


Begitu masuk kedalam pesawat, Aisha langsung tidur.


"Tidurlah ."


Cup


Richard mendaratkan bibirnya kekening Aisha, yang sudah dalam keadaan tidur. Dan tak lama kemudian, Richard juga ikut memejamkan matanya.


**Bersambung...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini.


Maaf jika ada typo**..


__ADS_2