Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 201 Jodoh depan rumah


__ADS_3

Cerita hanyalah untuk hiburan semata, untuk menemani kakak-kakak reader yang berada dirumah saja.


Happy reading guys ❤️


***


Begitu semua masuk kedalam rumah, untuk mendengar apa yang terjadi dikantor polisi. Dama dan Vely masih berada diluar.


"Kak Dama tidak dipukulkan?" mata Vely menelusuri sekujur badan Dama, untuk melihat apa ada luka di badan Dama.


"Siapa yang berani mukul, didalam mobil itu. Ada selalu alat untuk menghancurkan orang!"


"Kak Dama, serem kalau sudah ngamuk !" Vely ingin masuk kedalam rumah, tetapi tangan Dama menariknya. Hingga badannya terbentur didada Dama.


Tangan Dama dengan gesit melingkar di badan Vely, menariknya kedalam dekapan tangannya.


"Kakak hanya Ngamuk kepada orang yang telah berani mengganggu gadis yang telah kakak beri stempel," ucap Dama.


Semburat merah merona pipi Vely, diingatkan kembali oleh Dama. Apa yang terjadi didalam kamarnya waktu itu.


"Kak Dama!" usaha Vely untuk lepas, tidak bisa. Tangan Dama seperti tertakel gurita yang lengket seperti ada lem.


"Mau kemana?" kedua alis mata Dama naik turun, menggoda Vely.


"Masuk, lihat. Hanya tinggal kita berdua disini ," kata Vely.


"Tunggu dulu, ada yang ingin kakak katakan." Dama melepaskan pelukannya, diraihnya jemari Vely.


Dama membawa Vely duduk di bangku taman.


Setelah Vely duduk, tiba-tiba Dama berlutut didepan Vely. Tangan Dama meraih jemari Vely.


"Kak !" sontak kaget Vely melihat tingkah Dama, yang berlutut didepannya.


"Vely, aku menyukaimu sejak lama. Bukan karena kita dijodohkan, tapi dalam hati ini sudah ada benih-benih cinta terhadap mu," ujar Dama.


Mata dan mulut Vely terbuka lebar, dia tak mengira. Dama menyatakan perasaannya dengan cara berlutut.


"Tutup mulutnya Vely, nanti masuk laron ," ujar Dama, membuat bibir Vely spontan mengatup.


Dama menatap wajah Vely dalam-dalam, membuat Vely salah tingkah dan mengalihkan pandangannya dari menatap Dama.


"Vely, kakak ingin melamarmu !"


"Melamar ? melamar apa ?" tanya Vely belum paham apa yang diinginkan oleh Dama.


"Melamar untuk jadi istri, bukan melamar pekerjaan," jawab Dama.


"Istri, kita menikah gitu?" tanya Vely dengan wajah yang terlihat bingung.


"Iya, menikah. Jadi suami istri, tidur satu ranjang dan satu kamar," ucap Dama lengkap.


"Tapi Vely masih kuliah," ujarnya.


"Banyak orang yang kuliah, mereka sudah menikah" kata Dama.


"Bagaimana jika nanti Vely hamil, Vely masih kuliah?" tanya Vely.

__ADS_1


"Tenang Vely, Daddy melarang untuk membuatmu hamil" ucap Dama dalam batinnya.


Dama bangkit dari berlutut, dan duduk disamping Vely.


"Hamil juga ada suami," kata Dama.


"Jika kita menikah, Vely masih bisa melanjutkan kuliah. Vely tidak mau pindah kampus kan ?"


"Tidak! Vely masih mau kuliah disana" jawab Vely tegas.


"Tante pasti tidak mengizinkan Vely kost lagi, berangkat dari rumah bisa juga. Kalau satu bulan dua bulan masih mampu, sampai satu atau dua tahun. Pasti Vely tidak akan sanggup" kata Dama.


"Kita nikah ya ?" tangan Dama mengelus pipi Vely, wajahnya mendekati wajah Vely. Melihat wajah Dama semakin mendekati wajahnya, Vely memejamkan matanya.


"Aduh..!" matanya terbuka, begitu merasakan sentilan di jidatnya.


"Kenapa? mau minta diberi stempel lagi ?" goda Dama.


Wajah Vely merona, dia merasa malu. Karena mengira Dama ingin mengecupnya.


"Ih..!" Vely setengah berlari meninggalkan Dama, didepan pintu masuk. Vely menabrak Rodrick yang keluar.


"Waduhh..! Vely, jangan lari-lari!" ujar Rodrick.


"Maaf kak !" ucap Vely tanpa berhenti.


"Kenapa itu anak?" gumam Rodrick.


"Ada apa?" tanya Dama.


"Kenapa kau mengendus-endus, kau mirip anjing penjaga saja ," ujar Dama seraya mundur sedikit dari Rodrick, yang berdiri didepannya.


"Aku curiga dengan kalian berdua, apa yang kalian lakukan digelap-gelapan ?" selidik Rodrick.


"Tidak ada." Dama mendorong Rodrick, agar dia bisa masuk kedalam rumah.


"Hei..Dam, apa yang kau lakukan pada Vely?" tanya Rodrick penasaran.


"Mau tahu saja," sahut Dama.


"Ini bocah !" jengkel Rodrick, karena Dama tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan.


Karena hari sudah larut malam, semua kembali kekediaman masing-masing.


***


Hari Minggu semua berkumpul dirumah Richard, karena mengetahui apa yang dialami oleh Vely, Oma dan Opa mereka juga datang. Hanya nenek dan ibu tidak datang dari kampung, karena nenek kurang enak badan. Karena faktor usia yang sudah sepuh. Hanya Wisnu yang mewakili.


"Kurang ajar orang itu, untuk apa berdamai tadi ." Wisnu mengeluarkan kemarahannya.


"Kenapa kami mau berdamai, ini menyangkut Dama juga " kata Richard.


Richard menceritakan kepada Wisnu dan kedua orangtuanya. Kenapa dia memutuskan untuk menerima perdamaian dengan orang tua Roy.


"Sudah! itu semua sudah berlalu, sekarang kita harus hati-hati. Kita tidak tahu hati dan isi otak orang, rambut sama hitam. Tapi isi otak kita berbeda, Vely. Kedepannya, harus hati-hati" kata Opanya.


"Besok sudah kembali kekost ?" tanya Oma nya kepada Vely.

__ADS_1


" Kami tidak mengizinkan Vely kembali kekost Maa." Richard yang menjawab pertanyaan Mamanya.


"Kenapa?" tanya Papa Richard.


Mama Richard melihat kearah Aisha, dan terlihat wajah Aisha yang tidak baik-baik saja.


Mama Richard beranjak mendekati Aisha dan memegang tangan Aisha, dia tahu. Aisha teringat kembali apa yang dialaminya dahulu.


"Kalau begitu, Vely pindah kampus saja ." usul Opanya.


"Vely menolak untuk pindah kampus Opa" sahut Keane.


"Apa Vely sanggup pergi kuliah dari rumah sini ?" tanya Wisnu.


"Vely harus bangun dan pergi cepat." sambung Wisnu lagi .


"Begini, kami. Saya dan Aisha sudah berunding, jika Vely masih ingin melanjutkan kuliah dikampusnya sekarang. Vely harus mau menikah dengan Dama, karena Dama punya rumah dan usaha disana " kata Richard.


"Menikah!" kaget Vely, karena baru tadi malam dia mendengar perkataan menikah dari mulut Dama. Dan sekarang perkataan itu keluar dari dalam mulut Daddy-nya.


"Menikah! Vely masih kecil mas Rich," ujar Wisnu .


"Ya Rich, Vely baru 17 tahun. Baru masuk kuliah, dan bagaimana nanti jika dia hamil dan punya anak. Hamil diusianya saat itu beresiko " ujar Mama Richard.


Sedangkan Vely hanya menundukkan kepalanya, tangannya saling bertautan.


"Dengan siapa kau ingin menikahkan Vely Rich?" tanya Opa nya.


"Dama Paa" beritahu Richard.


"Dama anak David?" tanya Omanya.


Richard dan Aisha menganggukkan kepalanya.


"Dama anak yang baik, masih muda. Tapi sudah bisa mengembangkan usaha kuliner orang tuanya" kata Omanya.


"Apa selama ini, mereka berpacaran?" tanya Wisnu.


Richard menceritakan, bahwa perjodohan itu dilakukan David. Saat mereka belum mempunyai anak, begitu mereka mempunyai anak perempuan dan laki-laki. David mengusulkan untuk menjodohkan anak-anak mereka.


"Bagus itu, untuk apa cari yang jauh. Didepan rumah sudah ada yang bisa dilamar, Keane. Apa kau suka dengan perjodohan ini?" tanya Opanya.


"Kak Keane mau saja Opa, dia tidak ada waktu untuk melirik gadis-gadis. Waktunya, hanya habis memandangi maket yang ada didalam ruangan kerjanya" ledek Rodrick.


Keane melototkan matanya menatap Rodrick, sedangkan Rodrick menunjukkan senyum lebar dibibirnya.


"Kau Bagaimana ? apa Om harus mencarikan jodoh untukmu dikampung ?" tanya Wisnu kepada Rodrick.


"Boleh Om, Rodrick ingin menikahi gadis petani ." guraunya.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2