
**Tetap semangat guys, dan selalu menjaga kesehatan. Biar kita dalam keadaan sehat selalu bersama dengan keluarga kita .
Happy reading ❤️**.
***
Pengumuman universitas negeri sudah diumumkan, dan Vely di terima disalah satu negeri yang sangat bergengsi di Indonesia.
"Mas, Vely Terpaksa kost. Universitas itu jauh dari sini ," kata Aisha.
Richard menutup laptopnya dan meletakkannya keatas nakas, Richard merebahkan tubuhnya.
"Kalau kuliah dari sini, jam 5 sudah harus berangkat. Satu dua hari masih bisa, ini selama 4 tahun begitu terus. Mas yakin, Vely akan tumbang sebelum lulus kuliah," kata Richard.
"Aish bukan memikirkan itu mas, Aish takut. Vely ikut pergaulan dengan teman-teman yang tidak bisa kita pantau," kata Aisha.
Richard menoleh kearah Aisha, dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Aisha.
"Betul juga, kalau tinggal dirumah. Kita bisa memantau kegiatannya 24 jam, apa yang harus kita lakukan. Apa kita suruh saja Vely masuk universitas swasta dekat sini-sini saja ?"
"Mas, mana mau Vely disuruh kuliah dekat sini. Lagi pula sayangkan, sudah lolos masuk negeri. Disuruh masuk swasta. Pasti anak itu nolak mas ," ujar Aisha.
"Kenapa ribet punya anak cewek ." Richard memijat keningnya.
"Sebenarnya tidak ribet, kalau kita percaya dengan anak kita sendiri," kata Aisha.
"Mas percaya dengan Vely, yang mas tidak percaya. Teman-temannya yang akan dimilikinya nanti dikampus ," kata Richard.
"Bagaimana kalau kita izinkan dulu Vely kost, jika ada kelainan dalam bergaul dan kelakuannya berubah. Baru kita bertindak," kata Richard.
"Ok mas ," sahut Richard.
"Asay ." bisik Richard ditelinga Aisha.
"Ada maunya ini ." tebak Aisha.
"Buat adik untuk Vely yok, mereka sudah besar. Mas mau ada yang bisa di gendong lagi ," kata Richard dan bibirnya sudah bergerilya disekitar ceruk lehernya Aisha.
"Mas, Aisha itu nggak pakai kontrasepsi. Kalau tidak hamil-hamil, itu pasti sudah rencana Tuhan. Bahwa anak kita sudah cukup 4 saja," kata Aisha.
"Hih..Tuhan nggak asik, masa kita mau produksi anak dibatasi ." gerutu Richard.
"Mas ini! Tuhan di protes!" tangan Aisha mendarat dilengan Richard.
"Kita coba ya Asay, semoga Tuhan hari ini lagi baik. Kecebong mas nemu tempat bersemai didalam sini ." Richard mengusap-usap perut Aisha, membuat badan Aisha mengeliat.
"Mas !" Aisha berusaha untuk mendorong badan Richard, tapi nihil.
Aisha tidak bisa mengelak lagi, Richard sudah mendapatkan posisi enak diatas tubuhnya. Dan sudah berhasil membuat bibir Aisha mengeluarkan lenguhan dan desahan yang membuat Richard semakin berpacu bermain diatas tubuh Aisha.
Walaupun sudah berumur, stamina Richard untuk melakukan kegiatan yang nganu-nganu diatas ranjang tetaplah tinggi. Semakin tua semakin berisi, dapat dilekatkan kepada Richard.
**
Dalam kamar, Mada sedang berbicara dengan Vely melalui sambungan telepon.
"Vely, apa kau akan berulang alik menuju kampusmu, sangat jauh dari sini ," kata Mada melalui sambungan telepon.
"Aku mau kost saja ," jawab Vely.
"Kost? apa kau di izinkan untuk kost?" tanya Mada.
"Pasti diizinkan, apa Daddy dan mommy mau aku menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai kekampus," kata Vely.
"Kau sungguh beruntung," ujar Mada.
"Vely, kapan kau balik kesini? aku bosan sendiri tidak ada teman," kata Mada.
__ADS_1
"Besok aku akan balik rumah, mau bahas masalah kuliah ," jawab Vely.
Pintu kamar Mada diketuk, pintu terbuka dan Dama masuk kedalam kamar.
" Besok kita jalan ya ," ujar Mada sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
"Vely?" tanya Dama.
"Iya" sahut Mada.
"Kapan dia balik kesini ?" tanya Dama.
"Kenapa kak? rindu ya !" goda Mada.
"Nggak! dia masuk universitas negeri, apa rencananya?" tanya Dama.
"Vely ingin kost ." beritahu Mada.
"Kost?" terkejut Dama mendengar Vely ingin kost.
"Apa mereka mengizinkannya kost ?" gumam Dama, sambil berjalan keluar dari dalam kamar Mada.
Mada menatap Dama yang keluar dari dalam kamarnya, tanpa mengatakan apa yang diinginkan Dama masuk kedalam kamarnya.
"Kak Dama belum tua sudah pikun, mau apa dia masuk tadi ." Mada mengambil buku yang dibacanya tadi, dan melanjutkan membacanya.
***
"Mommy !" Vely memeluk Aisha, begitu tiba di rumahnya.
"Kenapa peluk-peluk mommy, sudah sana tinggal dengan Oma saja ," ujar Aisha.
"Rindu !" Vely terus memeluk Aisha.
"Kenapa balik ?" tanya Aisha dengan bibir yang cemberut.
"Anak nakal !" Richard membalas pelukan Vely dan mengusap rambut putrinya.
"Pasti ada maunya ini ." tebak Richard.
"Tahu saja Daddy," kata Vely.
"Daddy mandi dulu ." Richard naik keatas menuju kedalam kamarnya, diikuti oleh Aisha.
Selesai makan malam, semua berkumpul diruang keluarga. Hanya Kenway yang absen, karena hari ini, hari pertama Kenway masuk kerja.
"Sudah berkumpul semua, sekarang kita dengarkan. Apa yang ingin dikatakan Vely ," kata Richard.
"Karena Vely masuk universitas negeri, dan lokasi kampus sangat jauh dari sini. Hemhh... Vely mau kost !" seru Vely, kedua bola matanya melirik kearah Daddy-nya. Mommy dan kedua saudara laki-lakinya.
"Kenapa diam?" tanya Vely, saat melihat tidak ada ekspresi terkejut.
"Kami sudah tahu, pasti adek ingin kost ," kata Keane.
"Boleh ?" Vely menatap wajah Richard dan Aisha.
"Bagaimana kalau kita membeli rumah didekat kampus?" usul Richard.
"Bagus Daddy, Vely tidak perlu kost ," kata Rodrick.
"Daddy! Vely mau kost..titik !" seru Vely.
"Sudah mas, izinkan saja. Biar tahu dia, betapa berat hidup di kost," kata Aisha.
"Terima kasih mommy !" Vely memeluk Aisha, karena Aisha mengizinkannya untuk kost.
"Tapi janji dulu, jangan nakal. Daddy akan ikut tinggal dikost nanti ." ancam Richard.
__ADS_1
"Daddy !" kesal Vely.
"Benar, Drick akan ikut tinggal di kost mu Dek ." timpal Rodrick.
"Semua saja kita tinggal di kost ," ujar Aisha dengan tertawa.
"Hih.. kenapa semua mau ikut !" manyun bibir Vely.
"Ingat Dek, hidup di kost itu tidak enak. Semua dilakukan sendiri, masak sendiri. Bisa ?" tanya Keane yang sedari tadi diam.
"Kalau Vely belum coba, belum bisa Vely jawab. Tapi Vely akan bertahan, lihat saja ," ujar Vely.
"Asal jangan baru setengah hari, malam-malam minta di jemput." ledek Rodrick.
"Lihat ya, Vely tahan. Sampai tamat, hidup di kost ," ujar Vely.
***
Kenway menekan bel rumah Marco, hari ini dia ada janji dengan Marco.
Pintu terbuka dan terlihat wajah wanita setengah baya, berdiri didepan pintu.
"Marco ada Bu ?" tanya Kenway.
"Ada Pak ," jawab wanita tersebut.
"Tolong katakan, Kenway ingin bertemu ." beritahu Kenway kepada wanita itu.
"Masuk Pak ." wanita itu mempersilahkan Kenway untuk masuk kedalam rumah.
"Saya duduk disini saja Bu," kata Kenway.
Wanita tersebut masuk kedalam rumah, untuk memanggil Marco.
Saat menunggu kedatangan Marco, Kenway mendengar suara anak kecil menangis didekatnya duduk.
Kenway bangkit dan beranjak mendekati asal suara tangisan bayi tersebut.
"Sayang jangan nangis ya, ini susunya ." seorang gadis memangku bayi sembari memberikan susu formula.
Kenway tidak tahu siapa gadis itu, karena posisinya membelakangi Kenway.
"Siapa dia? apa Marco punya adik kecil ?" pertanyaan dalam benaknya.
"Minum ya, biar cepat besar," ujarnya membujuk bayinya.
Tiba-tiba botol susu yang dipegangnya jatuh, dengan cepat Kenway mengambilkannya dan memberikannya kepada gadis tersebut.
"Kak Kenway !" Vania kaget melihat orang yang mengambilkan botol susunya, orang yang dikenalnya.
"Vania!" Kenway juga kaget melihat orang yang mengendong bayi mungil itu.
Vania mengambil botol susu yang berada ditangan Kenway.
"Apa ini adikmu ?" tanya Kenway seraya mengelus pipi chubby bayi laki-laki tersebut.
"Tidak! ini anakku !" sahut Vania.
"Anak..?" Kenway tidak melanjutkan ucapannya.
*
*
*
*
__ADS_1
Bersambung 😘