Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 79 Jiwa muda


__ADS_3

Hai semua, apa kabar ? semoga dalam keadaan sehat semua ya.


****


Nenek dan Larasati, beserta Adam terus berada di rumah sakit. Mereka menunggu kedatangan keluarga Josh, Edward dan Evelyn.


Richard keluar dari ruang tunggu, Dia ingin melihat suasana disekitar rumah sakit tersebut.


"Rich." suara dr Sony.


"Kau sudah lama, mengenal istrimu ?" tanya Sony.


"Baru Om, Alana yang sudah mengenalnya lama. Aisha sahabat Alana.”


"Oh ya, tadi Alana ikut ya. Om lupa untuk menyapanya," ujar Sony.


Sony adalah sepupu papanya Richard. Dan Richard cukup akrab dengan Sony.


"Kenapa Om ?"


"Apa mereka sudah berpisah, maksud Om. Hubungan mertuamu dengan pria itu ?" tanya Sony.


"Sudah lama Om, sejak Aisha lahir. Om, apakah wanita yang membuat Om pindah kuliah ke luar negeri. Adalah Bu Laras ?" tanya Richard dengan suara yang pelan, karena takut ada yang mendengar.


"Iya ." Sony tertawa.


"Cantik kan ? rupanya tidak berubah. Dia yang membuat hidup Om porak-poranda," ujar Sony.


"Itulah cinta Om, sungguh menyakitkan jika terjadi perpisahan," ujar Richard.


"Apakah kau juga pernah mengalaminya ?" tanya Sony.


"Semua pernah mengalaminya Om, malah Rich mengalaminya dua kali," kata Richard.


"Hahahaha.. ternyata kau playboy juga, cepat pindah ke lain hati." ledekan Sony kepada Richard.


"Om, hidup hanya sekali. Nikmati saja hidup ini, kalau tidak ada jodoh dengan dirinya. Pasti Tuhan sudah menyediakan jodoh yang lebih baik diluar sana." Richard berkata bijak kepada Sony, padahal waktu Dia putus dengan Rika dan Jeslyn hatinya juga hancur ( kita lebih bisa mengeluarkan nasihat kepada orang lain, tetapi sulit untuk diterapkan untuk diri sendiri😀✌️)


"Kau juga Rich, jangan berpaling. Jika dua orang yang pernah hadir dalam kehidupan mu datang kembali," kata Sony.


"Untuk apa kita berpaling Om, lihat. Usia muda mereka membuat jiwa kita muda kembali Om ." Richard menunjuk kearah Aisha dan Alana yang sedang asyik mengejar-ngejar anak kambing.


Sony melihat arah yang ditunjuk Richard dan melihat Alana dan Aisha tertawa dengan lepas.


"Istrimu teman Alana, mereka masih muda ?" tanya Sony sembari menatap wajah Richard.


"Ya, dua puluh tahun. dua bulan lagi 21 tahun, seperti Richard bilang tadi. Jiwa muda mereka membuat kita muda kembali Om." ngekeh Richard.


"Apa Om mau yang muda juga ? mereka ada teman, kalau Om mau. Nanti Richard suruh Aisha mengenalkannya kepada Om." gurau Richard.


"Cukup kau saja, sepertinya hati Om sudah ada yang ingin menjadi targetnya," kata Sony.


"Sepertinya Om Sony ini, ingin kembali kebidikan waktu muda. Richard dukung Om." tawa Richard menatap Sony.


"Sudah berapa lama Om disini ?" tanya Richard.


"Sudah hampir satu tahun, peternakan ini punya sahabat Om. Selain peternakan Dia juga membangun panti khusus untuk menampung orang-orang tua."

__ADS_1


"Yang itu ?" tanya Richard, yang melihat ada bangunan yang tidak begitu jauh dari rumah sakit.


"Iya, Om meninggalkan rumah sakit dikota. Setelah teman Om memutuskan membuka rumah sakit yang lebih besar, di desa ini," ucap Sony.


"Teman Om sungguh dermawan."


Sony membawa Richard menjelajahi sekitar peternakan, dan mereka juga singgah di toko roti yang dikatakan Togar tadi. Hanya kambing dan sapi yang menjadi pembelinya.


"Bang Zul ." sapa Sony kepada Zul.


"dr Sony, silakan mampir di warung ku ini !" ujar Zul.


"Bagaimana penjualan Abang ?" tanya Sony, seraya duduk didepan toko roti.


"Alhamdulillah, setiap hari habis. Tapi tidak ada uangnya.


"Kenapa tidak ada uangnya Om ?" tanya Richard bingung, barang habis uang tidak ada.


"Karena pembelinya orang-orang itu ." Zul menunjukkan sekumpulan lansia yang sedang duduk melakukan aktifitas yang mereka sukai.


"Apakah mereka tidak ada uang ?" tanya Richard kembali.


Sedangkan Sony hanya bisa tertawa dalam hati.


"Uangnya banyak, tapi yang tidak banyak lagi. Ingatan mereka untuk membayar, mereka itu rata-rata sudah pikun." ngekeh Zul mengatakannya.


"Oh..gitu, hahahaha.Anggap saja sedekah ya Om." Richard juga tertawa.


"Kenapa Om buka disini? kenapa tidak di kota saja ?" tanya Richard.


"Bang Zul alasan saja, bilang saja tidak bisa jauh tinggal dari Bang Togar ," kata Sony.


"Bang Togar, yang hidung anaknya kemasukan kelereng tadi?" tanya Richard.


"Iya, kami itu best friend ," kata Zul.


"Oh..!"


"Dimana Bang Togar ?" tanya Sony.


"Pergi kerumah Runrun, untuk mengantarkan Pamela. Togar mau pergi, tidak mungkin Dia membawa Pamela," kata Zul.


"Biasanya, Dia nitip Pamela kesini?" kata Sony.


"Karena kejadian kelereng, takut Dia. Padahal aku tidak sengaja ," kata Zul.


"Suruh saja Bang Togar menikah lagi ," kata Zul.


"Menikah lagi, pernikahan pertamanya saja. Kalau tidak istrinya yang agresif, mungkin sampai sekarang dia tidak akan pernah menikah ," kata Zul.


Perbincangan mereka terhenti, saat satu mobil masuk kedalam area rumah sakit. Dan terlihat dua orang asing turun bersama Wisnu.


"Siapa itu ?" tanya Sony kepada Richard, saat Richard berdiri dan ingin menghampirinya.


"Istri dan anak, papa Aisha," kata Richard.


"Laki-laki itu sudah menikah lagi, peluangku untuk mendekati Laras semakin terbuka lebar." terlihat senyum dibibirnya.

__ADS_1


***


Edward dan Evelyn masuk kedalam ruang perawatan Josh, dan terlihat Josh sudah bangun. Walaupun masih terlihat dari raut wajahnya yang pucat.


"Dad, apakah kau baik-baik saja?" tanya Edward Kepada Daddy-nya.


"Aku baik-baik saja, tidak usah khawatir." senyum terpaksa terlihat dari bibirnya.


"Kenapa Kau sampai pingsan begini, apa Kau tidak membawa obatmu?" tanya Evelyn.


"Maaf, aku lupa," jawab Josh.


Mata Josh mencari-cari.


"Daddy cari apa ?" tanya Edward.


"Mereka."


"Laras dan Aisha." tebak Evelyn.


Josh menganggukkan kepalanya.


"Mereka diluar ," jawab Evelyn.


"Josh, tenang ya. Aku akan bicara dengan mereka ," kata Evelyn.


"Jangan, nanti putriku makin tidak mau memaafkan diriku ." Josh mencegah niat Evelyn untuk berbicara dengan Laras dan Aisha.


"Baiklah."


"Edward, mom keluar dulu ya," kata Evelyn.


"Mommy mau kemana ?" tanya Edward dan Josh secara bersamaan, karena mereka takut. Evelyn melaksanakan niatnya untuk berbicara dengan Laras dan Aisha.


"Mom, mau ke toilet. Mana ya toilet ?"


"Tanya saja diluar mom," kata Edward.


"Ok." Evelyn keluar dan dilihatnya, Laras. Nenek, Adam dan juga Richard duduk diruang tunggu.


Evelyn menghampiri Laras dan berbicara dengan Laras dengan suara yang lembut.


"Bisa kita bicara sebentar ?" tanya Evelyn kepada Laras.


Laras memandang kearah ibunya, dan mendapatkan persetujuan dari anggukan kepala ibunya. Laras bangkit dan berjalan keluar dari dalam rumah sakit, diikuti oleh Evelyn.


"Apa tidak apa-apa, Kita biarkan mereka berbicara ?" tanya nenek.


"Tidak apa-apa Bu, Evelyn tidak seperti orang yang bisa menyakiti orang lain ," kata Adam.


"Kalau nenek khawatir, biar Rich hubungi Wisnu untuk menjaga-jaga. Wisnu duduk diluar tadi," kata Richard.


"Tidak usah, kita serahkan saja pada Allah. Biar Dia yang menjaganya," kata nenek .


**Bersambung guys...


Terimakasih ya, yang sudah Sudi membaca cerita recehan. Tetap jaga kesehatan 🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2