
**Jumpa lagi dengan author receh nih 🥰
Happy reading guys**..
****
Begitu tiba di kampus, banyak pasang mata yang melihat kemunculan Aisha dan Alana. Karena hampir lima bulan mereka tidak melihat keberadaan keduanya.
Aisha dan Alana biasa saja mendapatkan tatapan mata dari mahasiswa yang mengenalinya.
"Hai Alana, Aisha. Sudah lama tidak kelihatan dikampus ." sapa salah seorang gadis.
"Maklum sibuk didunia nyata ," sahut Alana.
"Kalian tidak ada mata kuliah lagi kan ?" tanya gadis tersebut.
"Tinggal satu," jawab Aisha.
"Kalian sungguh beruntung, punya otak yang encer. Aku ini setiap hari melototi buku, tapi tidak masuk juga pelajarannya ke otak " kata gadis tersebut.
"Gini Mel, mau ku ajari " Alana merangkul gadis yang bernama Meli.
"Bagaimana caranya ?" tanya Meli serius, sedangkan Aisha tersenyum menatap Alana dan Meli. Dia tahu pasti Alana akan mengeluarkan ide nyelenehnya.
"Ambil tuh buku, kamu bakar. Lalu abunya kamu minum. Masuk tu pelajarannya kelambung dan di cerna masuk ke otak ." selesai berkata, Alana menepuk-nepuk pundak Meli dan meninggalkan Meli yang bengong.
Alana dan Aisha pergi meninggalkan Meli.
Begitu tersadar, bahwa dirinya dikerjain Alana. Meli ngedumel.
"Dasar Alana, baru ketemu. Sudah menjadi korban kejahilannya." ngedumel Meli.
Aisha dan Alana berjalan menuju ruang Dosen, tiba didekat ruangan dosen yang ingin mereka temui. Beberapa orang cowok melihat Aisha dan berjalan mendekatinya.
Tiba-tiba, Alana loncat berada di depan Aisha. Sehingga Aisha hampir menabrak badan Alana.
"Alana..! apa-apaz sih ?"
"Ada musuh, kau harus ku jaga. Nanti Om Richard keluar tanduknya, melihat kau didekati pria macho."
"Ihhh..!" kesal Aisha.
Alana berdiri didepan Aisha dengan memberikan tanda silang dengan kedua tangannya.
"Alana, ada apa dengan mu. Apa otakmu ikut bermasalah, saat kau mengalami kecelakaan ," kata mahasiswa yang ingin menemui Aisha.
"Hei Bro, aku tahu. Kau ingin mendekati Tante kecil ku kan, NO !" seru Alana.
"Tante kecil ? Alana preman kampus, aku tidak ingin ganggu Tante kecilmu ya. Aku ingin ketemu Aisha, tuh..! cewek yang dibelakang mu !" seru Jonan dan menunjuk kearah Aisha.
"Ini Tante kecil ku Bro ! Dia sudah sold out !" seru Alana.
"Kau ini Al, makin ngaco saja !" Aisha mendorong Alana kesamping.
"Ada apa Jonan ?" tanya Aisha.
__ADS_1
"Aish, jangan dekat-dekat. Jarak seratus langkah !" seru Alana.
"Kau melebihi mas say !" ujar Aisha.
"Aku sudah lama mencari-cari mu, tapi kau tidak kelihatan dikampus ," kata Jonan.
Jonan membuka tas ranselnya dan mengeluarkan buku dan memberikan kepada Aisha.
"Aku ingin mengembalikan buku catatan mu yang ku pinjam, terimakasih ya. Karena buku mu ini nilai ku lumayan ," kata Jonan.
"Sama-sama." Aisha mengambil buku tersebut dan memasukkannya kedalam tasnya.
"Sudah ! tidak ada urusan lagi kan, kami masih sibuk ." Alana langsung menarik tangan Aisha, meninggalkan Jonan yang bingung melihat Alana.
"Dasar, preman kampus. Belum pensiun dia!" gerutu Jonan.
"Al, jangan lebih !" seru Aisha, karena melihat mata Alana mendelik melihat mahasiswa yang cowok menatap Aisha dan tersenyum.
"Aku nggak berlebih Aish, kau itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Jonan itu sudah lama naksir dirimu, daripada nanti mereka berharap, dan sakit hati melihat kau sudah sold out. Lebih bagus dari sekarang menjaga jarak," kata Alana.
"Sukamu ." Aisha tidak bisa berkata lagi.
****
Aisha dan Alana langsung pulang kerumah, begitu selesai bertemu dengan dosen.
Setelah mengantarkan Aisha, Alana tidak langsung pulang. Karena Mayang mengatakan ingin bertemu dengan Aisha dan Alana.
"Al, ingin minum apa ?" tanya Aisha.
Tak begitu lama Neneng datang dengan membawa cemilan dan es buah .
"Mbak Neneng, sudah balik ya. Alana kira mbak Neneng sudah sold out di kampung ?" tanya Alana kepada nenek.
"Non Alana ini, mbak belum laku Non !" seru Neneng.
Alana sudah sangat akrab dengan Neneng dan Bu Yanti, karena sebelum bekerja dengan Richard. Keduanya sudah bekerja dirumah orangtuanya Richard sejak lama.
"Non Alana sendiri, kenapa nggak ikut Non Aisha ?" Neneng mengetahui bahwa Aisha adalah sahabat Alana.
"Nah itu dia mbak, Alana belum dilamar-lamar juga. Apa Alana lamar sekali lagi Dony ya mbak ?" Alana mengelus-elus dagunya.
"Sudah, jangan pikirkan yang aneh-aneh lagi ," ujar Aisha kepada Alana.
"Mbak, nanti jika ada teman kami datang. Tolong bawa kesini saja ya ," kata Aisha.
"Baik Non, permisi ." Neneng beranjak meninggalkan Aisha dan Alana.
"Setelah kenyang, kenapa ngantuk ya Aish ." Alana mengusap-usap perutnya.
"Aish, apa kau sudah isi? kau menikah sudah mau sebulan ?" tanya Alana.
"Hih.. kau ini, baru mau sebulan !" seru Aisha dengan ekspresi wajah yang malu, diingatkan Alana tentang kehamilan.
"Mungkin karena Om Richard sudah tua ya, jadi bibitnya nggak manjur lagi ?"
__ADS_1
"Al, Mas say belum tua ya. Ada lebih tua dari mas say, masih bisa punya anak ."
"Idih...bela nih !" goda Alana.
"Sudah diam !!"
"Hai.hai..ada yang rindu dengan Mayang, gadis tercantik dari puncak gunung ?" suara Mayang yang tiba-tiba, membuat Alana berhenti untuk menggoda Aisha Kembali.
"Nggak ada !" kompak Alana dan Aisha.
"Kalau aku, cowok tertampan ?" muncul wajah David dari balik pintu.
"Hrmhh..ada yang kami tidak ketahui, apa kalian datang bersama. Atau kalian tinggal bersama ?" mata Alana memicingkan matanya menatap kearah Mayang dan David.
"Sepertinya, ada bau-bau pasangan kekasih yang baru launching ini Al !" seru Aisha.
Mayang menatap David dengan cemberut.
"Bukan pasangan kekasih lagi, tapi kami sudah menikah !!" seru David dan menunjukkan cincin belah rotan di jemarinya.
""WHat..!?" teriak Alana.
"Bohong !" seru Aisha.
"Untuk apa bohong, hahaha..kami menikah free. Hanya resepsi yang belum, resepsinya bulan depan. Itu juga kalau tidak Yayang ku keburu hamil !" ucap David tanpa malu-malu.
"Kau ini, mulutmu tidak bisa di rem !" Mayang mencubit perut David.
"Aww.! sakit Yang..!" teriak David.
"Kenapa kalian menikah tidak mengundang kami ?" tanya Aisha.
"Ini menikah mendadak ," kata Mayang.
"Apa kau di ehemm.. ehemm olehnya ?" Alana menunjuk David.
"Tidak !" seru Mayang.
Akhirnya Mayang menceritakan, kejadian yang dialaminya. Kenapa dia bisa menikah mendadak.
"Ada kampung begitu, dimana kampung ya ? aku akan membawa Dony kesana. Biar kami juga di nikahkan !" seru Alana dengan bersemangat
"Alana !" Aisha menatap Alana.
"Kenapa ? kalian berdua sudah menikah, tinggal aku. Aku yang sudah kebelet nikah, nggak nikah-nikah. Mayang yang tidak pacaran dengan David, langsung menikah ." ucap Alana.
"Untuk nggak ada mas say, kalau ada tadi kening Alana sudah kena sentil ." monolog dalam benaknya Aisha.
Dony belum tahu kalian menikah ?" tanya Alana kepada David.
"Belum, apa Dony sudah kembali ?" tanya David, yang mengetahui bahwa Dony sedang berada di luar negeri.
"Belum, pulang Dony. Aku akan bawa dia kekampung itu ," kata Alana.
🌟**Bersambung🌟
__ADS_1
Trims ya sudah Sudi mampir 🥰❤️**