
**Selalu dalam keadaan sehat kita semua, jaga jarak aman. Agar kita sekeluarga tetap sehat.
Happy reading guys ❤️**
**
Kelakuan Alana tidak pernah berubah, sifatnya selalu asal. Tidak pernah luntur dari dalam diri Alana.
"Tante kecil, Al akan kerja!" beritahu Alana tiba-tiba, membuat Aisha dan Mayang menatap Alana heran.
"Kerja?" tanya Aisha heran, mendengar Alana ingin kerja.
"Kerja ? apa yang akan kau kerjakan?" tanya Mayang.
"Bantuan-bantu mas Dony dikantor," jawab Alana.
"Lebih baik tidak usah kerja Al, dirumah saja. Lebih baik kau belajar masak ," kata Mayang, setengah mengejek Alana.
"May, aku itu tidak berjodoh dengan dunia masak memasak. Siapapun juga yang mengajariku masak, aku tetap tidak pintar juga dalam hal memasak ," kata Alana.
"Al, kenapa kau ingin bekerja? apa kau cemburu ? Apa ada yang ingin menggoda suamimu ?" tanya Aisha.
"No, pelakor tidak akan berani beraksi lagi. Sejak kejadian yang dialami Aldo, kami mencari pegawai yang sudah veteran!" seru Alana.
"Veteran? emang tentara!" tawa Mayang dan Aisha.
"Apa Dony tidak mengatakan apa-apa, saat kau mengatakan ingin kerja?" tanya Mayang.
"Nggak, mas Dony bilang bagus. Karena ada satu yang bantu dikantor, tidak perlu digaji ," kata Alana.
"Kau jadi pegawai gratisan gitu !" ledek Mayang.
"Nggak apa-apa, yang penting aku tidak bosan dirumah terusan."
"Bagaimana Vely Tante kecil, apa dia betah tinggal dikost?" tanya Alana.
"Sudah setengah bulan ini, belum ada ngeluh. Setiap hari harus dibangunkan anak itu, kalau tidak dibangunkan. Tidak masuk kuliah dia." beritahu Aisha.
"Bagaimana caranya?" tanya Mayang.
"Telepon, nada dering ponselnya dikasih keras . Biar dengar ," kata Aisha.
"Sunyi ya tidak ada Vely," kata Alana.
"Sunyi, dulu saat mereka masih kecil. Suara empat anak itu, sudah membuat telinga kita terasa berisik. Sekarang mereka satu persatu pergi," ujar Aisha.
"Keempat jagoan masih ada kan, suruh mereka menikah. Dan jangan kasih pindah, aku nanti akan katakan pada Aldo dan Ivan. Walaupun mereka menikah, mereka harus tetap tinggal dirumah ," kata Alana.
"Hei.. kalian berdua sudah saling ambil menantu, Mada pindah kesini dan Vely pindah kerumah Mayang." sambung Alana sambil tertawa.
"Ternyata, ide David sangat bagus ya. Tidak akan kehilangan anak gadis , mereka hanya saling tukar posisi saja ." kata Aisha.
"Apa mereka mau ? kelihatannya. Mereka tidak pernah saling dekat, Keane sibuk dengan pekerjaannya. Dan Dama sibuk dengan restorannya. Dan kedua anak gadis kita sibuk dengan pendidikannya, jangan-jangan mereka berempat sudah ada pasangan masing-masing?" Alana memandang wajah Mayang dan Aisha.
Aisha dan Mayang saling pandang, begitu mendengar perkataan Alana.
__ADS_1
"Keane sepertinya tidak ada, karena dia selalu berada dikantor. Kalau dekat dengan seorang gadis, pasti dia sering berada diluar rumah," kata Aisha.
"Apa aku harus katakan, bahwa Mada dekat dengan seorang pria " batin Mayang.
"May, bagaimana dengan Dama?" tanya Alana.
"Dama sama seperti Keane, dia sibuk ngurusin pekerjaan. Aku takut nanti dia akan menjadi jomblo abadi ." ngekeh Mayang mengatakan Dama akan menjadi jomblo abadi.
"Anak pria kita aman dari para gadis, yang ingin mengejar mereka. Sekarang yang harus kita perhatikan kedua anak gadis itu ," kata Alana.
"Apa keinginan kita ini, tidak mengekang kebebasan mereka untuk mencari calon suami secara sendiri." Aisha bimbang.
"Tante kecil, pernikahan mu dengan Om Richard juga termasuk perjodohan kan. Lihatlah, kau bahagia. Apalagi kita sudah saling tahu kepribadian anak kita masing-masing," kata Alana.
"Semoga, apa yang kita inginkan terwujud ya ," kata Aisha.
"Amin." keduanya mengamini perkataan Aisha.
***
Sekelompok pemuda berada dikantin.
"Roy, sudah lewat dari seminggu. Lovely tidak bisa kau miliki ?" Alvian datang dan duduk didepan Roy.
"Kenapa Roy, pesonamu sudah hilang." ledek temannya yang lain, yang mengetahui taruhan yang dilakukan Roy dan Alvian.
"Aku belum kalah, ingat. Taruhan kita diperpanjang menjadi sebulan!" seru Roy.
"Besok batas waktunya, lusa sudah sebulan. Kau siapkan motormu untuk ku bawa pulang." kata Alvian.
"Apa maksudnya tadi?" tanya Joe kepada Alvian.
"Aku tidak tahu, apa dia akan melakukan perbuatan yang..?" Alvian menghentikan ucapannya, dia memandang Joe yang berada disampingnya.
"Shit..! apa dia akan melakukan perbuatan jelek kepada Lovely ?" tanya Joe.
"Tidak mungkin dia melakukan! dia masih punya otak ," kata Alvian.
"Gadis ini sulit ditaklukkannya, mungkin saja dia melakukan tindakan yang nekad. Kau tahu, Roy itu tidak mungkin mau kalah!" kata Joe.
"Ayo kita cari dia, jangan sampai dia melakukan tindakan yang bodo!" Alvian beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari dalam kantin, diikuti oleh Joe.
Setelah mata kuliah selesai, Vely dengan cepat memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya.
"Love, buru-buru sekali ?" tanya Alina.
"Aku mau balik rumah," sahut Vely.
"Ih..enak ya, yang rumahnya dekat. Lah aku ini, mau pulang. Harus dua hari satu malam baru sampai rumah ," kata Julia.
"Bye ! sampai jumpa hari Senin," ujar Vely dan bergegas keluar dari dalam ruang kuliah.
Vely pulang kerumah kostnya dengan berjalan kaki, karena jarak kost dan kampus tidak terlalu jauh. Sehingga dia tidak membutuhkan kendaraan untuk sampai ke kampusnya.
Dari keluar gedung kampus, Vely tidak menyadari ada mobil yang mengikutinya. Vely nyantai saja berjalan, perasaannya sangat gembira. Karena hari ini dia akan pulang setelah hampir sebulan dia tinggal dirumah kost.
__ADS_1
Tiba-tiba ada mobil berhenti tepat disampingnya.
Pintu mobil terbuka, keluar Roy yang hampir tiap hari selalu mendekatinya. Membuat Vely jengkel.
"Love !" panggil Roy.
Vely menghentikan langkah kakinya, menatap Roy yang berjalan mendekatinya.
"Ayo ku antar ," ujar Roy.
"Tidak usah kak, tempat kost Vely sudah dekat. Ujung jalan itu ." tolak Vely.
"Ayolah Love." paksa Roy.
"Vely sudah bilang, rumah Vely sudah dekat !" keras suara Vely.
"Ayo!" Roy menarik tangan Vely dan memaksa Vely untuk masuk kedalam mobilnya.
"Lepaskan..!" seru Vely, dan berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Roy.
"Masuk! aku mengajak dengan baik-baik kau menolak ! kau sombong sekali !" Roy menarik tangan Vely dengan keras.
"Lepas !" Vely menendang kaki Roy, tetapi tendangan itu tidak membuat Roy melepaskan tangannya. Malah Roy semakin beringas menarik Vely untuk masuk kedalam mobil.
"Tolong !" teriak Vely, tetapi suasana jalanan yang sepi. Membuat tidak ada yang bisa membantunya.
"Diam! jangan teriak !" hardik Roy.
"Lepaskan !" Vely menarik tangan Roy yang memegang tangannya kearah mulutnya, dan mengigit tangan Roy.
"Kau gila..!" teriak Roy, dan berusaha melepaskan gigitan Vely ditangannya.
Tiba-tiba dari arah depan, mobil datang dengan kencang dan menabrak mobil Roy yang masih baru. Sehingga mobil Roy bonyok kap depan.
"Hei..!" pegangan tangan tangannya terlepas, saat melihat mobilnya sudah dalam keadaan rusak.
Pintu mobil yang menghantam mobil Roy terbuka, dan keluar Dama dengan membawa pukulan bisbol.
Melihat Dama, Vely langsung berlari dan memeluknya.
Dama membawa Vely masuk kedalam mobilnya.
"Tunggu disini ." titah Dama, kemudian menutup mobilnya.
Dama mendekati Roy yang sedang memandang mobilnya.
Dengan sekali pukul dengan tongkat bisbol, kaca mobil Roy hancur berantakan.
"Kau...!"
*
*
Bersambung 😘
__ADS_1