
Selamat membaca, cerita hanyalah untuk hiburan semata. Dan ide cerita berasal dari halu tingkat tinggi author yang terlalu lebih.
Maaf jika ceritanya cerita lucu, rencana mau buat cerita menangis. Tapi karena author lebih suka buat cerita mengandung tawa, ayo nikmatin saja ya kakak reader.
Dunia kocar-kacir dibuat oleh virus, kita tertawa saja dirumah. Menunggu Paksu pulang. Sambil membaca rumah tangga pasangan muda 🥰❤️✌️.
***
Rapat keluarga kembali diadakan, David santai saja. Karena anaknya satu yang menikah, Richard bertambah pusing. Undangan dari pihaknya makin bertambah, rencana Richard hanya mengundang saudara yang dekat. Kini Richard mengundang saudara dari jauh.
"Mas besan, kenapa kita tidak menikahkan Keane dan Rodrick juga. Biar sekalian letih, setelah mereka menikah. Kita tidak perlu memikirkan keamanan mereka lagi," kata David.
"Kalau mereka menikah, apa kau akan lepas tangan? tidak akan memantau mereka lagi? mereka masih muda semua, Kenway masih mau 22 tahun. Dama baru mau 21 tahun, Vely baru mau 18 tahun dan Vania baru mau 20 tahun ," ucap Dony dengan lengkap menyebutkan usia pasangan yang mau menikah.
David bertepuk tangan, sembari menatap wajah Dony.
"What?! tanya Dony, melihat David bertepuk tangan sambil menatap dirinya.
"Kau ingat semua usia mereka," kata David.
"Aku belum tua, baru memasuki usia matang!" seru Dony.
"Mateng, memang buah," ujar Alana dari arah dalam, dengan membawa cemilan.
Aisha dan Mayang keluar dengan membawa minuman, untuk teman rapat keluarga.
"Assalamualaikum.." suara dari pintu depan membuat mereka melihat keasal suara, mereka sontak meluapkan kegembiraannya. Melihat siapa yang datang.
"Nenek !" Aisha meletakkan nampan yang dibawanya, lalu menghamburkan pelukan ke tubuh ringkih nenek yang sudah termakan usia senja.
"Aduh..! Aisha, jangan kencang-kencang pelukannya. Nanti badan nenek rontok satu demi satu ," ujar Nenek kepada cucunya Aisha.
"Nenek sehat ? kenapa tidak bilang-bilang mau datang Nek?" Richard menggenggam tangan keriput nenek dan membawanya kekeningnya.
"Surplus..," sahut nenek.
"Surplus? apa itu Nek?" tanya Aisha.
"Maksud nenek surprise mbak Aish." Adam yang menjawab sambil membawa koper.
"Nenek hanya berdua saja?" tanya Richard.
"Tidak mas, bunda dan ayah ikut. Tapi mereka langsung lanjut, nanti selesai urusan baru kembali kesini," ucap Adam.
"Adik mbak makin ganteng ini," ujar Aisha kepada Adam.
"Adik siapa dulu ," sahut Adam dan memberikan salim kepada Aisha dan Richard.
"Aku tidak ada anak perempuan lagi, bisa dijodohkan dengan Adam," kata David.
"Kenapa semua family ku ingin kau jadikan menantu ," ujar Richard.
"Baguslah, untuk apa cari yang lain. Kalau disekitar kita ada yang bisa dipinang ," jawab Davin.
__ADS_1
"Nenek, bawa oleh-oleh apa dari kampung?" tanya David.
"Adam, mana kotak isi jengkol?" tanya nenek kepada Adam.
"Ini Nek ." Adam membawa satu kotak besar berisi jengkol, oleh-oleh nenek dari kampung.
"Itu ada jengkol, nanti pesta. Buat menu serba jengkol," kata Nenek.
"Iya Nek, kita buat serba jengkol. Minumannya juga dari jengkol ." timpal Alana sambil tertawa lebar.
"Kau ini !" Aisha mendaratkan pukulan kecil kelengan Alana.
"Jangan semua jengkol, nanti tamunya pulang dari pesta mabuk jengkol," ujar Nenek serius, menanggapi perkataan Alana.
"Jangan dengarkan Alana Nek, mulutnya asal keluar saja ," kata Dony, mengatakan istrinya. Alana.
"Nek, apa nenek sudah sehat?" Aisha memeluk lengan Neneknya.
"Kalau Nenek tidak sehat, nenek tidak bisa sampai disini. Nenek semakin sehat, begitu mendengar cicit nenek akan menikah. Kebahagiaan anak, cucu dan cicit. Membuat nenek semakin sehat ," kata Nenek, dan pandangan matanya berkaca-kaca memandang Aisha dan Richard.
"Aish juga senang, kalau nenek sehat begini. Waktu dengar nenek sakit, Aish sedih !" Aisha terus memeluk lengan Neneknya dengan manja.
"Senangnya Aisha, kau masih bisa bermanja-manja dengan Nenek. Itingku sudah pergi ," ucap Mayang dengan perasaan sedih.
"Jangan sedih, anggap saja nenek ini. Nenek semua," kata Nenek Aisha.
"Terima kasih Nek !" Mayang menghampiri nenek dan duduk disampingnya.
"Mana anak-anak semua ?" tanya Nenek, karena tidak melihat keberadaan cicit-cicit nya. Sejak kedatangannya.
"Kau senang ? tidak bisa menikah dengan Aisha. Tapi putramu menikah dengan putri Aisha," kata Nenek kepada David.
"Bukan jodoh nek, anak-anak kami yang berjodoh," jawab David.
"Benar bukan jodoh, anak-anak yang berjodoh. Rahasia Tuhan sungguh tidak bisa diprediksi," ucap nenek.
"Ini kenapa semua kumpul ? ada acara apa kata ?" tanya Nenek.
"Ini Nek, karena pengantinnya bertambah. Mau dibahas lagi, masalah tempat dan menu makanan yang harus disiapkan," jawab Aisha.
"Aisha, saudara dari pihak kakekmu sudah masuk kedalam daftar undangan?" tanya Nenek.
"Belum Nek, Aisha tidak ingat nama-namanya ."
"Adam, mana daftar nama yang nenek suruh tuliskan?" tanya Nenek kepada Adam.
Adam mengambil selembar kertas dari dalam tasnya, dan memberikan kepada Aisha.
"Ini mbak ." Adam menyerahkan selembar kertas Aisha.
Daftar tamu undangan dari pihak keluarga kakek Aisha, yang tidak terlalu dikenal oleh Aisha. Karena kakek Aisha dulu seorang perantau dari bagian timur, sehingga Aisha sangat jarang untuk bertemu.
🌟 Juli Al fahrizqi, Eka Junastri01, S²h, Paradisi Garden, Kalya Hafza, Maurhaa Oktavia, kamaliah Phone, Incha😎Rh's, Yulia Fadillah, Dian Kusmayani, Harjito's Family, Amilka, Ndah Noermala. Riri Mukhtar, Evi Nurita , Fitri Dewi, Myisha Kirana, Ruli Dwi Utami. Neng-N'a Ferdianz chebungso. Green Mayra, Candra Rahma. Karmi Karmi, Junux Pooh, pelangi, authorChubby 92. Pungnama Changi. G_Mampas. Kyurie. Re. Liban Zayan.Yaris, Emiyana.s, Early Robby. Author Tompealla kriweall TK. Ika Indah lestari.
__ADS_1
"Itu saudara dari kakekmu Aish, biar tidak putus talisiturahmi. Kita undang mereka, walaupun mereka tinggal diseberang pulau. Dan sulit untuk mereka datang, xang penting, undangan sudah sampai dirumah mereka masing-masing. Dan mereka bisa mengirimkan Doa, untuk kelancaran acara. Untuk rumah tangga cicit-cicit nenek," kata Nenek.
"Ini mas David ." Aisha menyerahkan daftar undangan kepada David, karena David yang mengurusnya.
***
Mada keluar dari dalam ruang kuliah, dengan tergesa-gesa. Matanya menatap kesekitar, seperti sedang mencari seseorang.
"Mada cari siapa?" Paula menepuk pundaknya.
"Kau lihat Leo?" tanya Mada.
"Pasti dikantin, dia sekarang punya teman baru," kata Paula.
"Siapa?" tanya Mada.
"Kau ini, terlalu fokus dengan perkuliahan. Lihat kesekitar Nona," kata Paula.
"Sudah cepat katakan, jangan main teka-teki. Aku ada perlu dengan Leo" kata Mada.
"Leo sekarang ini, sering kumpul dengan anak sore yang nakal-nakal. Dia sering bolos sekarang kan " kata Paula.
"Oh ya, ayo kita cari kekantin.Aku ingin mengambil buku catatan yang dipinjam dia " kata Mada.
Mada dan Paula menuju kantin, dan melihat Leo sedang tiduran dikursi kantin.
"itu dia ." keduanya mendekati Leo.
"Leo..Leo..!" panggil Mada.
Leo menggeliat dan membuka sedikit matanya, melihat Mada dan Paula berdiri didepannya. Sontak Leo bangun dari berbaring.
"Hai !" sapa Leo dengan mata yang setengah terbuka.
"Mana buku catatan ku Leo, besok ujian mata kuliah itu ." kata Mada.
"Maaf Mada, aku lupa membawanya. Tadi malam aku belajar sampai larut." beritahu Leo.
"Bagaimana aku belajar untuk ujian besok, jika tidak ada buku Leo!" kesal Mada.
"Bagaimana kalau kita kerumah ku, untuk mengambil bukunya," kata Leo.
"Bolehlah, Paula. Kau ikut ya," kata Mada kepada Paula.
"Oke ." Paula mengiyakan ajakan Mada .
Mada dan Paula ikut Leo untuk mengambil buku, kerumah Leo.
"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung 😘