
Tetap semangat, selalu jaga kesehatan.
Happy reading guys ❤️
***
Hari ini Keane, Kenway dan Rodrick. Mulai memasuki sekolah dasar, usia mereka sudah 6 tahun.
Richard memasukkan ketiganya kesekolah yang berdekatan dengan kantornya, agar dirinya bisa mengantarkan dan menjemput anak-anak kesekolah.
Aisha sibuk mempersiapkan semua kebutuhan ketiganya disekolah, yaitu mempersiapkan botol minum.
"Mommy !" teriak Kenway.
"Ya Kway ," sahut Aisha, yang menyebutkan Kenway dengan Kway atas keinginan Kenway sendiri.
"Adik Vely bau ," kata Kway, saat ingin mencium adiknya yang duduk dikursi khususnya.
"Bau, apa adik pup ?" tanya Aisha yang masih mempersiapkan botol air minum untuk dibawa ketiganya.
"Iya !" jawab Kway, dan menutup hidungnya.
"Kenapa kak ?" Richard turun dari atas dan menghampiri Vely yang memegang roti khusus untuk baby.
"Adik pup ," kata Kway kepada Richard.
"Princess Daddy pup ya ." Richard mengangkatnya.
"Mas sarapan dulu," kata Aisha kepada Richard.
"Nanti saja, bersihkan princess Daddy ini dulu. Lihat wajahnya sudah terlihat tidak nyaman," kata Richard.
"Biar Aish saja Mas," kata Aisha, dan ingin mengambil alih Vely dari gendongan Richard.
"Sudah ! biar Mas saja. Urus anak-anak yang mau sekolah saja, kemana Rodrick dan Keane. Kenapa belum keluar dari dalam kamar?" tanya Richard yang tidak melihat keberadaan Keduanya.
"Rodrick, kebelakang. Lihat hewan peliharaannya ," kata Aisha.
"Keane, ngambil buku Daddy," Kway yang menjawab .
"Ayo princess Daddy, kita bersihkan pup dulu ya. Biar wangi ." Richard membawa Vely naik menuju dalam kamar.
"Mas ! biar Aish saja, Mas sudah rapi begitu," kata Aisha.
"Nggak apa-apa, urus saja tiga jagoan," jawab Richard yang sudah berada di ujung tangga.
"Naik tangga, lift nggak berguna ," ujar Aisha yang melihat Richard naik tangga menuju ke lantai atas, dan lift yang dibuat saat hamil pertama Aisha sangat jarang dipakai. Saat digunakan jika membawa box stroller baby Vely.
Richard membawa Vely kembali kebawah, sudah dalam keadaan bersih. Karena Richard memandikan Vely mandi, dan kelihatan Richard juga sudah berganti baju.
"Sudah mandi ya ." Aisha mengambil Vely dari gendongan Richard, agar Richard bisa sarapan bersama dengan anak-anak.
"Selamat pagi Boys ." Richard menyapa ketiga jagoan yang sedang menikmati sarapan paginya.
"Selamat pagi Daddy," jawab ketiganya.
"Bagaimana, sudah siap untuk sekolah ?" tanya Richard.
"Siap tidak siap harus sekolah ya ," kata Aisha.
__ADS_1
"Drick, lebih suka disekolah lama ," kata Rodrick.
"Itu Sekolah untuk anak kecil ," kata Kway kepada Rodrick.
"Adik Vely, nanti bersekolah disana. Menggantikan kita ," kata Keane.
"Daddy, biar Drick sekolah bersama adik ya," kata Drick.
"Drick sekarang bukan murid taman kanak-kanak lagi, sekarang sudah sekolah dasar. Sudah lebih tinggi tingkatannya," kata Aisha.
"Apa tidak boleh, Drick taman kanak-kanak saja ?"
"Masa Drick mau jadi adik-adik terus" kata Aisha.
Bibir manyun Rodrick terlihat.
"Sudah kita berangkat, jangan hari pertama. Terlambat masuk sekolah ." Richard bangkit, diikuti oleh ketiga jagoannya.
***
Sampai didepan sekolah, Richard turun untuk mengantarkan ketiga untuk masuk kedalam sekolah.
Richard hanya mengantarkan sampai gerbang, dan sampai gerbang wali kelas ketiga putranya yang membawa mereka kedalam kelas. Ketiganya dalam kelas yang sama, karena ketiganya tidak ingin berpisah. Terpaksa Richard memohon agar ketiganya tetap bersama.
Ketiganya masuk kedalam kelas, didalam kelas sudah banyak teman-teman.
Melihat kemunculan ketiga, teman sekelas bingung karena ketiga sama. Tidak ada yang bisa membedakan yang mana Keane, Kenway dan Rodrick. Hanya nametag yang membuat tahu mana Keane, Kenway dan Rodrick.
"Kalian duduk disini ya ." ujar Miss Maia.
Setiap murid disuruh untuk mengenalkan dirinya, begitu giliran Rodrick. Senyum lebar dibibirnya Rodrick, membuat Keane dan Kenway berbisik.
"Periksa tas waktu taman kanak-kanak, apa kita sekolah dasar. Kita juga harus saling periksa," kata Kenway.
Rodrick maju kedepan, dengan membawa tasnya.
"Hai semua, namaku Rodrick putra Hutama. Dan aku suka melihara hewan kecil, apa kalian ingin lihat ?" tanya Rodrick dan memasukkan tangannya kedalam tas, dan mengeluarkan seekor ular kecil yang baru menjadi peliharaan Rodrick.
"Awww...!" Miss Maia sontak kaget dan berteriak, begitu juga murid-murid yang takut dengan hewan peliharaan Rodrick. Dan yang suka dengan peliharaan Rodrick langsung mendekatinya, untuk melihat lebih dekat hewan peliharaan Rodrick.
Hari pertama, Rodrick sudah membuat Aisha datang kesekolah. Karena Richard tidak bisa kesekolah, karena ada meeting dengan klien.
"Rodrick, kenapa dibawa kesekolah ?" tanya Aisha, saat berada didalam ruangan wali kelas Rodrick.
"Hewan Drick mau sekolah mommy ," jawab Rodrick dan senyum dibibirnya tidak pernah hilang, membuat Aisha tidak bisa marah kepadanya.
Pulang dari sekolah, Aisha membawa ketiga mampir kekantor Richard.
"Mommy, kenapa kita kekantor Daddy ?" tanya Keane.
Sebelum Aisha menjawab, Rodrick sudah menjawab pertanyaan Keane.
"Kita mau melihat, apa Daddy bekerja apa tidak ," jawab Rodrick.
"Siapa yang mengajarkan Rodrick bicara begitu ?" tanya Aisha.
"Kak Alana," jawab Rodrick.
"Jangan dengarkan ucapan kak Alana ," kata Aisha.
__ADS_1
Tiba dikantor Richard, banyak pasang mata yang melihat Aisha dan anak-anak. Karena Aisha sangat jarang datang kekantor Richard, waktu datang pertama sekali. Aisha sedikit kaget, karena dulu mengira. Richard hanyalah karyawan biasa, ternyata Richard pemilik perusahaan yang dirintisnya diluar negeri.
"Perlu dibantu Bu ?" tanya satpam, karena melihat Aisha report membawa stroller baby Vely.
"Terima kasih Pak, tidak usah ." Aisha menolak bantuan pak satpam, karena merasa tidak repot. Dan dirinya juga melihat asisten Richard Tony datang menjemput dirinya dan anak-anak.
"Om Tony, mana Daddy ?" tanya Kenway.
"Daddy di atas ," jawab Tony.
"Sini Bu saya bawakan." Tony meminta tas yang dipegang Aisha.
"Terima kasih pak Tony." Aisha menyerahkan tas yang berisi peralatan untuk Vely.
Sampai dilantai atas, ketiga putranya. Langsung lari menuju ruang kerja Richard.
"Daddy !" seru ketiganya, begitu pintu terbuka.
Ketiganya langsung menyerbu Richard, seperti lama tidak berjumpa. Padahal baru tidak berjumpa selama empat jam.
"Ayo " Richard membawa ketiganya duduk di sofa.
"Tidur ?" Richard melihat kearah stroller baby Vely, dan melihat princess kecilnya tidur.
"Baringkan dalam saja ," kata Richard.
"Iya Mas ." Aisha masuk kedalam kamar yang ada didalam ruang kerja Richard dan membaringkan Vely, kemudian baru keluar.
"Mas sudah makan ?" tanya Aisha.
"Belum, kalian ?" tanya Richard.
"Belum Daddy, perut kami lapar," jawab Kenway.
Richard menyuruh Tony untuk memesan makanan untuk anak-anak.
Selagi menunggu makanan datang, Richard bertanya kepada Rodrick. Apa yang dilakukannya, sehingga membuat orang tua dipanggil ke sekolah.
Rodrick menjawab, seperti yang dikatakannya kepada mommynya tadi. Hewan peliharaannya ingin sekolah.
Tindakan tegas dilakukan Richard kepada ketiga putranya, tidak ada pengecualian.
Richard memberikan peringatan kepada Rodrick, jika membawa hewan peliharaannya kesekolah lagi. Maka Richard akan memberikan hewan peliharaannya kepada orang lain.
"Ingat ! Daddy tidak main-main," kata Richard.
Karena ketiga jagoan sudah beranjak besar, Richard mulai melakukan tindakan yang tegas.
*
*
*
Bersambung 😘..
Ini benar-benar sudah mau ending **guys..
🌟 Terima kasih 🌟**
__ADS_1