Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 105 Surprise 2


__ADS_3

**Happy reading guys ❤️❤️


****


Kapal yang membawa Dony dan Alana sampai ketengah lautan, dan berhenti.


" Alana ragu !" begitu melihat kapal ditengah lautan yang luas, ada perasaan takut menghampiri perasaan Alana.


"Nggak usah takut, disini nggak ada hiu. Pemandangannya sangat indah dibawah sana ," kata Dony, untuk menenangkan Alana yang takut.


"Betul ?"


"Iya betul, tempat ini salah satu tempat yang ingin dikunjungi wisatawan lokal dan luar untuk menikmati wisata bawah laut.


Alana memakai perlengkapan menyelam, setelah alat-alat dipakai Alana dan Dony diperiksa. Apakah sudah dipakai dengan benar.


"Siap ?" tanya Dony.


"Bismillah...oke !" sahut Alana.


Dony turun kelaut dan diikuti oleh Alana.


Tangan Dony memegang tangan Alana, Dony merasakan pegangan tangan Alana mengetat memegang tangannya.


Dony menepuk lengan Alana, agar Alana rileks.


Setelah pegangan tangan Alana mulai rileks, Dony membawa Alana kesatu titik penyelaman. Yaitu terdapat terumbu karang yang sangat indah yang di huni oleh ikan-ikan kecil yang sangat indah dan berbagai macam warna.


Alana sangat takjub melihat keindahan alam didasar laut, Alana memberikan tanda ke Dony dengan memberikan jari jempolnya.👍


Dony membalasnya dengan jempol juga👍.


Tiba-tiba muncul penyelam dari balik karang didepan mereka dengan membawa spanduk yang bertuliskan kalimat.


💏 Will you marry me💏


Karena kaget membaca kalimat yang tertulis di spanduk, pegangan tangan Alana terlepas. Dony meraihnya dan menarik Alana agar dikit mendekat kearahnya.


Dony memberikan tanda dengan menunjukkan dirinya dan Alana.


Alana tanpa ragu menganggukkan kepalanya, ini yang sudah lama ditunggu-tunggunya. Lamaran dari Dony, ternyata Dony melamarnya didasar laut.


Begitu kembali keatas, Alana langsung menubruk Dony dan memeluknya.


"Terimakasih Mas Dony !" seru Alana sembari memeluk Dony.


"Mas Dony ?" Dony senang, Alana memanggil dirinya dengan mas. Sudah sejak lama Dony mendengar panggilan mas tersebut.


"Iya mas Dony, nggak suka? kalau nggak suka biar Al panggil Dony lagi ," ujar Alana.


"Suka..suka !" sahut Dony.


Dony mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dan meraih jemari Alana.


"Sebenarnya, ingin memasangkan cincin ini dibawah tadi. Tapi takut jatuh, terimalah cincin ini ." Dony memasukkan cincin ke jari manis kiri Alana.


"Terimakasih mas Dony !" Alana melihat cincin dijari manisnya.


"Mas ini asli kan !" gurau Alana memandangi cincinnya.


"Nggak, dibeli pasar malam." balas Dony.


"Baguslah, kalau hilang nggak rugi ." balas Alana lagi.


"Sayang, ini asli ya. tabungan sudah menipis untuk beli ini, jangan hilangkan !" ujar Dony .


"Hehehe...!" tawa Alana.

__ADS_1


***


Richard dan Aisha tiba dikampung, setelah berhenti dibeberapa tempat untuk menikmati pemandangan.


"ibu !" Aisha langsung turun, begitu mobil mobil berhenti didepan rumah neneknya. Dan terlihat ibunya baru pulang.


"Kenapa pulang nggak bilang-bilang, bisa di masak kan makanan favorit Aish tadi ," kata ibunya.


"Namanya kejutan Bu, masa bilang-bilang ," jawab Aisha.


"Bawa apa itu, banyak sekali. Apa nginap disini ?" tanya ibunya, karena Richard turun dengan membawa tentengan paper bag.


"Oleh-oleh Bu ," kata Richard.


"Oleh-oleh, kalian baru pulang dari mana ?" tanya ibu Aisha.


"Aisha baru pulang honeymoon Bu ." bisik Aisha ketelinga ibunya.


"Kalian pergi honeymoon, kemana ?" tanya ibu Aisha.


"Ke Inggris Bu, hanya empat hari ," jawab Richard.


"Pulang honeymoon, ibu sebenarnya ingin oleh-oleh yang lain tadi. Jangan dibawa pakai paper bag ," kata ibu Aisha.


"Ibu mau oleh-oleh apa ?" tanya Aisha.


"Tuh...sudah ada isi ." tunjuk ibunya keperut Aisha.


"Hih..ibu..!" Aisha malu dan bergelayut manja dilengan ibunya.


"Belum ada kabar gembira !"


"Doa kan Bu, biar cepat ," kata Richard.


"Tiap hari di Doa kan, kalian juga harus kerja keras !" suara dari dalam, dan muncul nenek Aisha.


"Nenek !" Aisha memeluk nenek dan mengecup kedua pipi neneknya.


"Iya ." jawab Richard.


"Iya nek, nanti malam Rich akan kerja keras ." batin Richard.


"Nenek, Aisha belum tamat ," ujar Aisha.


"Kenapa kalau belum tamat, jangan jadikan alasan belum tamat untuk menunda kehamilan. Ibu mu juga dulu lagi hamil saat kuliah, sendiri lagi ," ujar nenek.


"Iya nek, Aisha dan mas Rich akan kerja terus sampai.. !" ucapan terhenti, Aisha menutup mulutnya.


UPS..


"Kenapa mulutku sudah seperti mulut Alana, nggak bisa direm ." dalam benaknya Aisha.


"Kerja terus apa ?" tanya nenek.


"Bukan kerja terus nek, maksud Aisha nggak akan capek. Biar cepat hamil," ujar Aisha.


Sedangkan Richard sedikit tertawa, ia tahu apa yang ingin dikatakan Aisha tadi.


"Mas Wisnu mana Bu ?" tanya Aisha.


"Mas mu itu, sibuk terus. Nenek akan mencarikan calon istri untuknya ," kata nenek.


"Nenek, biarkan mas Wisnu mencari sendiri ," kata Aisha.


"Temanmu si Mayang itu, sudah punya pacar ?" tanya nenek.


"Bukan punya lagi nek, sudah punya suami ," kata Richard.

__ADS_1


"Sudah menikah, terlambat nenek. Ada temanmu yang lain Aish, yang baik ya ?" tanya nenek .


"Nggak ada nek ," sahut Aisha.


"Kau Rich ?"


"Teman-teman Rich sudah menikah semua ," jawab Richard.


"Sudahlah Bu, nanti juga akan tiba saatnya ," kata Larasati.


"Kalian akan pulang hari ini? besok tidak kerjakan ?" tanya nenek.


"Tidak nek, kami nginap di sini ," jawab Aisha.


"Baguslah, ada yang nenek ingin bicarakan dengan mu Aisha ," kata nenek.


"Apa nek ?" tanya Aisha penasaran.


"Nanti saja, nenek sekarang mau pergi. Ada tetangga yang mengadakan ajaran ," kata nenek.


"Biar Richard antar nek ."


"Nggak usah, nenek jalan kaki saja. Sekalian olah raga ," ucap nenek.


"Olahraga siang begini nek ," kata Aisha.


"Orang desa itu, berolahraga tidak Mandang waktu. Panas-panas juga bisa berolahraga, tuh nanam padi juga berolahraga. Sudah nenek pergi dulu "


"Ibu mau ke Yayasan, kalian mau ikut ?" tanya Laras kepada Aisha dan Richard.


"Ikut Bu, mas say. Ikut ?"


"Ikut, mas mau ketemu dengan Om Sony. Om Sony, ada di Yayasan kan Bu ?"


"Ada ," jawab Larasati.


****


Begitu kapal kembali ke daratan, Alana sudah melihat keberadaan mamanya dan papanya. Bukan kedua orangtuanya saja, orang tua Dony juga berada disana menunggu kedatangan mereka.


"Mas, apa mama dan papa tahu mengenai lamaran ini ?" tanya Alana.


"Tahu, mereka juga ikut membantu ," kata Dony.


Begitu kapal tiba didermaga, Alana langsung bergegas mendekati mamanya. Dia tidak menghiraukan ucapan Dony agar hati-hati.


"Al, jangan lari-lari. Banyak tali !" teriak Dony.


"Semoga, jika kami punya anak tidak seperti mamanya !" guman Dony.


"Mama, papa ! Al akhirnya akan kawin !" seru Alana.


"Aduh..pa, putri kita. Buat malu saja ," ujar mama dan melirik calon besannya, kedua orangtua Dony.


"Maksud Al, nikah !" Alana meralat ucapannya.


Alana memeluk mamanya dan kemudian mama Dony.Kemudian papa dan papa Dony.


"Maaf Jeng Nira, Alana anaknya seperti itu. Ceplas-ceplos," ucap mama Alana.


"Nggak apa-apa jeng Chintya, itu yang saya suka dengan Alana. Orangnya rame, jeng. Dirumah itu semua orangnya pendiam, masuk Alana nanti rumah kami jadi rame ," kata mama Dony.


"Kami jadi sepi jeng ." lirih suara mama Alana.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung..


__ADS_2