
Jumpa lagi dengan author receh, happy reading guys ❤️❤️
****
Beda dengan Alana yang sibuk memikirkan, kemana Om Richard membawa Aisha. Teman mereka yang satu lagi sibuk bersembunyi menghindari David, yang mengalami sindrom bucin tingkat tinggi.
Pagi ini, Mayang ingin menemui pasiennya yang sudah pulang dari rumah sakit. Mayang akan kerumah pasien tersebut untuk melakukan terapi.
"Terus, saya harus keluar kota untuk melakukan terapi Pak ?" tanya Mayang kepada keluarga pasiennya.
"Bukan masalah biaya pak, saya tidak tahu daerah yang bapak sebutkan tersebut ," ucap Mayang kepada orang yang menghubunginya.
"Terus, saya naik sepeda motor. Ok pak, berikan alamatnya ." Mayang memutuskan sambungan teleponnya, dan melihat alamat yang diberikan oleh keluarga pasiennya.
"Aw..pencu...!" teriakkan Mayang terhenti, saat melihat raut wajah yang sudah merampas ponselnya.
"Kau ! kembalikan !" Mayang ingin merampas ponselnya, tetapi David memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
"Ambil..ambil !" David menyodorkan saku celananya kepada Mayang, agar Mayang mengambil ponselnya sendiri kedalam saku celananya.
"Kau !" dasar budak bocah tua nakal !" seru Mayang dan jari telunjuknya menunjuk kearah David dengan penuh perasaan yang geram.
"Bocah tua nakal ? seperti julukan tokoh di film kungfu !"
"Tapi aku belum tua baby !"
"Berikan ponselku, aku mau pergi keluar kota. Cepatlah Dav !" Mayang sedikit melunak terhadap David, agar David memberikan ponselnya.
"Mau kemana? ayo ku antar ." David menawarkan dirinya, untuk mengantarkan Mayang menemui pasiennya.
"Nggak usah, aku bisa sendiri. Aku butuh ponselku, ada alamatnya disitu ."
"Mana ini ?" David mengeluarkan ponsel Mayang, dan melihat pesan yang dibaca Mayang tadi.
"Baby, ini tempatnya sangat jauh. Dua jam dari kota, apa kau ingin badanmu rontok. Jika kesana naik sepeda motor ," ujar David, setelah melihat alamat rumah yang akan dikunjungi Mayang.
"Kau tahu alamat ini ?" Mayang menerima ponselnya.
"Iya, jalannya juga tidak begitu bagus," kata David.
"Bagaimana pun juga aku harus kesana ," kata Mayang.
"Ayo aku antar ," tanpa menunggu persetujuan Mayang, David langsung menarik tangan Mayang untuk masuk kedalam mobilnya.
"Hei, aku belum setuju ." Mayang menolak untuk masuk kedalam mobil David.
"Kau harus setuju, tempat itu sangat jauh. Dan sangat berbahaya untuk seorang gadis berpergian kesana sendirian ." David mendorong Mayang masuk kedalam mobilnya, dengan setengah berlari David masuk kebagian pengemudi.
"Pakai seatbelt !" titah David sebelum mobil bergerak.
"Kenapa kau suka sekali memaksakan kehendakmu !" sungut Mayang.
"Karena aku tidak ingin kecolongan lagi kali ini, kalau dulu aku memaksa Aisha. Mungkin Aisha tidak akan menikah dengan orang tua itu !"
"Kau sungguh-sungguh suka dengan Aisha ?" tanya Mayang dan mengamati wajah David dari samping.
"Aku juga tidak tahu, apa aku hanya suka sebagai kawan. Atau mencintai dirinya ," ujar David.
"Kau pria labil !"
"Tapi sekarang ini, aku suka berada disisimu. Kau itu orang yang cuek dan cerewet, membuat aku suka."
"Dasar Playboy, cepat sekali pindah hati ."
"Aku bukan playboy, kalau belum menikah. Kita masih bisa lirik sana lirik sini, tetapi jika sudah menikah. Mata dan hati ini harus untuk satu nama yaitu istri yang sudah ditakdirkan untuk menjadi pasangan kita seumur hidup," kata David.
"Ternyata, otakmu lancar juga ." Mayang menertawakan David.
"Hei..kau kira aku ini tidak bisa serius, tunggu. Jika kita sudah menikah, kau pasti akan tergila-gila kepadaku !"
__ADS_1
"Hih..narsis !" ledek Mayang.
****
Kita kembali melihat pasangan yang lagi honeymoon.
Aisha mencari ponselnya, yang dilupakan selama Aisha tiba di London.
"Kemana ponselku ." Aisha mengeluarkan isi tasnya, dan benda yang dicarinya tidak ada dalam tasnya.
"Apa dipegang mas say ."
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka, dan Richard keluar .
"Mas say, lihat ponsel Aish. Kenapa tidak ada didalam tas ya ?" tanya Aisha.
"Ada pada mas ," jawab Richard.
"Mana mas, Aisha mau lihat. Apa ada pesan dari Alana dan Mayang," kata Aisha.
"Tidak boleh, nanti Alana tahu kita berada dimana ," kata Richard.
"Mas, kalau Alana tahu juga. Tidak mungkin dia menyusul kita kesini, lusa juga kita sudah balik ."
"Mas..!" rengek Aisha.
"Untuk apa ponsel ?" tanya Richard.
"Aish mau ambil gambar mas, minta !" Aisha mengadahkan tangannya.
Richard mengambil ponsel Aisha dari dalam tasnya, dan memberikannya kepada Aisha.
"Ini, tapi cium dulu," ujar Richard.
"Dari semalam sudah banyak kecupan, apa mas tidak bosan ?"
Cup
Cup
Aisha melabuhkan dua kecupan kebibir Richard.
"Muaaahh..!" Richard mendaratkan kecupan kekening Aisha.
"Ini ." Richard menyerahkan ponsel Aisha.
"Terimakasih mas !"
"Ayo kita jalan-jalan, sebelum mas say berubah pikiran "
Richard dan Aisha berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di London, seperti turis lainnya Aisha banyak mengambil gambar ditempat-tempat yang populer di London.
"Ayo kita duduk disana ." Richard membawa Aisha duduk ditaman.
Saat duduk Aisha melihat-lihat gambar yang diambilnya tadi melalui ponselnya.
"Mas.. lihat !" Aisha melihat panggilan masuk dari nomor Alana .
Richard melirik keponsel Aisha, kemudian tertawa .
"Hahaha lima puluh panggilan?"
"Alana pasti heran, karena Aisha tidak masuk kuliah!"
"Pasti anak nakal itu sudah ngamuk." ngekeh Richard membayangkan wajah keponakannya tersebut merajuk.
"Hemhh..! sini ponselnya." Richard mengambil ponsel Aisha, dan mengutak-atik sebentar sembari tersenyum.
__ADS_1
Tik
Tik
Ponsel Aisha masuk pesan.
"Alana ! mas, Alana ngirim pesan ," ucap Aisha.
"Apa katanya ?" tertawa Richard.
Aisha membaca pesan dari Alana.
**Alana : Aishaaaa!!!!
"Kau jahat, tidak setia kawan. kita sudah janji akan pergi ke Inggris bersama-sama !!" bunyi pesan Alana.
"Mas, Alana tahu kita pergi ke Inggris ?"
"Iya ."
"Tahu dari mana ?" tanya Aisha.
"Mas mengirimkan gambar Aisha ," ucap Richard.
"Mas say ! Alana marah kan ."
Aisha melihat dua gambar yang dikirimkan Richard kepada Alana, membuat Alana mengirim pesan marah-marah.
Gambar koleksi pribadi, anggap saja gambar Aisha guys.
**Alana :
"Awas ya Om, Al marah ini ya. Om telah menculik teman Alana, Alana sudah memecat Om jadi Om Alana !"
Aisha :
"Maaf Al, ponsel Aisha disita mas say. Baru hari ini diserahkan kembali kepada Aish, nanti kita pergi bersama lagi ya. Jangan marah ya Al ?"
Alana:
"Aku marah kepada mantan Om ku itu Aisha, oh ya Aish. Bawakan aku oleh-oleh boneka hidup ya !"
Aisha :
"Boneka hidup, apa itu ?"
Alana:
" Benih yang disemai mantan om ku ."
Aisha :
"kau ini ada-ada saja."
Alana :
"Sudah ya Aish, jangan lupa pesanku ya. Bilang kepada mantan Om ku, keponakannya sudah mengundurkan diri menjadi keponakannya. Harap mencari keponakan yang lain "
"Tuh kan mas say, Alana ngambek. Baca nih..!" Aisha memberikan ponselnya Kepada Richard.
"Palingan ngambeknya seminggu paling lama, bawakan saja merchandise klub sepakbola kesayangannya MU. Pasti luluh ," kata Richard.
"Ayo kita jalan lagi ."
Richard membawa Aisha melihat-lihat istana Westminster.
__ADS_1
Bersambung guys....