Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Kiss & Boneka


__ADS_3

Happy reading


Setelah menjadikan anak mereka sasaran agar suaminya tak marah. Mereka berempat mencari bersama pasangan masing masing. Tapi nanti mereka akan bertemu lagi saat makan malam.


"Sayang mau naik itu ya," rengek Viola menujuk bianglala yang tak jauh dari tempat mereka.


"Boleh, selagi kamu senang," jawabnya dengan senyum manisnya.


"Makasih Mas."


Viola berlari menuju tempat bianglala dan diikuti oleh Galaksi yang hanya menggeleng melihat tingkah sang istri.


Tak menunggu lama, Galaksi dan Biola dapat naik bianglala itu. Yang sangat antusias disini adalah Biola karena sedari tadi ia bersikap seolah remaja alay yang memoto fenomena dari atas sana.


"Mas foto yuk buat kenang kenangan," ajaknya dengan senyum manisnya.


"Apa imbalannya kalau aku mau foto sama kamu?" tanya Galaksi pada Viola.


Tangan pria itu mengelus perut perut Viola dengan lembut, seolah ingin anak anaknya juga ikut merasakan sensasi dari atas bianglala itu.


"Satu ciuman dihadapan banyak orang," jawabnya dengan berani.


Galaksi yang mendengar itu hanya bisa mengiyakan, tak salah kan mendapat ciuman dari istrinya walau banyak yang lihat.


"Oke, satu... Dua.... Tiga..."


Cups


Tepat sekali, Galaksi mencium bibir Viola hingga membuat wanita hamil itu tersenyum tipis melihat tingkah suaminya yang suka mencuri ciuman disela foto mereka.


"Hasilnya bagus, apalagi saat bibir ini," ujarnya dengan senyum malu.


Ini kali pertama Viola sadar berfoto dengan ciuman. Biasanya Galaksi selalu mencuri foto mereka sedang ehem.


"Jangan malu malu gini, jadi gemas," ujarnya mencubit pipi sang istri.


Mereka menikmati suasana malam dari atas bianglala itu. Viola menaikkan kakinya ke paha Galaksi dengan manja.


"Suatu saat kita ke pasar malam sudah berempat ya Mas. Sama anak anak kita," ucapnya dengan senyum.


Ia tak sabar untuk menunggu kandungannya 9 bulan dan melahirkan bayi bayi mereka.


"Iya sayang aku juga gak sabar untuk menunggu kehadiran mereka. Pasti lucu deh perpaduan kita berdua," ujarnya dengan tangan yang mengelus perut buncit itu.


"Kalau cowok mirip kamu, kalau cewek mirip aku."


"Pasti cantik kayak istriku ini," godanya dengan senyum manis.

__ADS_1


"Aku harap mereka semua laki-laki," batin Viola dengan berharap. Bukan ia tak mau anak perempuan tapi ia belum siap jika nanti anaknya nanti menjadi sedih.


"Iya."


Hingga akhirnya mereka diam, dengan pikirannya masing masing.


Tangan Galaksi masih mengelus perut Viola. Sedangkan Viola menyadarkan kepalanya di saat bidan Galaksi dengan lembut.


Tak terasa mereka sudah sampai bawah, Viola dan Galaksi keluar dari bianglala itu. Hingga langkah Viola berhenti saat Galaksi menarik tangannya.


"Kenapa?" tanya Viola menatap Galaksi.


"Ciuman di tempat umum," jawabnya. Hingga membuat Viola langsing ingat akan ucapannya tadi.


"Oke, sini."


Saat Viola ingin mencium bibir Galaksi, laki laki itu malah mundur hingga membuat Viola heran.


"Kenapa?"


"Hal ini harus kita abadikan," ucapnya mengambil ponsel pintarnya dan meminta seseorang untuk mengambil potret mereka.


"1... 2... 3," aba aba dari seorang pengunjung pasar malam itu.


Galaksi dengan senyum menatap Viola yang hanya menggeleng. Rasa galau yang tadi sempat menghampiri kini sudah pergi karena sikap Galaksi yang sulit untuk di tebak.


Cups


Mereka tak tahu jika pria yang disuruh Galaksi untuk mengambil potret mereka saat ini sedang memvideo kan apa yang mereka lakukan.


"Mereka sweet banget deh," batinnya.


Plup


Akhirnya ciuman itu selesai mereka lakukan, Galaksi meminta ponselnya dan mengucapkan terima kasih.


"Buat apa Mas?"


"Post, jarang jarang kan kita pergi ke pasar malam," ujarnya dengan senyumnya.


"Ih jangan dong Mas, malu."


"Gak apa-apa, selama ini Mas jarang kan post foto kita. Biar orang orang juga tahu kalau kamu udah ada yang punya," ujarnya dengan senyum manisnya.


Viola yang mendengar itu hanya bisa mengiyakan. Akun media sosial suaminya hanya penuh dengan sketsa wajahnya tanpa gambar yang memiliki warna selain waktu nikah dulu. Itupun yang ia ambil hanya mereka berdua.


***

__ADS_1


Sedangkan disisi lain, Beby dan Bian sedang berada di sebuah tempat mesin capit. Tadi saat berjalan mengelilingi pasar malam tiba tiba Beby menginginkan boneka yang di bawa seorang anak kecil.


"Ayo Mas, itu hampir dapat loh," rengek Beby menujuk capitan suaminya sudah mengenai boneka kecil itu.


Dengan sekuat tenaga, Bian melakukan hal itu. Ia tak mau istrinya sedisedingin karena ia gagal mendapatkan boneka ini.


Ini sudah yang ke 9 kali, Bian mencoba tapi selalu gagal. Ia takut kali ini akan gagal lagi dan membuat Beby sedih.


"Yah jatuh lagi."


"Sayang sekali lagi ya," bujuk Bian menatap istrinya yang terlihat sedih.


"Gak usah Mas, bonekanya juga gak akan dapat," jawabnya lemas.


"Kamu mau boneka yang mana biar aku belikan," ujarnya yang membuat Beby menatap suaminya dengan senyum.


"Mau yang besar biar bisa peluk kalau Mas gak ada di rumah," jawabnya dengan senyum manisnya. Senyum yang menguat Bian merasa bersalah dengan sang istri.


"Maaf ya sayan. Yuk kita beli boneka yang paling besar buat kamu," ajaknya langsung mendapat pelukan hangat dari Beby.


"Yuk."


"Melihatmu bahagia saja sudah membuat aku senang sayang, maaf belum bisa menjadi suaminya baik buat kamu," batinnya menatap wajah cantik Beby yang sepertinya tampak senang.


Bian membelikan boneka beruang berwarna merah jambu itu, entah kebetulan atau apa tapi dalam boneka itu ada tulisan B&B. Yang tak lain adalah inisial nama mereka.


"Makasih Mas, aku akan sayangi boneka ini."


Boneka itu ia peluk dengan erat bahkan jika orang orang melihat mungkin dikiranya boneka itu jalan sendiri.


"Sama sama sayang, yuk ketempat tadi. Galaksi sama istrinya sudah nunggu disana," ajaknya seraya mengecup kening sang istri.


Mereka berjalan menuju tempat pertama mereka bertemu dengan Galaksi dan Viola tadi. Ini sudah menunjukkan pukul 9 malam. Walau cuma 2 jam mereka disini tapi hal itu sudah membuat mereka bahagia.


Beby dan Bian melihat Viola dan Galaksi sedang memakan makanan yang entah mereka tak tahu apa.


Setelah bertemu, mereka membatalkan rencana double date mereka. Karena ini sudah malam, dan Bumil ingin segera di elus elus manja saat tidur.


Dua sahabat itu berpisah di sana, dengan Viola yang sudah sangat ngantuk karena berjalan jalan dengan perut besar.


Bersambung


Note: Ini bukan Bian yang ada di novel aku *Stuck Marriage* Ya. Ini sudah beda orang ceritanya.


Foto mereka(Galaksi dan Viola) ada di Bianglala aku post di Instagram aku ya.


@tyatul.nt

__ADS_1


Itu nama akunku, jangan lupa, follow, and like ya


__ADS_2