
Happy reading
"Daddy keluar sebentar ya sayang, nanti kita main lagi," ucap Galaksi pada kedua putranya.
Pria itu sudah cukup bermain bersama kedua putranya di kamar VIP itu. Tampak juga kedua bayi yang belum Galaksi beri nama itu tampak tenang dan terlelap.
"Jaga kedua putraku dengan baik, aku tak mau terjadi apapun pada mereka," ujar Galaksi dengan tegas.
Satu suster dan beberapa bodyguard itu menjaga dua bayi yang sudah dipindahkan ke kamar VIP bersebelahan dengan kamar sang istri. Galaksi tak mau terjadi apapun pada anak anaknya jika mereka berada di kamar bayi biasa.
Galaksi kembali ke ruangan sang istri yang masih memejamkan matanya.
"Kemana aja sih kamu?" tanya Mama Audi pada putranya.
"Kamar sebelah Mah, kamar anak anak," jawabnya seraya menatap ibunya.
"Dia belum bangun Mah?" tanya Galaksi menatap wajah ayu sang istri yang tadi berjuang dengan sekuat tenaga untuk kedua putranya.
"Belum, lagipula kantong darah itu saja belum sepenuhnya habis. Dan juga infusnya yang masih terpasang," jawabnya.
Ini belum ada 2 jam Viola tak sadarkan diri tapi Galaksi seakan sudah kehilangan dua harinya bersama sang istri.
"Kamu makan dulu biar keisi tenaganya, kalau kamu ikut sakit siapa yang akan menjaga istri dan anak-anak kamu?" tanya Mama Audi pada Galaksi.
"Makasih Mah, maaf jika Galaksi banyak memiliki salah sama Mama dan Papa," ujar Galaksi menatap Mamanya dengan senyum.
Galaksi bisa melihat perjuangan istrinya tadi melahirkan, ia juga membayangkan dulu saat ia dilahirkan pasti Mamanya juga merasakan hal yang sama dengan Viola.
"Kamu, Clara, dan Viola pun gak ada salah sayang. Mama yang banyak salah sama kalian terutama Viola. Tapi lihat istri kamu yang dengan mudah memaafkan kesalahan Mama. Mama bangga sama kamu karena sudah memberi Mama, menantu yang terbaik," jawab Mama Audi dengan tulus.
"Hmm aku memang tak salah pilih wanita Mah, walaupun Viola sedikit cerewet tapi dia wanita terbaik yang pernah aku kenal. Dia juga berbeda tak seperti wanita di luar sana," jawabnya menatap sang istri.
Mama Audi juga menatap Viola yang masih memejamkan matanya. Tapi tak lama ponselnya berbunyi.
"Sepertinya Oma kamu telepon. Maaf kalau Mama tinggal sayang, obat Oma dan Opa habis dan tadi mereka lupa."
"Tak apa Mah, Mama pulang saja biar aku yang jaga Viola. Lagipula Mama sudah tua tak bagus terlalu lama tinggal di rumah sakit," ujarnya. Bukan bermaksud mengusir tapi bagaimana ya.
__ADS_1
"Iya Mama tahu, tapi Mama mau ke ruangan Baby dulu habis itu baru Mama ke apotik dan langsung pulang ya. Mungkin Mama nanti sore atau besok pagi ya gak kesini."
Galaksi mengiyakan, setelah itu Mama Audi keluar dari ruangan itu hingga hanya menyisakan Galaksi dan Viola saja disana.
Galaksi menatap makanan yang ada di meja itu, dan mengambilnya.
"Aku harus makan sendiri hmmm? Kamu gak mau nyuapin aku yank?" tanya Galaksi pada istrinya yang pasti tak bisa mendengar apa yang diucapkan Galaksi.
"Sayang, kamu marah atau enggak kalau aku sakit? Aku gak mau makan kalau bukan kamu yang nyuapin," ujarnya meletakkan makanan itu di nakas.
"Kamu tahu gak yank, anak anak kita lucu lucu banget. Mereka laki laki dan sangat tampan, harapan kamu untuk memiliki anak laki-laki sudah terwujud. Dengan hadirnya twins, aku mohon kamu cepat bangun."
"Satu lagi, wajar mereka hampir sama dengan kita. Si Abang dominan ke wajah aku, sedangkan Adik dominannya ke wajah kamu. Jadi kita gak perlu bertengkar kayak dulu lagi ya yank, hanya gara gara wajah," lanjutnya mengecup punggung tangan Viola.
Cukup lama Galaksi berbicara dengan Viola yang masih saja diam menutup matanya. Hingga tak terasa hari sudah siang, perut Galaksi pun mulai terasa lapar hingga ia mengambil makanan yang ada di nakas tadi.
"Aku makan dulu ya sayang. Tapi kalau kamu sudah sadar aku mau kau yang suapi aku," ujar Galaksi memakan makanannya.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamar itu di buka, menampakkan seorang dengan baju pasien di kursi roda.
"Ibu," ujar Galaksi langsung bangun dan mengambil alih untuk mendorong kursi ronda itu dari Aulia.
"Ibu memaksaku untuk membawanya kesini," ucap Aulia memeriksa keadaan Viola yang masih tetap diam.
"Tak apa."
"Kamu harus bangun, kamu mempunyai dua malaikat yang sangat tampan," bisik Aulia di samping telinga Viola.
Setelah itu Viola kembali bekerja karena jam istirahat juga sudah berakhir tadi.
"Nak Galaksi, selesaikan makannya. Ibu hanya ingin melihat keadaan Tiara," ujar Ibu menatap Galaksi dengan lembut.
"Iya bu."
Galaksi menikmati makanannya dengan hambar, sedangkan Ibu Lana kini duduk di samping Viola yang tengah menutup matanya.
__ADS_1
"Sayangnya Ibu, ayo bangun. Jangan lama-lama tidurnya, kasihan anak-anak kamu kalau lama ditinggal," ucap Ibu Lana mengelus pipi pucat sang putri dengan lembut.
"Lihat juga suamimu yang seperti tak semangat hidup. Tadi juga Ibu sudah melihat anak anak kalian, lucu banget. Kalau boleh Ibu mau bawa satu ya," ucapnya dengan sedikit candaan nya.
Jujur ia sedih melihat anaknya yang terbaring lemas seperti ini. Ia tak mau kehilangan putrinya untuk kedua kalinya.
Setelah beberapa saat Bu Lana mengajak Viola berbicara, Bu Lana pamit kepada Galaksi yang sudah selesai makan.
Galaksi mengucapkan terima kasih pada Bu Lana. Dan mengantarkan Bu Lana menuju kamar rawatnya dengan berbincang hangat selayaknya menantu dan mertua pada umumnya.
Setelah sampai di kamar, Ibu naik ke ranjang dibantu Galaksi.
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih Bu, maaf jika selama ini aku dan Viola ada banyak salah sama Ibu," ucap Galaksi pada ibunya.
"Iya Nak Galaksi, Ibu juga minta maaf jika ada salah. Tolong jaga dan sayangi anak perempuan ibu ya, Ibu tidak mau dia sampai sedih seperti dulu," pinta Ibu Lana dengan senyum lembut.
"Pasti bu."
Setelah itu Galaksi keluar dari kamar itu, menuju kamar rawat istrinya. Tapi saat melewati kamar anak anaknya mereka menangis dengan kerasnya membuat Galaksi membelokkan badannya menuju kamar twins.
"Ada apa ini?" tanya Galaksi pada dua suster yang ada disana.
"Sepertinya Tuan Muda haus, Tuan. Tapi mereka tak mau meminum susu formula yang kami buat," jawab suster itu takut dengan tatapan Galaksi.
Galaksi mengambil alih bayi laki-laki yang tak lain adalah anak keduanya dari suster.
"Apakah ada cara lain agar mereka bisa minum susu?" tanya Galaksi pada mereka.
"Ada Tuan, dengan Nona Muda yang meny*sui langsung Tuan kecil," jawab salah satu suster dan dianggukan oleh suster satunya.
Galaksi yang mendengar itu sedikit terkejut, pasalnya istrinya belum juga bangun tapi bagaimana cara menyu*uinya.
"Tapi istriku belum bangun?"
"Tuan kecil masih bisa meny*usu walau Nona masih di alam bawah sadarnya Tuan. Karena ASI Nona tetap berproduksi."
Bersambung
__ADS_1