Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Nikah Bareng


__ADS_3

Untuk para tamu undangan yang terhormat, sebelum acara di mulai jangan lupa votenya udah hari senin loh ini.


Happy reading


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari ini adalah hari pernikahan dua saudara sekaligus disebuah gedung bertingkat.


Saudara yang menikah diwaktu yang sama tidak dilarang oleh islam ya, Tya udah browsing kemarin.


Galaksi dan Reno juga sudah cuti dari kemarin, hari ini pula semua karyawan kantor di liburkan.


"Kak emang gugupnya sampai over dosis gini ya kalau mau nikah?" tanya Viola memegang tangan Aulia.


"Mungkin iya, kan aku belum pernah menikah sebelumnya," jawabnya bodoh. Benar juga, Aulia belum menikah selain hari ini.


"Kak gimana ya kalau mereka gagal ucapin ijab?" tanya Viola lagi dengan gelisah.


"Optimis aja mereka bisa," jawabnya menenangkan calon adik iparnya itu.


"Lagian mana tahu kan waktu ijab kabul mereka ucapnya 'Baik Pak kerja sama ini saya setujui,' kan bisa berabe, mereka kan tiap hari ada di depan laptop dan berkas."


Sontak saja ucapan Viola membuatnya tertawa, bisa bisanya disaat seperti ini Viola membuat lelucon.


MUA yang masih ada disana itu juga tertawa mendengar ucapan Viola. Tak ada yang menyangka jika seorang Galaksi yang orang tahu orang datar si kembaran triplek itu bisa luluh dengan wanita kocak seperti Viola.


"Eh mbak, kita udah cantik kan ya?" tanya Viola pada keempat orang yang ada di belakangnya itu.


"Sudah Nona, kalian sudah cantik dari lahirnya. Hingga tinggal polos dikit sudah sempurna," jawabnya dengan jujur. Viola dan Aulia memang cantik dan memiliki porsi cantik masing-masing.


"Bagus."


"Kamu ini ada ada saja," ucap Aulia.


Viola berbuat seperti itu karena ia gugup setengah mati, ia belum pernah membayangkan akan menikah di usia ke 21 tahun.


Tak lama Ibu Niken datang bersama Ibu Lana untuk menjemput Aulia dan Viola.


"Bu gugup nih gimana?" tanya Viola menggenggam tangan Ibunya.


"Tenang aja sayang. Dulu Ibu juga gitu saat Ayah dan Ibu mau nikah. Intinya nanti jangan buat calon suami kamu ikut gugup, bisa buyar ijab nya kalau salah 3 kali," jawabannya seraya mengelus punggung sang putri dengan lembut.


"Masa gitu bu?" tanya Viola dan diangguki oleh Bu Lana.


Mereka turun dari kamar menuju tempat untuk ijab kabul. Galaksi dan Reno yang melihat calon istri masing-masing itu.


Aulia dan Viola duduk disamping calon suami masing-masing.


"Yank, kamu gugup?" tanya Galaksi berbisik.

__ADS_1


"Heem," jawabnya menggenggam tangan Galaksi dengan erat.


"Jangan gugup, pernikahan ini akan lancar kok. Aku udah hafal apa yang harus aku ucapin," ujarnya menenangkan calon istrinya. Tinggal satu langkah lagi ia akan memiliki Viola seutuhnya sebagai seorang suami istri.


"Aku udah cantik belum?" tanya Viola pada Galaksi.


"Kapan sih kamu gak cantik hmmm? Kamu cantik banget."


"EHEM, tolong pengantin yang sebelah kanan jangan ribut sendiri," ucap pak penghulu pada dua pasangan itu.


Skak


Kepergok penghulu kan, Clara dan Mama Audi yang melihat wajah keduanya itu hanya mengulum senyum geli.


"Kamu sih," ucap Viola menyalahkan Galaksi. Galaksi yang melihat itu hanya bisa menghela nafas.


Sedangkan Reno yang ada di depan ayahnya Aulia itu dibuat gugup karena tatapan hangat yang bisanya ditunjukkan Ayah Aditya biasanya hangat tapi ini sangat serius.


"Siap?"


"Siap pak!"


"Bismillahirrahmanirrahim. Ananda Reno Alexander, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putriku Aulia Riani binti Aditya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang senilai 580 juta dibayar, tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Aulia Riani binti Aditya dengan mas kawin tersebut, tunai!"


SAH


Meluncur sudah air mata Aulia, ia sudah resmi menjadi seorang istri Reno Alexander. Pria yang sudah satu tahun lebih ia kenal itu. Aulia senang Reno menujukan keseriusannya dengan menikahinya.


Viola yang melihat kakak dan kakak iparnya itu tersenyum haru, tambah lagi anggota keluarganya. Aulia adalah bagian dari keluarganya sekarang.


Setelah beberapa petuah dari orang tua dan penghulu kini giliran Galaksi dan Viola yang dinikahkan.


Ayah sandi menatap calon menantunya itu dengan lembut. Siapa yang tak mau memiliki menantu hebat seperti Galaksi.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Galaksi Aryano bin Bara Aryano dengan putri saya, Viola Angelista binti Sandi dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan uang senilai 136.370.400 US$ dibayar, tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Viola Angelista binti Sandi dengan mas kawin tersebut, tunai!!" jawab Galaksi dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi, sah?"


"Sah," jawab mereka denvan lantang.


"Ternyata begini rasanya di halalkan oleh orang yang kita cintai, rasanya plog gitu," batin Viola menangis haru.


Galaksi menghapus air mata istrinya dan menarik tangan Viola. Lalu memakaikan cincin permata yang ia yakini bukanlah cincin murah.

__ADS_1


Kini giliran Viola yang memakaikan cincin itu untuk suaminya, sangat pas di jari besar itu.


Viola mencium punggung tangan suaminya dan dibalas ciuman di kening oleh Galaksi. Tak sampai saja saja Galaksi juga mengecup bibir sang istri hingga membuat mereka yang ada disana menggeleng.


"Sudah jangan menangis," biseksual tersenyum. Tentu saja senyum itu hanya Viola yang tahu.


"Heem."


"Kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, silahkan tanda tangani berkas ini," ucap penghulu itu dan dianggukan oleh mereka.


Setelah selesai para orang tua memberi selamat untuk anak anak mereka yang sudah lak lagi lajang.


"Selamat ya sayang, maafkan Mama jika pernah menyakitimu. Maaf menyesal maaf ya," ucap Mama Audi memeluk menantunya dengan erat.


"Viola juga maaf jika banyak salah sama Mama," jawab Viola.


"Selamat ya nak Viola, selamat menjadi anggota baru keluarga kami," ucap Papa Bara pada Viola.


"Terima kasih Pah," ucapnya dengan seny manisnya.


Mereka terus memberi selamat hingga tak terasa hari sudah mulai siang. Mereka berempat hari kembali ke kamar masing masing karena masih ada resepsi nanti malam.


Viola dan Galaksi masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang empuk itu.


"By, kita udah sah jadi suami istri kan ya?" tanya Viola menghadap suaminya yang masih sama memakai pakaian pengantin.


"Iya kenapa?" tanya Galaksi mendekap tubuh istrinya dengan erat. Tak bisa digambarkan dengan kata kata bagaimana perasaannya sekarang.


"Jangan kawin sama orang lain ya By, kamu cuma boleh sama aku," ucapnya mengelus dada Galaksi.


"Pikiran kamu itu loh kok sampai ke sana," ujar Galaksi mencubit hidung Viola.


"Siapa tahu kan!!"


Galaksi menggeleng, tak ada niatan untuk menduakan istri cantiknya ini.


Bersambung


Hitung sendiri tuh mas kawin dari Galaksi, Tya juga mau kali.


********


Mampir juga ke Novel senior Tya.


Judulnya: Ranjang Sang Mafia


Karya: Yayuk Triatmaja

__ADS_1



__ADS_2