Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Sasaran


__ADS_3

Happy reading


"Beby," panggil Viola.


Sedangkan Beby yang berada dipelukan sang suami itu mulai melepaskannya dan menoleh ke arah suara.


"Viola," balasnya.


Deg


"Bian."


"Galaksi."


Seketika Beby melepas pelukan itu dengan cepat, lalu memeluk tubuh sang sahabat dengan erat. Entah kenapa ia rindu dengan Viola yang dulu sangat cerewet padanya. Mereka berjalan meninggalkan para suaminya yang masih terdiam di tempat mereka masing masing.


"Gimana kabar lu?" tanya Viola pada sahabatnya.


"Alhamdulilah baik," jawabnya dengan senyum.


Sedangkan Galaksi mendekat ke arah Bian, teman lamanya yang pernah salah paham dengannya dulu.


"Bagaimana kabarmu Bi?" tanya Galaksi basa basi.


"Seperti yang kamu lihat," jawabnya dengan senyum tipis.


Ia masih malu atas apa yang terjadi beberapa tahun silam. Dimana ia yang salah paham dengan Galaksi hanya karena wanita. Wanita yang tak tahu diri itu.


"Kamu sudah tak bersamanya?" tanya Galaksi pada Bian yang masih fokus ke depan.


"Tidak."


"Maafkan aku atas kejadian beberapa tahun, aku bodohnya telah mempercayai siluman ular itu," ujarnya menatap Galaksi.


"Aku tak apa, wajar saat itu kamu marah padaku. Maaf juga tak memberitahu apa yang terjadi saat itu."

__ADS_1


"Aku terlalu bodoh untuk menyadari semuanya. Dia hanya memanfaatkanku saja."


"Yang penting kamu sudah bebas darinya dan memiliki kehidupan baru dengan Beby."


"Kamu kenal Beby?" tanya Bian sedikit tak suka.


"Kenal, dia pernah magang di kantorku."


"Hahahaha ternyata dunia ini sempit ya, aku menikah dengannya karena saat itu aku mabuk dan tak sengaja memeluknya. Pelukan yang sangat hangat, hingga membuat aku jatuh hati untuk pertama kali setelah putus dengan Winda," ujarnya dengan tawa. Galaksi senang Bian sudah bisa ceria seperti dulu.


Mereka adalah sahabat sejak SMA, hanya karena kesalah pahaman saja membuat Biang membenci Galaksi. Semua gara-gara wanita.


Dulu Bian memiliki pacar bernaman Winda, tapi saat Winda bertemu dengan Galaksi saat mereka (Bian dan Winda) berkencan, wanita itu mulai menyukai Galaksi.


Selagi ada kesempatan Winda selalu memepet Galaksi, dimanapun dan kapanpun. Tapi tidak jika bersama Bian. Lama kelamaan Galaksi menjadi ilfil dengan Winda. Galaksi berpikir Winda adalah wanita yang tak tau diri, sudah punya pacar tapi masih menggodanya.


Bahkan pernah suatu saat dimana Bian tak masuk sekolah, disitu Winda menggoda Galaksi habis habisan berharap jika Galaksi mau dengannya dan otomatis dia akan menjadi pacar Galaksi. Winda tahu jika Galaksi orang kaya, oleh sebab itu ia melakukan hal itu.


Winda menjebak Galaksi di sebuah gudang kosong yang biasa dibuat bolos anak anak. Dengan tak tahu malunya Winda melepas pakaiannya dan mulai mendekat kearah Galaksi.


Sejak hari itu Galaksi mulai menjauhi Bian dan Winda, bahkan saat Bian mengajak Galaksi makan bersama.


Hingga di saat kelulusan, Bian mendengar jika Winda pernah dilecehkan oleh Galaksi itu membuatnya sangat marah. Tapi ternyata itu cuma akal akalan Winda agar mereka bertengkar.


Setahun kemudian Bian baru mengetahui jika Winda hanya menginginkan hartanya saja tanpa cinta, bahkan ia pernah mendengar jika Winda terobsesi dengan Galaksi, Winda juga yang menjebak Galaksi, Winda dan seorang pria disebuah hotel, dan lainnya membuat Bian memutuskan hubungan dengan Winda.


***


Sedangkan sekarang para cewek kini sedang menikmati waktu yang mereka punya tanpa suami mereka.


"Sepertinya mereka saling kenal," ucap Beby dengan tangan yang terus menyuapkan arum manis yang tadi ia beli bersama Viola.


Arum manis adalah jajanan yang sangat disukai oleh keduanya. Jadi tak heran kenapa saat ke pasar malam mereka membeli ini.


"Aku pernah mendengar Mas Gala bilang, mereka itu sahabat lama."

__ADS_1


"Tapi Mas Bian gak bilang kalau dia punya sahabat, apalagi namanya Galaksi."


"Entah, aku juga gak mau terlalu terlibat dalam pertemanan Mas Gala. Setahu aku teman Mas Gala cuma Kak Reno sama satu lagi lupa aku."


Viola mengingat siapa teman suaminya satu lagi.


"Entahlah lupa, tapi yang pasti dia cowok."


"Emang kamu mau kalau temannya dia itu cewek?" tanya Beby menggoda sahabatnya ini.


"Gak mau, aku gak mau kasih sayang Mas Gala sama teman ceweknya."


Viola bukan tipe perempuan yang mudah berbagi dengan apa yang sudah ia punya. Jika ia sudah mengklaim itu miliknya ia akan tetap mempertahankan semuanya. Termasuk Galaksi. Baginya Galaksi adalah miliknya, oleh sebab itu saat Galaksi sakit ia sangat mengkhawatirkan suaminya itu.


Ia sudah pernah merasakan bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayangi dan kita cintai. Walau Mama dan Papa bukan orang tua kandungnya tapi ia sangat menyayangi Mama dan papanya.


"Iya deh, aku tahu kamu gak akan melepas. Karena aku juga gitu," ujarnya dengan senyum manisnya. Ia membuang plastik wadah arum manis itu di tempat sampah.


Mereka sama-sama tertawa karena prinsip mereka memang sama, dari dulu. Untungnya suami gak sama.


"Kenapa ninggalin Mas hm?" tanya Galaksi yang sudah berada di samping sang istri.


"Mas masing ngomong tadi," ujarnya mengusap bibir sang istri yang terlihat merah karena arum manis itu.


"Habis makan apa sampai merah gini?" tanya Galaksi menjilat jempolnya yang tadi ia gunakan untuk mengusap bibir sang istri.


"Manis," batinnya.


"Gak apa-apa kan Mas," ujarnya dengan senyum tak lupa ia mengelus perutnya.


"Maafkan Mommy yang menbuat kalian menjadi sasaran," batin Viola menatap perut buncitnya.


Bersambung


Maafkan baru up, tadi gak bisa konsen ngetik karena Tya masih ujian. Doain ya nilai Tya bagus dan kembali mendapat peringkat.

__ADS_1


__ADS_2