Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Gara-gara Dress


__ADS_3

Happy reading


Seperti yang di ucapkan Galaksi kemarin malam, Viola sudah bersiap dari siang hanya untuk bertemu Mama Audi dan Papa Bara.


Ini adalah pengalaman pertamanya bertemu dengan calon mertua dalam keadaan Viola asli alias pacar Galaksi, karena dulu ia berperan sebagai pelayan saat masuk kedalam rumah besar itu.


"Duh udah pas belum ya?"


"Baju gue kok kek sempit banget ya, padahal sizenya udah yang paling gede. Pasti karena gue sering makan mie malam malam nih, " gumamnya menatap pantulan dirinya dari cermin yang ada kamarnya.


"Lihat saja baju ini, sesak banget dah. Ya Tuhan, apa gue mesti diet apa gimana ini?" tanyanya sedih.


Viola yang memiliki tubuh sangat pas akan sangat malu jika tubuhnya ada yang besar, karena dada dan bokong itu sangat di sukai oleh kaum adam tak terkecuali Galaksi.


"Apa aku minta tolong Galaksi buat beliin dress ya? Sumpah gak pede," gumamnya.


Kemudian ia menggeleng dan mengingat kejadian saat ia meminta untuk membelikan hoodie saat mereka berlibur ke pantai saat itu. Bukannya membeli hoodie, Galaksi malah membelikan satu toko baju yang ada disana. Tentu saja Viola marah, Viola tahu yang digunakan Galaksi untuk membeli toko itu adalah uang dia sendiri. Tapi bagi Viola itu adalah pemborosan. Mereka tak selamanya tinggal disana tapi belum genap tiga hari Galaksi sudah membeli toko baju.


"Bisa bisa dia malah beliin gue satu butik kali, dah lah mending gue pakai yang lain aja deh," gumamnya menggeleng.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Viola yang sudah berganti sebanyak 7 kali itu dibuat pusing dengan dress nya yang kekecilan semua.


Hingga akhirnya ia memutuskan untuk memakai dress yang lebih baik dari sebelumnya walau masih juga sesak dibagian dadanya.


Viola keluar dari kamar menuju ruang keluarga, disana ternyata ada Ibu Lana yang mengobrol dengan Bibi.


"Ayah belum pulang Bu?" tanya Viola pada ibunya setelah mendudukkan bokong nya di sifat itu.


"Belum sayang, kamu udah cantik aja. Emang Nak Galaksi sudah berangkat?" tanya Ibu Lana.


"Katanya udah di jalan kok Bu," jawabnya.


"Kalian sudah sampai tahap mana, sampai Nak Galaksi mau ngajak kamu ketemu orang tuanya nak?" tanya Ibu Lana.


"Kemarin Galaksi lamar pribadi aku, Bu."


"Gak lama lagi ya Mbak bakal 'sah'," ucap Bibi pada Viola.


"Hehehe, doain ya Bi," jawabnya dengan senyum.


Viola duduk disana ditemani Ibu Lana dan Bibi, tapi lebih banyak mereka yang menggoda Viola karena mau pergi dengan Galaksi.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Galaksi datang. Viola yang mendengar suara klakson mobil itu langsung pamit pada Bu Lana dan Bibi.


Viola yang melihat pacarnya sudah berdiri di depan mobil itu berlalu dan menghampiri Galaksi.


Sedangkan Galaksi yang melihat penampilan Viola itu dibuat meradang saat melihat dress yang dipakai Viola.


"Kenapa?" tanya Viola menatap Galaksi.


"Masuk!!"


Dengan paksa Galaksi membuka pintu mobil itu dan menyuruh Biola untuk masuk. Violet pun patuh akan apa yang dilakukan Galaksi padanya.


Setelah Galaksi masuk, pria itu melajukan mobilnya dengan cepat hingga membuat Viola takut.


"By, jangan kenceng kenceng dong," teriak Viola memegang lengan Galaksi. Akhirnya Galaksi sedikit memelankan mobilnya melihat pacarnya yang takut.

__ADS_1


"Kenapa sih? Gue salah apa sampai lu kayak gini?" tanya Viola menatap Galaksi.


Bukannya menjawab Galaksi malah menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Untungnya sepi kalau pas lagi mudik?


"Siapa yang suruh kamu pake baju ketat gitu?" tanyanya.


"Ini dress paling gede loh By," jawabnya tak terima.


"Gede apanya Viola, lihat dada kamu yang kelihatan banget. Mau goda cowok lain kamu dengan pakaian ini?" tanyanya dengan muka merah padam.


"Hiks aku gak tahu kenapa dadaku jadi gede, semua dress udah aku coba tapi tetap sama. Aku juga gak ada niatan buat gua cowok lain, gue gak tahu," tangis Viola saat mendapat tuduhan dari Galaksi.


Galaksi yang melihat pacarnya menangis itu langsung panik karena selama ia berpacaran dengan Viola, wanitanya itu tak pernah menangis tapi dia yang menangis karena Viola.


"Sayang kenapa nangis? Aku cuma gak suka kamu pakai baju kayak cewek liar di luar sana. Aku gak suka kamu pakai baju ketat," ucapnya memeluk tubuh Viola dengan lembut. Tak lupa tangan yang setia mengelus punggung wanitanya.


"Hiks hiks kamu jahat udah bilang aku gak bener, aku gak tahu kenapa ini bisa besar. Aku gak tahu," tangisnya makin keras saat ini.


"Sstt cantikku jangan nangis lagi, aku minta maaf kalau menyakiti kamu. Udah ya jangan nangis," ucap Galaksi.


Viola sendiri juga bingung kenapa ia bisa menangis hanya karena ucapan Galaksi yang bilang seperti itu. Rasa tak terima itu tiba tiba muncul hingga membuatnya mengeluarkan air mata.


Setelah beberapa saat akhirnya Viola kembali tenang, ia menatap Galaksi yang menatapnya hangat.


"Kenapa nangis hmmm? Biasanya kan kamu gak pernah nangis?" tanya Galaksi menghapus air mata Viola.


"Gak tahu," jawabnya menyembunyikan wajahnya di dada Galaksi. Rasanya malu saat tadi ia menangis di hadapan Galaksi.


"Ya sudah kalau begitu kita ke butik, kita beli dress yang lebih bagus buat kamu."


"Nanti kamu malah beli satu butik lagi, aku gak mau ya," cemberut Viola menghapus air matanya dengan kasar.


Akhirnya Viola mau, Galaksi melanjutkan perjalanannya menuju butik yang sering didatangi Mamanya.


Sesekali ia memandang kearah Viola terutama dada wanitanya yang katanya lebih besar itu. Dan yahh, Galaksi mengakui itu. Bentuk dada Viola jauh lebih besar dari pada dulu dan ia sudah menyadarinya dari kemarin malam. Tapi ia takut salah.


"Gak apa-apa deh jadi gede, enak juga buat jadi bantal. Apalagi pas dipeluk, bikin bangun aja dah," batin Galaksi tersenyum singkat saat membayangkan nanti mereka ehem.


"Jangan mikir yang aneh aneh ya, aku gak suka," ujar Viola dengan tegas. Ia tahu otak otak mesum dari Galaksi.


"Gak aneh aneh kok, cuma satu macam," ujarnya dengan senyum tipis.


Sampailah mereka di sebuah butik ternama dikota itu, Viola tak heran lagi kenapa Galaksi membawanya ke sini. Karena Galaksi adalah orang kaya yang apa-apa serba wah.


Viola mengikuti Galaksi masuk ke dalam butik itu dan dimana pemilik butik juga sangat kenal dengan Galaksi.


Pemilik butik itu sudah memilukan beberapa dress yang harganya tentu tak murah. Viola tinggal disuruh mencobanya.


Galaksi yang dasarnya tukang modus pada Viola itu tanpa sepengetahuan Viola ikut masuk ke ruang ganti itu. Dengan tak sadar Viola membuka dress nya lalu mengambil dress yang tadi di berikan pemilik butik.


Sedangkan Galaksi yang melihat bentuk tubuh Viola itu hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.


"Bener deh dada dan bokong nya makin montok, branya aja sampai sesekali gitu," batin Galaksi.


Pria itu berjalan mendekat dan memeluk tubuh Viola yang belum sempat memakai dress itu.


"Uhhh."

__ADS_1


Suara laknat itu tiba tiba keluar dari bibir Viola saat tangan kekar itu mere mas dadanya. Sedangkan Galaksi merapatkan tubuhnya ke tubuh Viola.


"Galaksi stop!!" cegah Viola melepaskan diri dari Galaksi.


"Kenapa kamu bisa masuk?" tanya Viola memakai cepat dress nya tapi ditahan oleh Galaksi.


"Sayang please yang atas aja," ucapnya dengan suara berat.


Belum juga Viola menjawab, Galaksi membuka bra Viola dan menyu su laa wanita itu. Viola yang merasa hal lain itu heran biasanya ia tak begini tapi kenapa ini rasanya aneh.


Galaksi membawa Viola untuk duduk di kursi yang ada disana dan memangku tubuh wanitanya lalu melanjutkan aktivitasnya.


"Uhhh Gala," des ahnya.


"Shitt jangan desah," ujarnya dan dengan mati matian Viola menahan suaranya agar tak keluar.


Setelah beberapa menit akhirnya Viola menghentikan aktivitasnya membuat Viola bisa bernafas lega. Tapi kenapa ada yang aneh, di bokong nya ada yang mengganjal dan akhirnya ia tahu jika milik Galaksi sudah bangun.


Dengan cepat Viola memakai dressnya sedangkan Galaksi pamit ke kamar mandi. Tentu kalian tahu apa yang terjadi. Yah itu karena Galaksi normal kalau enggak kan bahaya.


Akhirnya semua sudah kembali pada semestinya, Viola juga sudah selesai berganti dress berwarna biru navy yang sangat kontras dengan kulit putih Viola. Dress yang indah dengan taburan kristal di bawahnya membuat dress itu makin berkelas jujur Viola sangat menyukainya begitupun dengan Galaksi.


"Berapa?" tanya Galaksi.


"Gak banyak kok say, cuma 48 jt aja. Karena kita adalah temen ya kan. Eike kasih 50 jt," ucapnya yang membuat Viola ingin melepas kembali dressnya saat mendengar harganya.


Galaksi mengangguk dan memberikan kartu kredit berwarna hitam itu pada pemilik butik itu.


Viola yang melihat itu hanya menggeleng, ia tak mau menguras harta Galaksi.


"Gak apa-apa yank, aku juga suka sama dressnya. Lagian uang segitu gak ada artinya," jawabnya dengan senyum.


"Itu banyak banget loh By, aku bisa pakai yang lebih murah kok," jawabnya.


"Tenang aja say, pak bos orangnya loyal kok. Uang segini mah gak ada apa-apanya," timpal pemilik butik itu memberikan black card Galaksi.


"Thank."


"Kalau kamu mau kartu ini buat kamu yank, tapi kamu udah berulang kali nolak. Kadang aku bingung sama kamu yang terlalu irit. Ingat ya Viola Angelista, calon suami kamu ini seorang direktur utama sekaligus pewaris kekayaan Ryano."


"Hais harta itu bisa habis Gala, aku gak suka kamu yang boros dan gak ada gunanya. Dress ini terlalu mahal untuk aku," ujarnya dengan kesal. Ia berjalan cepat menuju mobil meninggalkan Galaksi disana.


"Sabar ya say, Mbak cantiknya gak kayak cewek matre kebanyakan. Jadi intinya pertahankan. Oh, ya nih gue ada hadiah karena lu udah mau mampir ke butik kecil gue," ucap pemilik butik itu memberikan bingkisan pada Galaksi.


Setelah menerima bingkisan itu, Galaksi mengucapkan terima kasih dan berlalu menuju mobil.


Setelah sampai di mobil ia masih melihat Viola dengan mukanya yang di tekuk. Ia hanya bisa menghela nafasnya. Sudah berulang kali mereka saling diam hanya karena uang.


"Maaf yank, lagian kamu suka juga kan dressnya. Jangan marah lagi."


"Hmmm."


Galaksi yang mendengar itu hanya bisa mengelus dada, Galaksi memberikan bingkisan itu pada Viola. Biarlah Viola yang membuka, tapi bukannya di buka Viola malah meletakkannya di kursi belakang.


Bersambung


1577 kata! Wuuhhh word paling banyak sih sejauh ini. Jadi jangan pelit like dan komen ya😊😊

__ADS_1


Mau tanya nih, yang ingat sama nama Bibi Pembantu bisa komen ya. Jujur Tya lupa udah di kasih nama apa belum tuh bibi.


__ADS_2