
Happy reading
Hari demi hari berlalu tak terasa kandungan Viola sudah berusia 3 bulan. Viola juga semakin hari semakin menggoda saja, sampai sampai membuat Galaksi tak rela meninggalkan atau membiarkan istrinya itu keluar dari kamar.
Kini hobi bumil yang satu ini adalah makan dan membaca novel dewasa saat malam hari. Jadi tak ayal jika malam malam Viola menginginkan suaminya yang bergulat diatasnya.
"Sayang Mas berangkat kerja, Kamu di rumah saja ya. Kandungan kamu juga sudah besar, jangan kelelahan dan kalau kamu mau apapun tinggal telepon aku ya," ucapnya dengan senyum.
Yah, benar jika kandungan Viola besar karena ada dua di dalam perutnya hingga saat ini Viola seperti hamil 5 bulan.
"Mas... Aku mau ikut kamu ke kantor boleh?" tanya Viola.
"Ngapain ikut ke kantor?" tanya Galaksi pad a istrinya bukan tak boleh tapi melihat kandungan istrinya yang makin besar ia takut Viola akan kelelahan.
"Mau lihat kamu kerja," jawabnya dengan manja.
"Tapi aku ada meeting sayang," ujarnya masih mencoba menolak membawa Viola.
"Aku janji gak akan ganggu," ucapnya dengan muka melas bahkan matanya sudah berkaca kaca.
"Hufttt, ya sudah kamu boleh ikut tapi jangan sampai capek. Kalau kamu lelah langsung bilang sama aku."
Dengan semangat Viola mengangguk, wanita itu langsing berlaku menuju kamar dan berganti pakaian. Tak lupa ia mengoleskan sedikit lip blam pada bibir seksihnya. Kemudian menyambar tas kecil kesayangannya dan menemui sang suami.
"Yuk berangkat," ajak Viola dengan semangat.
Galaksi mengangguk dan merapikan rambut Viola yang sedikit acak acakan karena bersiap cepat tadi.
"Dasar singa," ucapnya mencubit hidung Viola hingga memerah.
"Kamu juga suka singa betina ini? Bahkan selalu ehh," kaget Viola saat dirinya digendong paksa oleh Galaksi.
"Aku selalu suka apa yang ada pada kamu, termasuk sikap dan sifatmu. Selalu, dari dulu sampai sekarang," ucapnya dengan senyum manisnya.
Cups
"Manis banget ni bibir," ucap Viola mengecup singkat bibir Galaksi. Walau sedikit susah tapi ia bisa.
"Cuma buat kamu," jawabnya membalas ciuman lembut untuk Viola.
Mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area rumah besar itu. Galaksi memang tak pernah memakai jasa supir saat ke kantor, karena ia sudah terbiasa tapi jika iya mungkin Reno yang menjadi supir dadakan.
__ADS_1
Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran perusahaan besar itu. Galaksi turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Viola.
"Kamu meeting jam berapa Mas?" tanya Violet menggapai tangan suaminya.
"Jam 9 nanti," jawabnya seraya memeluk pinggang Viola posesif seraya berjalan menuju kantor.
"Kalau kamu bosen nanti bilang ya," ucapnya dengan senyum khas pria itu.
"Iya Mas," jawabnya.
"Pagi Tuan, Nyonya," sapa resepsionis dengan sopan.
"Pagi kak," jawab Viola dengan senyum pula, sedangkan Galaksi hanya diam dan berlalu membawa sang istri ke lift itu.
"Mereka sweet banget ya, gak nyangka Viola yang dulu cuma anak magang busa buat Tuan Muda klepek klepek."
"Mereka memang cocok, Viola cantik dan Tuan Galaksi ganteng. Pasti anak mereka perfect karena perpaduan dari mereka, syukur syukur kalau salah satu dari anak mereka jadi jodoh anak aku ini," ucap temannya mengelus perut buncitnya dengan lembut.
"Jangan mimpi deh La, kita tuh gak akan bisa jadi besan mereka. Secara mereka kan sultan sedangkan kita cuma bawahannya," jawab salah satu temannya.
"Siapa tahu aja kan, gak salah dong kalau kita berdoa supaya anak kita memiliki kehidupan yang lebih baik," ujarnya dengan senyum.
Sedangkan di sana ada seorang laki laki yang sudah lama menyimpan rasa pada Viola itu hanya bisa menahan rasa sakit hatinya karena ternyata wanita yang ia cintai sudah memiliki keluarga bahagia. Jika di bandingkan dengan Galaksi ia kalah jauh, dan tak akam pernah mungkin untuk menyaingi Galaksi.
Sedangkan Viola dan Galaksi sudah sampai di lantai atas. Lantai dimana ruangan Galaksi berada. Disana sudah ada Reno dan Satya yang menunggu Tuan Muda mereka.
"Pagi Tuan, Nyonya," sapa mereka dan dianggukan oleh Galaksi dan Viola.
"Aku gak suka kalian panggil Nyonya, karena aku ini adik kakak. Dan kamu Sat, kita itu sepantaran lagipula aku masih muda gak mau dipanggil Nyonya," ujar Viola dengan tegasnya.
"Tapi Anda tetap saja, Anda adalah istri bos kami," jawab Reno profesional. Walau Viola adalah adiknya, tapi ini area kantor jadi ia harus bersikap formal.
"Gak mau pokoknya," rengek Viola. Galaksi yang melihat itu hanya menggeleng, ia hanya memberi isyarat untuk mengiyakan.
Setelah mereka mengangguk, Viola dan Galaksi masuk kedalam ruangannya. Galaksi menyuruh istrinya untuk duduk di sofa empuk itu sementara ia mempelajari apanya akan di rapatkan nanti.
Viola yang bosan itu mulai mengelus perutnya dan bangun dari duduknya lalu mengambil minuman di ruangan itu.
"Mas mau duduk di situ," ucap Viola menunjuk paha Galaksi.
Galaksi langsung mengangguk, ia tak mengapa pahanya kram asal istrinya itu senang.
__ADS_1
"Tapi aku berat loh," ucapnya dengan wajah sendu.
"Gak apa-apa, sebelum Mas meeting," jawabnya dengan senyum.
Semenjak perutnya besar, Viola selalu insecure dengan tubuhnya. Istrinya itu selalu takut ia akan selingkuh karena badannya yang makin besar. Padahal tubuh Viola itu makin berisi dan seksi dengan dada berisi dan juga bokongnya yang sangat semok itu.
Dengan ragu Viola mulai berjalan ke arah suaminya dan duduk di pangkuan Galaksi dengan pelan. Walau bobot tubuh Viola bertambah tapi Galaksi tak mempermasalahkan hal itu.
"Jangan natal dalam perut Mommy, nanti Daddy harus kerja. Kalian pelan aja main di dalam sana biar Mommy juga tenang," ucap Galaksi ngelus perut Viola dengan lembut.
Viola hanya mendengarkan apa yang diucapkan suaminya, tangannya mengelus rambut Galaksi dengan lembut. Hingga dengan jahilnya Viola mencabut beberapa helai rambut Galaksi.
"Sayang sakit," ucapnya dengan pelan mengelus rambutnya sendiri.
"Nak, nanti kalau besar jangan jahil kayak Mommy ya. Daddy gak mau kalian buat orang kesel," ucapnya kembali mengelus perut buncit sang istri.
"Mommy kan cuma gabut Dad, jadi gak apa kalau iseng dikit. Daddy marah karena Mommy jahil?" tanya Viola dengan nada dibuat kecil.
"Enggak sayang, Daddy gak marah cuma sedikit kesal," jawabnya mengecup bibir sang istri dengan lembut.
Viola yang mendapat serangan mendadak itu ikut menikmati dan membalas kecupan singkat itu dengan lembut bahkan kecupan itu sudah berganti menjadi ciuman yang panas.
"Eughh."
Tangan Galaksi tak bisa diam, tangan kekar itu bahkan sudah meremass dada sintal sang istrinya.
Tok! Tok! Tok!
"Sepertinya kita akan melanjutkan ini nanti setelah kamu selesai meeting," ujar Viola melepas pung utan bibirnya bersama Galaksi.
Galaksi menatap istrinya dengan sayu, berusaha menormalkan nafasnya yang tak beraturan.
Cups
"Aku akan memakanmu setelah meeting selesai," ucapnya setelah mengecup bibir Viola dengan lembut.
Bersambung
Hai hai, aku ada rekomendasi novel lagi nih judulnya Kencan Kontrak, karya kak As Cempreng
__ADS_1