
Happy reading
Di malam hari, Dina sudah berada di kamar dengan muka di tekuknya. Tadi sekitar pukul setengah 5 sore. Suaminya mendadak ada panggilan dari rumah sakit, ada pasien yang mendadak harus di operasi. Tak ada dokter yang mampu menangani pasien ini kecuali Andre. Dengan berat hati Dina mengizinkan suaminya untuk menjalankan kewajibannya.
Sudah pukul 8 malam tapi Andre belum juga pulang. Padahal ia sudah menyiapkannya untuk malam ini. Wanita yang baru saja melangsungkan pernikahan itu harus ditinggal di malam pertamanya.
Sedih? Tentu! Harusnya disaat ini mereka sedang bermanja manja sebagai seorang suami-istri. Tapi malam ini tidak, bahkan mobil pria itu belum ada di parkiran.
"Ya Tuhan!"
Wanita menatap ranjang yang sangat cantik dengan taburan bunga di atasnya, rasanya tak mau ia memberantakkan bunga yang sudah ditata sedemikian rupa itu. Dina duduk di balkon itu dengan baju tipis berwarna merah yang ia kenakan, ia memeluk kakinya sendiri karena dinginnya malam itu.
Sedangkan Andre di buat kesal karena ternyata teman temannya hanya mengerjainya. Ingin rasanya pria 31 tahun itu membedah tubuh mereka satu persatu.
Harusnya ia sedang berada di kamarnya, bersama istri tercintanya tapi apa.
"Sialan!!"
Andre yang masih menggunakan baju pengantin tadi sempat menjadi tontonan di rumah sakit tadi tapi ia sudah tak memperdulikannya. Pikirannya saat ini adalah istrinya.
"Dina pasti sedih aku belum pulang," gumamnya melajukan mobilnya menuju hotel tempat ia melangsungkan pernikahan tadi pagi.
Dengan cepat Andre berlari menuju lift dan menekan tombol lantai kamarnya. Setelah lift terbuka, ia segera mencari kamarnya dan masuk.
Kosong!
Dimana istrinya itu. Apa Dina marah dan pergi dari kamar?
Andre mengunci pintu kamar itu dan melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah di tipu teman temannya, terjebak macet, dan sekarang ia menyakiti istrinya.
Deg
Andre melihat istrinya duduk dengan memeluk kakinya di balkon. Sinar rembulan yang menyinari rambut Dina membuat hati kecil Andre sakit. Andre mendekat dan melepas jasnya untuk Dina.
"Sayang," panggil Andre.
Dina yang mulai terjaga itu menatap suaminya dengan lembut, bibir Dina pucat hingga membuat Andre khawatir.
Pria itu menggendong tubuh istrinya ke ranjang, dan menyelimuti tubuh Dina.
"Kamu kenapa pakai baju tipis gitu sayang? Lihat kan kamu jadi sakit," ucapnya dengan lembut. Andre sangat tak bisa berucap kasar apalagi keras pada wanitanya ini dari dulu sampai saat ini.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menyenangkanmu," jawabnya lirih. Dina membalikkan badannya hingga membuat hati Andre berdenyut sakit.
Andre tak mungkin langsung memeluk tubuh istrinya dalam keadaan seperti ini, dengan cepat Andre berlalu menuju kamar mandi. Pria itu sudah berganti pakaian.
Perlahan ia naik ke kasur yang penuh akan bunga mawar merah itu. Andre ikut masuk kedalam selimut itu dan memeluk tubuh istrinya. Pria itu mengelus lengan istrinya agar menghangat. Andre juga sudah mematikan AC kamar itu.
"Maafkan aku ya sayang, aku salah karena meninggalkanmu tadi. Aku juga gak tahu ternyata trio curut yang merencanakan semua ini. Dan di tengah jalan aku terjebak macet," ucap Andre mengecupi pundak Dina yang polos.
Dina yang memang belum tidur itu mulai menghadap suaminya, kata Mamanya tak baik tidur membelakangi suami.
"Aku gak apa-apa kok," jawabnya sendu.
Mereka tahu tugas seorang dokter itu apa, ia tak bisa menyalahkan jika tiba tiba ada pasien yang butuh tenaga mereka.
"Kamu apa-apa sayang," ucapnya seraya mengelus pipi mulus itu.
"Aku kan tahan banting," jawabnya dengan senyum.
Andre tahu istrinya tak sekuat itu, di tinggalkan di malam pertama itu rasanya tak enak. Tapi Dina mencoba memahami itu.
"Kamu cantik pakai gaun ini, sering sering aja ya," goda Andre menatap leher jenjang sang istri.
Andre menatap Dina dengan sayang, tapi tatapannya itu tertuju pada bibir pink alami milik istrinya yang sudah sering ia nikmati itu.
Cups
Andre menempelkan bibirnya di bibir seksi Dina kemudian melu*atnya. Mereka saling membalas dalam ciuman itu seperti biasa sangat lembut dan tidak tergesa gesa.
Dina yang semula dingin kini malah panas, tubuhnya bagai tersengat aliran listrik apalagi tubuh keduanya saling menempel.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan ciuman panas itu, Dina menatap Andre yang sangat tampan itu. Kumis tipis itu menambah ketampanan Andre.
Dina mulai naik keatas tubuh suaminya, ia tak akan membiarkan hal yang pernah ia lakukan sebelumnya kembali terulang yaitu gagal menggoda sang suami.
"Oh nakalnya belum hilang hmmm?" tanyanya menatap tubuh istrinya yang ada di atasnya itu.
"Aku gak mau gagal lagi, hari ini akan ku buat kamu menyentuhku."
"Oke lakukan saja aku tak akan menolak," jawabnya dengan santai.
Dina yang mendapat jawaban itu hanya bisa tersenyum seraya menggigit bibirnya. Tangan lentik yang biasa digunakan untuk memeriksa pasien sekarang bekerja membuka kancing kemeja sang suami.
__ADS_1
"Oww kamu menyembunyikan keindahan dada ini hmmm?" tanya Dina dengan sensual mengelus dada dengan ditumbuhi rambut halus itu.
Dina mulai mengecup dada itu dan juga bibir sang suami dengan lembut bahkan ia ingin segera menuntaskan ini.
Setelah puas dengan dada dan bibir Andre, wanita itu mulai turun dan melepaskan celana sang suami.
Bluss
Wajah Dina seketika memerah melihat milik suaminya yang sudah bangun itu. Ia pikir milik suaminya tak akan sebesar itu tapi ternyata ia salah, apakan benda itu muat di miliknya?
"Ayo sayang bukankah kamu yang sangat menginginkan ini?" tanya Andre yang tersenyum geli melihat wajah istrinya.
"Gak muat deh kayaknya," ujar Dina menatap suaminya.
"Muat, kan belum di coba."
Dina mengangguk, benar juga ia kan belum mencobanya. Siapa tahu pas udah kenalan sama si nyai, milik suaminya mengecil dan muat.
"Rangsang dulu sayang," ucapnya dan diunggulkan oleh Dina. Wanita itu menurut saja, Dina juga melepas baju haram itu hingga ia polos sama seperti suaminya.
Setelah melakukan pemanasan akhirnya Dina mencoba memasukkan milik suaminya itu ke intinya.
"Ehh sakit...."
Air mata Dina keluar hingga membuat Andre tak tega, ia membalikkan badannya dan mulai mencium semua bagian tubuhnya istri. Dina dibuat mendessah di bawah Andre hingga mencapai pelepasan pertamanya.
Serasa puas dengan permainannya, Andre mulai memasukkan miliknya ke gua sang nyai.
Sakit! Itulah yang dirasakan Dina. Ia sangat nol dalam percintaan seperti ini. Selama hidupnya ia belum pernah melakukan ini jadi wajar jika sakit.
Sedangkan Andre, ia merasa lelaki paling bahagia karena mendapat apa yang selama ini dia jaga dengan sepenuh hati itu. Kehormatan Dina adalah tanggung jawabnya sebelum menikah agar ia bisa menjaganya.
Mereka melakukan itu hingga membuat keduanya puas, tapi sepertinya tak ada yang bisa membuat Andre puas. Setelah mencicipi tubuh sang istri ia tak bisa tinggal diam, selalu minta lagi dan lagi.
"Dasar pria tua, hot banget kalau di atasku," batin Dina disela dessahannya.
"Arghhhh sayang!!!" era*g Andre kembali menyemburkan benihnya ke rahim sang istri dan berdoa agar ada satu atau dua yang bertahan hingga menjadi janin.
Bersambung
Cuma pemanis
__ADS_1