
Happy reading
Krucuk
Suara dari perut Viola itu membangunkan wanita yang masih nyaman di pelukan hangat suaminya. Biasanya ia tak lapar di jam segini tapi malam ini.
"Lapar ya nak, tapi ini sudah malam apa tidak besok saja?" tanyanya seraya mengelus perutnya dengan lembut.
Sekarang sudah jam 12 lebih 38 menit, malam malam seperti ini biasanya ia tak bisa bangun dari tidurnya. Tapi entah kenapa anaknya meminta makan jam malam seperti ini.
"Daddy masih tidur nak, kita keluar aja ya. Buat makanan, jangan lagi kamu membangunkan Mommy dimalam hari seperti ini ya," ucapnya.
Dengan pelan Viola melepaskan diri dari pelukan suaminya, ia menyelimuti tubuh suaminya yang hanya memakai boxer saja itu.
Viola keluar dari kamar menuju dapur, ia menghidupkan lampu itu dan berjalan menuju kulkas dua pintu itu.
Viola yang tak mau ribet hanya mengambil telur, dan selada saja. Ia juga mengambil mie yang ia sembunyikan di lemari atas, kalau Galaksi tahu ia menyimpan banyak mie di apartemen bisa bisa di bakar semua persediaan mienya.
"Sabar ya nak, Mommy masih masak air nih. Anak Mommy kan pengertian," ucapnya menelusuri kembali perutnya.
Setelah air mendidih Viola memasukkan telur itu dan mie beserta bumbunya. Aroma bumbu mie, dan telur itu membuat perut Viola makin keroncongan.
Setelah selesai masak mie, Viola menuangkannya dalam mangkuk dan menjadikan selada lalapannya.
Sedangkan Galaksi yang merasa tak ada guling hidup yang ia peluk itu mulai membuka matanya pelan dan benar saja istri tercintanya tak ada di sampingnya.
"Kemana dia?" tanyanya.
"Sayang kamu dimana?" teriak Galaksi tapi tak mendapat jawaban dari Viola.
Galaksi yang dasarnya tak suka jauh dari istrinya itu mulai mencari keberadaan istrinya di kamar mandi tapi tak ada. Kemudian Galaksi keluar dari kamar dan ia mencium aroma tak asing dari arah dapur.
"Kenapa ada aroma ini?" tanyanya berjalan dengan cepat menuju dapur.
Dan benar saja ia melihat istrinya dengan lahap memakan mie rasa kari ayam itu dengan selada yang dimakan begitu saja hingga membuat Galaksi meradang.
Galaksi menghampiri istrinya dan menepuk pundak Viola, Viola yang merasa pundaknya di tepuk itu reflek meletakkan sendok dan garpunya di mangkuk. Ia takut jika yang menepuk pundaknya adalah hantu apartemen ini.
"Ya Tuhan, apa salahku kenapa aku harus diganggu?" tanya Viola belum menyadari Galaksi.
"Pak Hantu, pergi ya. Suami saya galak loh, nanti kalau di apa apapin gimana?"
__ADS_1
"Oh jadi suami kamu galak?" tanya Galaksi dengan suara yang dibuat besar.
"Iya. Apalagi dia ganteng, tinggi, putih, hot dan juga long time gak pernah puas," jawabnya polos.
"Oh ya tapi kamu suka kan?" tanya Galaksi menahan tawanya.
"Suka banget malahan, punyanya besar banget jadi uhh pengen. Dah deh hant jangan ganggu bumi makan. Sana pergi," ucapnya dengan membuka matanya.
"Mass," kaget Viola saat yang ada di depannya adalah suaminya.
"Hantunya mana Mas, tadi dia godain aku?" tanya Viola berbohong.
"Oh kamu samain suami kamu yang kata kamu hot dan long time ini dengan hantu, emang minta di hukum kamu mah," ucapnya dengan nada garang.
"Eh tadi itu kamu?" tanyanya dan dianggukkan oleh Galaksi.
"Alamat ini mah, jadi yang tadi nanyain aku suami gue dong," batinnya merutuki dirinya sendiri.
"Kenapa makan mie malam malam? Kamu tahu kan aku gak suka kamu makan mie malam malam gini. Gak baik buat kesehatan kamu yank," ucapnya dengan nada tak bisa dibantah.
"Tapi ini mintanya anak kamu mas, aku laper malam malam gini. Anak kamu juga laper, jadi aku masak mie aja yang mudah. Jangan marah ya, janji ini yang berakhir," ucapnya dengan melas. Tak terima melas saja, Viola juga menjadi seekor kucing yang minta di perhatikan oleh sang majikan.
"Ya sudah, ini yang terakhir kalau kamu ingkari janji kamu. Kamu bakal tahi akibatnya!"
Dengan semangat Viola memakan kembali mienya dengan lahap. Rasa yang tadinya sempat hilang kini kembali.
"Kenapa tadi gak bangunin aku aja sih hmm?" tanya Galaksi dengan lembut menatap sang istri.
"Gak mau ganggu kamu tidur, nyenyak banget sih," jawabnya menatap suaminya.
"Sayangnya aku, kamu gak perlu takut buat bangunin aku tidur. Kamu uda tanggung jawab aku, kalau seumpamanya kamu kenapa napa di dapur gimana? Aku gak bisa nolong kamu, apalagi Baby."
"Maaf ya Mas."
"Jangan diulangi lagi, aku gak mau kamu kenapa napa. Kalau lapar kan aku bisa buatin walau yang mudah, jangan kayak gini lagi hmm," ujarnya seraya mengusap noda di sudut bibir Viola.
"Iya."
Bisa dibayangkan bagaimana bahagianya Viola menjadi istri sang miliarder seperti Galaksi, sudah kaya, tampan, pengertian, dan juga sangat menyayanginya. Banyak yang ingin di posisinya sekarang jadi, ia sangat beruntung memiliki Galaksi di hidupnya.
Setelah selesai makannya, Viola meletakkan mangkuk itu disana. Ia malas untuk ke washtafel walau untuk mencuci tangannya.
__ADS_1
"Minum dulu," ucap Galaksi memberikan gelas berisi air putih itu.
"Makasih Mas."
Setelah menghabiskan satu gelas air putih, Galaksi menggendong tubuh istrinya kembali ke kamar. Dalam perjalanannya menuju kamar, Viola tetap mengamati wajah tampan sang suami tak lupa tangan yang ia kalungkan di leher Galaksi.
Sampingan di kamar, Galaksi membaringkan Viola di ranjang empuk itu. Galaksi pun ikut naik dan menyadarkan badannya di head board.
"Kenapa gak tidur lagi?" tanya Galaksi menatap istrinya dengan lembut. Viola masih duduk di kasur itu.
"Entah," jawabnya menyadarkan kepalanya di dada suaminya yang sangat nyaman untuk dibuat bersandar itu.
Tak ada percakapan di sana hanya tangan Galaksi saja yang bereaksi mengelus punggung dan rambut Viola bergantian agar wanitanya itu mengantuk.
"Tidur sayang, udah malam," titah Galaksi yang merasa dadanya ditusuk tusuk oleh jari itu.
Viola tak menjawab ia masih bermain di dada bidang itu hingga tatapannya mengarah pada bunga yang sudah kering itu di atas lemari.
"Bunga itu mahal ya?" tanya Viola menujukan bunga kering itu.
"Enggak kalau untuk kamu, gak ada yang mahal sayang. Maafkan suamimu ini yang tak mengingatmu selama beberapa bulan. Maaf juga sudah memperlakukanmu dengan kasar saat itu."
"Gak apa-apa, tapi Mas gimana keadaan Sania setelah hari itu?" tanya Viola lagi.
"Perusahaan orang tuanya bangkrut dan juga kariernya. Mata mataku memberitahukan jika dia berada di desa terpencil bersama keluarganya. Sania di pasung karena telah membunuh seorang anak kecil. Mungkin dia gila," jawabnya membaringkan tubuhnya di kasur otomatis Viola ikut tertidur.
"Kasihan sekali, kenapa kamu gak suruh mereka untuk tinggal di kota ini saja? Aku yakin Sania tak akan berbuat macam macam," ucap Viola memeluk erat dada Galaksi.
"Hatimu terlalu baik, tapi maaf aku tak bisa mengabulkan keinginanmu. Aku tahu siapa Sania, dan keluarganya, dan aku juga tak mau jika menjadi orang ketiga di rumah tangga kita!"
Viola yang mendengar itu mulai menarik selimutnua dan tidur. Ia takut jika memaksakan kehendaknya suaminya itu akan marah. Walau selama ini ia belum pernah merasakan amukan suaminya.
"Tidur!"
Galaksi yang mendengar titahan sang istri itu hanya mengangguk. Hingga akhirnya mereka tidur dengan berpelukan di tengah malam itu.
Bersambung
Hai kakak kakak, mampir ke novel senior Tya ya! Judulnya Ternyata Itu Cinta, karya kak Aveeii
__ADS_1