Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Melahirkan


__ADS_3

Happy reading


Hari demi hari berlalu begitu saja. Suasana rumah yang tadinya tenang kini berubah menjadi ramai karena mendapat kabar jika Viola mengalami kontraksi jam 1 malam tadi. Hingga mau tak mau Galaksi hanya bisa mengirim pesan lewat orang tuanya jika ia sedang berada di rumah sakit.


Sedangkan di rumah sakit, Galaksi sedang menemani istrinya untuk jalan jalan sebentar karena kata dokter Viola masih mengalami pembukaan 3. Padahal ini sudah pukul 6 pagi.


"Kalau sakit kita langsung ke kamar ya sayang," ajak Galaksi dengan pelan. Tangannya masih terus mengelus perut Viola dengan lembut.


"Belum kok Mas, anak anak masih nyaman sama elusan Daddynya."


"Kenapa kamu milih melahirkan normal sih sayang? Kamu tahu sendiri kalau resikonya sama besarnya. Padahal dulu kamu sudah mau jalani operasi," ujarnya.


Galaksi sedikit takut terjadi apa-apa jika istrinya melahirkan normal. Walau memiliki resiko yang sama seperti operasi tapi operasi lebih aman untuk kandungan Viola yang bisa terbilang lemah.


Viola yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengelus perutnya yang tampak besar.


"Mas tahu sendiri kan, kandungan aku lemah karena pernah terpeleset dulu? Resiko melahirkan normal dan sesar itu sama Mas, jika memang suatu hari saat nanti aku tak ada. Aku bisa merasakan yang namanya sakit melahirkan," ujarnya dengan senyum manisnya.


Ia pernah mendengar jika kodrat seorang istri itu melahirkan, merasakan sakitnya melahirkan itu cukup membuat hatinya tenang.


"Tapi..."


"Sudah Mas, aku gak akan kenapa napa Mas. Aku kan wanita kuat, Mas juga tahu hal itu," ujarnya memotong ucapan Galaksi.


"Aku hanya takut," ujarnya dengan nada sedih. Ia takut terjadi sesuatu pada istrinya dan kedua anaknya.


"Mas percaya sama Tuhan kan, Dia akan melindungi aku dan anak-anak. Jangan sedih hmmm," ujarnya dengan lembut tak lupa mengelus rahang tegas dengan mimik wajah yang tak bisa ditebak


"Mas nanti temani aku ya," ujarnya dengan senyum manisnya.


"Iya sayang, pasti. Aku akan menemani kamu melahirkan buah hati kita. Tolong bertahan ya, kamu harus semangat," ucapnya dan dianggukkan oleh Viola.


Hingga perlahan sakit di perutnya itu kembali muncul tapi tak lama hilang lagi. Hingga membuat Galaksi khawatir dan membawa Viola ke kamarnya tadi.


"Mama, Papa, Ibu, Ayah, Opa, sama Oma belum datang ya Mas?" tanya Viola dengan menahan sakitnya.


"Belum sayang, mungkin sebentar lagi," jawabnya dengan lembut tak lupa ia mengecup bibir Viola sekilas. Hal itu membuat dokter dan suster disana tersenyum malu saat melihat romantisnya pemilik rumah sakit ini pada istrinya.

__ADS_1


"Sudah pembukaan 8, Nyonya. Kita tunggu beberapa saat lagi sampai pembukaan 9," ujar dokter itu menyiapkan apa yang dibutuhkan nanti dibantu oleh beberapa suster.


"Sayang nanti kalau kamu udah gak kuat, kita operasi saja ya," ucap Galaksi dengan nada tak bisa dibantah.


"Iya akhh terserah Mas saja, tapi aku mau melahirkan normal. Biarkan aku berjuang dulu," jawabnya dengan meringis sakit di perutnya. Intinya seperti ditekan dari dalam hingga membuat ia menangis dan meringis sakit.


"Aku akan selalu bersamamu, ingat kamu punya aku dan anak anak kita. Jangan sampai ada pikiran untuk pergi hmm," ujarnya dengan lembut.


"Hmmm."


"Akhh sakit Mass."


Rasa sakit yang mendera Viola membuat Galaksi takut tapi sekuat tenaga ia menguatkan sang istri agar tidak kehilangan kesadarannya.


Dokter yang menangani datangnya calon pewaris rumah sakit itu tampaknya ikut cemas seraya membantu agar Viola mengejan dengan kuat.


"Jangan ditahan ya, Nya. Ayo kepalanya sudah terlihat Nya," ucap sang dokter melihat kepala bayi yang sedang mencari cara agar keluar itu.


Akhhh


Oekk oekk oekk


Tangis Galaksi tak bisa ditahan saat melihat bayi yang masih berwarna merah itu menangis dengan kencangnya.


"Kamu hebat, kamu wanita terhebat. Terima kasih sudah berjuang," ucap Galaksi mencium kening Viola dengan lembut.


"Sabar sayang Mommy masih harus berjuang melahirkan adik kamu," batin Viola sekilas menatap bayi merah yang sedang di bersihkan itu.


Kemudian sakit di perutnya kembali terasa dengan sangat, bahkan sakitnya lebih dari pada yang pertama tadi.


"Mommy akan menyayangi kamu apapun yang terjadi," batin Viola seraya mengejan dengan kuat tapi sepertinya anaknya yang terakhir ini sangat betah di dalam perut ibunya.


"Mass sakit hiks hiks, sakit Mas," tangis Viola semakin melemah saat ia merasa sakit yang teramat sangat di perutnya.


"Ayo Nya, dikit lagi. Nyonya Viola kan kuat. Demi anak kedua Nyonya," ucap sang dokter memberi semangat untuk Viola begitupun dengan Galaksi yang tak henti henti membisikkan kalimat penyemangat untuk istrinya.


"Demi anakku. Ayolah nak, bantu Mommy. Kamu anak Mommy, demi Mommy, Daddy, dan kakak kamu," batin Viola dengan rasa sakit.

__ADS_1


Akhh


Untuk kedua kalinya, Viola mengejan dengan kuat bahkan. Pegangan tangannya dengan Galaksi sangat kuat hingga akhirnya.


Oekk oekk


Bayi kedua mereka lahir, Viola yang melihat bayinya menangis dengan kencang itu mulai mengulas senyum tertulusnya. Rasanya sangat lega saat kedua anaknya lahir dengan sehat walau kandungannya lemah.


"Kamu hebat sayang aku sangat mencintaimu," ucap Galaksi tak henti hentinya mengecup kening Viola dengan air mata yang terus mengalir.


"Mas... jangan nangis, malu tuh sama anak anak," ucapnya lirih dengan tawa yang lirih pula.


"Mas gak nangis kok sayang, mas bahagia."


"Jaga anak anak kita ya Mas."


"Bersamamu sayang, aku akan menjaga anak anak dengan kamu. Kita akan menjadi orang tua yang sangat menyayangi anak-anak kita sayang," jawab Galaksi menatap kedua anaknya yang hanya selisih 7 menit itu.


"Sayangi dia selama aku tinggal..." lirihnya dengan nada lemas hingga akhirnya matanya tertutup dengan pegangan tangan yang ikut melemah.


"Sayang... Kamu bercanda kan? Kamu gak akan pergi kan? Bangun!!!"


Khawatir Galaksi saat melihat wajah istrinya yang sangat pucat dengan mata yang sudah tertutup.


"Nyonya kehilangan banyak darah Tuan, Anda bisa mencarikan golongan yang sama dengan Nyonya," ujar dokter wanita itu seraya membersihkan sisa sisa darah yang ada di rahim Viola.


"Kamu tunggu disini aku akan mencari Ibu," ujar Galaksi dengan cepat mengecup kening Viola.


"Jaga istriku dan lakukan yang terbaik!"


Mendengar kalimat dari Tuan mereka, semuanya ada disitu langsung menjalankan tugasnya dengan baik. Untung suster dengan cepat mengecek persediaan darah yang sama dengan Viola.


"Kira hanya memiliki satu kantong darah dok," ucap suster itu pada sang dokter.


"Siapkan segera, dan bawa bayi kembar Tuan dan Nyonya ke ruangan bayi. Jangan sampai mereka terkena virus disini."


Suster yang membawa bayi kembar yang sudah tenang setelah menangis kencang itu langsung mengangguk. Mata bayi bayi itu masih terpejam setelah menangis.

__ADS_1


Bersambung


Kira kira jenis kelamin anak anak mereka apa ya? Jawab dikolom komentar ya.


__ADS_2