Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Transfusi Darah


__ADS_3

Happy reading


Viola menghentikan taksi, dan berlalu menuju apartemen. Di tengah jalan mereka melihat banyak orang berkerumun hingga membuat macet jalan itu.


Dengan pelan Viola berlalu melihat apa yang terjadi, walau ia sedih tapi ia juga kepo akan apa yang terjadi.


"Ada apa ya Bu kok berkerumun gini?" tanya Viola pada ibu yang ada disana.


"Korban tabrak lari Mbak, di lihat dari bajunya kayaknya orang RSJ deh mbak," jawabnya.


Viola yang mendengar itu langsung melihatnya, ia tak mau ada orang yang kehilangan nyawa seperti kedua orang tuanya lagi karena kecelakaan.


"Kasihan sekali ibu itu," gumamnya melihat darah dimana mana.


Viola meminta tolong para bapak disana untuk memasukkan ibu itu kedalam taksi. Kemudian sopir taksi itu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


"Pak saya cuma ada segini gak apa kan? Oh nanti kalau kurang bapak bisa cari saya disini," ujar Viola menuliskan alamat apartemennya.


"Iya non gak apa-apa, uang ini sudah cukup kok," jawabnya menerima uang 300 ribu dari Viola.


Pak Sopir itu membantu menggendong ibu itu untuk berbaring di brangkar yang sudah disiapkan. Untunglah itu adalah rumah sakit GV jadi sangat mudah Viola masuk.


GV Hospital adalah rumah sakit yang di dirikan Galaksi 1 tahun lalu dimana diresmikan saat ulang tahun pacarnya yang ke 20 tahun. GV singkatan nama Galaksi dan Viola mereka berharap agar lebih mudah mengobati orang yang tak cukup biaya untuk berobat.


Viola yang menyadari tak membawa ponselnya itu berlalu menuju resepsionis.


"Eh Nona ada perlu apa ya?" tanya Resepsionis yang memang sangat kenal dengan wanita di depannya ini.


"Pinjam Hp kak, aku lupa bawa. Boleh kan?" tanyanya degan senyum tipis. Tak mungkin ia bilang diusir dari rumah calon mertua.


"Boleh Nona, silahkan." Resepsionis itu memberikan ponselnya pada calon Nyonya pemilik rumah sakit ini.


"Nomornya kak Reno kakak punya gak?" tanya Viola padanya.


"Emm sebentar saya cari."


Resepsionis itu mencari berkas yang dulu diberikan Reno semua ada disana beserta nomor telepon pria itu.


Setelah dapat, Viola menghubungi Reno dengan ponsel resepsionis itu.


[Halo]


[Halo kak]


[Siapa ya?]


[Viola]


[Nona! Nona ada dimana? Kata Nona Clara, Nona diusir dari rumah?]


[Hehehe nanti aku jelasin ya kak, sekarang aku ada di rumah sakit]


[Nona sakit? Sakit apa?]


[Bukan Aku yang sakit, tapi tadi ada ibu ibu kecelakaan. Jadi aku bawa ke rumah sakit GV]


[Syukurlah kalau Nona tak apa, baik saya akan segera kesana]


[Kak, minta tolong boleh?]

__ADS_1


[Apa?]


[Tolong bawain baju ganti aku, sama uang]


[Baik, saya akan carikan]


[Makasih kak, dah ya aku tunggu]


[Siap Nona]


Setelah mematikan panggilan telepon itu, Viola mengembalikan ponsel resepsionis itu.


"Nanti uang pulsa di kasih kak Reno ya," ucapnya dan dianggukkan oleh resepsionis itu.


Viola kembali ke ruang dimana ibu yang ia tolong tadi. Dari bajunya memang baju RSJ jika begitu pasti keluarganya akan mencari atau malah keluarganya tak peduli.


Ceklek


"Keluarga pasien?"


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Viola yang membuat dokter tadi menunduk.


"Pasien kekurangan darah, di rumah sakit ini hanya ada 1 kantong darah dengan golongan yang sama. Kami memerlukan 1 kantong lagi untuk itu," ucap dokter tadi sopan.


"Apa golongan darahnya dok?" tanya Viola pada dokter itu.


"A negatif, Nona."


"Darahku A negatif, ambil darahku untuk menolong ibu tadi," ucap Viola dan dianggukkan oleh dokter tadi.


Walau ia sedikit takut pada Galaksi, jika sampai tahu kekasihnya mendonorkan darahnya untuk korban kecelakaan itu.


Dokter meminta suster membawa Viola untuk di cek terlebih dahulu. Untuk mengetahui apakah ada penyakit atau semacamnya.


Drtttt


[Halo Yah ada apa?]


[Reno, Ibu kamu kabur dari rumah sakit!]


[APA! Bagaimana bisa kabur Yah?]


[Perawat lalai mengawasi Ibu kamu, Reno.]


[Sekarang cari Ibu kamu ya, Ayah juga lagi cari ini]


[Oke Yah, tapi aku harus ke rumah sakit dulu. Mengatarkan baju untuk Nona Viola]


[Baiklah setelah itu, kamu cari ibu kamu]


[Iya yah]


Panggilan telepon terputus, pikiran Reno bercabang sekarang. Bagaimana ibunya bisa kabur jika penjagaan disana sangar ketat.


Reno memerintahkan anak buahnya untuk mencari ibunya, dimanapun dia berada sampai ketemu.


Setelah itu, mobilnya melaju dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit.


Sampainya di rumah sakit, Reno langsung masuk dengan membawa laper bagi milik Viola yang ia bawa.

__ADS_1


"Tuan Reno, Nona ada di lantai 1 ruangan 12," ucap resepsionis yang tadi meminjami ponsel Viola.


"Ya, ini untukmu," ucapnya memberikan uang dua ratus ribu untuk resepsionis itu.


Reno langsung berlalu menuju ruangan yang dikatakan resepsionis tadi.


Ceklek


Viola keluar dari ruangan dengan muka pucatnya. Reno yang melihat itu khawatir tapi ia tak bisa lama.


"Nona."


"Akhirnya kau datang, tolong jaga ibu itu sampai keluarganya datang ya," pinta Viola menujuk ibu ibu yang tadi ia tolong.


"Baik Nona!"


Deg


"Ibu."


Belum sempat Reno bertanya pada Viola, wanita itu sudah hilang karena ingin mengganti bajunya.


Melihat ibunya terbaring lemah dengan kepala diperban membuat Reno langsung menghubungi ayahnya jika ibunya ada di rumah sakit GV. Ayah yang mendengar itu langsung berlalu menuju rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya.


Tak lama, Ayah Sandi datang dengan tergesa gesa. Dengan wajah khawatir dan sangat letih, pria itu menghampiri putranya.


"Bagaimana keadaan Ibu, Ren? Dimana dia?" tanya Ayah Sandi.


"Ada di dalam Yah, Nona Viola yang menyelamatkan Ibu, Yah. Ibu kecelakaan," jawabnya menghapus air matanya cepat.


Ayah Sandi melihat keadaan istrinya yang terbaring lemah disana, wajah ayunya tak banyak berubah dari dulu hingga membuat Ayah Sandi betah memandanginya.


Viola yang baru keluar dari kamar mandi itu terkejut, kenapa Reno menangis dan siapa paruh baya itu?


"Kak."


Grep


"Terima kasih Nona," ucap Reno dengan tangis yang tak bisa ditahan lagi.


Reno memeluk tubuh Viola hingga membuat Viola terkejut, kenapa Reno mengucapkan terima kasih?


"Terima kasih buat apa kak?"


"Terima kasih, Nona sudah menyelamatkan Ibu saya. Terima kasih," ucapnya dengan senyum.


"Ibu?"


"Iya Nona Viola. Ibu yang Anda tolong adalah istri saya, Ibu dari Reno," timpal Ayah Sandi hingga membuat Viola tersadar dan mengangguk pelan.


"Sama sama Om, emm panggil aja Vio. Lagian saya bukan siapa-siapa, gak pantes dipanggil Nona. Kakak juga," ucapnya tak enak.


"Baiklah kalau begitu Vio juga panggil om, Ayah ya," ucap Ayah Sandi dan diangguki antusias oleh Viola.


"Siap."


Bersambung


Yang greget sama Galaksi gak bangun-bangun? Jangan , maaf ya belum sempat balas komentar kalian tapi in syaa Allah bakal aku like kok komennya nanti.

__ADS_1


Salam sayang


Tya


__ADS_2