
Happy reading
"Reno pulang," ucap Reno masuk kedalam rumah yang diikuti oleh Galaksi di belakang.
"Maaf jika rumahnya tak sebesar rumahmu," ucap Reno.
Ia melepaskan bahasa formal jika di luar kantor karena sejatinya mereka memang berteman sedari SMA, Galaksi adalah adik kelas Reno. Mereka kembali dipertemukan saat Reno melamar pekerjaan di kantor Ryano Group yang saat itu diterima menjadi sekretaris Papa Bara kemudian menjadi asisten plus sekretaris Galaksi sampai sekarang.
"Santai aja, selagi ada Viola gue mah gak komen," ujarnya dengan santai.
"Hmm, gak nyangka lu yang datar dan dingin kek gitu bisa bucin banget sama Viola. Kadang gue berfikir apa yang sudah Viola berikan sampai lu jadi gini."
"Kesetiaan, ketulusan hatinya, dan satu lagi kesuciannya. Gue lebih lebih lebih mencintainya sekarang," jawabnya.
"Gak takut Viola hamil?" tanya Reno mendudukkan dirinya di sofa.
"Ngapain takut, Viola hamil anak gue. Ya gue akan bahagia lah, dengan begitu gue bisa nikah cepet tanpa nunggu dia umur 23 kan," ujarnya dengan santai.
Viola memang ingin menikah diusianya yang 23, sedangkan Galaksi sekarang sudah 26 tahun jika ditambah 2 tahun lagi maka Galaksi berumur 38. Ia tak bisa membayangkan jika Viola akan lebih cantik sedangkan dia akan tua.
"Gue doain yang terbaik buat lu," ujarnya menepuk pundak Galaksi.
Viola yang baru keluar dari dapur itu kaget dengan adanya Reno dan Galaksi disana. Tapi ia ingat kembali jika Galaksi ingin menginap dimana ia tinggal sekarang.
"Pasti banget kalian udah pulang, makan malam udah jadi. Kalian bisa langsung ke meja makan ya, Vio mau panggil Ayah dan Ibu," ucap Viola pada mereka.
"Kenapa gue rasa Viola jadi babu ya?" tanya Reno.
"Vio memang gampang gabut kalau gak ada kerjaan, masak adalah hobinya jadi gak heran kalau gue sering pulang cepet hanya untuk makan masakan dia," jawab Galaksi berlalu meninggalkan Reno menuju ruang makan.
"Berasa gue yang numpang yak, padahal ini kan rumah gue," ujarnya menggelengkan kepala akan apa yang dilakukan Galaksi.
Reno yang sudah biasa akan sifat seenaknya dari bos sekaligus temanya itu hanya bisa menghela nafasnya.
Kemudian Viola turun bersama Ayah Sandi dan Ibu Lana, Galaksi bisa melihat jika Viola sangat menyayangi Ibu Lana sebagai ibunya sendiri.
__ADS_1
"Nak Gala, sudah sampai sini saja."
"Iya yah, mau nginep. Bolehkan?"
"Hahaha tentu saja boleh, Ayah dan Ibu sebagai rumah ini jadi ramai," jawab Ayah.
"Ibu, ini namanya Galaksi. Bos sekaligus teman Reno," ujar Reno pada ibunya.
"Temannya Reno?" tanya Ibu dan dianggukkan oleh Galaksi.
Viola duduk disamping Galaksi setelah mengambilkan makanan untuk mereka semua.
"Untukku mana?" tanya Galaksi saat Viola tak mengambilkan nasi juga lauk ke piringnya.
"Jangan manja."
Jujur Viola tak enak dengan tuan rumah karena disini ia cuma numpang, begitupun dengan Galaksi. Tapi sepertinya Galaksi enjoy aja akan apa yang ia lakukan.
"Tak apa Nak, layani pacar kamu," ucap Ayah Sandi pada Viola.
Makan malam mereka berlangsung dengan nikmat, tapi berbeda lagi dengan Galaksi yang sedari tadi mengelus paha Viola.
"Asshhh jangan deh."
"Jangan kebiasaan pake rok kalau banyak orang," bisik Galaksi.
"Aku udah biasa By," jawabnya.
"Kamu hanya boleh berpakaian mini di depanku saja."
"Iya gak lagi deh, maaf."
"Kalian kenapa bisik bisik?" tanya Ibu Lana.
"Ada urusan dikit Bu," jawab Viola yang membuat mereka mengangguk percaya.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, Reno dan Galaksi menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri berbeda dengan Ayah, Ibu, dan Viola yang menikmati malamnya dengan menonton TV.
Tak terasa hari sudah mulai larut, Ayah Sandi mengajak istrinya untuk tidur. Sedangkan Viola yang juga sudah mengantuk ikut pergi dari ruang itu menuju kamarnya.
Tapi dijalan menuju kamar, Viola baru sadar jika di dinding itu banyak foto foto di sana. Viola yang dasarnya kepo itu terus mengamati foto itu hingga tatapannya tertuju pada seorang gadis cilik memeluk boneka barbie dengan senyum cerianya.
"Boneka itu! Baju itu! Kenapa bisa sama dengan milikku ya," gumamnya mengingat gaun berwarna biru yang ada di rumahnya.
"Mungkin kebetulan aja," lanjutnya berlaku menuju kamar. Ia berganti pakaian agar lebih mudah untuk tidur, karena tak nyaman itulah yang Viola rasakan jika memakai piyama panjang.
"Lu cantik banget dah, apa ini turunan dari Mama ya? Tapi Mama biasa aja kok, menurutku malah gak ada cantik cantiknya. Hahaha, maafkan anak cantikmu ini Mama," batinnya menatap pantulan wajahnya di cermin.
Setelah selesai mencuci wajah dan kakinya, Viola keluar dari kamar mandi kemudian menarik selimut itu agar mudah tidur. Walau kamar ini tak sebesar kamarnya di apartemen tapi cukup membuat Viola nyaman karena pada dasarnya Viola sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Sedangkan Galaksi yang memang ingin tidur bersama Viola itu mulai mengendap berjalan menuju kamar Viola.
Untung saja kebiasaan Viola tak pernah berubah selalu tak mengunci pintu kamar di malam hari. Galaksi senang tapi juga sedikit kesal jika ada yang masuk gimana apalagi Reno dan Viola jarang memakai pakaian sopan jika akan tidur.
"Dia sangat cantik," batinnya menatap wajah kekasihnya yang sudah terlelap itu.
Galaksi menguci pintu kamar itu dan ikut masuk kedalam selimut itu. Untungnya ranjang disana cukup untuk dua orang.
"Sayang," panggil Galaksi mengecup pundak Viola yang tak terekspos jelas.
"Emm."
Galaksi membalikkan badan kekasihnya dan mengecup kening Viola. Viola yang merasa nyaman dengan hal ini menelusupkan wajahnya di dada Galaksi dengan tangan memeluk perut pria itu yang ia pikir adalah guling padahal gulung yang asli sudah terjatuh dibawah sana.
"Tahan-tahan masa lu mau garap cewek lu saat tidur?" tanya Galaksi saat merasa dua buah itu menempel sempurna di dadanya.
Galaksi menjadikan satu lengannya sebagai bantalan Viola sedangkan tangan satunya merayap ke bokong bulat kekasihnya. Galaksi yang dulu kuliah di luar itu sudah biasa melihat pasangan tidur bersama tapi tidak dengannya. Tapi sebagai laki-laki Galaksi juga memiliki naluri seperti ini.
"Mimpi indah sayangku, aku mencintaimu," bisiknya mengecup kening Viola berkali kali.
Akhirnya merekapun tidur dengan nyenyaknya, Viola adalah obat untuk Galaksi tidur saat ini. Bahkan jika Viola sadar ia akan langsung meminta jatah susunya sebelum tidur.
__ADS_1
Bersambung