Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Tak Salah Memilih


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah malam, Mama Audi mengajak mereka untuk makan malam bersama. Cara yang sedari tadi tak mau jauh dari Violet terus mengintili sang kakak hingga membuat Galaksi cemburu akan adiknya.


"Sayang jangan deket sama Cara 5erus, aku cemburu."


Rengek Galaksi yang membuat orang disana membulatkan matanya tak percaya karena setahu mereka, Galaksi adalah orang yang sangat cuek dan tak pedulinya itu sangat tinggi.


"Sama adik sendiri loh," ujar Viola pelan. Ia malu di lihat banyak orang.


"Sama aja, aku tetap gak suka. Bagiku kamu cuma milik aku dan anak anak kita nanti," jawabnya lantang hingga membuat kedua orang tuanya tersedak.


"Kamu hamil nak?" tanya Mama Audi.


Viola yang mendapat pertanyaan itu sontak menggeleng karena ia tak merasa hamil.


"Enggak Ma, Galaksi nih ada ada aja. Dari kemarin bahasnya anak terus, jadi Vio kan agak gimana gitu," jawabnya pada orang tua Galaksi.


"Tapi kalau kamu hamil sih gak apa-apa Nak. Mama, Papa sudah tua. Sudah waktunya gendong cucu," ucap Papa Bara yang membuat Viola malu sedangkan Ibu dan anak itu mengangguk.


"Belum kok Pah."


"Kan kalian sudah begituan," ucap Mama Audi frontal.


"Mama," sela Viola yang sudah malu sampai di ubun ubun.


"Emang kakak sama Kakak ipar kenapa?" tanya Clara dengan polosnya padahal ia tak polos.


"Gak apa-apa dek, cuma urusan aja dikit!" jawab Galaksi yang tak mau menodai otak Clara.


"Udah diam dan makan!" titah Papa Bara dan dianggukkan mereka.


Belum juga satu suap, Galaksi yang melihat makanan yang biasa ia makan di rumah ini menjadi mual. Ia tak suka daging sapi ini, apalagi yang berwarna gelap seperti gosong.


"Kenapa By?" tanya Viola menyentuh tangan Galaksi pelan.


"Gak mau daging ih, mual," jawabnya menyingkirkan piringnya.


"Bukannya daging adalah makanan favorit kamu ya? Kalau gak mau daging kan masih ada sayurnya, jadi jangan manja," ucapnya yang membuat Galaksi tetap menggeleng.


"Aku gak manja sayang," rengeknya tak terima.


"Kenapa sih kak?" tanya Clara yang sedari tadi diam mengamati mereka.


"Kakak kamu mual lihat daging katanya, padahal ini daging yag biasa ia makan!"


Galaksi tetap gak mau makan, bahkan ia juga tak tergoda pada Clara yang memamerkan makanannya.


"Sayang kenapa gak dimakan makanannya?" tanya Mama Audi saat melihat anaknya belum juga menyentuh piringnya.


"Gak suka," jawabnya dengan singkat.

__ADS_1


"Lah ini enak loh nak, apa lidah kamu bermasalah?" tanya Papa Bara pada putranya itu.


"Gak suka Pah, Galaksi juga gak tahu kenapa Galaksi bisa gak suka."


"Terus kamu maunya apa?" tanya Viola yang mulai jengah.


"Nasi goreng buatan kamu," jawabnya yang membuat mereka menahan geli.


Entah ini cuma akal akalan Galaksi agar bisa memakan masakan Viola atau benar.


"Ya sudah kamu tunggu sini."


"Pah, Mah.... Viola pinjam dapur ya," izinnya pada kedua orang tua itu.


"Iya nak, kamu boleh pakai dapur itu sepuasnya," jawab Mama Audi.


"Terima kasih."


Galaksi menatap pacarnya dengan senyum senang, sedangkan ketiga orang yang ada disana hanya menggeleng.


"Emang Nak Vio bisa masak?" tanya Papa Bara pada mereka yang langsung mengangguk.


"Yang masakin Clara makan malam dulu juga kak Viola, dan rasa masakannya itu enak banget," jawab Clara.


"Mama juga pernah lihat dia masak waktu jadi pelayan Galaksi, " jawabnya.


"Viola jago kalau urusan perut, bahkan Galaksi yang udah 2 tahun pacaran sama dia aja gak ada bosannya ini lidah sama masakannya. Kadang heran aja dikasih apa biar enak tu masakan," ujar Galaksi.


"Clara minta Viola lebih membuat banyak nasi goreng," perintah Papa dan dianggukkan oleh Clara.


Dengan cepat Clara berlari ke dalam dapur yang luasnya tak terkira itu. Clara melihat para koki yang duduk di kursi itu dengan takut. Sedangkan Viola dengan santai membuat nasi goreng itu.


"Kak masaknya suruh ngebanyakin," ucap Clara pada sang kakak ipar.


"Oke, kamu bantuin ya biar cepat jadi," punyanya dan dianggukkan oleh Clara.


Gadis 18 tahun itu ikut membantu apa yang bisa ia bantu. Hingga dalam hitungan menit, nasi goreng dengan udang cryspy diatasnya itu jadi.


Mereka membawa nasi goreng itu ke meja makan.


Aroma nasi goreng itu membuat mereka kembali lapar, apalagi Galaksi yang sedari tadi belum makan.


Mereka mengambil porsi masing-masing, tapi tidak dengan Galaksi yang mengambil porsi banyak.


"Gak kekenyangan kamu nanti?" tanya Papa Bara yang dijawab gelengan oleh Galaksi.


Mereka memakan kembali nasi goreng buatan Viola yang ternyata rasanya sangat pas. Perpaduan pedas dan asin dari cabai dan garam sangat pas di lidah mereka. Tak ada yang rasa yang saling mendahului hingga membuat nasi goreng itu sempurna.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka menyelesaikan makan malamnya.


Setelah berbincang sebentar ternyata Viola menginap di rumah ini. Jadi mereka bisa langsung ke kamar untuk ehem kalian pasti tahu apa kan.

__ADS_1


"Dek gimana masih di bully?" tanya Viola pada Clara yang ikut menonton televisi menemaninya dan Galaksi.


"Udah enggak kak, berkat kak Galaksi. Tapi aku suka takut kalau ada yang menatapku tajam seperti ingin membully."


"Clara selalu dimanjakan, dengan kasih sayang yang penuh. Hingga membuat Clara penuh akan sikap hangat. Jadi tak heran jika dia kaget di perlakukan begitu," ujar Galaksi yang tiduran di paha Viola.


"Clara harus bisa lawan, jangan pernah tunjukkan pandangan kamu ke nanah saat ada orang yang menatapmu tak suka. Ingat ya sayang, kamu ini adalah keluarga Ryano. Kamu mempunyai Papa dan kakak yang sangat hebat. Apa yang perlu kamu takutkan hmmm?"


"Jika kamu tetap mengalah orang lain akan terus menindasmu, apa kamu mau terus terusan dihina dan direndahkan? Apa kamu tak memikirkan nasib keluarga kamu terutama Papa Bara jika dia tahu anak yang selama ini ia sayangi, ia jaga dengan sepenuh hati mengalah begitu saja?"


Clara yang mendapat pertanyaan dari calon kakak iparnya itu menggeleng. Ia tak mau membuat malu kakak dan papanya.


"Mulai sekarang kamu gak usah takut, kamu dijaga oleh banyak pengawal jadi jangan takut oke."


Clara memeluk Viola dari samping, ia bangga memiliki calon kakak ipar yang sangat pengertian padanya itu.


"Udah jangan pelukan terus, kakak cemburu tahu," ucap Galaksi melepaskan paksa pelukan adik dan pacarnya.


"Masuk kamar dan belajar jangan ganggu orang mau manja aja deh," perintahnya memeluk perut Viola erat.


"Yee dulu aja sok sokan lupa, dan mau lupain kak Vio, tapi sekarang cih kakak bucin!"


Clara berlari menuju kamarnya meninggalkan kakak dan kakak iparnya yang ada disana. Melewati Mama dan Papa yang berdiri tak jauh dari sana.


"Kita gak salah memilih calon istri buat Gala!"


"Heem. Maafin Mama ya yang dulu sempat jahat sama Vio," ucap Mama Audi memeluk tubuh suaminya.


"Iya, yakni lanjutin yang tadi. Belum puas soalnya," ajaknya berlalu menunu kamar.


Kembali ke Viola dan Galaksi.


"Yang," panggilnya.


"Apa?"


"Nanti tidur bareng ya," ucapnya dengan senyumnya.


"Kamu modus!"


"Biasalah kalau gak modus aku gak dapat nen lagi," jawabnya menatap dada Viola.


"Ihhh mesum aja yang ada dipikiran kamu."


Galaksi hanya diam, dia akui dia memang sangat mesum pada calon istrinya ini. Bahkan setelah kembali mendapat jatah saat itu. Rasanya ia ingin memakan Viola lagi tapi ia tak bisa.


Galaksi menggendong tubuh Viola menuju kamarnya, dengan sesekali kecupan dan ******* dari Galaksi.


Sedangkan Reno yang baru saja pulang dari kantor itu, mendapat kabar jika hasil tes DNA itu sudah keluar.


Bersambung

__ADS_1


Yang nunggu nunggu tes DNAnya keluar bab selanjutnya.


__ADS_2