Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Bangun


__ADS_3

Happy reading


Eekk eek


Mendengar rengekan dari bayi bayi itu membuat mata Viola perlahan terbuka. Ia cukup bahagia bisa membuka matanya. Perlahan ia mulai menggerakkan tangannya tapi tak bisa menyentuh sang anak yang ada di box bayi itu.


"Mass," lirihnya menyentuh pipi suaminya dengan lembut.


Galaksi yang merasa ada tangan halus itu tak juga membuka matanya, ia berharap itu bukan mimpi. Tapi ia tak mau jika membuka mata elusan hangat itu akan hilang.


Merasa kesal dengan sang suami yang tak kunjung membuka matanya. Wanita yang baru saja melahirkan tadi pagi itu mencubit pipi suaminya hingga membuat suaminya itu terbangun dengan cepat.


"Sayang," kaget Galaksi melihat istrinya sudah bangun.


Tak menunggu lama Galaksi memeluk tubuh Viola dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.


"Akhirnya kamu bangun," ujarnya dengan tangisnya yang sudah jatuh.


"Sstt Mas, anak anda pada ngerengek itu. Nanti aja kangen kangenannya," ujar Viola sedikit kesal karena suaminya ini tak respon dengan anak anak mereka.


Galaksi yang mendengar itu langsung menghapus air matanya dan mulai menatap anak anaknya yang sedang merengek.


"Cek dulu Mas, popoknya udah penuh atau memang mereka haus?" tanya Viola dengan pelan.


"Kok kamu tahu mereka pakai popok?"


"Aku tak sebodoh itu ya, walau aku gak bisa membuka mata tapi aku tahu soal ini," ujarnya dengan kesal.


Galaksi pun bangkit dan mengecek popok kedua anaknya bergantian.


"Penuh yank, tapi aku gak bisa gantiin."


"Bawa sini Mas, aku mau coba gantiin popok anak anakku," ujarnya dengan lembut.


Perlahan wanita itu mulai mendudukkan diri di kasur itu. Sedangkan Galaksi yang mendengar itu mengangguk, karena memang pada usia kandungan Viola masih 7 bulan. Wanita itu sudah mempelajari bagaimana mengurus anak pada Mama mertuanya kadang kadang juga Ibu Lana.


Galaksi juga mengambilkan perlengkapan untuk kedua bayi mereka.


Viola yang melihat wajah anak anaknya itu tak bisa menahan air matanya. Sejak ia melahirkan ia belum sempat melihat wajah sang anak kembar itu.


"Jangan menangis sayang, lihat anak anak juga ikut sedih," ujar Galaksi menghapus air mata sang istri yang sedang mengganti popok Abang.

__ADS_1


"Udah berapa hari aku gak sadar Mas?" tanya Viola mengambil bedak bubuk itu.


"Sehari sayang, tapi aku bahagia kamu sudah sadar," jawab Galaksi menggendong Abang yang sepertinya sudah tenang walau matanya masih terbuka.


"Aku ibu yang buruk ya Mas. Aku tak ada saat anak anak butuh susu," ujar Viola mengangkat pelan putra keduanya.


"Anak Mommy udah ganteng lagi, popoknya juga udah baru hmmm," ujar Viola mencium pipi tembam Adik dengan gemas.


"Eekkk," rengek Adik mulai memerahkan matanya seakan ingin menangis.


Seakan memiliki insting seorang ibu, Viola mulai membuka baju bagian dadanya dan menyusui putranya yang sepertinya sangat ingin di belai oleh ibu kandungnya.


"Maafkan Mommy ya sayang, maafkan Mommy karena tak langsung mengusap rambut dan wajah imut kamu ini," ujar Viola mengelus rambut putra keduanya dengan lembut.


Air matanya tak bisa ditahan mengingat tadi setelah melahirkan putra keduanya ia langsung tak sadarkan diri. Bahkan ia tak sempat melihat wajah putra keduanya.


"Gak ada yang salah semua ini sayang, kamu sudah menjadi yang terbaik buat anak anak. Aku senang kamu bisa kembali seperti ini. Aku sempat takut karena omongan kamu sebelum ini, aku takut. Apa aku bisa menjalani hidup tanpa kamu?"


"Tapi aku tak bisa melihat Adik, Mas. Aku bahkan tak memberi mereka ASI untuk pertama kalinya," ujar Viola menghapus air matanya yang mengalir pada pipi sang putra.


"Siapa bilang hmm? Anak anak tetap mendapat ASI eksklusif dari kamu kok yank," jawabnya dengan menghapus air mata istrinya dengan lembut.


"Kok bisa? Aku merasakan anak anak menghisap dadaku tapi aku pikir itu bukan yang pertama Mas. Apa setelah lahir anak anak tak minum susu?"


Viola yang mendengar itu terharu, anak anaknya ternyata bisa meminum pertama dengan ASI nya.


"Terima kasih putra putra Mommy," ucapnya mengecup kening putra keduanya dan menatap putra pertamanya.


"Sama sama Mommy."


Viola mulai mengelus punggung putranya agar terlelap, dan benar saja tak beberapa lama akhirnya Adik terlelap. Kini giliran si Abang yang menyu su, setelah menunggu adiknya terlelap akhirnya Abang mulai meny usu dengan lahannya.


"Abang mirip banget sama kamu ya Mas," ucap Viola mengelus pipi putra pertamanya.


"Iya sayang, kalau yang adik itu mirip sama kamu," jawab Galaksi menatap putra kedua mereka yang sangat imut jika terlelap begini.


"Mereka tak identik jadi mudah kalau mau ngebedain," tambah Viola mengecup pipi sang putra.


"Heem."


"Oh ya Mas, kenapa belum memberi nama untuk kedua anak kita?" tanya Viola dengan nada lembutnya.

__ADS_1


Bukan ia marah dengan sang suami tapi ia hanya bingung, karena ini sudah malam tapi suaminya ini belum juga memberi nama kedua buah hati mereka.


"Kamu masih ingatkan kita akan memberikan nama untuk anak anak kita bersama," ucap Galaksi dengan lembut. Tak lupa tatapan mesra pada sang istri yang sudah selesai menyusui putra mereka itu.


"Tapi ini sudah malam loh Mas."


"Gak apa apa sayang, yang penting kita sudah mempunyai nama untuk kedua jagoan kita ini."


"Heem."


"Sayang sayangnya Mommy kalian sudah memiliki nama Nak, bahkan nama kalian sangat bagus. Mommy harap kalian juga tumbuh dengan baik ya. Besok pagi kalian akan mendapatkan panggilan baru," ujar Viola dengan nada semangat.


"Tapi aku lebih suka sama panggilan Abang dan Adik," balas Galaksi dan dianggukan oleh Viola. Ia pun tak keberatan.


Setelah selesai, Galaksi meletakkan kedua bayi itu di box mereka kembali. Walau Viola ingin tidur bersama anak anak mereka tapi Galaksi yang tak mau Viola dibagi dengan anak anaknya.


"Maaf ya Mas, kalau selama ini aku punya banyak salah sama Mas. Maaf kalau selama ini aku banyak kata yang membuat hati Mas sakit, maafkan aku," ujar Viola menangis dalam diamnya di dada Galaksi.


Posisinya saat ini Viola sedang dipeluk Galaksi dengan lengan pria itu yang menjadi bantal Viola.


"Kenapa kamu ngomong gini?" tanya Galaksi mengelus rambut Viola.


"Aku merasa bersalah saja sama semuanya, sama Mas, terutama sama Ibu yang sudah donorin darahnya buat aku," ujar Viola tak berani menatap Galaksi.


"Sekarang gimana keadaan Ibu?"


"Kata Ayah tadi, Ibu masih harus dirawat. Tapi tenang aja yank, Mas sudah siapkan kamar VIP kok buat mereka," jawab Galaksi dengan lembut.


"Terima kasih."


"Aku suami kamu sayang, jadi orang tua kamu juga orang tua aku juga. Kamu gak perlu berterima kasih. Harusnya aku yang berterima kasih karena mereka sudah memberikan putri cantik mereka untuk aku, penyempurna hidupku ini," Galaksi mengecup kening Viola dengan lembut.


"Aku beruntung memilikimu Mas," lirihnya.


"Aku juga sayang. Sudah ya sekarang kamu tidur, udah malam banget loh. Besok aku suruh orang buat membelikan kamu makanan yang bergizi agar ASI kamu lancar dan juga lebih sehat. Karena saat ini kamu bukan hanya menyu sui satu orang tapi tiga," ujarnya mengecup kening Viola lagi.


"Mesum."


"Kan kamu istriku sayang," jawab Galaksi mengelus punggung sang istri agar cepat terlelap.


Dan benar saja tak sampai 10 menit Viola sudah terlelap dengan nyaman di dalam dekapan sang suami.

__ADS_1


Bersambung


Ada yang kepo sama nama baby twins? Hayo tebak yookkkk


__ADS_2