
Happy reading
"Ahh, Massshhh."
"I love you, ahh."
Kedua manusia yang baru saja melakukan pen**tuan tubuh itu sama sama tumbang setelah pele*asan ketiga kalinya ini.
"Ahh sangat penuh," ucap Viola dengan mende sah.
Galaksi masih berdiam diatas istrinya yang terkulai lemas karenanya.
"Kamu suka?"
"Kapan aku gak suka hmmm? Tapi sekarang aku lagi capek banget, istirahat yuk," ajak Viola mengelus rahang suaminya yang sudah ditumbuhi bulu bulu halus itu.
"Ya sudah, tapi nanti lanjut ya."
Dengan pelan, Galaksi mencabut keper********* dari Viola dan berbaring di samping sang istri.
Galaksi menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Viola. Viola yang merasa hangat dan nyaman itu langsung menelusupkan wajahnya di dada sang suami.
Dor! Dor! Dor!
Seketika kenyamaan mereka terganggu dengan gedoran dari luar itu. Viola dan Galaksi saling tatap dengan tersenyum.
"Untung sudah selesai," ucap Galaksi bangun dan memakai pakaiannya.
Viola hanya tersenyum dan mulai bangun. Anak anaknya itu seakan tak bisa membuat orang tuanya senang saja.
"Mereka juga anak-anakmu, Mas."
Seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran sang suami. Galaksi yang melihat mendengar itu hanya tersenyum dan menyuruh Viola untuk segera memakai pakaiannya.
Setelah itu Galaksi membuka pintu kamar itu, dan terlihatlah dua anak laki-laki yang sudah berdiri dengan wajah tertekuknya.
"Dyy... pa tuu maa," celoteh Bisma berlari menuju kamar orang tuanya.
"Dyy... ma!"
"Astaga anak itu, nurun siapa sih?"
Kesal Galaksi menatap anak pertamanya yang sudah masuk mengikuti adiknya. Putra kembarnya sudah berusia 2 tahun itu.
Keduanya juga sudah mulai banyak bicara, dan jangan lupakan kegemaran mereka mengacau saat orang tuanya sedang bermesraan.
Galaksi masuk dan mengunci kamar itu, dilihatnya kedua anak mereka sedang berbaring disamping sang istri yang terlihat sangat menyayangi kedua putranya.
"Myy... lah," ucap Bima mengusap leher Mommynya yang merah.
Galaksi dan Viola yang mendengar itu langsung menutup lehernya.
"Cuma digigit semut, sayang," jawabnya dengan lembut mengelus rambut putra putranya.
Tadi sebelum pergulatan panas Galaksi dan Viola, si kembar sudah diungsikan ke kamar orang tuanya. Tapi kenapa sekarang ada di kamarnya.
"Udah malam, Nak. Yuk tidur," ujar Galaksi pada anak-anaknya.
"Myyy... luk," rengek Bima yang selalu sejak dengan Viola.
__ADS_1
Galaksi yang mendengar rengekan sang anak itu mengendus kesal. Karena Bima itu selalu menguasai istrinya saat ingin tidur.
"Sini sayang, Mommy peluk sini."
Bisma yang belum tidur itu ikut mendekat dan memeluk kembarnya.
"Dasar bocah," gumam Galaksi yang masih bisa didengar oleh Viola.
Wanita itu hanya menggeleng dan terus menepuk pantat anak anaknya bergantian. Hingga mereka berdua tidur.
Cups
Cups
"Mimpi indah anak anak Mommy," bisiknya setelah mengecup kening keduanya.
"Mas, gak tidur?" tanya Viola menatap suaminya yang masih menatap anak anaknya.
"Belum ngantuk sayang," jawabnya dengan lembut. Jujur saja ia belum puas dengan kegiatannya tadi malam.
"Udah, Mas. Besok lagi ya, anak anak ada di kamar. Aku gak mau mereka lihat apa yang kita lakukan," ujarnya dengan lembut.
Galaksi yang mendengar itu hanya mengangguk, Galaksi juga tak mau menodai pendengaran dan penglihatan anak-anaknya.
"Pasti mereka kabur dari kamar Mama dan Papa," ucap Galaksi ikut berbaring di kasur itu dengan pelan.
"Kayak gak tahu mereka aja, Mas. Mau tidur dimana aja, mereka tetap mencari kita," jawab Viola mengelus rambut anak-anaknya yang sudah sangat lebat.
Walaupun beberapa bulan lalu mereka berdua sudah potong rambut sampai gundul.
"Yank, udah siap punya anak lagi?" tanya Galaksi.
"Kalau anak anak sudah tidur sendiri kamu mau?" tanya Galaksi dengan antusias.
"Mungkin," jawabnya.
"Oke, aku akan membuat anak anak tidur sendiri dalam waktu dekat. Lagipula mereka sudah besar kan," ujarnya dengan senyum khasnya.
Tanpa Galaksi sadari, Viola sudah tak lagi meminum pil KB nya. Jadi kemungkinan anak mereka sedang dalam proses.
Viola hanya melihat binar cerah dari mata sang suami itu hanya tersenyum. Ia menarik selimut tebal itu dan menutupi tubuh anak-anaknya begitupun dengan Galaksi.
"Selamat malam sayang," ucap Galaksi mengecup kening dan bibir sang istri singkat.
Kemudian Galaksi juga mengecup kening kedua putranya seraya berbisik selamat malam dan mimpi indah.
"Selamat malam juga, Dad."
Galaksi tersenyum dan mengelus rambut sang istri, kemudian ia mematikan lampu hingga hanya tersisa dua lampu tidur saja.
Viola terdiam dan mengelus perutnya, ia berharap anaknya cepat tumbuh di rahimnya. Viola juga sudah berbicara pada anak anaknya, atau bisa dibilang meminta izin untuk memiliki adik si kembar.
Viola masih ingat jawaban kembar saat itu.
"Dik, tu cam isa ma?"
"Bukan sayang, adik kalian nanti lebih kecil dari kalian. Kalian akan dapat teman main nanti. Apa kalian mengizinkan Mommy memiliki anak lagi?"
"Oleh... Myy. Aban ta yang wek ya isa."
__ADS_1
"Di uda."
"Nanti Mommy usahain buat yang cewek ya, Bang, Dek."
"Yaa."
Jika kembali mengingat jawaban keduanya saat itu membuat Viola tertawa tapi juga bangga dengan anak-anaknya ini.
Karena terlalu lelah akhirnya Viola terlelap seraya memeluk tubuh putra putranya.
***
Keesokan harinya, alarm nakas sudah berbunyi hingga membuat wanita yang sedari tadi malam memeluk tubuh putra putranya itu langsung bangun dan mematikan alarm.
Tanpa membangunkan anak anak dan suaminya, Viola berjalan menuju kamar mandi seraya membawa benda pipih berwarna putih itu.
Dengan ragu Viola memakai tespeck itu dan menunggu hasilnya apa yang akan keluar.
Sambil menunggu, Viola memutuskan untuk mandi. Karena jam juga sudah menunjukkan pukul 4.45 pagi.
Setelah melakukan ritual mandinya, Viola langsing handuk hingga ia lupa tentang apa tujuan utama ia ke kamar mandi.
"Kayak ada yang kurang tapi apa ya?" tayang Viola setelah sampai luar.
Karena tak tahu mau apa lagi, akhirnya Viola memutuskan untuk ke dapur. Mulai beberapa bulan yang lalu, Viola sudah aktif lagi di dapur hanya untuk membuat makanan untuk keluarganya saja.
Galaksi yang bisa merasakan masakan istrinya itu, meningkatkan naf*u makannya. Dan hal itu membuat orang tua dan Clara heran.
Tak lupa Viola membuat makanan untuk kedua buah hatinya yang sangat mengemaskan dari hari ke hari.
Setelah selesai memasak, Viola kembali ke kamar. Mungkin suami dan anak anaknya sudah bangun karena jam sudah menunjukkan pukul 6 kurang seperempat.
Ceklek
"Sayang," tanpa diduga Galaksi langsung memeluk tubuh Viola dengan erat.
Viola yang merasakan pelukan erat dari sang suami itu hanya bingung.
"Kenapa sih, Mas? Aku gak kemana mana. Kenapa kamu peluk aku erat banget?" tanya Viola membalas pelukan suaminya.
"Kenapa kamu menyembunyikan hal ini?" tanya Galaksi yang membuat Viola semakin bingung dengan apa yang diucapkan suaminya ini.
"Menyembunyikan apa?"
Galaksi membawa istrinya untuk duduk di kasur, kemudian memperlihatkan sebuah benda yang bergaris dua walau yang satu masih buram.
Viola baru ingat jika tadi ia sempat mengecek menggunakan tespeck.
"Aku lupa. Berarti aku hamil lagi dong, Mas?" tanya Viola dan dianggukkan oleh Galaksi.
Air mata Viola tak bisa lagi terbendung. Sungguh ini anugrah yang mereka harapkan setelah kelahiran twins.
"Kapan kamu rencanain ini?"
"Sebulan yang lalu, anak anak juga sudah aku kasih tahu."
"Terima kasih ya, terima kasih buat semuanya," ucap Galaksi menghapus air mata istrinya kemudian memeluk erat tubuh Viola.
Hari itu adalah hari yang menggembirakan untuk kedua keluarga. Mereka bahagia karena sebentar lagi akan ada anggota baru di rumah ini.
__ADS_1
Bersambung