Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Bayi Kembar


__ADS_3

Happy reading


Sedangkan Galaksi di luar sedang berlutut di depan Ibu mertuanya yang sudah ia anggap seperti ibu sendiri.


"Tolong Viola Bu, hanya ibu yang memiliki darah yang sama dengan Viola. Viola kehilangan banyak darah, aku mohon."


Entahlah sudah hilang kemana urat malu seorang presdir dari Ryano saat ini. Ia bersimpuh di hadapan mertuanya, hanya karena ingin meminta Ibu Lana mendonorkan darah untuk istrinya.


"Apa!! Tiara kehilangan banyak darah?"


"Ibu akan mendonorkan darah Ibu tapi kamu bangunlah dulu," ujar Ibu menatap Galaksi.


Ibu Lana pergi bersama salah satu suster untuk diambil darahnya.


Tak lama dari hal itu suster keluar membawa dua bayi yang ada di dalam trolly itu. Hal itu cukup membuat orang yang ada disana terkesima dengan bayi tak identik ini. Wajah mereka yang satu dominan ke Galaksi sedangkan yang satunya ke Viola.


"Ini cucu kami?" tanya Mama Audi dan dianggukkan oleh Galaksi.


"Astaga mereka lucu sekali," ujar Mama Audi mengambil satu bayi degan bedong berwarna biru itu.


"Iya mereka sangat lucu," timpal Oma Airin ikut menggendong bayi satunya.


"Kamu sudah memberinya nama Gal?" tanya Papa Bara pada putranya.


"Aku akan memberi anakku nama setelah Viola sadar Pah," jawabnya dengan lembut mengelus pipi anak anaknya.


"Doakan Mommy ya sayang, Mommy masih harus berjuang di dalam sana," batin Galaksi menghapus air matanya dengan kasar.


Opa yang melihat cucunya menangis itu hanya bisa menguatkan.


"Istrimu akan baik baik saja nak," ujar Opa menepuk pundak Galaksi. Galaksi hanya mengangguk walau rasa resah itu masih ada.


"Cucu kami mau di bawa kemana?" tanya Oma Airin pada suster itu.


"Kami akan membawanya ke ruang bayi Nyonya. Karena jika terlalu lama disini kami takut akan terjangkit virus dan kuman disini," jawabnya dengan sopan.


Merekapun membiarkan cucu mereka dibawa, karena memang ruangan disini sangat tidak cocok untuk bayi yang baru lahir.


Disana hanya tinggal Galaksi, Mama Audi, Oma Airin, Opa Carlos, dan Papa Bara yang tadi dipaksa Mama Audi untuk tak berangkat ke kantor.


"Jangan bersedih terus, Viola tak akan senang jika ia bangun melihat kamu yang seperti ini," ujar Mama Audi mengusap air mata Galaksi yang tak mau berhenti menangis.


Galaksi bukan tipe orang yang cengeng tapi jika soal Viola entah kenapa tak bisa ia tahan. Bahkan dulu saat ia kecelakaan saja ia tak sampai mengeluarkan air mata tapi ini.


Sedangkan Aulia yang mendapat shift pagi itu mendengar jika adik iparnya melahirkan. Langsung saja ia menelepon Reno dan memberitahu akan hal ini.

__ADS_1


"Jangan terburu-buru, kan masih ada aku. Aku gak mau kamu gak profesional dalam bekerja," ujar Aulia pada Reno dalam sambungan telepon itu.


"Iya sayang, habis pulang kantor aku langsung ke rumah sakit," jawab Reno dengan nada lembut.


"Iya, hati-hati kalau pulang nanti. Oh ya nanti bawakan bakso ya Mas," pinta Aulia seraya mengelus perutnya.


"Iya nanti Mas bawakan," jawab Reno yang mengetahui jika istrinya itu tengah ngidam.


"Yang ada ceker pedasnya ya Mas," pintanya lagi.


Membayangkan video ASMR di ponsel suaminya kemarin malam membuat Aulia menginginkan bakso dengan ceker yang rasanya pedas.


"Udah dulu ya yank, Mas masih banyak kerjaan. Jangan capek capek, awas aja kalau Mas tahu kamu kenapa napa karena terlalu keras bekerja," ujar Reno dengan nada yang tak bisa dibantah.


"Iya Mas."


Akhirnya panggilan telepon itu terputus. Ibu Lana yang ada di ruangan itu tersenyum senang saat ini anak anaknya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri sendiri.


"Masih lama nak?" tanya Ibu pada Aulia.


"Enggak kok, Bu."


Benar saja, tak sampai 10 menit setelah Aulia mengucapkan hal itu. Ibu sudah selesai mendonorkan darahnya.


"Ibu kalau masih lemas disini dulu gak apa-apa, nanti Aulia bawakan vitamin dan buah buahan untuk ibu," ujar Aulia memasang infus ditangan Ibu Lana.


"Ibu dengar Aulia ya Bu. Ibu habis mendonorkan darah, Ibu masih lemas. Nanti kalau Tiara udah sadar nanti, Aulia yang akan bawa Ibu menemuinya," jawab Aulia dengan lembut. Mencoba memberikan pengertian untuk Bu Lana.


Akhirnya Ibu Lana mengiyakan karena badan tuanya juga lemas karena mendonorkan darah tadi.


"Tolong lakukan yang terbaik untuknya," pinta ibu dan dianggukkan oleh Aulia.


"Pasti Bu. Itu sudah menjadi tanggung jawab kami," jawab Aulia dengan senyum.


Setelah memastikan Ibu Lana beristirahat, Aulia dan beberapa rekannya keluar membawa kantung darah itu menuju tempat Viola tadi.


***


"Oma sama Opa pulang saja dulu tak apa-apa, biarkan Galaksi yang menjaga Viola. Mama sama Papa juga," ujar Galaksi yang tak tega melihat kakek dan neneknya terserang virus apalagi tubuh mereka yang rentan.


"Biarkan Oma dan Opa yang pulang, Mama akan menemanimu. Lagipula Papa juga akan ke kantor setelah ini," ujar Mama Audi.


"Ya sudah, kami pulang tapi jika terjadi sesuatu. Katakan pada kami," ujar Oma menatap anak menantu dan cucunya.


"Iya Oma, hati-hatilah di jalan."

__ADS_1


Oma Airin dan Opa Carlos pergi dari tempat itu dan tak lama disusul Papa Bara yang juga harus ke kantor.


"Kamu belum sarapan kan nak?" tanya Mama Audi mengelus lembut rambut putranya. Galaksi menggeleng, tadi pagi ia hanya menemani Viola makan.


"Sarapanlah dulu, biar Mama yang menjaga Viola," ucap Mama Audi dan dijawab gelengan oleh Galaksi.


"Kamu mau Viola sedih karena kamu gak mau makan?" tanya Mama Audi.


"Galaksi gak mau makan sebelum Viola bangun Ma. Galaksi gak naf*u makan," jawabnya dengan nada bergetar.


Mama Audi yang mendengar suara itu mulai memeluk tubuh sang putra yang terlihat sangat rapuh karena dokter belum juga keluar.


Bayangan Viola yang seakan mengucapkan kata kata perpisahan itu membuat Galaksi tak tenang. Kenapa ia menuruti keinginan Viola untuk melahirkan normal jika jadi seperti ini.


"Kamu tidak kasihan dengan anak anak kamu hmmm? Mereka belum tahu apa apa jika kamu sakit."


"Mau Mama belikan nasi buat kamu nak?" tanya Mama Audi dan dianggukkan oleh Galaksi. Dan Mama Audi tahu anaknya tak bisa jauh dari Viola.


"Aku mau ke ruang bayi dulu Mah," ujar Galaksi dan dianggukkan oleh mama Audi.


Mama Audi berlalu menuju kantin sedangkan Galaksi menuju ruang bayi, dimana tempat bayi Viola dan dirinya.


Bayi kembar yang saat ini sedang menggeliat dalam box bayi itu tampak mengemaskan di mata Galaksi.


"Tuan mau ke dalam?" tanya seorang suster pada Galaksi yang sedang menatap anak anak mereka dari kaca itu.


"Apa boleh?" tanya Galaksi dan dianggukan oleh suster itu.


"Kedua anak Anda sepertinya sedang gelisah, dari tadi mereka tak mau diam dan terus bergerak. Siapa tahu dengan datangnya Tuan bisa membuat mereka tenang," jawab suster itu mempersilahkan Galaksi masuk.


Dengan pelan Galaksi kearah dua anak kembar yang sedang menggeliat pelan itu.


"Boleh aku menggendongnya?" tanya Galaksi dan dianggukkan oleh suster.


Suster itu mengajari Galaksi untuk menggendong bayi itu dengan benar.


Cups


"Abang sama adek yang kuat ya, buat Mommy yang saat ini sedang berjuang di dalam sana," ujar Galaksi mengecup kening putra pertamanya itu. Kemudian menatap putra keduanya yang memiliki wajah dominan sang istri.


"Kamu tak perlu risau soal wali sayang, karena anak kita semua laki-laki," batin Galaksi juga mengecup kening putra keduanya dengan lembut.


Bersambung


Yeee anaknya cowok semua, makasih yang udah pada komen. Tya suka deh sama komen kalian, walau jarang Tya balas tapi Tya tetap baca kok.

__ADS_1


Terus Viola nya gimana?


__ADS_2