
Happy reading
Setelah menghabiskan bakso ceker itu tadi yang dibelikan Reno tadi. Sekarang mereka sedang ada di ruangan Ibu Lana. Yang masih lemas karena darah tuanya diambil, ia harus dirawat sampai kondisinya benar benar pulih.
"Kami pulang ya Bu, besok ibu juga pulang kok."
"Iya ajak sekalian bapak kamu nak, kasihan kalau harus tidur di sofa," ucap Ibu Lana dengan nada lembut.
"Ayah mau jaga Ibu, nanti kalau Ayah capek tinggal pindah aja ke ranjang ibumu yang besar ini," jawab Ayah Sandi.
Sedangkan Aulia dan Reno yang melihat pertengkaran kecil itu hanya tersenyum. Ayahnya ini bisa saja membuat Ibu tertawa walau mereka tadi sempat bertengkar kecil.
"Kalian pulanglah, Ayah dan Ibu biar disini," ucap Ayah pada anak dan menantunya.
"Iya kandungan kamu juga udah besar loh, kamu sudah ajukan cuti kan nak?" tanya Ibu pada Aulia.
"Udah Bu. Dan untungnya langsung di setujui. Jadi besok Aulia udah gak jadi suster dulu sampai anak kita lahir," jawab Aulia mengelus perutnya.
"Syukurlah."
Akhirnya setelah berpamitan Reno dan Aulia pulang. Keduanya berjalan menuju mobil dengan Aulia yang sudah berganti daster.
"Yank masih mau makan lagi?" tanya Reno dan dijawab gelengan oleh Aulia.
Wanita itu malah asik menscrool ti*t*k di ponsel suaminya. Karena hanya milik Reno yang kuota internetnya masih banyak.
"Mas lihatnya yang s*ksi se*si, aku mah kalah," ucap Aulia menatap orang yang sedang berjoget ria itu.
"Kan kamu yang lihat sayang, aku mana pernah bukan aplikasi itu."
"Masa iya sih, padahal ceweknya cantik cantik loh," ujar Aulia sedikit tak percaya dengan ucapan sang suami.
"Ngapain lihat yang di ponsel kalau yang di depan mata sudah ada yang cantik, se*si, dan menggoda hmm. Apa lagi kalau lagi di ranjang beuh sek*inya berlipat ganda," ujarnya dengan menggoda sang istri.
"Gombal aja, makin kesini kamu makin suka gombal ya Mas. Jangan jangan kamu sering lagi gombalin cewek cewek di kantor!!"
"Sumpah demi apapun aku gak pernah gombalin cewek lain selain kamu," jawabnya dengan nada serius.
Aulia yang mendengar itu tersenyum dan mengangguk. Ia tahu suaminya tak akan berpaling jika punnitu terjadi ia akan menyelesaikan secara baik baik.
"Mas pengen.." ujar Aulia terputus oleh selaan Reno.
__ADS_1
"Nanti ya yank, Mas juga pengen sebenarnya. Tapi ini di mobil loh, kamu tahan ya sebentar," ujar Reno melajukan mobilnya dengan cepat.
"Pengen apa Mas? Wong aku pengen makan stroberi korea yang kayak di ponsel kok," jawab Aulia memperlihatkan stroberi berwarna merah dan putih di dalam ponsel itu.
"Mas pikir, kamu pingin main kuda kuda sayang. Aku sih siap siap aja, kamu yang di atas juga Mas rela," jawabnya dengan senyum manisnya tak lupa dengan tatapan genit dari Reno.
"Dih Mas mikirnya mesum terus," ujarnya menepuk pelan lengan suaminya.
"Maklum aku mesum sayang, berarti aku kan normal," ujar Reno mengengam tangan Aulia lalu mengecupnya.
"Jadi beli stroberi korea? Mumpung kita lewati supermarket," tanya Reno dengan lembut.
"Jadi dong, tapi kamu yang beli ya. Aku gak mau turun."
"Iya aku tahu kamu pasti capek," ujarnya dengan mengelus rambut Aulia.
"Gak terlalu capek sih Mas, tapi perut aku rasanya begah aja kalau aku berdiri," jawabnya dengan jujur.
"Nanti Papa jenguk ya nak, biar kamu senang di dalam sana," ujar Reno mengelus perut Aulia yang sudah besar.
"Papa nanti mainnya pelan aja," bisiknya Aulia seakan memberi kode untuk ehem ehem.
Reno yang mendengar jawaban dari Aulia itu langsung menatap Aulia dengan mata berbinar. Apa ini artinya nanti malam ia bisa bermain kuda kuda setelah seminggu istrinya menghukum untuk tak menjenguk sang putri di dalam sana.
"Tapi sekarang Mas beli stroberi dulu," jawab Aulia dengan lembut. Ia sudah tak sabar ingin memakan stroberi berasa masam dan manis itu. Pasti akan bisa memanjakan lidahnya ini.
"Iya sayang kamu tunggu sini ya," jawabnya mengecup kening Aulia.
"Cepat ya papa," ujarnya dengan nada dibuat kecil.
"Iya anak papa, bentar ya," ujarnya mengelus perut buncit itu.
Setelah itu Reno keluar dari mobil itu dan masuk kedalam supermarket itu. Sedangkan Aulia yang masih berada di dalam mobil itu mulai mengelus perut buncitnya seraya bermain ponsel mengusir jenuhnya menunggu suami.
Saat ini ia hanya memakai daster berbahan lembut itu. Apalagi anaknya sudah aktif saat di dalam perut, tendangan demi tendangan anak mereka sungguh menyiksa Aulia tapi juga menikmatinya.
Tak lama menunggu akhirnya Reno keluar dari supermarket dengan membawa satu kantong kresek bertuliskan nama supermarket itu.
"Kenapa banyak banget sih, apa aja yang dia beli?" tanyanya dalam hati.
Sampainya di dalam mobil, Reno memberikan kantong kresek itu pada Aulia.
__ADS_1
"Kenapa banyak banget?" tanya Aulia membuka kresek itu.
"Sama cemilan yank, kan kamu sekarang suka makan kalau malam. Apalagi buah," jawabnya dengan santai.
"Kan di kulkas masih banyak buah," ujar Aulia membuka bungkus stroberi itu dan mencurinya dengan air dalam botol.
"Ya buat cadangan kalau kita kehabisan stok di kulkas," jawabnya dengan senyum manis.
Reno menjalankan mobil itu keluar dari area supermarket itu menuju rumah mereka.
"Anak-anak Viola, ganteng ganteng banget ya Mas," ucap Aulia disela makannya.
"Iya sayang, tapi aku khawatir sama Viola yang belum bangun sampai sekarang," ujarnya dengan nada khawatir.
"Aku yakin Viola pasti ingin bangun, tapi belum mampu saja. Kasus seperti Viola bukan pertama kalinya terjadi Mas. Bahkan ada yang koma sampai 1 bulan baru bangun," jawab Aulia menatap Reno setelah ia menghabiskan satu box berisi 8 buah.
"1 bulan?"
"Jika sampai 1 bukan aku tak yakin, Galaksi akan tetap hidup normal. Kamu tahu sendiri Galaksi sangat mencintai Viola, bagaimana jika Viola sampai koma selama itu? Anak anak mereka bagaimana?" tanya Reno dengan sedih.
Walau bagaimanapun Viola tetaplah adik kandungnya, yang baru saja bertemu setelah bertahun-tahun.
"Tenang saja kalau masalah anak anak mereka, Viola tetap bisa menyusui anak kembar mereka kok."
"Caranya?" Reno menatap bingung istrinya
Aulia menjelaskan tentang cara menyusui walau keadaan wanita itu sedang koma. Dari awal hingga akhir, Reno yang mendengar penjelasan istrinya itu mengangguk paham
Ternyata sangat besar jasa seorang wanita untuk anak anaknya. Termasuk menyusui, walau dalam keadaan tak sadarkan diri masih bisa menyusui anaknya.
"Kenapa kembar tak mau susu formula?"
"Mungkin mereka ingin susu langsung dari ibu mereka," jawabnya dengan santai.
Wanita hamil itu mulai membuka bungkus snack itu dan memakannya dengan lahap.
"Jangan terlalu banyak makan makanan ringan ya, gak baik," ujarnya dengan lembut.
"Satu kali aja kok Mas," jawab Aulia dengan senyum manis.
Akhirnya mereka sampai di rumah itu, mereka masuk membawa kantong kresek itu.
__ADS_1
Bersambung