Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Aku Bahagia


__ADS_3

Happy reading


Di malam ini pula, sepertinya Viola tak akan di lepaskan oleh sang suami. Terbukti saat ini saat mereka sedang menonton film di televisi tangan Galaksi tak berhenti untuk bermain di dadanya yang masih terbungkus rapi.


Viola yang merasa itu mulai bangkit dari duduknya, bukannya pergi ke kamar wanita hamil itu malam naik kepangkuan sang suami.


"Kalau mau bilang jangan ganggu aku nonton film," ujarnya dengan senyum manisnya.


Viola bukan anak ABG yang masih malu malu menampakkan badannya lagi pada suaminya. Lagipula menyenangkan suami akan mendapat pahala kan.


"Lagi pengen main aja yang, kan kalau main kuda kuda yang asli nanti bisa di kamar," jawab Galaksi melepaskan baju piyama Viola. Tak hanya itu pria itu juga melepas bra wanitanya hingga terpampanglah dua buah yang sangat menantang itu.


"Uhhh jadi suamiku ini ingin bermain dua bolaku ini?" tanya Viola dengan nada menggoda bahkan ia menyentuh dada bulatnya dengan sensual.


"Ya sayang," jawabnya dengan senyumnya.


Bukan Galaksi jika menyiakan kesempatan yang ada di depan matanya begitu saja. Pria itu memegang dua buah itu dengan tangan kekarnya, jika dulu buah dada itu masih terbilang sedang. Lain pagi sekarang yang hampir mendekati jumbo.


Pria itu memasukkan satu buah itu ke mulutnya, bagaikan bayi yang haus akan susu langsung dari pabriknya, galaksi juga demikian.


"Euhh Mas... Pelan pelan dong, sakit nih," ucapnya dengan tangan memukul lengan suaminya.


Dan Galaksi melakukannya dengan senang hati, lembut dan membuat wanita berusia 21 tahun itu ingin lebih dari sekedar itu.


Bokong bulatnya tak ingin tinggal diam, Viola mulai menggerakkannya diatas benda Galaksi hingga membuat pria berusia 26 tahun itu membulatkan matanya tapi ia tak bisa menghentikan aktivitasnya.


"Ahhh mas, aku ingin lebih," bisikan seraya mengecupi leher suaminya. Aroma maskulin suaminya cukup membuatnya senang, dan ia tak ingin berhenti mengecupi leher itu.


Hingga.


"Ashhh," ringis Galaksi saat pundaknya digigit dengan kencang oleh Viola


"Sakit sayang, kami mengganggu kesenanganku saja!" cemberut Galaksi menyadarkan kepalanya di sofa itu.

__ADS_1


Viola yang acuh itu malah bangun dari pangkuan Galaksi dan melepas pakaian yang masih tersisa kemudian ia melepaskan boxer suaminya yang terlihat sangat sesak.


Sedangkan Galaksi yang tampaknya masih sok jual mahal itu hanya bisa mengagumi tubuh istrinya dalam hati.


Viola berjongkok di depan paha Galaksi dan membuka lebar paha itu.


Galaksi yang melihat apa yang dilakukan istrinya itu hanya bisa menggeleng seraya menikmati apa yang dilakukan istri cantiknya itu. Kenapa Viola menjadi wanita liar seperti ini, bukannya ia tak suka dengan sifat agresif Viola tapi pria itu hanya tak mau menyamakan istrinya dengan wanita malam yang melakukannya dengan mulut.


"Stop, aku tak mau bibirmu kotor karena milikku. Kamu bukan jala*g sayang," ucap Galaksi menahan kepala Viola.


"Aku tak merasa seperti itu, tapi jika itu keinginanmu aku akan melakukan yang kamu sukai. Lagi pula disini tak buruk," ujarnya naik keatas paha Galaksi lagi dan dengan perlahan wanita itu memasukkan beda itu pada miliknya yang sangat menerima.


Bless


"Ashhh."


Keduanya menggigit bibir masing masing saat benda itu tertanam di lahan yang sangat terawat itu.


Violet menatap mata suaminya dengan sayu, keduanya sudah terbakar gaira* tapi Galaksi tetap diam dan menikmati apa yang dilakukan istrinya.


"Ouhh aku pikir kamu sangat bersemangat jadi aku biarkan dulu," ujarnya dengan senyum menggoda.


Galaksi yang merasa bokongnya pegal itu mengangkat tubuh Viola ala koala tanpa melepas pernyatuan itu menuju kamar. Viola yang merasa ada yang menjanggal di bawah sana itu memeluk leher suaminya dengan erat.


Sedangkan Galaksi mati matian menahan diri agar tak melakukan itu di depan pintu karena dada istrinya yang menyekang dadanya.


Galaksi membaringkan istrinya di kasur empuk itu hingga membuat pernyatuan mereka terlepas. Viola yang melihat benda panjang itu masih berdiri itu menelan ludahnya. Tangannya gatal untuk tak menyentuh benda itu.


Sedangkan Galaksi langsung melancarkan aksinya yang membuat Viola mendessah enak di bawahnya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua terkulai lemas di kasur itu. Galaksi juga tak membuang benihnya di rahim sang istri hingga membuatnya menatap nahar cairan itu.


"Aku capek," ujarnya dengan lemas. Wanita itu menyadarkan kepalanya di dada sang suami.

__ADS_1


"Tapi kamu senang kan?" tanya Galaksi mengelus punggung polos Viola.


"Senang dan bahagia, karena kita tak perlu takut dosa jika ingin melakukan hal lebih. Aku juga bahagia dengan kehidupanku yang sekarang, aku memiliki keluarga lagi, keluarga yang aku sayangi dan menyayangiku apalagi akan ada anggota baru di keluarga kita," jawabnya dengan senyum.


Ia tak menyesali kesalahan yang membuat anak-anaknya hadir dalam perutnya. Ia justru bahagia karena dengan adanya hal itu, suaminya bisa mengingat semuanya dan ditambah dengan hadirnya buah hati mereka.


"Jika kamu bahagia, aku lebih bahagia karena bisa menikahimu dan akan mendapatkan anak anak yang lucu nantinya. Maafkan suamimu ini jika dulu pernah menyakiti hatimu sayang, maafkan aku ya. Aku sadar saat itu aku sangat bersalah padamu sayang, aku menyakiti hatimu," ungkap Galaksi mengingat saat ia kedua kali melakukan hal terlarang itu. Ia berbicara kasar pada Viola saat itu, jika kembali mengingatkan sungguh ia sangat bersalah.


Cup


"Jangan bicara seperti itu, aku sudah melupakannya. Kita ambil hikmah dari kejadian saat itu ya Mas, Mas yang dulu lupa ingatan jadi ingat dengan aku dan kenangan kita. Itu sudah membuat aku bahagia," ujarnya mengelus rahang suaminya. Tangannya juga meraba mata yang selalu menatapnya hangat dan lembut itu.


Sekejap Galaksi menutup matanya dan menikmati elusan tangan sang istri dengan lembut. Ia bisa merasakan ketulusan dari istrinya itu mulai dari ucapan dan elusan tangan sang istri.


Saat ingin mengecup bibir tebal sang suami itu tiba-tiba ia menginginkan sesuatu dari suaminya.


"Mas," panggil Viola hingga membuat Galaksi membuka mata.


"Ada apa?" tanya Galaksi dengan lembut.


"Pengen makan mie ayam buatan kamu Mas," rengeknya dengan manja. Entah kenapa tiba tiba ia menginginkan makanan berbahan dasar tepung itu. Apalagi jika membayangkan ada potongan ayam diatasnya dan sambal yang banyak pasti sangat enak.


Galaksi yang mendengar itu langsung membuka matanya, ia tak bisa membuat mie ayam seperti yang diinginkan sang istri.


Ini sudah jam 11 malam, kemana ia harus mencari bahan bahan membuat mie ayam.


"Mas gak bisa buat mie ayam sayang," ujarnya dengan lembut. Ia tak mau berkata kasar atau keras karena tak bisa menuruti keinginan istrinya.


"Nanti aku kasih tahu caranya, Viola cuma mau makan kalau mas yang bikin," ucapnya dengan manja. Bahkan matanya sudah berkaca kaca.


"Oke sesuai keinginan istriku ini, tapi benarnya kamu yang kasih komando," ujarnya dan diangguki oleh Viola.


Sebelum beranjak dari kasur, Galaksi mengelus perut Viola sebentar. Ia tahu ini keinginan anak-anaknya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2