Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Kecemburuan Galaksi


__ADS_3

Happy reading


Sedangkan mereka tak tahu jika Galaksi sudah ada disana menahan marah dengan tangan terkepal.


"Sialan, baru ditinggal sebentar aja udah ada yang deketin Viola," gumam Galaksi dengan cepat berjalan menuju tempat istrinya.


Ia meletakkan plastik berisi apel itu di atas meja dan menarik kerah Aldo.


Bugh


"Mas!!"


Pekik Viola saat sang suami menojok perut Aldo hingga membuat Aldo tersungkur dengan terbatuk.


"Bangun!!"


Aldo yang merasa di tantang itu langsung bangkit dan mulai menyerang Galaksi di kafe itu.


Sontak saja perkelahian mereka membuat tontonan gratis bagi orang orang disana. Sedangkan Viola yang masih duduk itu dengan susah payah bangun dari duduknya.


"Galaksi! Aldo! Hentikan!!!"


Teriakan Viola tak dihiraukan oleh Galaksi dan Aldo. Mereka bagaikan mendapat lawan yang seimbang. Galaksi yang lama tak bertarung itu sedikit kaku tapi tak bisa menutupi kemampuannya dalam hal ini.


Merasa teriakannya tak dihiraukan oleh suami dan sahabatnya, Viola berjalan pelan seraya menglus perut buncitnya menuju tempat mereka.


Grep


"Sudah Mas," bisiknya memeluk tubuh suaminya dari belakang. Menghentikan Galaksi yang ingin menghajar Aldo habis habisan.


Api yang menjalar dalam tubuh Galaksi seketika hilang mendengar suara lembut istrinya alami perut yang besar itu menempel di pinggangnya.


"Tapi dia berusaha dekati kamu," ujarnya dengan nada tak terima.


"Dia sahabat aku, Mas," ujar Viola mengelus dada suaminya agar tenang.


Galaksi membalikkan badannya dan menatap istrinya seakan meminta penjelasan atas semua ini.


"Dia Aldo, Mas. Teman aku sama Beby, gak lebih," ujarnya dengan lembut agar suaminya itu tenang.

__ADS_1


"Tapi dari sorot matanya dia suka sama kamu. Aku juga seorang laki-laki yang tahu arti dari tatapan mata seorang pria padamu," jawabnya memeluk Viola sedangkan wanita itu menaruh kepala Galaksi di dadanya yang empuk.


"Tapi dia cuma sahabat aku Mas, sedangkan kamu suami aku. Tentu saja aku akan sangat mencintai kamu," jawabnya dengan lembut tangan yang mengelus punggung Galaksi.


"Aku gak suka lihat dia," ujarnya menujukan Aldo yang masih meringis di bawah sana.


"Tapi dia sahabat aku Mas, udah ya nanti aku kenalin sama dia. Kamu jangan cemburu gini dong, aku gak suka anak anak juga. Lagian malu di lihat orang."


Kerumunan orang tadi perlahan pergi meninggalkan mereka yang masih di tempat mereka masing-masing.


"Al, maafin Mas Galaksi ya. Dia memang cemburuan orangnya," ujar Viola menatap suaminya yang masih saja memeluk perut buncitnya.


Galaksi masih enggan menatap Aldo yang sedang diobati oleh pelayan kafe itu.


"Ya gue tahu, pasti suami lu cinta mati sama lu."


"Oh ya kenalin Mas, ini Aldo. Sahabat Viola saat SMA dan kuliah. Al, ini suamiku Galaksi namanya," ucap Viola memperkenalkan para laki-laki itu.


"Hmmm."


"Maaf bang, tadi itu gue cuma nemenin Viola duduk. Sambil nunggu lu datang, kasihan aja kalau dia duduk sendiri," ujar Aldo menatap Galaksi yang tampak cuek dan memeluk tubuh Viola.


Aldo yang melihat tingkah Galaksi itu tentu saja panas, apalagi wanita yang ada di depannya adalah wanita yang paling ia cintai.


Tetap saja Galaksi cemburu karena tatapan Aldo pada Viola adalah tatapan orang yang sedang menyukai dan mendambakan wanita itu menjadi miliknya.


"Udah selesai kan, aku juga udah dapat apelnya. Kita pulang yuk," ajak Galaksi pada Viola yang masih memilih apel itu.


"Tapi Aldo."


"Gue gak apa-apa, lagian gue cuma jalan jalan-jalan kok bentar," jawab Aldo dengan nada santai padahal dalam hati tak rela melihat wanita itu pergi.


"Kamu kesana dulu, aku mau bicara bentar sama sahabat kamu," ujar Galaksi dan dianggukkan oleh Viola.


Setelah Viola pamit, Galaksi menatap Aldo dengan datarnya. Ia tak suka ada laki laki yang menatap Viola seperti Aldo tadi.


"Dia istri gue, terlebih dari dia sahabat atau orang yang lu suka gue gak peduli."


Aldo cukup terkejut saat Galaksi tahu jika ia menyukai Viola, apa terlalu nampak?

__ADS_1


"Benarkan? Tapi satu hal yang harus lu tahu Viola adalah hidup gue, cinta gue, dan anak yang dia kandung adalah buah cinta kami. Jangan pernah ada pikiran untuk memilikinya karena gue gak akan pernah memberi celah untuk lu atau laki laki lain," lanjutnya.


Aldo yang mendengar itu mengepalkan tangannya, ia memang sudah cinta mati dengan Viola. Tapi sikap wanita itu yang membuat ia mundur sebelum bertarung hingga saat ini ia masih ingin memilikinya.


"Gue gak janji, tapi jika suatu saat lu menyakiti dia. Siap siap saja kehilangan Viola untuk selamanya," ujar Aldo dengan kesal.


"Aku gak akan pernah menyakiti orang yang aku cinta."


"Gue pegang omongan lu," jawabnya dengan nada meremehkan.


Setelah perbincangan itu, Galaksi langsung menghampiri Viola yang sepertinya bingung dengan apa yang dibicarakan dua orang ini.


"Kamu bicara apa sama Aldo?" tanya Viola dengan penasaran.


"Masalah laki laki kamu gak bakal tahu yank. Ayo pulang, kita udah terlalu lama di luar," ajaknya dengan pelan mulai mengajak sang istri untuk menuruni tangga itu.


"Kenapa gak ada lift sih!"


"Sabar Mas, aku menikmatinya kok," jawabnya dengan lembut mengelus lengan Galaksi.


Akhirnya mereka sampai di lantai bawah dengan selamat sentaosa.


Mereka membayar apa yang tadi ia beli dan memutuskan untuk pulang. Tadinya Galaksi ingin meminta sopir untuk menjemput mereka tapi istrinya itu lebih menginginkan berjalan kaki.


"Maaf jika tadi itu membuat Mas Galaksi cemburu, sumpah aku gak tahu kalau Aldo ada di kafe itu juga. Dia pulang aja aku gak tahu," ujar Viola memeluk lengan suaminya.


"Aku gak mau kamu sebut nama cowok itu," ujarnya dengan cemburu.


Galaksi masih ingat apa yang diucapkan laki-laki itu, jika dia akan merebut Viola darinya. Tapi hal itu tak akan ia biarkan karena Viola adalah hidupnya.


"Iya tapi Mas jangan cemburu lagi hmm. Aku gak mau anak anak kita menuruni sifat kamu yang kayak tadi, bukan aku gak suka kamu cemburuin aku tapi aku lebih suka kamu adu omong daripada adu kekuatan," jelas Viola mengelus punggung tangan Galaksi dengan lembut.


"Aku gak suka kamu ditatap kayak gitu sama cowok lain. Kamu istri aku tak sepantasnya laki laki itu menatap kamu seakan ingin memiliki."


"Yang pentingkan aku cuma dimiliki sama kamu, Mas. Bahkan jiwa dan raga ini juga milik kamu, kamu tahu sendiri itu kan," ujarnya dengan lembut. Suaminya ini memang tak bisa dikerasin hanya karena seperti ini.


"Maaf ya, yang udah buat kamu takut tadi. Maafkan Daddy ya sayang sayangnya Daddy. Daddy cuma mau kasih pelajaran sama paman tadi agar tak melihat Mommy seperti itu. Daddy gak suka sayang, maaf ya," ujar Galaksi mengelus perut buncit itu dan mengecupnya dengan lembut.


Viola tersenyum dan mengangguk, kemudian mereka melanjutkan perjalanan itu menuju mansion dan bebersih.

__ADS_1


Bersambung


Kira kira Aldo bakal jadi orang ketiga gak?


__ADS_2