
Happy reading
Setelah mendengar jika putrinya di bully, Mama Audi tak tinggal diam. Sebagai seorang Ibu, Mama Audi tak akan terima jika putri yang selama ini menjadi putri satu satunya keluarga Ryano di tindas oleh anak anak tak tahu moral itu.
"Tidur yang sayang. Maafin Mama yang tak tahu apa kehidupan kamu di luar sana. Mama bodoh kenapa tak mengawasimu selama ini."
"Clara baik-baik aja kok Mah. Mungkin ini pembelajaran sebelum aku benar benar dewasa," balas Clara kembali membuka matanya kembali.
Sebenarnya ia sudah ingin tidur tapi saat kembali mendengar ucapan Mamanya yang meminta maaf membuatnya kembali terjaga.
"Hmm. Sekarang Clara tidur ya," ucap Mama Audi dengan lembut.
"Heem, Clara mau minta sesuatu sama Mama boleh?" tanya Clara menatap sang Ibu.
"Mau minta apa nak? Kalau Mama bisa kabulin, Mama akan lakukan," jawabnya dengan lembut.
"Restui Kakak dan kakak ipar ya Mah, Clara mau Kak Vio yang jadi kakak ipar Clara. Clara sayang sama Kak Vio, dia yang selama ini jadi teman Clara di rumah ini. Mama tahu kan aku tak gampang berinteraksi dengan orang asing, tapi dengan Kak Vio aku langsung dekat Mah."
"Ku mohon," pintanya lagi dengan mata berkaca.
"Ya, sekarang kamu tidur dulu ya. Udah malam loh," ucapnya lembut mengelus rambut sang putri.
Akhirnya setelah berberapa saat Mama Audi mengelus kepalanya, Clara terlelap dengan nyamannya di kasur empuk itu. Tak lupa tangan yang memeluk boneka beruang berwarna pink itu dengan erat.
"Tanpa kamu minta, Mama juga sudah merestui kakak kamu sayang. Jika sekarang mereka ingin menikah pun tak akan masalah buat Mama."
Mama Audi mengecup kening sang putri sebelum keluar dari kamar itu. Ia berjalan menuju kamar putranya yang tak terlalu jauh dari kamar Clara.
Pintu kamar itu terbuka sedikit hingga ia bisa mendengar apa yang dibicarakan Galaksi di dalam.
"Tidur Gal, aku capek," ujar Viola dari seberang.
"Masih jam 11 loh sayang, nanti dulu ya."
"Emang mau apa sih?"
"Mau tuhh," jawabnya menujuk dada Viola.
"Gak ya, tadi pagi kan udah."
"Gak cukup loh yank," rengeknya dengan manja.
__ADS_1
Mama Audi yang mendengar suara Galaksi yang seperti rengekan itu sedikit terkejut. Kok bisa gitu loh, anaknya yang kayak triplek itu bisa semanja itu.
Tok! Tok! Tok!
Galaksi yang mendengar ketukan pintu itu, menatap sumber suara.
"Kenapa Mah?" tanya Galaksi dengan datar ia masih kesal dengan Mama Audi saat ini.
"Boleh Mama masuk nak?" tanya Mama Audi dan dianggukkan oleh Galaksi.
Galaksi meletakkan ponselnya tak jauh dari tempatnya tanpa mematikan panggilan video itu.
"Galaksi masih marah sama Mama?" tanyanya Mama Audi duduk di samping Galaksi.
"Apa hak Gala buat marah sama Mama?" tanya Galaksi menatap Mama Audi.
"Mama tahu, Mama salah menilai Viola selama ini. Mama terlalu takut untuk kamu tersakiti sayang. Kamu tahu Mama kan? Mama akan lakukan apapun untuk anak anak Mama."
Galaksi menatap Mama Audi, tentu Galaksi tahu sifat ibunya yang sangat overprotektif pada anak anaknya.
"Maafkan Mama ya nak."
"Hmm, lagipula Viola juga gak bisa kembali kan. Mama yang udah usir dia dan tak memperbolehkannya untuk kembali," ujarnya menarik selimut itu.
Viola yang mendengar ucapan Mama Audi itu tentu senang. Ia tak menyangka ibu dari kekasihnya dengan cepat memberi restu.
"Dia belum mau Mah, katanya dia menunggu umur ke 23. Sedangkan Mama tahu aku tak bisa lama-lama membujang," curhat Galaksi.
Viola yang mendengar itu sedikit terkikik pasalnya, Galaksi adalah orang cuek dan seperti tak peduli akan sesuatu. Tapi ternyata selain padanya Galaksi juga bisa bersikap seperti itu pada ibunya.
"Kenapa gak coba kamu bujuk dia dengan cara yang benar."
"Pasti kamu hanya merengek saat mengajaknya menikah."
Galaksi mengangguk, kemudian ia menatap ibunya dengan tanya, bagaimana cara untuk menrayu Viola?
Mama Audi yang melihat ponsel anaknya masih menyala itu kemudian menyuruh Galaksi untuk membisukan panggilan itu.
"Aku aja lupa kalau panggilan video tadi masih on," gumam Galaksi.
"Jadi bagaimana caranya?" tanya Galaksi.
__ADS_1
Mama Audi tersenyum dan menjelaskan apa yang harus Galaksi lakukan untuk membuat Viola mau menikah dengan Galaksi. Cara ini juga pernah Papa Bara lakukan pada Mama Audi.
"Gila sih, aku gak mau bikin Vio makin jauh Mah."
"Yakin saya Mama," ujarnya.
Galaksi yang mendapat ide gila dari ibunya itu hanya menggeleng, bukan ia menyetujui tapi apa salahnya dicoba.
Setelah mengecup kening sang putra, Mama Audi keluar dari kamar Galaksi dengan senang. Mama Audi senang karena Galaksi sudah memaafkannya, ia berjanji tak akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Ia akan membiarkan anak anaknya bahagia dengan pilihannya sendiri.
Kini tinggallah Galaksi sendiri dikamar itu, Pria itu kembali menghidupkan kembali video call nya.
"Yank," panggil Galaksi.
Viola yang sedang memakai cream malam itu tekaget hingga ia kembali menatap wajah pacarnya yang masih saja tampan.
"Kenapa? Udah selesai ngobrolnya?" tanya Viola pada Galaksi.
"Udah," jawabnya dengan senyum manis.
"Ya sudah, yuk tidur."
Tak ada drama drama tak mau tidur, setelah itu keduanya berlalu menuju ranjang masing-masing. Galaksi maupun Viola tak akan mematikan panggilan video itu hingga salah satu diantara mereka yang masih bangun mematikannya.
"Good night bayi besarku," ucap Viola menatap Galaksi yang sepertinya sangat lelah itu.
Tutt
Viola mematikan panggilan video itu sndiri berbaring untuk berlayar kealam mimpi.
Sedangkan disebuah desa kumuh jauh dari perkotaan, Sania dan kedua orang tuanya kini sedang bertengkar di rumah itu.
Setelah kejadian berberapa saat itu, karir Sania sebagai model hancur begitu juga dengan bisnis kedua orang tuanya yang berada di bawah naungan Ryano Group itu ikut hancur dan semua itu karena Sania.
"Ini semua gara-gara kamu Sania," pekik Papa Robert pada putrinya itu.
"Papa terus terusan nyalahin aku, ini sekuat karena wanita sialan itu Pah. Aku tak bisa menjadi Nyonya rumah itu karena wanita sialan itu. Karirnya hancur karenanya, aku benci wanita itu. Aku benci mereka," teriaknya keluar dari rumah itu dengan marah.
Papa Robert yang melihat itu menggeleng melihat tingkah putrinya yang seperti tak pernah mengeyam pendidikan. Karena Sania yang ceroboh, istri harus jatuh sakit karena syok akan tak kuat usaha yang ia bangun dari nol musnah begitu saja. Papa Robert tak pernah mengajarkan Sania untuk menjadi orang jahat tapi hanya karena cinta anaknya itu berubah menjadi seperti itu. Pisahkan hal baru yang baru Papa Robert dan Mama Mela adalah anak mereka sudah tak perawan lagi.
Hal itu karena pergaulan sebagai seorang model yang membuatnya dengan suka rela menyerahkan kesuciannya.
__ADS_1
Bersambung