Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Bukan Weekend


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah kembali pagi, Galaksi yang sudah terbangun itu merasa hangat akan pelukan istrinya. Apalagi saat ia disuguhi oleh dada istrinya di depan matanya.


"Emmhh," le*uh Viola saat dadanya serasa diisap dengan lembut.


Perlahan Viola membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah suaminya yang tampak nyaman dengan dadanya.


"Mas sudah, kamu lagi sakit loh."


"Udah enggak yank, aku udah sembuh," jawabnya tak yakin, karena di pagi ini ia merasa perutnya sedikit mulas.


Galaksi mengabaikan hal itu dan kembali menyesap pucuk dada dan menariknya dengan gemas.


"Sakit, ih. Udah ya, aku mau mandi dulu. Atau kamu mau mandi bareng?" tanya Viola.


Galaksi yang mendengar itu langsung menghentikan aktivitasnya, dan menantang istri yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Beneran boleh mandi bareng?" tanya Galaksi dengan tak percaya.


Jarang-jarang istrinya mengajak mandi bersama, karena biasanya yang mengatakan bersama adalah dirinya.


"Iya Mas, aku minta kamu bantu gosokin punggung aku," jawabnya mengelus rambut suaminya.


"Ya sudah ayo mandi," ajaknya dengan senyum mengembang. Tak lupa dengan kecupan di bibir Viola singkat sebelum mereka turun dari kasur.


"Masalah mandi bareng aja cepet banget," gumamnya tapi masih bisa di dengar oleh Galaksi.


"Karena ini kebutuhan."


Mereka bangun dari baringannya dan berjalan menuju kamar mandi mandi. Galaksi yang merasa ingin pup itu menyuruh sang istri untuk melepaskan pakaiannya dulu.


"Masih gak enak perutnya?" tanya Viola melepas baju dan celananya hingga sekarang ia hanya memakai underwear saja.


"Agak mules yank, tapi gak separah tadi malam. Terima kasih sudah merawatku," ucapnya dengan senyum.


Viola yang mendengar itu hanya menggeleng, merawat suami adalah tugasnya menjadi seorang istri. Bahkan tanpa disuruhpun hal itu akan selalu ia lakukan.


"Gak usah kerja kalau begitu, biar aku beritahu kak Reno," ucapnya dengan lembut.


"Aku gak mau kamu kenapa napa saat kerja nanti, lagian kamu juga makan sembarangan. Awas aja kalau nanti kamu sakit lagi."


"Ngomel lagi dia," batin Galaksi menatap sang istri yang mengomelinya.


Viola mengisi air di bathtup hingga penuh tak lupa menuangkan sabun cair beraroma mawar di air itu.

__ADS_1


Kaki jenjangnya perlahan masuk kedalam bathtup seraya menunggu suaminya. Rasa hangat itu seketika membuatnya rileks apalagi aroma wangi dari sabun beraroma mawar itu.


Galaksi yang sudah menyelesaikan pup itu ikut masuk kedalam bathtup dengan keadaan polos. Pria itu berada di belakang sang istri yang sedang menikmati suasana tenang disana.


"Mas," panggil Viola tanpa mau membuka mata.


"Ada apa?" tanya Galaksi.


Pria itu mulai menyadarkan kepala sang istri di dadanya, kemudian tangannya beralih untuk mengelus perut buncit sang istri. Ia bahagia saat melihat perut Viola mulai besar seperti ini, walau susah jika berhubungan badan tapi keduanya saling menikmatinya.


"Mommy jangan ngomel ngomel terus dong. Nanti cepat tua loh," ucap Galaksi dengan nada kecil.


"Emang kenapa kalau Mommy tua kenapa?" tanya Viola menatap perutnya.


"Nanti kalau Mommy tua, Daddy akan cari Mommy baru loh," jawabnya dengan senyum menggoda.


"Ouhh gitu, emang kalian mau punya Mommy lain? Kalian mau kalau Mommy pisah sama Daddy?" tanya Viola dengan nada kesal.


"Enggak mau Mommy," jawab Galaksi dengan suara kecil.


"Makanya jangan ikuti apa kata Daddy kalian, awas aja kalau sampai nanti Daddy cari wanita baru. Mommy potong buyung Daddy," ancam Viola menatap suaminya dengan tatapan tajamnya.


"Bercanda sayang, aku mana mau sama yang lain. Sama kamu aja udah paket komplit kok," ucap Galaksi mengecup pipi istrinya.


"Aku tahu."


"Emm Mas..."


"Gimana kalau kita coba di bathtup?" tanya Galaksi dan diangguki oleh Viola. Jari suaminya sudah masuk dua hingga membuatnya melayang sebelum waktunya.


"Mas.." pekik Viola saat ia merasakan puncak untuk pertama kalinya.


Galaksi melepaskan underwear sang istri dengan pelan, dan satu tangannya meremat da** sintal itu.


"Gosokin dulu tapi," pinta Viola saat Galaksi sudah siap dengan itu.


Bahkan sudah menegang dengan gagahnya. Tak heran kenapa milik sang istri bisa sebesar itu karena Galaksi sendiri keturunan Amerika, Eropa dan Indonesia.


Dengan terpaksa Galaksi menggosok punggung sang istri dengan lembut sesekali tangannya me***** d**a Viola.


"Ish gosok dulu yang bener, jangan yang lain," ujarnya dengan kesal. Bukannya tak boleh tapi entahlah Viola sendiri kesal jika saat mendingan di buat mainan oleh Galaksi.


"Iya sayang, udah tuh," jawabnya dengan senyum.


Kini giliran Viola yang beraksi wanita hamil itu perlahan dia membalikkan tubuhnya dan menatap suaminya yang sedang memegang benda siap tempur itu.

__ADS_1


Dengan senyum manisnya, Viola mulai memegang benda itu dengan lembut.


"Siap sayang?" tanya Viola dengan suara menggoda.


Galaksi yang sedari tadi menahan diri itu hanya bisa mengangguk. Dengan pelan Viola mengangkat tubuhnya dan memasukkan benda itu ke miliknya.


Bless


"Ini gila, rasanya bahkan lebih nikmat," batin Galaksi me***as bokong bulat Viola dengan lembut.


Viola pun menikmatinya, bahkan sangat. Benda milik sang suami menatap penuh pada miliknya.


Galaksi yang melihat sang istri menggigit bibirnya itu malah menangkup pipi sang istri dan mencium bibir itu dengan lembut. Viola mengalungkan tangannya di leher sang suami dengan bagian bawah yang sudah bergerak pelan.


Galaksi pun membantu sang istri untuk bergerak, dengan mengangkat bokong bulat itu. Karena saat hamil seperti ini sang istri sangat sulit untuk bergerak cepat seperti dulu.


"Mass Vio mau sampai," ucap Viola melepas ciumannya.


Galaksi yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangguk, ia mulai mempercepat gerakannya hingga air di bathtup itu tumpah tumpah membasahi keramik berwarna biru itu.


"Ahh," desah keduanya hingga membuat tubuh Viola jatuh kedalam pelukan Galaksi.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya tersenyum. Galaksi mengecup bibir sang istri dengan lembut, pagi ini terasa ada yang beda. Yang biasanya ia mandi sendiri hari ini mereka mandi berdua ditambah service dari sang istri membuatnya betah lama lama di kamar.


Keduanya bangkit dari bathtup itu dan membuang air di bathtup itu. Galaksi dan Viola membilas tubuh mereka dengan air shower.


"Makasih sayang, aku senang pagi ini," bisikan setelah mereka memakai handuk kimono itu.


"Anggap aja sebagai permintaan maaf anak anak yang sudah membuat kamu diare semalam," jawabnya mengecup bibir suaminya.


Galaksi yang mendengar itu tersenyum, ia menggendong tubuh istrinya menuju kasur dengan lembut.


"Kamu disini aja biar aku yang ambil pakaian kamu," ucapnya mengecup pipi istrinya. Mungkin tiada hari tanpa ciuman.


"Hmmm."


Jika biasanya Viola yang menyiapkan pakaian untuk Galaksi, sekarang gantian Galaksi yang mengambilkan pakaian untuk Viola.


Setelah ia berpakaian dengan lengkap. Galaksi mengambil pakaian istrinya yang ada di lemari satunya.


"Sayang maaf ya, kamu jadi keramas pagi pagi," ucapnya memberikan pakaian sang istri.


"Gak apa-apa Mas, kan udah biasa juga."


Setelah selesai berganti baju, Viola meminta sang suami untuk mengeringkan rambutnya dengan handuk. Entah kenapa ia lebih suka dengan handuk daripada hair drayer.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2