
Happy reading
Berbeda jika di kamar Viola dan Galaksi sedang hareudang panas panas anget. Kini di kamar Clara, wanita itu masih setia video call dengan Satya.
"Aku mau nyanyiin satu lagi buat kamu," ucap Satya menatap wajah sang pacar dengan lembut.
"Lagu apa?" tanya Clara menyandarkan punggungnya di kursi belajar.
"Dengerin ya yank."
Clara yang mendengar itu hanya mengangguk dan meletakkan ponselnya di depan laptop. Karena saat ini ia sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
Jreng
Satya mulai memetik senar gitar miliknya dengan sangat pas hingga membuat Clara yang tadinya mengetik naskah di laptop itu langsung terarah pada ponsel.
Judul: Ada Untukmu, Karya Tyok Satrio.
Awalku mengenalmu
Tersita seluruh hatiku
Oh indahnya dirimu
Ku jatuh hati padamu
Tak terasa waktu berlalu
Kini kau t'lah jadi milikku
Betapa bahagianya aku
Saat kau ada di sisiku
Clara yang mendengar itu mulai menikmati dengan sangat hikmat. Ia kembali teringat akan pertama kali mereka bertemu dulu yaitu di kantor Kakaknya.
Saat dimana ia masih berseragam SMA membantu Satya yang sedang kesusahan membawa kertas foto kopian dari lantai bawah itu dengan sigapnya ia membantu.
Kini tiba saatnya
Kita harus melangkah
Temani diriku di sisa waktumu
Satya pun membayangkan hal yang sama, hal dimana ia jatuh hati pada sosok cantik yang menolongnya dulu. Hingga saat ini gadis cantik itu sudah menjadi kekasihnya.
Genggamlah tanganku bersamaku
Kau kan menentukan arah
Bersama diriku yang kan slalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkah ku
Ku di sini di sampingmu
__ADS_1
Ku kan slalu ada untukmu
Clara yang mendengar lirik lagu itu ikut terenyuh hingga meneteskan air matanya.
Dulu ia pikir, ia tak akan bisa mendapatkan laki laki yang seromantis kakaknya tapi sekarang ia bersyukur telah memiliki Satya dalam hidupnya. Cowok humoris dan romantis yang selalu ada untuknya. Satya jarang marah akan sifatnya yang masih kekanakan. Clara sadar akan sifatnya ini tapi ia terlalu malu untuk mengakuinya.
Satu hal yang harus di ingat adalah Clara sangat mencintai Satya, begitupun sebaliknya.
Ku di sini di sampingmu
Ku kan slalu ada untukmu
Jreng
Lagu itu dengan cepat di akhiri oleh Satya dengan sangat baik. Clara yang melihat itu langsung menghapus air matanya dan bertepuk tangan.
Prok! Prok! Prok!
"Jangan menangis sayang," ucap Satya dari seberang.
"Aku gak nangis kok, cuma terharu aja lihat kamu nyanyi lagu ini," ujarnya dengan lembut.
"Ohh gitu, kamu suka lagunya?"
"Suka apalagi kalau kamu yang nyanyiin," jawab Clara dengan lembut.
"Lain kali aku nyanyiin lagi hmmm."
"Jangan sering sering nanti aku nangis lagi," jawab Clara yang di balas tawa ringan dari seberang.
"Udah malah nih, tugas kamu belum selesai?" tanya Satya pada Clara.
"Tinggal dikit lagi, kalau kamu udah ngantuk tidur aja dulu," ucapnya dengan senyum manisnya.
Akhirnya Satya menemani pacarnya mengerjakan tugas kuliahnya. Kadang juga Satya membantunya jika ada yang ia bisa.
***
Lain kakak lain lagi adiknya, saat ini Nana malah menikmati kesendiriannya di kamar.
Ia mengingat kembali apa yang terjadi tadi siang di kafe. Di saat ia mulai nyaman dengan seorang laki laki, tapi laki laki itu malah menjadikan dirinya perantara agar bisa dekat dengan temannya.
"Apa gue gak bisa kayak, Kakak Satya sama Clara ya?"
"Gue tahu gue memang tomboy, tapi hati gue tetap seorang wanita yang menginginkan sebuah hubungan seperti wanita pada umumnya," gumamnya menatap langit langit kamarnya yang penuh dengan stiker bulan dan bintang tak lupa warnanya juga biru langit.
Drrttt
Arka is calling...
Nana: Halo ka
Arka: Na, besok jangan lupa ya.
Nana: Iya
Arka: Nanti kalau gue berhasil nembak Novi lu bakal gue traktir satu minggu.
Nana: Iya
__ADS_1
Arka: Lu kenapa? Kayak lemes gitu?
Nana: Gak apa-apa
Arka: Ohh oke, besok jangan lupa ya.
Nana: Hmmm
Arka: Ya udah, gue tutup dulu teleponnya.
Setelah panggilan telepon terputus, Nana kembali menangis dan melampiaskannya pada guling yang ada di sampingnya.
"Kenapa hiks..."
Nana menangis hingga setengah jam lamanya. Mungkin jika orang menganggap dia cengeng itu bisa jadi, karena Nana hanya akan rapuh karena cinta.
Wanita tomboy tapi cantik ini sangat menyukai Arka sejak pertama mereka bertemu. Tapi Arka malah menyukai temannya yang tak lain juga pelayan kafe tempatnya kerja.
Nana tahu, Novi juga mencintai Arka oleh sebab itu ia lebih memilih mundur dan membiasakan diri akan kedekatan mereka.
Besok Arka akan menembak Novi, dan pria itu meminta bantuan Nana untuk bisa membuatnya di terima oleh Novi.
Setelah lama menangis, Nana akhirnya terlelap. Ibu yang memang setiap malam selalu mengecek keadaan putra dan putrinya itu terkejut saat melihat pintu kamar Nana terkunci.
Dengan cepat Ibu mengambil kunci cadangan dan membuka kamar itu dengan paksa.
"Lah udah tidur toh, pantesan dipanggil gak jawab," gumam Ibu merapikan posisi tidur putrinya.
Hingga ia merasa tangannya basah karena memegang tangan Nana.
"Astagfirullah, kenapa dia nangis?" tanya Ibu pada dirinya sendiri. Dan benar saja saat ia melihat mata putrinya sudah sembab karena menangis.
Ibu tak pernah melihat putrinya menangis sampai seperti ini. Ibu tak pernah melihat Nana yang seorang cewek keras bisa menangis sampai matanya sembab. Pasti terjadi sesuatu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ibu pada dirinya sendiri.
Ibu menghapus air mata Nana, dan mengecup kening putrinya dengan lembut. Nana berusaha menjadi keras setelah Ayahnya meninggal dunia, saat itu ia melihat kakak dan Ibunya menangis di depan makam sang ayah hingga membuat Nana ingin selalu melindungi Ibunya.
"Mimpi indah ya, anak ibu. Jangan hanya karena masalah sepele saja kamu sampai lemah," bisiknya dengan lembut.
Setelah itu, Ibu keluar dari kamar Nana dan berpapasan dengan Satya yang ingin mengambil minum di dapur.
"Loh Ibu kok belum tidur?" tanya Satya.
"Tadi mau lihat kalian tapi Ibu lihat kamu lagi sibuk, dan Ibu baru saja dari kamar Nana."
"Sepertinya adik kamu sedang sedih, tadi Ibu lihat di menangis," tambahnya yang membuat Satya terheran.
"Kok bisa? Nana kan jarang nangis Bu? Kena pisau sampai harus dijahit aja dia gak nangis."
"Mungkin masalah hati, Nak. Seorang yang kuatkan bisa lemah hanya karena cinta. Mungkin adik kamu sedang merasakan yang namanya sakit hati atau patah hati," jawab Ibu menganbil air hangat dan membawanya ke kamar.
Satya menatap ibunya yang sudah menutup pintu. Ia kembali ke kamar dan menceritakan apa yang diucapkan ibunya pada Clara.
"Besok tolong tanyakan pada Nana ya, yank."
"Iya. Tapi aku lihat Nana akhir akhir ini banyak senyumnya aku kira dia baik baik aja malah bahagia. Tahunya kok sekarang malah nangis," ucap Clara.
"Mungkin masalah hati."
__ADS_1
"Heemm."
Bersambung