Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Kembaran Opa


__ADS_3

Happy reading


Galaksi dan Viola sampai di mansion pukul tujuh kurang seperempat, di depan sana sudah ada Oma Airin dan Clara di sana.


Viola yang melihat Oma Airin terlihat garang itu, Viola mulai ragu untuk turun. Ia takut jika Oma Airin akan memarahi mereka karena menginap di apartemen tadi malam.


Galaksi yang seolah melihat istrinya gelisah itu langsung menggenggam tangan Viola dengan lembut.


"Gak apa-apa, Oma orangnya baik," ujarnya dengan senyum.


Viola yang mendengar itu hanya bisa mengangguk dengan senyum paksa. Walau begitu, Viola tetap saja gugup, apalagi ia baru tahu jika Galaksi memiliki Oma dan Opa.


Mereka turun dari mobil dan menyalami Oman yang sepertinya sedikit kesal dengan kedua cucunya itu.


"Darimana saja kalian?" tanya Oma, walau ia sudah tahu tapi ia ingin mendengar langsung dari Viola.


"Maaf Oma, kami menginap di apartemen," jawab Viola dengan menunduk.


"Hais, pasti Galaksi yang memaksa kamu buat menginap kan? Dasar anak itu memang harus diberi pelajaran," gerutu Oma Airin mengajak kedua cucu perempuannya masuk meninggalkan Galaksi sendiri di luar.


"Berasa jadi cucu tiri," batin Galaksi mengikuti ketiga wanita itu.


"Enggak oma, Mas Galaksi gak maksa Viola. Tapi Viola yang memang ingin tidur di sana. Maaf ya Oma, bukan maksud Viola gak seneng Oma dan Opa disini. Viola cuma turuti keinginan anak-anak," jawabnya tak enak pada Oma Airin.


"Jangan bohong kamu ya, Galaksi memang begitu. Dia tak pernah betah kalau kami ada di rumah ini," ujar Oma menatap tajam cucunya dan diikuti oleh Viola menatap suaminya yang hanya tersenyum. Jadi karena itu Galaksi kemarin mengajaknya ke apartemen, karena tak betah.


"Oma cerewet sih, jadi kakak gak betah di rumah," timpal Clara mengecup pipi keriput sang oma.


"Oma gak cerewet sayang, cuma sayang aja sama kamu dan kalian," ujarnya membawa cucu cucunya ke meja makan.


"Kalian kesayangan Oma sekarang, apalagi sekarang ada Viola dan calon cicitku yang masih ada di dalam perutnya."


"Dan Oma sudah putuskan, Oma dan Opa akan berada di Indonesia sampai cicitku lahir."


Lanjut Oma Airin yang membuat Mama Audi yang baru dayang dan Clara senang akan hal ini. Jarang jarang Oma nya akan menetap lama di Indonesia.


Sedangkan Galaksi tampak cemberut di sana, pria itu berlalu menuju dapur.


"Ternyata oma tak sekejam yang aku kira," batin Viola menatap interaksi Oma Airin dengan mereka semua.


"Suamimu mana Di?" tanya Opa pada anaknya.

__ADS_1


"Di kamar atas Pah, kayak gak tahu anak Papa kalau hari minggu aja," jawabnya dan diangguki oleh Opa Carlos.


Setiap hari minggu Papa Bara akan nge-gym dulu di kamar atas yang terdapat banyak alat untuk olah raga. Dan hal itu kadang diikuti oleh Galaksi jadi tak heran kenapa tubuh mereka terbentuk dengan bagus seperti itu.


"Bagaimana kemarin nak? Kandungan kamu sehat kan?" tanya Mama Audi pada menantunya.


"Sehat Ma, Vio juga punya kabar gembira buat kita semua," jawab Viola mengelus perutnya pelan.


"Apa sayang?" tanya Oma Airin dan diangguki mereka. Sedangkan Opa hanya menyimak apa yang akan mereka.


"Anak Vio dan Mas Galaksi ternyata kembar," ucapnya dengan senang.


Mereka yang mendengar jika calon anggota baru keluarga mereka ada dua itupun tak kalah senang. Oma Airin, Mama Audi, dan Clara langsung memeluk Viola dan mengelus perut Viola.


Sedangkan Opa Carlos yang merasakan senang itu sampai mengeluarkan air matanya. Ternyata yang mewarisi anak kembar adalah cucu menantunya.


"Tapi Viola heran kenapa anak Vio kembar, padahal dalam keluarga kita gak ada yang kembar," ujarnya menatap bingung mereka.


"Jangan heran, dalam keluarga kita juga ada kok yang kembar," ucap Opa ikut mengelus perut Viola. Oma Airin mengangguk membenarkan apa yang diucapkan suaminya.


"Siapa?" tanya Clara, Mama Audi, dan Viola bareng.


Mereka terkejut ternyata ayahnya memiliki kembaran tapi siapa? Sepertinya ia tak pernah lihat.


"Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat stok seperti itu?" tanya Galaksi yang datang dengan segelas susu rasa stroberi.


"Di minum ya," ucapnya dan duduk di samping istrinya. Viola mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


"Siapa kembaran Papa?" tanya Mama Audi.


"Dia sudah meninggal," jawabnya Opa Carlos.


Flashback on


Berpuluh tahun lalu disebuah mansion terdapat dua anak laki laki yang tak lain adalah Carlos dan Caramel.


Mereka selalu bersama bahkan jika dilihat mereka seperti pasangan kekasih. Caramel tak pernah bisa jauh dari Carlos, dan selalu manja dengan kakaknya itu.


Hingga sampai dimana Carlos memutuskan untuk menikah dengan Airin. Seorang dokter bedah yang memiliki kecantikan melebihi Caramel.


Caramel sempat tak setuju dengan kakaknya, karena wanita itu terlanjur jatuh hati dengan Carlos. Ia mencintai kembaran nya sendiri, walau itu dilarang tapi ia tak bisa membendungnya.

__ADS_1


Setelah Carlos menikah dengan Airin, Caramel tambah frustasi saat melihat sikap Carlos yang menjadikan Airin sebagai ratu sedangkan dia terasa terlupakan.


Caramel selalu membenci Airin di rumah besar itu, bahkan tak segan segan Caramel berbuat jahat dengan Airin saat Carlos tak ada di rumah. Caramel bagaikan pemeran antagonis seorang wanita yang melihat Airin sebagai tokoh utama.


Airin tak bisa memberi tahu tentang apa yang dilakukan Caramel karena perempuan itu akan melenyapkan anaknya yang masih di kandungan.


Hal itu terus saja terjadi hingga membuat Airin sedikit stres dimasa kehamilannya. Carlos yang tak tahu apapun itu hanya bisa menyemangati sang istri.


Hingga Bara lahir kedunia ini, Caramel bertambah iri dan dengki karena kakaknya tak lagi memperhatikannya. Caramel sering bersikap manja dengan Carlos tapi dengan tegasnya Carlos memperingati Caramel untuk bersikap wajar.


Kebencian dalam hati Caramel semakin menjadi, tak ayal ia diam diam berbuat buruk ke Bara kecil dan itu diketahui oleh Airin.


Hal itu terus berlanjut hingga umur Bara sudah mencapai 6 tahun. Airin sudah tak betah dengan semua perlakuan Caramel padanya dan Bara. Ia memberitahukan apa yang dilakukan Caramel pada suaminya.


Mendengar hal itu membuat Carlos murka, ternyata dugaannya selama ini benar. Dimana anaknya selalu menangis saat dekat dengan Caramel.


Caramel yang tahu jika sang kakak mengetahui segala kebusukannya itu mencoba kabur dari rumah tanpa sepengetahuan orang tua dan Carlos.


Carlos membiarkan hal itu, karena ia sudah terlanjur muak dengan Caramel. Tepat dihari ke 5 Caramel pergi dari rumah, tubuh Bara tiba tiba berkeringat dan panas hingga akhirnya pingsan.


Baru diketahui jika Bara memiliki kanker hati yang membuat salah satu hatinya rusak. Keluarga yang mendengar itu tentu saja terkejut, mereka segera mencari pendonor hati untuk cucu mereka, pewaris kekayaan Ryano.


Hingga suatu hari Caramel datang dengan sendirinya, wanita itu siap mendonorkan hatinya untuk Bara. Selama keluar dari rumah besar itu, hidup Caramel tak terarah. Bahkan ia sempat ingin dile*ehkan oleh preman tapi untung dia bisa kabur.


Setelah pendonoran hati itu, Caramel sempat kritis hingga akhirnya Caramel sadar dan meminta maaf pada semua orang disana. Ia terlalu banyak salah terutama Airin dan Bara.


Airin yang dasarnya orang baik, jadi langsung memaafkan Caramel. Airin juga berterima kasih karena Caramel sudah mau mendonorkan hatinya untuk Bara.


Setelah mendapat maaf pada mereka, nafas Caramel mulai tercekat hingga akhirnya Caramel dinyatakan meninggal.


Flashback off


"Jadi seperti itu ceritanya, pantas saja di perut Mas Bara ada bekas jahitan. Tapi Mas Bara sendiri gak tahu kenapa ada bekas itu."


Tanpa mereka sadari Papa Bara ada di sana dan mendengar apa yang diceritakan Papanya. Ia tak terkejut karena ia sendiri sudah tahu akan hal itu dari sang Mama.


Papa Bara tak mendendam pada sang bibi tapi malah berterima kasih jika saja Bibi Caramel tidak mendonorkan hatinya untuknya mungkin ia tak akan hidup sampai saat ini.


"Bibi terima kasih," batin Papa Bara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2