
Happy reading
Setelah berkumpul tadi, Galaksi mengajak sang istri ke kamarnya. Viola yang memang sudah sesak di bagian dadanya itu akhirnya bisa bernafas lega.
Sampainya di kamar, Viola langsung melepas syal yang ia pakai dan juga melepas kancing dress itu hingga akhirnya dadanya bisa leluasa sekarang.
Galaksi yang melihat ia langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang. Kenapa istrinya itu membuka dressnya begitu saja. Galaksi mengelus dada istrinya dengan lembut.
"Mas sesak ih," ujarnya melepas pelukan suaminya.
"Kamu yang goda aku yank, kenapa buka baju disini?" tanya Galaksi pada sang istri. Jangan lupakan suara serak serak basah pria itu yang membuat bulu kuduk Viola berdiri.
"Mas jangan gini. Kan kamu tahu dress aku pada sesak semua bagian dada. Kamu juga kan yang buat kayak gini," ucap Viola yang sudah gerah karena hembusan nafas suaminya yang ada di leher mulusnya.
"Tapi aku tergoda yank," bisiknya seraya menggigit telinga Viola.
"Ssttt nanti malam aja, ini masih siang loh. Aku gak mau ada yang ngira yang enggak enggak!"
"Say
Tok! Tok! Tok!
"Tu ada yang ketuk pintu, lepas dulu aku mau buka," ucapnya dengan cepat melepaskan pelukan Galaksi.
Viola kembali mengancingkan dressnya dan membuka pintu, ternyata seorang pelayan yang membawa buah mangga dengan saus sambal yang menjadi colekannya.
"Makasih ya Bi," ucap Viola menerima piring itu.
"Sama-sama Non, semoga lancar sampai lahiran ya," ucap salah satu pelayan yang dulu sangat baik dengannya tanpa tahu jika Viola dulu adalah pacar Tuan Mudanya.
"Makasih doanya bi," ucap Viola lagi dengan senyum. Tentu saja ia mengaamiinkan doa yang begitu baik untuknya dan anaknya nanti.
Setelah itu Bibi pamit dan Viola kembali menutup pintu kamar itu. Ia juga kembali melepas dressnya dan berlalu menuju ruang ganti seraya membawa kopernya. Galaksi yang melihat itu hanya bisa terdiam.
Galaksi yang capek itu membaringkan tubuhnya yang sudah tak memakai baju itu di kasur empuk yang sangat nyaman itu.
__ADS_1
Sedangkan Viola yang sudah selesai menatap pakaiannya di walk in closed sang suami itu keluar dengan pakaiannya biasa. Tank top dengan hotpants. Mereka memang berencana ingin di kamar saja siang ini. Panasnya sungguh membuat mereka semua tak betah.
"Mas, sandalnya copot dulu gih!"
Karena tak ada pergerakan dari Galaksi, Viola pun melepaskan sandal yang masih ada di kaki Galaksi itu.
Setelah itu, Viola mengelus kening suaminya sebentar sebelum ia menikmati mangga muda itu dengan nikmatnya.
"Enak banget, sehat sehat ya nak di dalem. Nanti kalau udah besar jadilah anak yang sederhana," ucapnya dengan senyumnya. Tangannya mengelus perutnya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengambil mangga itu.
Viola tak tahu saja jika Galaksi sudah membuka kembali matanya. Pria iti melihat apa yang diucapkan dan di lakukan istri cantiknya itu.
Entah sudah keberapa kalinya Galaksi berucap jika ia sangat bahagia memiliki Viola di sampingnya. Viola adalah sosok ibu dan istri yang selalu ada untuk Galaksi. Walau sedikit galak tapi Viola sangat keibuan, untuknya dan calon anak mereka.
"Kalau keluar jangan pakai pakaian seperti ini ya sayang, aku gak mau tubuh kamu dinikmati oleh pelayan di rumah ini. Cuma aku yang boleh, hanya aku satu satunya orang yang boleh melihat tubuh indahmu!"
"Eh, udah bangun ternyata."
"Aku gak tidur ya cuma merem aja," jawab Galaksi memeluk perut istrinya.
"Biar diperhatiin kamu aja," ucapnya dengan manja.
Sungguh pria ini membuat darah tinggi bumil ini naik secara perlahan, tapi ia tak tega memarahi Galaksi saat melihat wajah tampan ini.
"Modus aja punya lakik!"
"Ngomel aja jadi binik," balas Galaksi mencari kenyamanan di perut Viola.
"Gak suka aku ngomel, cari aja bini yang lain. Tapi jangan harap kamu bisa bertemu aku dan anak kita lagi," ancamnya dengan tangan yang masih memakan mangga muda itu.
Galaksi yang mendengar itu menggeleng, ia memeluk erat perut itu seakan tak mau ditinggal. Galaksi memang belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Hanya Viola satu satunya, bukan berarti Galaksi tak laku. Hanya saja bagi Galaksi semua cewek itu membosankan.
Galaksi banyak memiliki teman yangempunyai pacar, dan tak ada yang istimewa dari kencannya yang hanya menemani shopping dan shopping. Galaksi yang melihat itu muak dan selalu menyendiri, hingga akhirnya ia kembali ke negaranya dan bekerja di perusahaan utama.
Di Indonesia pun Galaksi belum juga menemukan wanita yang pas buatnya. Hingga akhirnya hatinya terpakai pada mahasiswi magang di kantornya. Awalnya Galaksi cuek tapi lama kelamaan rasa itu tumbuh di hatinya.
__ADS_1
Dan ternyata Viola bukanlah gadis yang mudah di dekati, Viola tak matre dan juga tak suka dengan shopping. Viola lebih memilih tidur daripada kencan atau sebagainya.
Sejak pacaran pun mereka jarang kencan keluar jika tak penting, hal utama jika malam minggu mereka adalah tidur.
Viola yang melihat tingkah manja sang suami itu hanya bisa terkekeh geli. Tangannya terulur untuk mengelus rambut suaminya.
"Besok ajak aja Clara sama Mama shopping, aku gak mau kamu pake baju ketat lagi," ucap Galaksi dengan nada yang tak bisa dibantah.
Suami mana yang mau istrinya memperlihatkan lekukan tubuhnya pada pria lain? Tentu saja tak mau karena tubuh istrinya adalah aset miliknya. Titik gak pakek koma.
"Iya Mas, tapi aku gak mau lihat dikira morotin harta kamu. Aku cuma butuh beberapa dress aja kalau mau keluar," ucap Viola.
"Kamu gak morotin harta aku sayang, kamu istri aku jadi sudah sewajarnya kalau kamu mendapat harta aku. Aku juga kerja kan buat kamu sayang, kamu berhak atas apa yang aku miliki sekarang," balas Galaksi.
"Jangan samakan saat kita pacaran dulu dan saat ini ya sayang. Sekarang kamu istri aku, kartu yang sebelumnya aku beri itu adalah milik kamu sekarang," tambah Galaksi dengan tegasnya.
"Harta bisa aja cepat habis, lebih baik ditabung atau enggak kamu sumbangin buat orang yang kurang mampu," ucap Viola dengan lembut.
"Tapi bagiku kamu adalah harta terindah dengan anak anak kita nanti," ucapnya dengan senyum manisnya.
"Kamu yang terlalu baik untuk aku."
"Enggak, bagiku Kamu yang terbaik. Aku mencintaimu Viola Angelista atau Tiara Anjani?"
"Aku juga mencintaimu Mas. Terserah mau panggil apa. Karena semua itu adalah namaku," jawabnya dengan senyum manis.
"Istriku!"
"Aku suka, lebih baik begitu kan."
Bersambung
Hai kak mampir ke novel senior Tya ya, judulnya Duda Casanova Terjerat Gadis Bar-bar, karya Oktavia Hamdan Zakhia.
__ADS_1