Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Mommy Jangan Capek


__ADS_3

Happy reading


Keesokan harinya Galaksi yang terbangun agak terlambat itu langsung bergegas ke kamar mandi. Hari ini adalah waktunya kebalik bekerja. Sedangkan Viola tadi sudah bangun terlebih dahulu itu keluar menuju dapur dan membuat sarapan di bantu para koki kediaman.


Setelah selesai memasak Viola pergi ke kamarnya untuk membangunkan suaminya yang tadi masih tidur. Tapi ternyata saat sampai di kamar suaminya sudah memakai kemeja berwarna putih yang tadi ia siapkan.


"Udah bangun hmmm! "


" Kenapa gak bangunin aku tadi?" tanya Galaksi yang sangat kesusahan karena tergesa gesa. Bahkan celananya belum ia tutup.


"Astaga kenapa berantakan gini sih?"


Omel Viola berjalan menuju suaminya dan membenarkan kemeja yang berantakan itu tak lupa ia masukkan kedalam celana lalu menarik resleting itu. Kalau tidak bisa terbang itu buyungnya.


"Ups sorry, gak sengaja nyenggol," ucap Viola sengaja.


Wanita mengambil dasi garis garis itu dan memulai memakaikannya ke leher suaminya. Karena tinggi Viola sebatas dagu Galaksi tak membuat wanita itu kesusahan sampai ada drama kayak di novel novel.


"Kamu pasti sengaja," ucap Galaksi memeluk perut istrinya.


"Gak sengaja, sumpah!"


"Hmmm."


"Mas, kalau aku banyak habiskan uang kamu gak apa apa ya. Tiba-tiba pengen banyak belanja nanti," ucap Viola menarik dasi itu agar membentuk segitiga.


"Iya sayang, gak apa-apa. Asal kamu senang aja," jawabnya dengan senyumnya tak lupa ia mengecup kening Viola dengan lembut.


Viola yang mendengar jawaban suaminya itu tersenyum senang. Ia tak sabar ingin belanja nanti.


Cups


"Kapan?" tanya Galaksi setelah mencium bibir Viola yang masih berdiri di depannya.


"Nanti jam 8 atau jam 9 an, kenapa?" tanya Viola.


"Gak apa-apa, jangan capek capek ya sayang. Kamu lagi hamil loh, dan kamu harus ajak Mama dan Clara kebetulan dia lagi libur hari ini," ucapnya dengan lembut.


Viola mengangguk, ia melepaskan pelukan itu dan mencari kaos kaki suaminya dan juga sepatu mahal pria itu.

__ADS_1


Setelah dapat Galaksi langsung memakainya, dan sekarang hanya tinggal jas lalu penampilan suaminya ini kurang bagus.


Viola menyisir rambut suaminya dan memberi minyak rambut sedikit agar lebih bagus. Tak lupa parfum khas milik laki-laki itu. Ia masih ingat itu adalah parfum darinya yang bahkan Galaksi selalu beli jika punyanya habis dengan merk yang sama.


"Dah ganteng banget, tapi awas kalau ganjen sama cewek lain," ucapnya dengan tegas. Bukan ia menentang tapi ia hanya waspada mempunyai suami tampan itu harus dijaga.


"Gak akan, nanti aku pulangnya bareng Papa."


"Okey, jangan lupa yang aku pesen tadi malam," ucapnya dengan lembut.


"Kalau gak da yang botak gimana yank?" tanya Galaksi pada sang istri.


"Ada kok."


"Aku cari nanti."


"Oke, sekarang udah yok turun pasti semua sudah nunggu kita," ajaknya dengan senyum manisnya.


Galaksi memakai jasnya dan menggandeng istrinya yang membawa tasnya itu. Mereka memang tak sungkan untuk memamerkan kemesraannya dimanapun dan kapanpun.


Sampailah mereka di ruang makan, disana sudah ada Mama Audi, Papa Bara, Clara yang duduk seraya menunggu keduanya.


Setelah selesai, Galaksi pamit pada orang tuanya begitupun dengan Papa Bara. Viola dan Mama Audi mengantarkan suami mereka sampai depan pintu.


"Nanti Mama shopping sama anak-anak gak apa-apa kan?" tanya Mama Audi pada suaminya.


"Boleh, gak biasanya kamu mau belanja bilang bilang?" tanya Papa Bara dengan senyumnya.


"Ya biar kamu tahu aja, nanti jemput Mama di mall biasa. Ajak anak kamu sekalian," ucapnya dengan lembut. Mama Audi memberikan tas suaminya.


"Iya, nanti siang aku ajak Galaksi. Kamu tunggu aja di tempat biasa kita," jawabnya.


Mama Audi mencium tangan suaminya dan di balas kecupan di kening wanita itu. Setelah berpamitan, Papa Bara berlalu terlebih dahulu menuju mobilnya.


"Sayang hati-hati kalau belanja. Jangan capek capek, ingat kalau kamu itu hamil. Jangan pakai pakaian ketat, jangan tebar pesona, ingat kamu udah punya suami yang tampan, kaya dan hot."


"Iya Mas, aku gak akan capek dan gak akan tebar pesona," ucapnya dengan senyum manisnya.


Walau sedikit cerewet Galaksi memang sangat pengertian, dan Viola menyukai itu. Ia berasa jadi wanita beruntung karena memiliki Galaksi dihidupnya.

__ADS_1


Kemudian Galaksi berjongkok dan menyamakan perut sang istri. Ia menyingkap sedikit baju itu dan mengelus perut Viola dengan lembut.


"Sayangnya Daddy, Daddy berangkat kerja dulu ya. Cari uang untuk kita nanti," ucapkan seakan berbicara pada anaknya yang sedang berada di dalam perut.


"Iya Daddy, Daddy cari uang yang banyak buat Mommy dan aku. Awas ya kalau Daddy ganjen di kantor," jawab Viola dengan suara kecil.


"Gak akan kok sayang kamu tenang aja, nanti kita jalan jalan ya nak. Habis dari mall," ucapnya dengan senyum manisnya.


"Boleh, asal Mommy gak capek," jawabnya lagi.


"Makanya bilang sama Mommy jangan capek," ucapnya dengan senyum manisnya.


"Di usahain," ucap Viola mengelus rambut suaminya.


Cups


Galaksi mengecup permukaan perut Viola dengan lembut, kemudian ia bangun dan mengecup kening sang istri dengan lembut.


Viola memeluk tubuh suaminya yang berdiri di depannya. Rasanya ia tak mau melepaskan sang suami. Dua minggu lebih bersama membuatnya makin manja dengan Galaksi.


"Aku kerja ya sayang, gak sampai malam kok. Jam 2 atau jam 3 aku bakal jemput kamu di mall," ucapnya dengan senyum manisnya.


"Benar ya?"


"Iya sayang, nanti kamu tunggu aja sama Mama dan Clara," jawabnya mengelus rambut sang istri yang mengangguk.


Akhirnya Viola membiarkan sang suami berangkat kerja, walau dalam hati ia tak mrmperbolehkannya. Entah ia atau si baby, Violapun tak tahu.


Setelah Galaksi berangkat Viola masih saja di teras dengan tangan yang mengelus perutnya. Saat ingin berbalik itu ia melihat ada air mancur di halaman mansion itu.


Alhasil Viola berlari menuju kolam air mancur itu dan bermain disana hingga suara Mama Audi menghentikan bermainnya.


Bukan tak boleh Viola bermain disana, tapi Mama Audi takut jika terjadi apa apa pada kandungan menantunya. Karena ia tahu usia segitu masih rawan keguguran.


Bersambung


Hai hai, mampir ke novel temen Tya yok. Judulnya Fake Love, karya kak Mayya_zha


__ADS_1


__ADS_2