Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Menerima


__ADS_3

Happy reading


Setelah mendapat penjelasan dari Bi Tuti, pembantu yang sudah 20 tahun lebih bekerja di rumah mendiang ibu dan ayahnya itu hanya bisa menangis. Ternyata orang tuanya selama ini bukan orang tua kandungnya.


"Sudah sayang jangan menangis hmm. Kamu harus menerima jika Mama Luna dan Papa Zodan bukan orang tua kandung kamu. Ibu Lana dan Ayah Sandi adalah orang tua kandung kamu sekarang."


"Iyo Mbak, Ibu sama Bapak pasti sangat bahagia jika tahu Mbak Vio sudah menemukan keluarga kandungnya. Bibi juga seneng banget Nonton sudah lepas dari trauma itu," tambah Bingung Tuti pada Viola.


"Benar apa kata Bibi, sayang. Jangan sedih lagi hmmm."


Akhirnya Violet berhenti menangis wanita, memeluk Bibi Tuti dengan erat. Bibi yang sudah menemaninya selama ini.


"Aku mau mengingap disini malam ini, kemu bisa pulang. Terima kasih sudah menenangkan tadi," ucapnya pada Galaksi.


"Aku juga bakal nginep sini. Aku gak mau kamu berbuat nekat ymdan kita gak jadi nikah ya. Tunggu satu atau dua minggu kita akan sah menjadi pasangan suami istri."


"Tapi kak Reno?"


"Kan bisa bareng yank, gak apa-apa kan?" tanya Galaksi memeluk perut pacarnya.


"Aku ngikut kamu," jawabnya berusaha tersenyum.


Bibi yang melihat kemesraan majikannya itu hanya tersenyum malu di wajah tuanya. Ia sudah berjanji akan selalu menemani anak majikannya itu sampai ia meninggal dunia.


Bi Tuti adalah janda yang tak memiliki anak, dia berusia 52 tahun.


"Mbak Vio, sama Mas Galaksi mau makan disini. Kalau iya, saya masakin gitu."


"Enggak Bi, tadi kami udah makan malam kok. Mending Bibi istirahat aja, maafin Viola udah bangunin Bibi," ucap Viola dengan senyum.


Bibi Tuti mengangguk dan pamit pada mereka ke kamarnya. Meninggalkan Galaksi dan Viola di ruang tamu itu.


"Sayang sini," Galaksi menepuk pahanya. Viola yang tahu itu, berjalan kearah Galaksi dan duduk dipangkuan Galaksi.


"Mau menerima mereka sebagai orang tua kandung kamu lagi?"


"Apa hak aku tak menerima hmm? Aku yang salah karena tak ingat masa kecilku. Mama dan papa juga tak mengatakan jika aku anak yang ditemukan," jawabnya.


"Sekarang kamu mau pakai identitas siapa?" tanya Galaksi memeluk pinggang ramping Viola.


"Tetap Viola gak apa-apa kan? Aku suka namanya, hampir sama dengan nama anak Mama Luna yang sudah tiada. Viola Carrolin nama yang indah kan?"


"Heem tapi nama kamu yang paling indah, mau itu Tiara Anjani atau Viola Angelista," jawabnya mengecup bibir Viola.


Galaksi memeluk tubuh Viola dengan erat, ia meletakkan kepalanya di dada Viola sedangkan wanita itu mengelus rambut lebatnya.

__ADS_1


Mereka belum beranjak dari tempat duduknya karena posisi yang sangat nyaman itu. Galaksi yang melihat leher jejang sang pacar itu mulai mencium dan menyesapnya.


"Sshh ahh, kenapa sih By."


"Boleh gak kita lakuin itu lagi yank?" tanya Galaksi menatap Viola dengan sayu. Jujur saja Viola yang duduk dan bergerak ditangkapnya itu membuat bendanya berkedut.


"Gak boleh dong, kan belum sah."


"Tapi yank, masalahnya..."


Cups


"Aku tahu, yang bawah udah bangun kan? Aku bisa rasakan loh."


"Yuk ke kamar tapi gendong ya. Aku malas jalan," ajaknya menyadarkan kepalanya di leher Galaksi.


Dengan semangat pria itu menggendong Viola seperti koala hingga membuat Viola sedikit terpekik karena benda keras itu menusuk miliknya.


"Kenapa?" tanya Galaksi pura-pura bodoh.


"Gak apa akhh," jawabnya menyembunyikan kepalanya di leher Galaksi seraya menahan suaranya.


Sampainya di kamar, Viola berlari menuju kasur dan membanting tubuhnya diatas kasur. Mengingat kembali benda yang menusuk area pahanya membuat otak Viola traveling ria.


"Sepertinya kau harus menahannya sampai aku menikah," gumamnya menatap benda yang dengan tak tahu malunya bangun. Galaksi berlalu menuju kamar mandi di kamar itu.


Sedangkan Viola yang mendengar gemericik air itu menghela nafasnya panjang. Ia tak sanggup lagi menidurkan benda tak bertulang itu dengan tangannya. Sungguh!!


Setelah selesai dengan urusannya, Galaksi keluar dari kamar mandi. Di lihatnya Viola tidur dengan membelakanginya itu hanya bisa menahan tawa akan sikap konyol Viola tadi.


Ia berjalan mendekat dan naik ke kasur lalu memeluk tubuh pacarnya dari belakang, tak lupa ia mengelus perut rata Viola. Dengan tangan kiri yang ada di bawah leher Viola itu.


Viola yang merasakan nyaman itu membalikkan tubuhnya dan menelusupkan wajahnya di dada Galaksi seolah mencari kenyamanan disana.


"Dasar tukang tidur, sekarang kamu demen banget tidur."


Bayangkan saja tadi setelah sarapan pagi kembali tidur lagi di lantai, yang dirasa dingin begitu katanya. Galaksi saja tak habis fikir dengan apa yang diucapkannya itu.


Berbeda dengan Viola dan Galaksi yang tidur dengan nyamannya di kamar, sejak malam tadi Ibu Lana terus menangis.


"Sudah Bu, mungkin Tiara masih butuh waktu buat nerima ini," ucap Ayah Sandi dengan lembut. Ia mengusap air mata istrinya yang tak ada hentinya mengalir.


"Tapi Tiara marah sama kita Yah, dia sangat marah. Kenapa dia sangat menyayangi orang tua angkatnya sedangkan kita tidak?"


"Apa salah kita Yah." Lagi dan lagi tangis Ibu Lana keluar hingga membuat Ayah Sandi takut terjadi sesuatu dengan istrinya.

__ADS_1


"Aku mau anakku Mas, tolong cari dia."


"Nak Galaksi pasti akan menemukannya sayang, sudah ya jangan menangis lagi. Aku yakin Tiara akan kembali, lebih baik Ibu tidur. Besok Tiara pulang kok, ini sudah malam. Yuk tidur sayang," ajaknya membaringkan tubuh sang istri di kasur itu. Dengan elusan lembut Ayah Sandi mengelus rambut sang istri agar cepat tidur.


Sedangkan Reno kini berada di balkon kamarnya dengan gitar kesayangannya yang sudah lama tak ia mainkan itu. Reno memikirkan kehilangan Tiara dulu adalah salahnya. Jika saja ia tak memberikan hadiah boneka remot kontrol Tiara tak akan pernah hilang dan ibunya tak akan pernah sakit.


Jreng


(Sad song, oleh We the Kings feat Elena Coats)


You and I


We're like fireworks and symphonies exploding in the sky


With you, I'm alive


Like all the missing pieces of my heart, they finally collide


So stop time right here in the moonlight


'Cause I don't ever wanna close my eyes


Without you, I feel broke


Like I'm half of a whole


Without you, I've got no hand to hold


Without you, I feel torn


Like a sail in a storm


Without you, I'm just a sad song


Reno sedikit menjeda nada lagunya hingga petikan terakhir itu ia mainkan.


I'm just a sad song


Jreng


Akhirnya lagu berjudul Sad Song tak bisa Reno selesaikan.


Setelah puas bermain disana, Reno masuk ke dalam kamar dan merebahkan kepalanya di bantal empuk itu. Semoga esok lebih baik daripada sekarang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2