Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Oma dan Opa


__ADS_3

Happy reading


Keesokan harinya, Viola terbangun karena tubuhnya terasa berat. Dadanya juga seperti tertarik begitu saja.


Saat membuka mata, Viola melihat Galaksi sudah menyusu dengan nikmatnya di sana tapi mata pria itu masih terpejam. Viola tersadar jika sekarang ia sudah tak berada di kamar Clara.


"Kamu pasti curi aku dari kamar Clara kan hmmm? " tanya Viola dengan tangan yang mulai mengelus lembut rambut Galaksi.


Viola yang merasa pegal itu mulai melepaskan pelukan itu dan berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Meninggalkan suaminya yang masih begelung dengan selimut tebal itu.


Viola berendam di bath tup dengan nyamannya, rasanya ia mulai rileks lagi. Tangannya juga menulis perutnya licin karena sabun itu.


"Sehat sehat di dalam ya nak, Mommy menunggu kamu hadir. Syukur syukur kalau ada kalian bukan cuma kamu," ujarnya dengan tawa receh. Jika diingat lagi dari dia dan Galaksi tak memiliki kembaran jadi mustahil untuk memiliki bayi kembar.


"Tapi berapapun yang ada di dalam perut aku aku akan tetap bersyukur. Mau cewek ataupun cowok gak masalah karena kamu adalah anak Mommy."


Viola bangkit dari bath tup dan membilas busa yang menempel di badan mulusnya. Untungnya tadi ia membawa baju ganti, jadi bisa langsung memakainya.


Ceklek


Viola keluar dari kamar mandi, dan ia melihat suaminya masih terlelap. Apa Galaksi tadi malam tidur terlalu larut hingga membuatnya belum bangun jam segini. Untungnya ini hari minggu jadi tak akan tergesa gesa walau nanti terlambat.


Bukannnya dibangunkan Viola malah menyelimuti tubuh suaminya. Ia tahu suaminya pasti tak bisa tidur tadi malam karena ia tidur di kamar Clara.


Cups


"Yang nyenyak, aku mau masak dulu. Kamu udah lama gak makan masakan aku. Takutnya lupa rasanya masakan aku," ucapnya dengan geli. Yah, Galaksi sering merengek saat makan karenamu bukan masakan Viola.


Viola keluar dari kamar menuju dapur, walau banyak kok tapi jika untuk suaminya ia akan berusaha memasakkannya.


Seperti biasa, para kaki langsung menahan Viola agar tak memasak tapi bukan Viola jika tak keras kepala. Akhirnya mereka membiarkan apa yang dilakukan majikannya itu. tapi mereka juga tak lepas tangan, mereka ikut membantu seperti mencuci, memotong, dan mengaduk. Tapi tetap saja, bumbu ataupun takaran Viola yang memberi.


"Apa dia cucu menantuku?" tanya seorang wanita pada Mama Audi.


"Iya Mom, dia istri Galaksi. Mari Audi kenaikan," ajak Mama Audi pada mama mertuanya.


Wanita itu adalah ibu mertua Mama Audi, alias Mamanya Papa Bara. Otomatis adalah nenek Galaksi dan Viola juga.


"Tak perlu aku mau melihat saja apa yang dia lakukan," jawabnya duduk di kursi yang tak jauh dari sana.


"Apa dia sering memasak? Bukannya dia istri Galaksi. Apa Galaksi tak melarangnya?"


"Galaksi tak mencegah kalau urusan masak, beda lagi kalau bersih bersih rumah. Galaksi sangat menyukai masakan istrinya itu. Bahkan dia sering uring uringan saat tak bisa merasakan masakan istrinya itu."

__ADS_1


"Apa masakannya enak?" tanyanya menatap menantunya.


"Enak bahkan melebihi masakan koki mansion ini," jawab Mama Audi menatap menantunya bangga. Kenapa dulu ia bisa membenci Biola hanya karena informasi tak jelas.


"Hmmm."


Mereka menatap Viola yang sangat akrab dengan para koki itu. Untungnya koki disana perempuan semua kalau laki-laki bisa amsyong urusannya.


"Oma," ujar Galaksi saat melihat wanita yang sudah tiga tahun lebih tak ia lihat itu.


Wanita yang dipanggil Oma itu menolehkan kepalanya dan tersenyum lembut pada cucunya.


"Hmmm bagaimana kabarmu sayang?" tanya Oma pada cucunya.


"Baik bahkan sangat baik, kapan Oma datang? Apa Opa juga kesini?" tanya Galaksi memeluk omanya.


"Tadi malam, Opa masih istirahat di kamar Maklumlah sudah tua," ujarnya dengan tawa.


"Kenapa kamu turun kesini? Sarapannya belum jadi loh," ujar Oma. Pasalnya dulu saat Galaksi masih tinggal di New York cucu laki lakunya itu tidak pernah mau turun jika Sarapannya belum jadi.


"Kangen bidadari, Galaksi ditinggal sendiri tadi di kamar," ujarnya dengan senyum.


Setelah mengucapkan itu, Galaksi pamit pada Mama dan Omanya karena ia sudah melihat wanita yang sedari tadi membuatnya geram. Kenapa Viola malah menyelimutinya bukan membangunkan kan kesel Galaksi.


Pria itu mulai melingkarkan tangannya di perut Viola, sontak saja Viola yang sedang mengaduk sayur itu menatap tangan yang memeluknya.


"Udah bangun? Tadi aja masih ngebo," sindir Viola yang membagi sudah terbiasa dengan apa yang dilakukan suaminya itu.


"Kamu gak bangunin aku sih," ujarnya dengan nada merajuk.


"Aku tahu kamu tidur larut kan? Dan kamu juga yang udah culik aku di kamar Clara."


"Habisnya aku gak bisa tidur," jawabnya mengelus perut istrinya dan meletakkan dagunya di pundak Viola.


"Gak bisa tidur atau gak bisa nahan haus?" tanya Viola seolah menyindir suaminya.


"Dua duanya, habisnya aku udah terbiasa sama kamu dan tubuh kamu apalagi ini!"


Sontak saja Viola mengukur tangan Galaksi yang berada di atas dadanya. Untung sudah tak ada orang disana. Hanya Mama Audi dan Oma yang duduk tak jauh dari mereka.


"Mesumnya astaga, suami siapa sih kamu?" tanya Viola mengembalikan tangan Galaksi ke perutnya.


"Suaminya kamu," jawab Galaksi.

__ADS_1


Tak berapa lama akhirnya masakannya jadi, Galaksi yang tak mau istrinya mengangkat makanan itu ikut membantu meletakkannya ke meja makan. Viola yang melihat itu hanya menggeleng. Tangannya terulur untuk mengambil beberapa buah segar dan mencucinya.


Tak berapa lama anggota keluarga ke ruang makan, ada dua orang asing yang tak Viola kenal. Apa tamu Mama dan Papanya?


"Viola sayang pasti kamu belum tahu siapa mereka kan nak?"


"Belum Mah," jawabnya dengan jujur.


"Mereka adalah orang tua Papa dan Mama juga."


Viola yang mendengar itu mulai bangun dan mengecup punggung kedua paruh baya itu. Sungguh ia tak tahu jika mereka adalah kakek dan nenek Galaksi.


"Viola nek, kek."


"No nenek dan kakek. Panggil Oma dan Opa, aku Oma Airin dan ini Opa Carlos," ucap Oma Airin pada Viola.


"Maafkan kami yang tak datang saat pernikahan kalian saat itu," ucap Opa Carlos pada mereka.


"Iya Oma, Opa. Kami gak apa-apa."


Sebelum memulai sarapan mereka terlebih dahulu mengobrol ringan agar tak terkesan datar saja ruang makan itu.


Akhirnya mereka menikmati sarapan mereka, Oma dan Opa yang baru pertama makan masakan Viola itu tampak kaget. Ternyata masakannya sangat enak. Tak kalah dengan masakan koki profesional. Pantas saja Galaksi sangat menyukainya.


Galaksi dengan telaten menyuapi istrinya yang tampaknya tak ada nafsu makan.


"Mas udah aku bisa makan sendiri," ucapnya meletakkan setroberi dan buah anggur ditangannya.


Jujur Viola tak enak dengan Oma dan Opa disana, ia tak mau disebut menantu yang kurang sopan dengan sikap manjanya.


"Kalau dibiarkan kamu tak akan makan sayang, sudahlah Oma, Opa, Mama, dan Papa gak masalah kok."


"Iya sayang Oma dengar kamu hamil kan? Jadi wajar kalau suami kamu over seperti itu. Karena Opa dulu juga begitu," ucap Oma Airin dan dianggukkan mereka.


"Tuh dengar ayo buka mulutnya lagi."


Akhirnya Viola pasrah, ia memakan nasi yang ada di mulutnya dan juga buah setroberi itu. Entahlah ia suka dengan rasa asam di mulutnya itu.


Mereka yang melihat itu hanya tersenyum, orang gila pun tahu jika Galaksi sangat menyayangi dan mencintai Viola dengan tulus.


Bersambung


Hai hai, ada rekomendasi baru nih dari kakak Kai_sora dengan judul Sekretarisku Canduku

__ADS_1



__ADS_2