Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Wanita Nakal


__ADS_3

Happy reading


Galaksi menatap istrinya dengan senyum, sedangkan Viola yang ditatap itu malah bergidik ngeri.


"Kenapa kamu natap aku gitu?" tanya Viola dengan takut.


"Gak apa-apa sayang, aku cuma mau kasih sesuatu buat kamu," jawabnya menggandeng tangan sang istri menuju kursi meja rias itu.


"Sesuatu apa?" tanya Viola. Karena tak biasa biasanya suaminya ini memberikan sesuatu padanya. Ingat istri sama anak anak saja sudah bersyukur.


Galaksi hanya tersenyum dan mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya. Kemudian ia berjalan menuju sang istri yang menatapnya bingung.


"Tutup mata dulu dong," ucapnya dengan lembut.


Viola yang tak mau berlama lama itu langsung menutup matanya. Galaksi membuka kotak itu dan mulai memakaikan kalung bertuliskan "Mommy" itu ke leher Viola.


Merasa ada benda dingin menyentuh lehernya sontak saja, Viola langsung membuka matanya dan menatap lehernya ternyata ada sebuah kalung bertuliskan "mommy".


"Mas ini," ucapan Viola terhenti saat melihat kalung yang sangat indah itu melingkar di leher jenjangnya.


"Buat Mommy yang selalu ada buat Daddy dan Anak-anak kita," jawabnya mengecup tengkuk leher Viola dengan lembut.


Viola yang merasa bahagia itu mulai bangkit dan memeluk leher suaminya dengan erat.


"Terima kasih Dad," ucap Viola dengan tulus.


"Maaf jika selama ini aku jarang membelikan kamu barang berharga. Jujur aku sendiri bingung," balas Galaksi mulai mengelus punggung Viola dengan lembut tapi tangannya kini malah beralih pada bokong bulat sang istri


"Mas.."


"Gak bisa ya diajak romantis dikit?" tanya Viola melepas pelukannya dan menatap suaminya dengan kesal.


Bisa bisanya disaat seperti ini, suaminya malah merusak suasana romantis ini dengan mere mas bo*****ya.


"Maaf sayang," ujarnya kembali memeluk tubuh Viola dengan lembut


"Hmmm."


"Terima kasih kalungnya, aku suka," ucap Viola mengecup rahang suaminya dengan lembut.


"Aku senang kamu menyukainya," ucap Galaksi mengelus pipi sang istri.


Viola dan Galaksi berlalu menuju kasur dan menyadarkan tubuh mereka di head board. Viola masih saja mengamati kalung yang kini ada di lehernya.

__ADS_1


"Udah kali ngelihatin kalungnya, suaminya yang ada disini malah di cuekin," ujar Galaksi sok sokan ngambek.


Viola yang mendengar itu hanya tersenyum, lucu saja membuat suaminya itu cemberut kesal seperti ini.


"Sok sokan ngambek," cibir Viola naik ke atas paha suaminya.


"Jangan mulai deh, ujung ujungnya kalau kamu suruh aku tuntaskan sendiri," ujar Galaksi menatap istrinya dan duduk tepat di atas perutnya.


"Kamu mah ngambekan," ucapnya dengan nada manja.


Viola mulai menyandarkan kepadanya di dada bidang suaminya. Yah, Galaksi sudah tak memakai kaos karena ia tak tahan dengan kaos yang dipakai itu.


"Gimana kalau kamu hamil lagi?" tanya Galaksi menatap langit langit kamar mereka.


"Aku belum siap Mas, anak anak masih 3 bulan. Mereka masih butuh banyak kasih sayang kita," jawab Viola dengan lembut.


Bukan bermaksud menolak untuk memiliki anak lagi, tapi bayangkan saja anak anak kembarnya masih berusia 3 bulan. Tak mungkin secepat itu mereka menambah anak.


"Kamu gak marah kan?" tanya Viola dengan nada lembutnya.


"Kenapa aku harus marah? Untuk hamil itu hak kamu sayang, aku hanya nyumbang benih saja," jawab Galaksi yang gemas akan pertanyaan Viola.


Viola diam, ia masih menikmati aroma khas dari tubuh suaminya.


"Karena mereka berpapasan sayang," jawabnya dengan lembut.


"Gimana kalau kita tidur aja, aku udah ngantuk," ucap Viola berniat bangun dari pangkuan Galaksi tapi pria itu tak mau.


"Tanggung jawab dong, kamu yang udah pancing dia. Kamu mau aku buang buang bibit gitu aja? Lagi!!" tanya Galaksi menatap sang istri yang hanya tersenyum.


Viola sadar selama ini ia jarang mel***ni suaminya, karena tubuhnya capek setelah mengurus anak anak mereka yang semakin aktif di usianya yang sudah 3 bulan.


"Tanggung jawab apa?" tanya Viola seolah polos polos bang*e.


"Viola kan gak hamilin Mas Galaksi," ujar Viola lagi tak lupa senyuman yang membuat Galaksi kesal.


"Sayang!!" rengeknya dengan tatapan melas.


"Bentar deh Mas, Viola mau ke kamar mandi bentar," ujar Viola dengan lembut. Seolah ia sangat kebelet sekali ingin pup.


"Mas tidur aja dulu, Viola bala lama soalnya," ujarnya dengan cepat berlalu menuju kamar mandi.


Galaksi yang melanggar istrinya itu hanya menghela nafasnya, apa ia harus menahannya lagi seperti sebelumnya. Galaksi pikir setelah memberikan hadiah itu pada Viola wanita itu akan memberikan dia jatah malamnya kembali.

__ADS_1


Akhirnya mau tak mau Galaksi berbaring dengan pu**** yang tak mau diajak tidur.


Galaksi berusaha menutup matanya dengan sedikit kesal, entahlah harusnya istrinya itu paham akan dirinya. Bukan malah meninggalkannya saat pusakanya sudah bangun.


Sedangkan Viola yang ada di kamar mandi itu sedikit kasihan melihat suaminya yang seperti menahan sesuatu.


"Oke semangat Viola, jadilah wanita bakal untuk malam ini," gunanya membuka pelan pintu kamar mandi dan mematikan lampu kamar itu hingga kini hanya tersisa dua lampu tidur saja di kamar itu.


Viola yang tahu suaminya belum tidur itu, mulai naik ke atas ranjang dan melepas celana pendek Galaksi.


"Vi.."


"Hmm."


"Maafin Viola udah buat Mas tersiksa terus. Malam ini biarkan Viola menjadi wanita nakal ya," ucap Viola menatap suaminya dengan lembut.


Galaksi yang sudah tak tahan itu langsung mengecup bibir manis Viola dengan lembut dengan senang hati Viola membalasnya.


"Aku izinkan kamu menjadi nakal malam ini," jawabnya kembali mencium bibir Viola dengan lembut.


Viola tersenyum dengan lembut, kemudian wanita itu mengarahkan tangan suaminya agar menyentuh dua buah itu.


Galaksi yang merasa itu hanya tersenyum dan mulai bermain di antara dua bukit itu dengan lembut.


Mereka memang tak pernah bermain dengan kasar, selain hari itu. Hingga mereka bisa sama sama menikmati apa yang mereka lakukan.


Akhirnya di malam itu, Viola dan Galaksi menikmati yang namanya surga dunia untuk yang kesekian kalinya.


Setelah beberapa saat berjuang, Viola ambruk di atas tubuh Galaksi dengan nafas yang terendah. Galaksipun demikian, ia mulai mengelus punggung polos istrinya yang memang sudah tak memakai apapun saat keluar dari kamar mandi tadi.


"I love you Mom."


"Love you too Dad."


Cups


"Ouhh sepertinya kamu membangunkannya lagi Mom," ucap Galaksi yang merasa m****nya sudah bangun lagi karena pergerakan sang istri. Dan Viola pun merasakannya.


"Tidak ada salahnya kita melakukannya lagi, Daddy yang pegang kendali ya," jawab Viola melepaskan diri dan berbaring di samping suaminya.


Akhirnya ronde kedua mereka lakukan, dengan Galaksi yang memegang kendali atas istrinya yang hanya mampu menerima.


Bersambung

__ADS_1


Nih Tya kasih yang agak hangat karena, dingin euy di rumah Tya, hujan terus.


__ADS_2