
Happy reading
Tak terasa hari sudah malam, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Semua orang juga sudah berkumpul di rumah Satya yang sudah direnovasi. Bahkan Ayah Adi dan Ibu Niken beserta Aulia dan Reno turut hadir dimalam ini jangan lupakan bayi perempuan Reno dan Aulia yang bernama Raisa Alexandra.
Jangan lupakan Clara, Galaksi, Kembar, Mama Audi, Papa Bara, Ibu Lana, Ayah Sandi yang di undang oleh keluarga mereka.
Di dalam kamar, Nana tampak anggun dengan gamis brukat berwarna biru muda itu. Ilham sengaja memilih gamis itu karena sejak awal masuk ke toko Ilham sudah suka dengan gamis itu. Jangan lupakan hijab yang senada dengan gamis itu.
"Ya Tuhan, sahabat gue anggun dan cantik banget. Gamisnya cocok di tubuh kamu," ucap Clara memutar tubuh sahabatnya yang sangat anggun.
"Pusing, Ra."
"Hehehe maaf. Tapi sumpah lu anggun banget. Bisa ya cewek tomboy kek lu berubah jadi bidadari yang anggun gini?" tanyanya dengan kagum.
"Lu bisa aja."
Mereka berdua berbincang bincang agar Nana tak gugup nanti. Karena Clara pernah ada dalam posisi ini dulu.
Sedangkan di luar kamar Nana. Mereka semua gemas dengan tingkah tiga bayi yang ada disana.
"Myyy... Ban.."
Bisma merengek pada Viola saat biskuit miliknya diambil Abang Bima. Sedangkan yang ditunjuk hanya cuek seraya membagi biskuit itu pada Raisa yang sudah berumur 8 bulan sedangkan kembar sudah berumur 9 bulan.
"Adik, ikhlasin aja ya biskuitnya diambil Abang. Kalian harus saling berbagi sama Kak Raisa juga, Adik gak boleh pelit," ucap Viola dengan lembut.
Viola selalu mengajarkan anak anaknya memanggil Raisa dengan sebutan kakak, karena pada urutan keluarga Raisa adalah kakak mereka walau umurnya muda satu bulan.
Bisma yang mendengar apa yang diucapkan Mommynya itu hanya terdiam lalu menatap Abang Bima dan Raisa.
"Ni aa."
Bima memberikan biskuit itu pada Bisma, sebagai seorang kakak tentu saja Bima tak akan bisa bersikap pelit pada adiknya ini.
Melihat itu, Bisma langsung turun dari pangkuan Viola dan merangkak menuju Abang nya.
Lagi dan lagi mereka dibuat gemas oleh mereka bertiga apalagi tingkah si kembar yang sangat lucu.
"Kapan nambah lagi?" tanya Ibu Lana pada anaknya.
__ADS_1
"Belum waktunya, Bu. Anak anak aja masih 9 bulan, tunggu saja lah."
"Tapi lihat mereka yang sudah saling menyayangi satu sama lain."
Viola hanya tersenyum, Galaksi yang berada tak jauh itu hanya tersenyum tipis. Jujur ia sangat ingin memiliki anak lagi, apalagi tubuh istrinya sudah kembali seperti saat belum hamil. Entah apa rahasia sang istri hingga membuatnya langsing lagi. Bedanya hanya dada dan bokong saja yang lebih berisi.
Hal itu yang membuat Galaksi kadang tak mau memperbolehkan istrinya untuk keluar dari mansion. Bisa bisa laki laki di luar sana akan tergoda dengan tubuh istrinya itu.
Tak lama, suara mobil membuat mereka mengalihkan perhatiannya. Ternyata itu adalah Ilham bersama kerabatnya. Karena ayah Ilham suda tiada jadi, ilham harus menghubungi pamannya yang ada di Surabaya untungnya beliau bisa datang.
"Assalamu'alaikum," salam mereka dari luar.
Satya yang notabene adalah kepala rumah disana langsung mempersilakan mereka semua masuk.
Ibu Safira yang melihat wanita yang dulu membantunya itu sempat terkejut.
"Maaf kamu, Nona Viola kan?" tanya Ibu Safira pada Viola.
"Iya, Bu. Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Viola sedikit bingung.
"Anda yang membantu saya dalam kecelakaan 4 tahun lalu bukan?" tanya Ibu Safira.
Akhirnya Bu Safira mengangguk, dan fokus pada acara hari ini. Walau ia sangat yakin yang ada di depannya ini adalah orang yang dulu menolongnya.
Mereka saling berkenalan, hingga Satya mengirim pesan pada Clara untuk membawa Nama keluarga dari kamar.
Clara pun mengajak Nana untuk keluar dari kamar, Clara juga meyakinkan sahabatnya itu jika semua akan baik baik saja.
Setelah agak tenang, mereka berdua keluar dari kamar menuju ruang tamu yang lebih besar dari ruangan lainnya.
Hingga pandangan mereka semua beralih pada kedua wanita cantik itu. Clara dan Nana sama cantiknya hanya yang membedakan adalah Nana saat ini memakai gamis yang sangat pas di tubuhnya dan juga wajah cantiknya yang semakin terpancar.
Sedangkan Clara memakai dress berwarna lavender yang dibelikan oleh Satya.
Ilham yang sedari tadi menormalkan detak jantungnya itu langsung menatap Nana tanpa berkedip. Kekasihnya itu sangat cantik memakai gamis yang ia belikan itu.
Tak jauh beda dengan Ilham, para keluarga Ilham yang lain juga terkesima melihat dua wanita itu berjalan menuju kearah mereka.
"Ayu tenan yang pake baju ungu," bisik salah satu kerabat Ilham.
__ADS_1
"Iya, tapi calonnya Ilham seng endi ya?" tanya mereka mengamati keduanya.
"Loro lorone ayu pol."
"Wong kutho."
Mendengar bisikan mereka semua membuat Satya sedikit tak nyaman, apalagi yang disebut adalah pacarnya alias calon suami.
"Sudah jangan cemburu, adikku memang sangat cantik," bisik Galaksi pada Satya.
"Aku hanya tak suka kak," jawabnya dengan kesal.
Galaksi dan Reno yang ada di dekat Satya hanya menggeleng. Sebagai seorang pria mereka tahu dan mengerti rasanya cemburu apalagi itu adalah istri mereka.
Acara lamaranpun dimulai, Ilham mengutarakan niat baiknya untuk melamar Nana. Satya yang menjadi wali untuk adiknya itu langsung menjawab dan menyerahkan semuanya pada Nana selaku yang menjalankan apa itu pernikahan nantinya.
"Dengan mengucap bismillah, aku menerima lamaran kak Satya menjadi calon suamiku," jawab Nana dengan malu bahkan saking maunya Nana sampai meremas paha Clara yang masih tertutup dress itu.
Mereka semua mengucap alhamdulillah, acara lamaran berjalan dengan lancar. Tukar cincin juga mereka lakukan sebagai tanda jika mereka sudah terikat dalam sebuah pertunangan.
Senyum keduanya tak bisa hilang walau para keluarga saling menggoda mereka.
Satya dan Ibu yang melihat itu tersenyum, anak termuda dalam keluarga ini sudah di minta oleh keluarga Satya.
"Pak, anak kita sudah menemukan belahan jiwa mereka masing-masing. Semoga kamu disana selalu bahagia ya, Pak," batin Ibu tersenyum haru melihat semua itu.
Kini acara selanjutnya adalah makan malam bersama yang dilakukan di ruang keluarga. Mereka semua duduk bersila dan mengambilkan pasangan mereka makanan masing-masing. Tak terkecuali para pasangan baru.
"Myy..."
"Ada apa sayang?" tanya Galaksi yang melihat anak anaknya mulai rewel.
"Sepertinya mereka mengantuk, Mas," jawab Viola yang tak enak dengan semua orang disana. Ia masih menimang Abang Bima yang sedari tadi merengek.
Akhirnya Galaksi meminta izin untuk menidurkan anak anak mereka di tempat yang tak terlalu bising.
Galaksi dan Viola menidurkan anak anak mereka, terlihat mereka adalah keluarga yang sangat bahagia. Clara yang melihat itu ikut tersenyum, berharap dia dan suaminya besok akan seperti kakak dan kakak iparnya.
Bersambung
__ADS_1