
Happy reading
"Stop Mas," cegah Violet saat Galaksi ingin memasukkan tombaknya kedalam miliknya.
"Shitt kenapa sayang, aku udah gak tahan nih," ucap Galaksi dengan frustasi.
Ini sudah yang ke tiga kalinya Viola mencegahnya untuk menyatukan tubuh mereka. Pertama kali saat Viola tiba-tiba haus ingin minum susu, yang kedua istrinya itu meminta kedondong yang tadi di beli dan ini astaga Galaksi tak kuat lagi.
"Mas aku mau tidur sama Clara," ucapnya yang membuat Galaksi melemaskan badannya.
"Apa gak bisa besok saja tidur sama Clara sayang? Mas sakit loh, mas kamu mau ninggalin Mas sih?" tanya Galaksi memainkan pucuk dada Viola.
"Maunya sekarang Mas, anak kamu mau deket sama bibi nya," ucap Viola dengan nama melas.
Jika sudah menyangkut soal anaknya, Galaksi hanya bisa pasrah. Walau ia harus menahan hasratnya untuk menyentuh istrinya.
"Dek, kamu tega sama Daddy. Kamu tahu kan Daddy gak bisa tidur tanpa Mommy kamu," ucap Galaksi mulai mengelus perut istrinya.
"Cuma malam ini kok Daddy," jawab Viola mengelus rahang suaminya.
Sejujurnya Viola juga tak tega melihat suaminya seperti ini, tapi mau gimana lagi. Ia sangat ingin tidur dengan adiknya itu.
"Ya sudah kalau begitu," ujarnya bangun dan memakai celananya sedangkan Viola mengambil dress yang ada di kasur beserta dalamaannya.
Galaksi mengantarkan istrinya sampai depan kamar adiknya. Walau ia sangat tak rela melepaskan istrinya untuk tidur di kamar adiknya.
Tok! Tok! Tok!
"Yakin yank mau tidur disini?" tanya lagi Galaksi. Mungkin sudah 10 kali dipertanyakan oleh suaminya ini.
"Yakin Mas, ini maunya anak kamu loh. Cuma semalam kok Viola gak akan macam macam," ujarnya dengan senyum manisnya.
Akhirnya pintu kamar itu dibuka, Clara yang melihat kakak dan kakak iparnya itu bingung.
"Ngapain kak?" tanya Clara.
"Kakak kamu nih, pingin tidur sama kamu,"jawab Galaksi.
__ADS_1
"Boleh kan dek? Ini permintaan keponakan kamu loh," ucap Viola dengan senyumnya.
"Boleh dong, yuk kak masuk. Clara juga kangen sama kakak," ajak Clara meninggalkan Galaksi yang masih berdiri disana.
Pintu kembali di kunci dari dalam, untungnya Galaksi punyanya kunci cadangan kamar kamar di rumah ini. Walau ia lupa ia taruh mana.
Setelah itu Galaksi berlalu menuju kamarnya, membiarkan para wanita itu menghabiskan waktu mereka.
"Kak tumben mau tidur sini?"
"Kan kakak udah bilang ini maunya keponakan kamu. Emang kamu gak mau kakak disini?" tanya Viola senang wajah sedunya.
"Enggak kak bukan begitu, aku senang kok malahan kalau kakak tidur sama aku."
Clara memeluk tubuh Viola dengan lembut, mereka saat ini sedang duduk diatas kasur empuk itu.
Setelah adegan pelukan tadi, Viola dan Clara berbaring di atas kasur itu dengan saling berhadapan.
"Gimana cowok yang kamu ucapkan saat itu?" tanya Viola pada adiknya.
"Udahlah kak aku gak mau bahas dia lagi," jawabnya dengan malas. Ia masih teringat saat pria yang mencuri hatinya itu berjalan bersama wanita lain.
"Aku gak mau jadi pelakor kak, kemarin saat aku ikut Papa ke kantor. Aku lihat dia jalan sama cewek lain, seksi lagi ceweknya," jawabnya dengan air mata yang sudah membendung.
Apa ini yang rasanya sakit hati? Clara tak pernah sekalipun jatuh cinta pada laki-laki. Selain Satya tapi pria itu sepertinya sudah memiliki pacar atau enggak malah istri.
"Hais, kenapa kamu cepat berfikir begitu? Kamu belum tanya kan siapa wanita itu. Mungkin dia adalah karyawan disana. Jangan patah semangat gitu dong," ujar Viola seolah memberikan semangat baru untuk Clara.
"Tapi mereka mesra gitu kak, aku gak mau jadi pelakor. Masa iya putri bungsu keluarga Bara jadi pelakor!"
"Kita belum tahu kebenarannya sayang, kalau iya tapi kalau mereka cuma temen."
"Sini deh kakak ceritakan dulu, kakak kamu cemburu buta saat ada karyawan yang mendekati kakak. Padahal kita cuma temen dek tapi karena kakak kamu tak tahu yahh jadi gitu. Dia cuma salah faham, apalagi di kantor itu bukan cuma ada satu dua orang. Intinya kamu jangan percaya dulu dengan apa yang kamu lihat. Kita cari kebenaran dulu, siapa tahu mereka cuma teman."
"Benar juga sih siapa tahu mereka cuma teman, tapi ceweknya seksi kak," ungkap Clara tak pede dengan badannya.
"Kamu juga seksi kok dek, cuma kamu gak terlalu memperhatikan aja. Jangan tampil mengikuti orang lain, kemolekan tubuh kita hanya milik suami kita. Kalau kamu memamerkan tubuh kamu itu sama saja kamu menjajakkan tubuh kamu untuk laki-laki diluar sana," ujar Biola tanggal mau adiknya salah jalan karena cinta.
__ADS_1
"Mending kamu cari tahu dulu apa hubungan laki laki itu dengan wanita yang kamu lihat."
Clara yang mendengar itu mengangguk, seakan semangatnya kembali setelah apa yang diucapkan kakak iparnya itu.
"Memangnya siapa laki-laki itu?" tanya Viola yang sudah tak bisa menahan ke kekepoannya.
"Asistennya kak Reno," jawab Clara dengan malu.
"Asisten baru itu?" tanya Viola.
"Iya kak," jawabnya.
"Tapi jangan bilang Mama, Papa dan kak Galaksi ya. Aku takut mereka gak akan setuju dengan ini, apalagi aku masih SMA," pinta Clara pada kakak iparnya.
"Kalau sama Mama dan Papa aku akan coba tapi kalau Mas Gala aku gak bisa bohong."
"Ya sudah kalau gitu, jangan bilang semuanya."
"Kakak rencana mau minta tolong Mas Gala buat bantu cari tahu siapa wanita yang kamu maksud tadi. Biar cepet dan kamu gak perlu susah susah cari tahu sendiri," ucap viola pada adik iparnya.
Clara yang pahan itu hanya mengangguk saja, ia tahu kakaknya akan memberikan yang terbaik untuknya.
Karena hari sudah mulai malam Viola dan Cara memutuskan untuk tidur. Mereka takrmikirkan Galaksi yang tak bisa tidur di kamar.
"Astaga aku tak bisa tidur, bagaimana ini?" tanya Galaksi dalam hati.
Pria itu sudah mencoba mengganti posisi tidurnya tapi tetap saja tak bisa. Karena guling hidupnya tak bersamanya saat ini.
Perlahan Galaksi bangun dan berjalan menuju kamar adiknya, ia berharap dua wanita itu sudah terlelap. Dengan pelan ia membuka pintu kamar itu dan Tuhan berpihak padanya. Viola dan Cara sudah tidur.
Bagaikan seorang pencuri, Galaksi mengambil istrinya dari sana dan membawanya ke kamar. Tak lupa ia mengunci kembali menutup pintu kamar itu.
Tanpa Galaksi sadari ada dua paruh baya yang melihat apa yang dilakukan Galaksi itu. Mereka hanya menggeleng.
"Sayang aku kangen banget sama kamu," bisiknya setelah mereka sampai di kamar.
Pria itu sudah terbiasa tidur dengan meminum susu dari pabriknya jadi tak heran kenapa ia menjadi seperti ini.
__ADS_1
Tangan nakal pria itu membuka dress tidur itu dan meminum satunya. Tangannya yang satu memeluk perut istrinya dengan lembut agar istrinya itu tak terganggu tidurnya.
Bersambung