
Happy reading
Setelah menebus obat dan vitamin di apotik, Viola dan Galaksi melanjutkan perjalanannya menuju supermarket.
"Nanti balik ke gedung itu lagi gak?" tanya Viola menatap suaminya yang mendorong troli di sebelahnya itu.
"Ngapain? Mending kita di apartemen aja. Tenang gak ada yang ganggu, kita kan masih pengantin baru yank. Masa harus ada yang ganggu sih?" tanyanya meraih pinggang istrinya dengan tangan kiri.
"Pakaian kita?" tanya Viola mengambil buah stoberi yang terlihat masih segar itu.
"Nanti diambil suruhanku. Kamu kayak baru kenal aku yank," ujarnya kembali berjalan mengikuti apa yang mau diambil istrinya.
"By nanti kamu mau dimasakin apa?" tanya Viola mengambil daging sapi yang ada disana.
"Terserah kamu," jawabnya. Karena apapun yang dimasak Viola selalu ia makan.
"Aku masak ayam campur sianida mau?" tanya Viola denga gemas. Suaminya itu membagi sering bilang terserah jika ingin dimasakkan apa.
"Mati dong aku, terus kamu mau jadi janda muda dengan berita 'Seorang istri dari pengusaha ternama Galaksi Ryano membunuh suaminya sendiri dengan racun sianida.' Kamu mau gitu?" tanya Galaksi dengan nada yang dibuat seakan akan marah.
"By... Gak gitu loh. Aku cuma bercanda, kamu kan gak pernah jawab mau aku masakin apa. Jawabannya pasti terserah kamu. Kalau aku gak makan kami juga gak makan gitu?"
"Ya gak apa-apa, nanti kita sakitnya barengan," jawab Galaksi dengan ketus.
"Kalau kita sama sama sakit, siapa yang rawat aku? Siapa yang rawat kamu?" tanya Viola memasukkan bahan masakan untuk nanti.
"Aku panggil pelayan pribadi lagi," jawabnya tak ada habisnya.
"Helehh sampai kamu betah sama pelayan pribadi kalau bukan aku!! Dulu aja kamu sampai ganti pelayan 5 6 kali 1 minggu. Cuma aku! Aku yang betah mengurus kamu saat itu!!"
Sungut Viola mengambil alih troli itu dan membawanya meninggalkan Galaksi disana. Galaksi yang baru menyadari Viola ngambek padanya itu mulai mengejar istrinya dan berlalu ke arah susu hamil itu.
"Sayang maafin aku ya, aku gak maksud gitu tadi," ucap Galaksi memegang tangan Viola.
"Hmmm."
Galaksi yang melihat tatapan bingung Viola pada dua susu itu mengambil dua duanya lalu memasukkannya dalam troli, Galaksi juga mengambil varian lain hingga membuat Viola memelototkan matanya melihat ada 6 kotak susu hamil di troli itu.
"Aku gak banyak minum susu ih, kamu mah!"
Saat ingin mengembalikan susu itu, Galaksi menahannya dan melanjutkan untuk belanja. Setelah selesai berbelanja, mereka membawanya ke kasir.
__ADS_1
Setelah membayar semua barang belanjaan Galaksi menyuruh pelayan disana untuk membawakan barang belanjaan yang cukup banyak itu ke mobil. Karena Viola sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobilnya.
Setelah memberi tips pada pelayan, Galaksi masuk kedalam mobil dan melihat pacarnya yang sedang makan es krim itu. Entah kapan wanitanya membeli es itu.
"Jangan banyak banyak makan es, gak baik buat kesehatan. Apalagi ini mau musim hujan," ucap Galaksi kembali menjalankan mobilnya.
"Ini maunya anak kamu!"
Galaksi yang mendengar itu hanya mengulas senyumnya, entah kenapa saat Viola mengucapkan kata anak ia menjadi bahagia seperti ini.
Tangannya terulur untuk mengelus perut Viola dengan lembut seakan menyalurkan rasa hangat untuk Viola.
"Anak Daddy, ngidam es krim ya nak?"
"Udah enggak kan Mommynya udah makan," jawab Viola.
"Lain kali bilang sama Mommymu, jangan banyak banyak makan es krim. Daddy gak mau kalian sakit," jawabnya tetap mengelus perut Viola dengan lembut.
Viola yang mendengar nada khawatir dari sang suami itu tanpa sadar tersenyum dan meneteskan air matanya.
"Terima kasih untuk semuanya," ucap Viola dengan terisak.
Galaksi yang tak tahu kenapa istrinya menangis itu bingung tapi ia juga langsung menepikan mobilnya dan memeluk tubuh istrinya. Membenamkan kepala wanitanya di dada bidangnya hingga isakan itu mulai mereka.
Setelah reda, Viola kembali mendudukkan dirinya di kursi itu. Entah kenapa air matanya tiba tiba mengalir seperti tadi, padahal ia tak mau menangis tapi hatinya seolah ingin terus menangis dengan kencang.
"Kenapa nangis hmmm? Aku gak nyakitin kalian kan?" tanya Galaksi dan dijawab gelengan oleh Viola.
"Pengen nangis aja," jawab Viola memeluk lengan Galaksi yang di gunakan untuk mengelus perutnya tadi dengan kepala yang ada di bahu Galaksi.
"Kenapa beli susu banyak tadi?" tanya Viola kembali teringat oleh susu susu tadi.
"Buat kamu sayang, aku tahu kamu gampang bosen jadi kalau kamu bosen minum yang satu kan masih ada satunya," jawabnya seraya mengelus rambut Viola lembut.
"Tapi aku tak terlalu suka susu, enak teh atau enggak jus," jawabnya.
"Demi anak kita," jawabnya kembali menjalankan mobilnya.
Di perjalanan ada saja yang mereka bicarakan, bagi mereka obrolan ringan seperti ini sangatlah penting untuk sebuah hubungan.
Sampainya di apartemen mereka keluar dari mobil dan Galaksi membawa belajarnya tadi mengikuti sang istri yang sudah berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1
Mereka masuk ke unit apartemen Viola. Galaksi meletakkan belanjaan itu di meja ia tak tahu mau meletakkan semua itu di mana.
"Mas kayaknya kotor banget ya apartemen ini, padahal baru 1 minggu loh kita kesini," ujarnya menata belanjaannya.
"Udah lama kamu gak panggil aku Mas, sejak saat itu," ucapnya mengecup pipi istrinya.
"Lebih sopan Mas gak sih daripada By?" tanya Viola dan dianggukkan oleh Galaksi.
"Tapi kamu marah saat aku panggil dek! Kan Mas sama Dek itu pasangan,", ujar Galaksi.
"Mulai sekarang kamu boleh panggil Dek!!"
"Tapi Aku lebih suka panggil ayang," jawabnya dengan senyumnya. Viola pun menganggukkan saja.
"Nanti aku panggil orang buat bebersih, jangan sesekali kamu pegang sapu atau alat pel itu. Aku gak mau kamu capek," ujarnya memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Tapi kamu gak mau makan kalau gak aku yang masak!!"
"Itu beda lagi, nanti aku bantu."
Jujur memang Galaksi seperti kecanduan oleh masakan Viola yang sangat pas apapun itu masakannya.
"Bisa aja sih suamiku ini."
Cups
Setelah selesai menata semuanya, Viola dan Galaksi berlalu menuju kamarnya dengan snack sehat yang tadi mereka beli.
Entah kenapa Viola ingin segera bersandar di dada suaminya yang polos itu. Rasanya ia ingin selalu bermanja dengan suaminya itu hingga malam lagi.
"Anak anak lagi apa ya yank di dalam?" tanya Galaksi mengelus perut istrinya yang sedang menikmati salad sayur itu.
"Mandi bola kali! Eh tunggu kok anak anak?"
"Ya kan gak apa-apa nanti kalau keluarnya kembar," jawabnya dengan senyumnya lalu mengecup pipi Viola yang sedang mengunyah itu.
"Kalau yang keluar satu nanti kamu kecewa?" tanya Viola pada suaminya. Galaksi menggeleng dan menjawabnya tidak.
"Bagiku satu atau dua yang lahir yang penting sehat kamu juga sehat. Kan kita bisa bikin lagi yang banyak," jawabnya dengan senyum manis. Tak lupa otak otak mesum itu mulai tertangkap oleh Viola
Bersambung
__ADS_1
Hai hai, mau rekomendasikan karya senior Tya nih. Judulnya Gelora Cinta&Noda, karya St Nurul ng.