
Happy reading
Tak terasa hari sudah malam, tapi Galaksi belum juga bisa tidur. Laki-laki itu bolak balik ke kamar mandi hingga membuat Viola yang melihat suaminya itu kasihan.
"Mas, kalau makan lihat lihat makanya. Jangan hanya karena enak kamu langsung makan gitu aja. Lihat apa yang terjadi!" omel Viola mengusapkan minyak kayu putih di perut suaminya.
"Mas tadi cuma cium baunya yank, enak banget aromanya. Jadi Mas beli satu porsi buat makan, makanya tadi Mas gak ikut makan malam. Padahal tadi tadi aku mau beli buat kamu tapi aku ingat kamu yang lagi hamil," jawabnya dari bibir pucatnya.
"Aku punya pengalaman buruk tentang jengkol dan aku gak mau makan yang namanya jengkol walau rasanya enak," ujar Viola dengan lembut. Ia mengusap perut suaminya dengan lembut, perut dengan kotak kotak menggoda iman Viola.
"Pengalaman apa?" tanya Galaksi ingin tahu.
"Nanti aku jawab, aku mau ke dapur dulu buat bubur."
Wanita itu menarik selimut untuk sang suami agar tak kedinginan. Galaksi mengangguk dengan patuh, rasanya ia melarang pun tak bisa karena perutnya yang serasa diaduk.
Setelah Viola keluar dari kamar, Galaksi langsung berlari menuju kamar mandi dan mengeluarkan apa yang ada di perutnya. Setelah beberapa menit Galaksi memutuskan untuk keluar dari kamar mandi menuju ranjangnya.
"Tahu begini, aku tak memakan semur jengkol tadi. Sudah bau mulutku tak enak sekarang aku harus merasakan diare."
***
Sedangkan Viola yang sedang membuat bubur untuk sang suami itu dikagetkan dengan Mama Audi yang ingin mengambil buah segar dari kulkas itu.
"Kenapa malam malam di dapur? Bukannya tidur?" tanya Mama Audi dengan lembut.
Wanita utuh sudah sepenuhnya menerima Viola menjadi menantunya bahkan wanita itu sudah membawa Viola ke arisan arisan sosialitanya.
"Mas Galaksi diare Mah, tadi kayaknya salah makan," jawab Viola seraya mengaduk bubur yang ada dipanci itu.
"Diare? Emang dia makan apa sayang?" tanya Mama Audi. Pasalnya Galaksi selalu menjaga makannya dari dulu tak mungkin anaknya itu tiba tiba diare tanpa sebab.
"Semur jengkol di pinggir jalan Mah, Violet juga gak tahu kenapa dia makan jengkol padahal dia gak pernah tahu makanan itu," jawab Viola.
"Semur jengkol?"
Tiba tiba ia teringat saat dulu ia mengandung Galaksi. Suaminya juga pernah mengidam jengkol padanya. Dan sekarang jadi itu nuhun pada Galaksi yang sepertinya juga mengidam.
"Mungkin itu bawaan bayi, mereka ingin melihat Papanya tersiksa," jawab Mama Audio dengan senyum. Bukannya marah tapi ia merasa lucu karena Galaksi sakit diare, akibat anak anaknya yang masih di dalam perut.
__ADS_1
"Lain kali jangan isengin Daddy ya nak, Mommy gak mau kalian jahil," ujar Violet mengelus perutnya dengan lembut.
Mama Audi hanya menggeleng, ia berlalu menuju kamarnya dengan piring yang berisi buah untuknya dan suaminya nanti. Meninggalkan Viola disana dengan bubur yang hampir masak.
"Mama ke kamar dulu ya sayang, jangan terlalu lama di dapur," ujarnya dengan senyumnya.
"Iya Mah, ini udah hampir matang kok," ujarnya dan diangguki oleh Mama Audi.
Setelah bubur itu masak, Viola memindahkannya ke mangkuk dan ia tambahi sedikit ayam yang sudah ia goreng tadi. Ia juga mengambil air hangat untuk suaminya.
Dengan langkah cepat Viola berjalan menuju lift dan menekan angka kamar mereka.
Ceklek
Saat masuk ke dalam kamar, Viola tak mendapati sang suami yang tadi berbaring di atas kasur sekarang tak ada. Hingga ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
"Astaga, bagaimana ini. Aku gak tega melihatnya seperti itu," gumamnya.
Pintu kamar mandi di buka, hingga membuat Viola langsung memapah tubuh Galaksi ke kasur.
"Pelan-pelan Mas," ucap Viola membaringkan sang istri disana.
"Lemes sayang," liriknya menarik selimut tebal itu.
"Suapin ya, Dek."
Viola yang mendengar panggilan itu lagi dari Galaksi membuatnya tersenyum. Sudah lama ia tak mendengar panggilan mesra itu. Walau hanya panggilan sederhana tapi hal itu membuat Viola tersenyum senang dalam hati.
"Iya mas," jawabnyanya dengan senyum.
Dengan telaten, Viola menyuapi Galaksi yang tampak tak berselera untuk makan. Karena ini sudah pukul 10 malam. Di saat seperti ini biasanya, mereka selalu memadu kasih di kamar itu itu tapi untuk malam ini Viola harus mengurus bayi besarnya yang sakit.
"Lain kali jangan makan sembarangan ya Mas. Aku gak mau kamu sakit kayak gini."
"Iya sayang, tapi gak janji. Soalnya tiba-tiba pengen dan gak bisa dibendung," jawabnya seraya mengunyah daging ayam yang ada di mulutnya.
"Pokoknya kamu kalau mau makan apapun harus bilang sama aku, biar aku yang masakin. Jangan jajan sembarangan," ujarnya menyuapkan kembali bubur itu pada Galaksi.
"Hmmm."
__ADS_1
"Jangan ham hem ham hem aja," jawabnya dengan nada khawatir.
Ia sangat jarang melihat Galaksi sakit seperti ini, jadi wajar kalau ia sedikit panik.
Setelah menyelesaikan makanan itu, Viola memberikan air hanya pada Galaksi dan langsung diminum oleh pria itu.
"Sekarang minum obatnya dulu, biar cepat sembuh. Kamu kalau cuma gini terus gak minum obat juga gak akan sembuh," omel Viola memberikan obat diare untuk suaminya.
Bagaikan anak yang menurut pada ibunya, Galaksi langsung meminum obat itu tanpa suruhan ke dua dari Viola.
"Sekarang Mas pejamin mata dan tidur," ujarnya dengan lembut.
Galaksi menurut tapi tak lama ia kembali membuka matanya, menatap istrinya yang masih duduk di sisi ranjang dengan tangan memegang ponsel pintarnya.
"Kenapa gak tidur? Udah malah loh yank," tanya Galaksi menyentuh pinggang Viola.
"Bentar aku masih balas chat kak Reno Mas, Kak Aulia kumat lagi muntahnya. Bahkan Kak Aulia mengusir Kak Reno dari kamar, katanya bau," jawab Viola meletakkan ponselnya di nakas.
Viola ikut naik keatas kasur dan menarik kepala suaminya agar terbenam di dadanya.
"Yank," panggil Galaksi.
"Ada apa? Mau ke kamar mandi lagi?" tanya Viola dengan lembut.
"Kamu gak akan nyuruh aku tidur di luar kan yank?" tanya Galaksi dengan tangan yang memeluk perut buncit itu sesekali ia elus.
"Enggak kok Mas, selagi Mas baik baik saja anak-anak kita di dalam. Kata Mama tadi kamu tiba-tiba makan jengkol karena anak anak kita yang menginginkannya. Mungkin anak-anak ingin Daddyya merasakan ngidam sama seperti Mommy," jawabnya dengan senyum manisnya.
Galaksi yang mendengar itu langsung menatap perut buncit itu dengan tatapan tak bisa diartikan.
"Oke gak apa-apa sekarang kalian kerjain Daddy sampai seperti ini. Tapi awas saja kalau kalian sudah besar," ujarnya.
Galaksi mencubit pelan perut buncit itu, sangat pelan. Hingga membuat Viola hanya menggeleng. Jika seperti ini, Galaksi sedang menghukum anak-anaknya.
"Udah jangan ngomong aja, sekarang tidur," ucap Viola mengelus lembut rambut Galaksi.
"Aku lepas ya yank," ujarnya menatap saat sang istri yang tak berbatok.
"Iya, tapi langsung tidur," jawabnya membuka sendiri kancing piyamanya dan membuat Galaksi mencari kenyamanan di dada sinyal itu.
__ADS_1
Sepertinya kemanjaan Galaksi akan tambah dua kali lipat saat sakit seperti ini.
Bersambung