Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Cerita Clara


__ADS_3

Happy reading


"Saya ajak jalan jalan mau gak Tuan, sambil latih kaki Tuan lagi," ajak Viola yang membuat Galaksi mengangguk senang.


"Tapi Tuan istirahat dulu, saya izin sama Nyonya dulu. Jika diperbolehkan nanti sore kita jalan jalan, sekalian refreshsing hehehe," ujarnya dengan senang. Karena memang selama dua minggu ini ia sama sekali tak keluar rumah.


Galaksi diam, ia masih pusing karena tadi. Ia terlalu memaksakan mengingat apa yang dahulu pernah terjadi.


Dengan pelan Viola membawa Galaksi untuk bangun dan berbaring di kasur empuk itu. Viola mengelus rambut Galaksi hingga membuat sang empu tertidur dengan nyamannya. Entah dimana Sania yang mengaku sebagai pacar bohongan Galaksi hingga membiarkan kekasihnya kesakit seperti ini.


"Tidur yang nyenyak sayang, aku akan berusaha membantumu untuk mengingat siapa kita sebenarnya," bisiknya kemudian mengecup kening Galaksi dengan lembut.


Viola keluar dari kamar Galaksi menuju dapur, ia merasa perutnya lapar karena ia belum sarapan tadi hanya mengambilkan sarapan saja untuk Galaksi.


Tapi belum sampai bawah, Viola tak sengaja mendengar orang bercanda ria di ruang tamu dan Viola bisa menebak itu siapa lagi kalau bukan Mama Audi dan Sania.


Dengan pelan Viola menuju dapur dan membuat mie ramen kesukaannya. Viola rasa memasak mie adalah hal yang paling gampang.


Setelah jadi, Viola membawa mie itu ke meja makan dan memakannya. Tapi suara Mama Audi dan Sania terdengar sampai meja makan.


Sayup-sayup ia mendengar ucapan keras dari Sania dan Mama Audi yang mengatakan jika akting Sania tadi sangat bagus. Apalagi dengan rencana Mama Audi yang sangat bagus bagi mereka.


"Jadi mereka sengaja melakukan itu untuk mempengaruhi Galaksi agar percaya dengan mereka dan tak mengenal aku sebagai pacar aslinya?" tanyanya dalam hati.


"Tapi gue gak akan pernah nyerah untuk bantu Galaksi sembuh dari lumpuh dan amnesianya. Gue yakin walau Galaksi lupa ingatan dia tetap memiliki rasa cintanya pada Viola," lanjutnya dengan mantap.


Setelah selesai makan, Viola kembali ke kamar dan istirahat sebentar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya, Viola dan Clara sudah mendapat izin itu karena Clara yang merengek ingin jalan jalan dengan kakaknya.


Mereka sekarang sudah sampai di taman yang agak jauh dari rumah.


"Tenang Tuan, Clara bisa diandalkan kok," ujar Viola menenangkan Galaksi yang terlihat menyeramkan baginya.

__ADS_1


"Aku tak suka ada orang asing yang tahu tentang ini," jawab Galaksi yang membuat Clara yang duduk disamping pak sopir itu.


"Hei Tuan dia bukan orang asing, dia Clara adikmu sendiri. Dia tak pernah membantah apa yang kamu katakan Tuan. Dia adik yang sangat menyayangi kakaknya," jawab Viola yang tak enak akan Clara yang sedih.


"Kakak aku tak sejahat Mama yang ingin memisahkan Kakak dengan pacar kakak, aku menyayangi kakak walau kakak tak mengingat jika aku adik kakak," balas Clara berusaha senyum.


"Tuan harus percaya jika Nona Clara beda dengan Nyonya Audi dan Nona Sania," ujar Viola memberi pengertian kekasihnya.


"Maaf."


"Gak apa-apa kakak gak salah, karena aku sayang kakak," jawab Clara dengan senyum manisnya, menoleh kearah kakaknya.


Mata Clara dan mata Galaksi saling bertatap, Galaksi bisa melihat senyum Clara adalah senyum yang tulus.


"Kamu adikku kan?" tanya Galaksi pada Clara yang mengangguk.


"Oke aku akan perkenalkan namaku lagi. Namaku Clara Riano, umur 18 tahun kelas 3 SMA adik dari Galaksi Riano yang sekarang ada di sampingku ini," jelas Clara dengan semangat memperkenalkan namanya.


"Maaf jika aku tak mengenalmu, bukan hanya kamu saja tapi semua. Aku merasa tak berguna menjadi seorang kakak," balas Galaksi yang langsung mendapat pelukan dari Clara.


"Kamu tahu tentang kakak kan?" tanya Galaksi setelah melepaskan pelukannya.


"Tahu, bahkan aku sudah tahu pacar yang sengaja kakak sembunyikan ups.."


Viola yang mendengar itu hanya menggeleng, kenapa Clara bisa keceplosan seperti ini?


"Pacar yang aku sembunyikan? Siapa?" tanya Galaksi dengan penasaran.


Clara menggigit bibirnya saat mendapat pertanyaan itu. Ia menatap Viola yang hanya mengangguk, mungkin Galaksi akan tahu siapa pacarnya yang asli tanpa tahu jika itu dalam Viola.


"Apa pacar kakak Sania?" tanya Galaksi lagi.


"Bukan kak! Aku gak terima jika cewek gatel itu jadi pacar kakak!!" tolaklah Clara dengan lantang.


"Jadi siapa pacar kakak?" tanya Galaksi.

__ADS_1


"Dia sangat cantik kak, bahkan kecantikan Clara tak ada apa-apanya dibanding dia. Aku tahu jika dia pacar kakak saat kakak di rawat di RS dari Kak Reno."


"Kakak tahu tidak jika pacar kakak selalu mengunjungi kakak saat kakak tidur. Setiap malam," lanjutnya.


"Tapi kenapa dia tak menunjukkan wajahnya di depanku? Apa dia malu mempunyai pacar sepertiku?" tanya Galaksi yang langsung mendapat gelengan oleh Viola dan Clara.


"Dia ada didekat kakak, tapi kakak gak sadar."


"Didekatku?"


"Apa benar kata Mama jika dia yang menyebabkan aku kecelakaan?" tanya Galaksi pada Clara.


"Kakak percaya takdir? Nah mungkin ini sudah menjadi takdir buat kakak. Kata para saksi saat itu kakak membeli bunga mawar dengan senyum mengembang tanpa tahu jika ada sebuah mobil yang melaju kearah kakak dan akhirnya kakak kecelakaan. Pada intinya pacar kakak tak salah, Kak Reno juga bilang jika kakak sengaja ingin memberi surprise buat calon kakak ipar karena hari itu dia wisuda dan kakak gak hadir," jelasnya panjang lebar.


"Clara mohon jangan salahkan calon kakak ipar atas apa yang terjadi kak. Sebenarnya Mama juga baik ingin melihat calon mantunya tapi sejak kakak kecelakaan rasa sayang itu berubah menjadi benci. Menurut Mama semua kecelakaan yang terjadi itu karena pacar kakak," lanjutnya.


Galaksi yang mendengar itu memegang jantungnya yang berdetak kencang, tak lupa juga bayangan dimana ia membawa buket bunga mawar dijalan. Bayangan itu bagai puzzle yang masih terpecah.


"Siapa nama gadis itu Clara?" tanya Galaksi pada adiknya.


Clara menatap Viola yang menggeleng, ia paham dan menggelengkan kepalanya.


"Aku gak bisa sebutin namanya kak, tapi yang Pati dia cantik dan baik."


Galaksi seketika teringat foto gadis yang selalu ia bawa, ia mengeluarkan foto itu dan memperlihatkannya pada Clara.


"Apa ini orangnya?" tanya Galaksi.


"Yah, dia calon kakak iparku. Sangat cantik bukan, ternyata kakak sudah tahu jika dia pacar kakak?" tanya Clara menggoda Galaksi.


"Aku menemukannya di laci!"


"Jadi benar kamu pacarku? Tapi kamu dimana? Kenapa tak mengunjungiku? Apa kamu malu memiliki pacar lumpuh?"


Viola yang melihat itu hanya tersenyum tipis, ia tak bisa berkata banyak karena baginya kesembuhan Galaksi itu nomor satu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2