
Happy reading
Hari demi hari terlewati begitu saja, tak terasa kandungan Viola sudah memasuki usia 8 bulan, sedangkan Aulia masih berusia 7 bulan 2 minggu. Jangan lupakan Beby yang saat ini juga mengandung, usianya baru menginjak 3 bulan hingga membuat Bian harus ekstra menjaga sang istri yang kadang bikin dia gagal fokus saat bekerja.
Kandungan yang makin besar membuat Galaksi selalu setia mendampingi sang istri yang semakin susah untuk bergerak. Seperti hari ini, mereka akan pergi ke mall bersama Aulia dan Reno.
Seperti biasa Galaksi selalu perhatian dan mulai memakaikan sepatu flat untuk sang istri yang memang sangat susah untuk membungkuk.
"Makasih ya Mas, maaf Viola banyak nyusahin," ucap Viola memegang pundak Galaksi yang ada di depannya.
"Aku senang melakukannya, kamu tahu kan aku sangat menunggu waktu waktu seperti ini. Waktu dimana perut kamu semakin besar, dan kamu tidak bisa tanpa aku. Aku menjadi suami yang bisa di harapkan jika kamu sedang manja."
"Aku masih ingat saat dulu kita pacaran, kamu anti pemberian ataupun apa yang aku lakukan. Tapi kini aku senang semua itu bisa aku bantah," lanjutnya dengan senyum manisnya.
Viola yang mendengar itu hanya tersenyum, ia bangga memiliki suami seperti Galaksi. Jika dilihat sikap Galaksi memang hampir sama dengan Papa angkat dan Ayah kandungnya. Selalu mencintai dan menyayangi istri istrinya.
"Mama sama Papa pasti bangga punya menantu seperti Galaksi," batinnya tersenyum.
Galaksi membantu Viola bangun dan mengambil tak kesayangan Viola. Tas yang hampir dua tahun ini ia pakai. Walau banyak koleksi tas branded yang ia punya tapi ia lebih nyaman dengan tas kecil itu.
"Sayang gak mau ganti tas aja?" tanya Galaksi mengelus perut buncit sang istri yang tertutup dress khusus ibu hamil itu.
"Gak mau kalau tas ini belum rusak, lagian masih bagus kok."
"Hufftt apa tas yang aku belikan masih kurang hmmm? Nanti kita beli lagi ya," ujarnya dengan lembut.
Walau tas itu memang edisi terbatas bahkan hanya ada dua di dunia ini, tapi jika lama lama dipakai seperti ini orang juga akan bosen tapi tidak dengan Viola yang sangat menyukai tas kecil dengan rantai emas itu. Tapi Viola tak tahu jika tas ini bisa membeli setengah pulang pribadi yang gak ada Indonesia (Halu).
"Aku gak mau terlalu boros jadi orang kamu gak tahu apa yang akan terjadi hari esok," ujar Viola menggandeng tangan Galaksi untuk keluar dari kamar.
"Ya ya, kamu emang terlalu hemat jadi orang," ujarnya dengan senyum manisnya.
"Untuk masa depan Mas, aku gak mau anak kita kekurangan nantinya," ujar Viola.
"Tapi harta aku lebih dari cukup untuk kita," jawabnya dan diangguki oleh Viola. Kalau soal harta memang Viola selalu kalah debat dengan sang suami.
__ADS_1
Meteka berjalan menuju lift, agar cepat sampai ke bawah tanpa harus capek naik.
"Nanti kita pindah ke kamar bawah ya yank, aku gak tega harus lihat kamu jalan jauh kayak gini untuk sampai bawah," ujarnya dengan tangan yang mengelus perut buncit Viola.
"Iya Mas, aku ngikut aja," ujarnya mengelus pipi suaminya.
Lift tertutup sedangkan Viola mulai menyadarkan kepalanya di dada suaminya. Kalau bukan karena ingin mencari baju untuk anak anaknya mungkin hari ini ia akan tidur saja dikamar. Sejak usia kandungannya 7 bulan, Viola memang sangat dilarang untuk beraktivitas seperti biasanya, bahkan untuk masakan dilarang.
Oma, dan Mama Audi yang sangat melarang Viola untuk bekerja yang berat berat, untuk makan saja mereka yang sangat antusias untuk mengambilkan. Bahkan Viola dulu pernah terpeleset dari kamar mandi untuk kandungannya kuat dan selamat.
Sejak usia kandungan Viola 7 bulan Galaksi juga sudah bekerja dari rumah. Walau terkadang ia harus ke kantor jika ada menyinggung yang sangat penting. Biola juga tak mau membebani sang suami akan tingkatnya yang manja. Biola selalu menjadi istri yang penurut walau kadang penurutnya membuat Galaksi geleng geleng kepala.
"Yakin kalian mau keluar? Kandungan kamu udah besar loh nak," tanya Mama Audi pada menantunya. Bahkan kasih sayangnya bisa lebih terlihat saat ini.
"Iya sayang, kan bisa belanja dari rumah. Oma gak mau kamu kenapa napa. Apalagi kamu lagi hamil kembar, pasti akan cepat capek," ujar Oma Airin pada cucu menantunya.
"Kamu juga sebagai suami itu kamu gak boleh ajak istri kamu yang lagi hamil tua buat jalan apalagi ke mall. Kan kamu bisa belanja dari rumah, atau enggak suruh aja asisten kamu buat beli," lanjut Oma Airin pada cucunya.
"Hufttt bukan aku yang minta Oma, Ma. Tanya tuh sama cucu kesayangan kalian," jawab Galaksi dengan menghela nafasnya.
"Viola yang ingin ke mall, Mah, Oma. Lagian Viola gak mau baju baju baby dari orang yang kita gak kenal. Lagian ini kan anak kita berdua, bukan anaknya bodyguard Mas Galaksi," jawab Viola dengan jelas.
"Tuh denger kan apa kata cucu kesayangan Oma, lagian ada Galaksi yang jaga mereka bertiga. Aku gak akan biarkan hal buruk terjadi pada kesayangan aku," ujarnya mengecup kening Viola dengan lembut.
Akhirnya mereka semua mengizinkan walaupun dalam hati sedikit tidak setuju. Mereka keluarga yang berada apapun yang ada di mall itu bisa menjadi milik mereka.
"Sayang," panggil Galaksi saat mereka sudah berada di mobil.
"Ya Mas?"
Viola yang awalnya fokus pada ponselnya kini menatap sang suami yang sedang fokus menyetir.
"Emang kamu gak berat ya bawa dua bayi sekaligus? Kenapa kamu maksa banget buat kita beli perlengkapan Baby Twins sekarang? kan nanti bisa Yank?" tanya Galaksi dengan nada lembut.
"Aku cuma mau mempersiapkan kelahiran mereka dengan matang mas, kamu tahu kan kata dokter aku gak bisa melahirkan dengan normal."
__ADS_1
"Iya sayang aku tahu, tapi kandungan kamu besar banget loh, aku gak mau sampai kamu kecapean kayak dulu itu," ujar Galaksi mengelus perut buncit itu.
"Aku gak capek kalau buat orang orang tersayang Mah."
"Aku minta sama Mas nanti kalau Baby Twins lahir, sayangi mereka dengan tulus ya."
"Iya sayang kita harus sayangi mereka dengan tulus karena mereka berdua anak anak kita," jawabnya.
"Aku hanya takut Mas, suatu saat terjadi sesuatu padaku. Kamu pasti bisa jaga mereka. Maaf kalau aku banyak salah sama Mas," ujarnya dengan senyum tulus.
"Kenapa kamu bilang gini? Aku gak suka kamu ngomong yang gak jelas gini."
"Tapi.."
"Udah aku gak mau kamu ngomong apa apa, udah cukup. Kita mau ke mall kan. Gak usah balas hal yang belum pasti," ujarnya dengan senyum lembut menutup kerisauannya akan apa yang diucapkan Viola beberapa saat lalu.
Viola mengangguk, ia menyadarkan kepalanya di pundak suaminya dengan tangan mengelus perutnya yang buncit.
"Mommy sayang kalian," batinnya tersenyum hangat.
Bersambung
Hai hai Tya ada rekomendasi novel teman tya nih buat kalian. Masih anget banget baru meluncur 3 bab otw 4 bab. Soal Hot jangan ditanya lagi, punyaku mah kalah dah kayaknya😅 Skuy langsung kepoin👇👇👇
Judul: Cleopatra's Divorce
Karya: BenZ-Chay
Cinta terlarang, antara Cleo dan Samuel hanya untuk balas dendam yang sangat menyakitkan.
Apa yang akan terjadi, jika Vika mengetahui siapa putri kesayangannya?
Apakah Vika sanggup melakukan apapun untuk melindungi dan menyelamatkan keluarga dari dendam masa lalu putrinya sendiri yang penuh rahasia?
"Siapa Cleopatra?"
__ADS_1